Madurapura

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

(Dialihkan dari Singapura)
Langsung ke: navigasi, cari
Bendera Madurapura
Republic of Madurapore/Republik Maduraapura/马都拉坡共和国/மதுராப்பூர் குடியரசு


Artikel iki, mengandung unsur atau berasal dari Madurapura lah... tai'ye !
Hati-hati jika anda pergi ke Madurapura, jalan-jalan ke Pulau Sentosa Madura Kecil mengunjungi Universal Studio Madurapura, dan hal-hal yang berhubungan dengan Madurapura!

Bendera Inggris
This article contains the England element


Artikel ini, Madurapura, mengandung unsur Inggris.
Hati-hati jika anda berkunjung ke London, menonton Liga Inggris, menonton GP Inggris di Silverstone, menonton konser U2, menonton Shaun the Sheep, menonton Bradley Wiggins, Chris Froome dan Mark Cavendish balapan, makan fish and chips dan scone, atau hal-hal lainnya yang berbau Inggris.

</font>
Mulanwonder Mulan Jameelah DISAPPROVES

Mulan Jameelah (מולן גמילה ,ﻣﻮﻻﻥ ﺟﻤﻴلة),
Makhluk TUHAN yang Paling Sexy, Jelmaan Wonder Woman, Pembawa Kitab Kama Sutra dan Tukang Jamu di Pasar Senen
,
menyatakan dengan ini bahawa artikel ini,
Madurapura
Membuatnya cetar membahana badai, bertentangan dengan ajaran suci Kama Sutra dan seharusnya menderita Impotensi di Dunia Maksiat
.

Akibat Forbidden city
DR SARAH A-ZHARI
ASTAGA! Artikel ini mengandung SARA(H) !!!.
Artikel ini sudah terlalu banyak mengandung SARA, melecehkan agama, mengandung pelecehan seksual, kata-kata kasar kaya KALERA, ada banyak gambar pornonya, dan menyalahgunakan nama artis Ayana Taketatsu atau Sarah Azhari.

Awas! Nanti Sarah Azhari akan menengok anda! Jika anda fansnya Sarah Azhari merasa tersinggung oleh artikel ini silakan pukul komputer anda dengan kalender.

Monyet ! MASYA ALLAH!! !
gear motornya Toni Cipriani ini sangat RASIS, FASIS dan MBOKEP
Yang mendamprat gear motor Sukampret ini kepalanya tidak beres, dan seharusnya ada di pacitan, Abdul Muis - Ledeng atau Sumberjambe.
mendamprat gear motor ini dapat menyebabkan keMATEK KONan, keMATEK KONan akan menyebabkan MATEK KON, dan MATEK KON akan menghasilkan CC202 ini.
Tribal Kingdom of Madurapura
Bendera Madurapura Lambang Madurapura
(Bendera) (Lambang)
Motto: Taiye Taiye Dan Taiye
Lagu kebangsaan: Mau Sate, Ta'iye (dalam Bahasa Madura)
LocationMadurapore
Ibu kota Sumenep
3452d.3432f.3214g
Kota terbesar Sumenep
Bahasa resmi Bahasa Madura, Bahasa Indonesia, Misuh, Bahasa Inggris, Bahasa Melayu, Bahasa Mandarin, Bahasa Tamil, Basa Jawa, Basa Sunda, basa augi, Lasonu, dan Caruik masih banyak dipakai
Ekspor Clurit, Garam, Bekas Menara Petronas yang dijual kiloan, Sate Kambing
Impor Lego
Pahlawan {{{pahlawan}}}
Pemerintahan
Presiden
Tribal Monarchy, dengan kepala suku atau Chieftain sebagai pemegang kekuasaan absolut(kayak ngerti aja)
SBY (Kehancuran)
Kemerdekaan
1965
Wilayah
 - Total
 - Air (%)
 
340.569,1 km² km² (999)
1.68%
Penduduk
 - Perk. 99
 - Sensus 2011
 - Kepadatan
 
688 (99)
23.342.550
899 jiwa/km²; (68)
PDB (PPP)
 - Total
 - Per kapita
perk. 2013
7583879664 (1 di ASEAN)
792652984 (1 di ASEAN)
Mata uang Godhong (1 Godhong=$8,5x1098) (M$)
Zona waktu
 - Musim panas (DST)
MTZ (Madurapore Time Zone) Tidak mengenal satuan 24 jam seperti negara lain, Madurapura menganut sistem 1 waktu sholat=1 jam, jadi di Madurapura hanya ada 5 jam(gak salah tuh) (UTC+08:00)
(UTC+08:00)
TLD .md, .Ndeso
Kode telepon ++68

Madurapura adalah sebuah negara kerajaan tradisional yang berada di kawasan Asia Tenggara, wilayahnya mencakup daerah Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Terdiri dari beberapa negara bagian yang tunduk pada satu pemusatan kekuasaan. Madurapura beribukota di Sumenep, Pulau Madura.

