Tolololpedia:Bak mandi

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Tidak diketahui secara jelas mengenai asal-usul bangsa Hun selain fakta bahwa mereka berasal dari kawasan Asia utara. Adapun bangsa yang paling sering diklaim sebagai nenek moyang Hun adalah Xiongnu, bangsa pengembara di Asia utara yang membentuk konfederasi suku-suku di era sebelum Masehi & kerap terlibat konflik dengan Dinasti Han di Cina. Teori kalau Hun adalah keturunan Xiongnu pertama kali dicetuskan oleh sejarawan Joseph de Guignes pada abad ke-18. Dasar klaimnya adalah baik Hun maupun Xiongnu / Hsiung-nu sama-sama berbasis di Asia bagian utara, nama keduanya sama-sama memiliki huruf awal "H", & kedua suku bangsa tadi sama-sama memiliki pola hidup nomaden.

<tbody></tbody>
<a href="Conehead%2BSkull%2BHun.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"><img border="0" height="189" src="Conehead%2BSkull%2BHun.jpg" width="200" /></a>
Fosil tengkorak bangsa Hun. <a href="http://frontiers-of-anthropology.blogspot.co.id/2011/04/more-on-coneheads.html" target="_blank">(Sumber)</a>
Teori yang diajukan Guignes tidak diakui oleh kebanyakan sejarawan di masa kini karena penelitiannya kurang memperhatikan aspek-aspek kultural yang lain. Dari segi bahasa contohnya, jika Xiongnu termasuk dalam rumpun bahasa Yeniseian di Siberia, maka bahasa Hun dikategorikan dalam rumpun Proto-Slavik atau Proto-Turk. Perbedaan lain antara Xiongnu & Hun adalah Xiongnu mengenal sistem pejabat yang saling berpasangan, sementara sistem demikian tidak digunakan oleh bangsa Hun. Lalu berdasarkan analisa pada lukisan & fosil yang ada, kaum pria Hun memiliki jenggot yang tipis & fosil tengkorak berbentuk lonjong akibat adanya praktik mengikat kepala di masa kecil, sementara Xiongnu memiliki jenggot yang lebat & tengkorak berbentuk normal.

Ada pula sejarawan yang mengajukan klaim alternatif kalau Hun awalnya memang merupakan bagian dari konfederasi Xiongnu, tapi kemudian memisahkan diri & bermigrasi ke barat. Dalam proses migrasi ini, bangsa Hun menyerap budaya-budaya di sepanjang daerah yang dilewatinya sehingga mereka pun selanjutnya memiliki kultur yang berbeda dengan bangsa Xiongnu tulen. Menurut kesaksian sejarawan Romawi Kuno yang bernama Jordanes, masyarakat Hun mengenal ritual membakar tulang bahu hewan ternak & membaca pola retakannya untuk meramal masa depan. Ritual yang lazim dijumpai di Asia Timur sejak era sebelum Masehi, tapi tidak dikenal di Eropa. Periuk masak yang digunakan oleh penduduk Hun juga memiliki bentuk yang serupa dengan periuk bangsa Xiongnu.
Peralatan pribadi