TransVision

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
TransVision Transformasi Hiburan Keluarga


Emblem Globaland
Artikel ini disetujui dan di pantau oleh pemerintah negara Globaland
Pemerintah Globaland, Dengan Ini menyatakan ini, bahwa artikel TransVision, Telah disetujui oleh pemerintah dan sesuai dengan undang-undang Nomor 8 Tahun 1962. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk Yang Lebih Baik, Membangun Untuk Globaland Yang Lebih Heboh.
Templat:Jingle Programs Media
Layartv
GDS
Berkas:GDM.jpg
Ahmad fadil1
ARTIKEL INI MERUPAKAN ACARA YANG DISAKSIKAN OLEH Global Television Corporated


60px Logo-gtv GCTV 70px

Saksikan Acara-Acara Televisi Gen1212, selain TGCS & TBA, yaitu Bo LEH Cartoons ! atau TransVision, bersama Templat:Global Brocasting System di Internasional bersama Templat:Daftar Pemain TGCS.]
TransTV
Trans7
!Artikel ini merupakan versi Trans Media !


TransVision
Jenis TV satelit berlangganan
Motto "Transformasi Hiburan Keluarga
Negara Indonesia Global TransTruzz
Siaran pertama Isi Sendiri
Pemilik Global Sky Vision Trans Media
Kelompok usaha CT Corp Trans Media
Jaringan afiliasi Global Vision, K Vision
Situs web resmi http://www.Transvision.co.id/]

Transvision (sebelumnya dikenal sebagai TelkomVision) adalah perusahaan Trans Corp yang bergerak di bidang stasiun televisi berlangganan dengan kantor pusat yang berada di TransTruzz, Transnesia. Saat ini Transvision memberikan layanan siaran televisi kabel, televisi satelit, dan televisi protokol internet. Transvision menyiarkan siarannya lewat satelit Telkom-1 (C-Band).[1]

[sunting] Profil

[sunting] Sejarah perusahaan

TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 oleh empat perusahaan konsorsium yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Telekomindo Primabhakti dan PT Datakom Asia dengan nama TelkomVision dan kemudian terus tumbuh dan berkembang dalam bisnis siaran televisi berlangganan di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan bisnis tersebut, TelkomVision mengalami beberapa kali perubahan struktur kepemilikan saham dan Telkom sebagai salah satu BUMN sekaligus perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia mencoba untuk tetap eksis menjadi pemegang saham mayoritas TelkomVision dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 99,54 % dan sebesar 0,46% saham TelkomVision dimiliki oleh PT Multimedia Nusantara (METRA) dengan total modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp. 647,5 Milyar posisi 31 Desember 2011.[2]

Sebagai perusahaan yang dulu mayoritas sahamnya sempat dimiliki oleh Telkom sekaligus menjadi satu-satunya TIME operator di Indonesia, TelkomVision diposisikan sebagai bisnis media dan edutainment yang merupakan bagian dalam bisnis TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) tersebut, sehingga kedepan bisnis televisi berlangganan TelkomVision akan terus dikembangan baik dari sisi program, jenis dan media layanan dengan inovasi-inovasi terbaru.

Produk layanan DTH (direct to home) prepaid (prabayar) menjadi andalan TelkomVision sekaligus pelopor bagi bisnis televisi berlangganan milik pemerintah ini sampai sekarang, dengan layanan tersebut pelanggan dimudahkan untuk memilih program dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk mengembangkan pelanggan DTH postpaid (pascabayar) TelkomVision melakukan sinergy dengan Telkom dengan meluncurkan bandling produk Speedy-YES TV dengan target market semua pelanggan Speedy Telkom dalam mengoptimalkan kerjasama sinergy Telkom Group.

Seiring tuntutan perkembangan industri yang berbasis media dan edutainment yang semakin beragam dan dinamis, mulai tahun 2011 TelkomVision hadir dengan logo dan semangat baru untuk memperkuat komitmen dan posisinya sebagai penyedia layanan TV berbayar yang terbaik kepada pelanggan melalui program-programnya yang inspiratif, yang ditujukan untuk memperkaya kehidupan pelanggannya. Logo baru TelkomVision mengangkat tema menyerupai bintang yang menunjuk ke 5 arah yang melambangkan harmonisasi antara 5 elemen kehidupan, serta visi TelkomVision yang menyatukan berbagai layanan multimedia.