[sunting] Sejarah

[sunting] Merdekanya Madura

Kemerdekaanya dimana Chieftain Sakera of Sumenep terlalu banyak Soekarno memberikan UU-ITE pada Madura. Madurapura pun marah dan memutuskan untuk merdeka. Akhirnya Soekarno mengerahkan 360 TNI, namun semua tentara pada dicarok2in sama Chieftain Sakera. dengan berat2 amat hati sampai 360000000000 ton, Soekarno pun akhirnya membiarkan Madurapura merdeka, karena Soekarno menganggap Rakyat Madura pada kayak Setan. (Orang Madura itu kan SETAAAAAAAAAAAAAAAAA.....NNNNNNNNNNNNN )


[sunting] Eksodusnya Kaum Madura

Pada 20xx, orang-orang Madura dipimpin oleh raja baru mereka Chieftain Sakera of Sumenep yg sangat dimusuhi oleh ORGANISASI KOYOK ASU KONTOL BABI TEMPIK LONTHE DOLLY MATEK KON merencanakan invasi ke beberapa negara tetangga. Invasi ini dikarenakan lahan untuk tambak garam mereka terancam habis akibat wilayah mereka di Kuasai bahkan Dirampas Bonek secara Paksa. Terlebih mereka menilai bahwa klaim negara tetangga terhadap kebudayaan Indonesia sudah kelewatan serta harus dilakukan tindakan tegas.

[sunting] Penaklukan Tumasik

Akhirnya, pada 15 Desember 20xx Chieftain Sakera mengirimkan 300 pasukan celurit berkendaraan rakit ke Tumasik. Anehnya kedatangan mereka tak terdeteksi oleh kapal penjaga perbatasan sehingga mereka pun leluasa masuk ke dalam wilayah Tumasik dan menghabisi sebagian penduduk.

Tak kuasa melawan kesaktian pasukan Chieftain Sakera, pasukan bersenjata Singapura pun takluk. Kemudian Chieftain Sakera mengambil alih Singapura, menjadikannya koloni Madura dan mengubah namanya menjadi Madurapura. Kini 80% dari pulau yang dahulunya adalah pusat belanja, digusur dan dijadikan tambak garam.

[sunting] Penaklukan Malaysia

Belum puas dengan mengambil alih Singapura, Chieftain Sakera pun melakukan ekspansi ke Malaysia. Mereka mengambil strategi lain dalam melakukan penguasaan, yaitu menyamar sebagai imigran yang ingin mempopulerkan seni khas Madura. Seperti biasanya, kaum Malaysia pun mulai melakukan klaim terhadap kebudayaan Madura dan akhirnya pun berhasil mematenkan senjata tradisional celurit sebagai hak milik mereka. Hingga suatu hari pada saat perayaan pengakuan dunia atas celurit Malaysia yang dihadiri oleh seluruh petinggi negara di Istana Kenegaraan, Chieftain Sakera beserta pasukannya yang bertindak sebagai penampil dalam acara kemudian melancarkan aksinya. Mereka menyerbu seisi Istana dengan celurit di tangan, para Petinggi Sultan Malaysia yang tentu saja tidak bersenjata langsung habis di tempat,Termasuk Tuanku Amburadul Razak yg dipertu(k)an(g) (J)agung yg kena celurit,setelah itu mukanya keinjak2 penonton acara yg lari2,kemudian Tuanku Amburadul Razak ngatain"LAAAAAAAAAAKNAAAAAAAAAAAAAAAAAAT,NANTI AWAK SODOMI KAUUUUUUUUUU,DASAAAAAAAAAAAAAR INDOOOOOOOOOOOOOOOOOON".

Tapi untung ada Abdullah bin Ahmad Badawi yg dipertukang jagung mirip sigung super bokep yg lagi tidur pules,langsung bangun dengan zakar kosong dan mengklaim kekuatannya Mad Dog bahkan Akatsuki,kemudian begonya lagi ia malah menghabisi seluru orang malaysia.

Abis itu ada Tun Bedur Aman yg begonya malah mengklaim Madurapura sebagai Petingginya.Chieftain Sakera pun mengambil alih istana negara dan menjadikan Malaysia sebagai negara bagian dengan ibu kota New Bangkalan (ex.Kuala Lumpur)

Etnis Malass-shit, Makhluk Jelek Hina Penghuni Malonsial

Rupa Muka Tuanku bedul Razak dipertukang jagung,Pas abis diserang Chieftain Sakera.

[sunting] Pengambil alihan Brunei

Akhirnya, Brunei Darussalam pun merasakan dampak invasi. Beberapa bulan setelah pendudukan Malaysia, Brunei pun jatuh ke tangan Madurapura dan diberi status setingkat Kecamatan.