Di masa mendatang, secara berkesinambungan TelkomVision berencana akan terus melakukan pengembangan produk layanan dengan tetap mengoptimalkan program sinergy dengan Telkom Group. Pada tahun 2011 telah diluncurkan produk IPTV ”Groovia TV” dan akan terus dikembangkan untuk televisi mobile, Value Added Service (VAS), dan interactive content, dengan pengembangan layanan yang berorientasi kepada konsumen, serta inovasi dan perbaikan yang berkesinambungan, TelkomVision optimis untuk bisa menjadi yang terdepan di industrinya.

Pada tahun 2013, pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui perusahaannya yaitu Trans Corp membeli 80% saham TelkomVision, meskipun pada awalnya keputusan ini sempat ditentang oleh DPR RI.[3][4] Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat juga ikut untuk menyelesaikan penjualan salah satu aset Telkom ini dengan alasan selama dipegang oleh Telkom, TelkomVision terlihat stagnan dalam hal penghasilan meskipun memiliki prospek bagus sebagai salah satu pemain lama di bisnis televisi berlangganan.[5] Kedepannya Telkom dengan sisa 20% saham akan lebih fokus kepada infrastruktur sementara Trans Corp fokus kepada pengembangan konten.[6]

Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision berubah menjadi Transvision sejak kepemilikannya oleh Trans Corp melalui unit usahanya Trans Media.

[sunting] Pencapaian

  • Transvision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang jasa penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta[7], Bandung[8], Semarang[9], Surabaya[10], Denpasar[11] dan beberapa kota besar lainnya.[12] Untuk yang berbasis satelit atau DTH (direct to home) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang termasuk dalam jaringan satelit Telkom-1.[13]
  • TransVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dengan nama TelkomVision dan layanan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham. Perubahan tersebut terjadi seiring dinamika dan regulasi bisnis yang berkembang sangat cepat sehingga perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk menyongsong bisnis multimedia di masa mendatang.
  • Pada bulan Agustus 2008, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara mengambil alih saham Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
  • Transvision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu YesTV, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan prabayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Sistem prabayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket a la carte dengan pilihan channel menarik.
  • Dengan berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision bersama Telkom Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (internet protokol television). Pengembangan produk ini merupakan wujud komitmen Transvision dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.
  • Pada tanggal 7 Mei 2012, tepat di usia yang ke-15 tahun, TelkomVision mengganti mottonya dengan Nice & Easy.
  • Pada tanggal 1 Mei 2014, Transvision mengganti motonya menjadi Transformasi Hiburan Keluarga.
  • Pada tanggal 23 Mei 2014, TelkomVision digantikan Transvision setelah sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh Trans Media.

[sunting] Siaran

TBA

[sunting] Referensi

  1. "TelkomVision on Telkom 1 at 108.0°E Channel Number". Lyngsat.com. http://www.lyngsat.com/packages/telkomvision_sid.html. Retrieved 3 Desember 2013.
  2. "Tentang TelkomVision". Situs resmi TelkomVision. http://www.telkomvision.com/about.php. Retrieved 3 Desember 2013.
  3. "Chairul Tanjung Ambil Alih TelkomVision". M.C. Aziz. Blog TVku Indo. 7 Juni 2013. http://www.tvkuindo-parabola.com/news/37/Chairul-Tanjung-Ambil-Alih-Telkomvision. Retrieved 3 Desember 2013.
  4. "DPR Tidak Terima Alasan Penjualan TelkomVision". Sindo News. MNC Network. 5 November 2013. http://ekbis.sindonews.com/read/2013/11/05/32/801986/dpr-tak-terima-alasan-penjualan-telkomvision. Retrieved 10 November 2013.
  5. "Dahlan Lego TelkomVision ke CT Karena Terus Merugi". Kompas Gramedia Network. Tribunnews.com. 11 November 2013. http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/11/11/dahlan-lego-telkomvision-ke-ct-karena-terus-merugi. Retrieved 12 November 2013.
  6. "Akusisi TelkomVision, Trans Corp Akan Suplai Konten". Kompas.com. 11 Juni 2013. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/11/15561247. Retrieved 17 Agustus 2013.
  7. TelkomVision Channel Line-up In Jakarta
  8. TelkomVision Channel Line-up In Bandung
  9. TelkomVision Channel Line-ip In Semarang
  10. TelkomVision Channel Line-up In Surabaya
  11. TelkomVision Channel Line-up In Bali
  12. TelkomVision - Ini baru beda!
  13. TelkomVision - Ini baru beda!

Tampilan
Peralatan pribadi
navigasi
Komunitas
Tolololpedia
Kegiatan komunitas
Proyek
Bagikan
Kotak peralatan
FANDOM