[sunting] perang kepada Surabaya

Surabaya masih boleh bersombong diri,akhirnya ia diserang Chieftain Sakera.kemudian WONG SUROBOYO dan Bonek melakukan penyerangan pada Chieftain Sakera of Sumenep yang merasa tinggi derajatnya,kemudian dengan satu kata Bonek pun datang dan kemudian para bonek menyerang para tukang gorengan dan menelan habis tanpa mengunyah gorengan tersebut kemudian para bonek menyerang tukang gorengan sambil teriak MATEK KON,MATEK KON,MATEK KON,MATEK KON kebanyakan misuh.kemudian Tambak garam menjadi tempat bentrok.Akhirnya Takdir mengatakan lain,dengan bantuan Suroso,MADURA pun dikepung oleh SUROSO,karena bonek sedang menyaksikan PERTANDINGAN PERSEBAYA DI IPL.dan hasilnya perkenalan carok dibawa sampai ke pelosok Jawa dan Surabaya.


Karapansapi

penyerangan yg dimulai Chieftain Sakera of Sumenep


Paha Ilahi

Paha lawan yg menyerang habis2an madura


Bung Tomo

Peledakan pertama

[sunting] Penyerangan Tukulnesia

Penyerangan dilakukan saat Tukul Arwana mencium Amingwati,kemudian Chieftain Sakera of Sumenep menyerang dengan celuritnya,kemudianAmingwati untuk dijadikan boneka 100% MADURAPURA terbarunya.

kemudian ia menyerang TUKULNESIA dan Jemaah Katrokkiyyah,tetapi JEMAAH menabok dengan bibir,dan terjadilah perang,perang berhenti saat Berak Obama menjajah MADURAPURA dengan pasukan inteljen dan inteljen mendapat senjata baru yaitu celurit

Tukul

Tukul Arwana stress dan akhirnya ia menjadi gila.dan berkeliling kemana saja,di TRANS 7 lagi.

[sunting] Politik

Sistem konstitusi Madurapura menganut ideologi Tribal Monarchy, yaitu kerajaan yang dipimpin oleh seorang kepala suku atau Chieftain. Saat ini adalah Chieftain Sakera. Sistem ini sangat membenci demokrasi sehingga kepala suku memiliki kekuasaan absolut tanpa ada kontrol politik dari rakyat. Partai yang berkuasa adalah Illuminati Party yang dibentuk langsung oleh Chieftain Sakera. Bergerak dari bawah tanah untuk menjalankan pemerintahan sesuai kehendak Chieftain. Partai ini dipimpin oleh 15 orang Sanktaj Patroj (sejenis Imam Besar). Sanktaj Patroj ini terdiri:

  • Roy Suryo yg mengajari Pornomatika
  • Barney yg mengajari Pelacuran
  • Mulan Jameelah yg mengajari Keseksian hakiki
  • Amingwati yg mengajari Hidup Maho-Sexual
  • Eyang Subur yg mengajari Perdukunan dan Makan Bubur
  • Bonek yang mengajari cara mencuri gorengan di stadion sempak bohlam buka sitik josssssss........
  • Vicky Prasetyo yang mengajari bagaimana untuk mengkonspirasi kemakmuran, mengharmonisasikan pelabilan ekonomi, mempertakut keadaan untuk mempersuram statusisasi kemakmuran, confident dalam mensiasati kecerdasan dalam hal ikhwal mengkudeta apa yang kita menjadi keinginan untuk seterusnya menjadi sebuah implementasi paradigma kontroversi hati selama twenty nine age
  • Arya Wiguna yang mengajari membuat slogan DEMI TUHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
  • DE-EL-EL

Anutan ini disatukan dalam Illuminaty party Madura yg disatukan Chieftain Sakera.

Kraton Tololol

Istana Chieftain di Sumenep

Pemerintah Madurapura sangat membenci orang kulit putih, terutama orang Amerika, Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis dan Rusia sebab merekalah yang membantai berbagai suku di Benua Amerika (Amerika, Inggris, Prancis, Spanyol dan Portugis), Australia dan Selandia Baru (Inggris) dan Dataran Siberia (Rusia). Pemerintahan Madurapura sangat menjunjung tinggi adat kesukuan, dan seringkali mengirimkan agen rahasia bersenjatakan celurit yang sudah diberkati Ki Joko Bodo untuk membantai orang kulit putih di Australia dan Selandia Baru, bekerja sama dengan pemberontak Aborigin dan Maori, serta membantai populasi kulit putih murni keturunan Spanyol dan Portugal (bukan Mestizo) di Argentina, Chile dan Brazil dengan bantuan Kekaisaran Inca jilid kedua yang baru muncul yang telah menguasai Peru, Bolivia dan Paraguay. Ini berbuah dari kerjasama Chieftain Sakera of Sumenep dengan Túpac Amaru Yapanqui, Kaisar Inca, yang berisi "Madurapura akan membantu Kekaisaran Inca menguasai seluruh Benua Amerika Selatan / Amerika Latin dan sebagai timbal baliknya akan mendapatkan budak-budak kulit putih gratis dari Kekaisaran Inca" (detail di bagian "Demografi").

[sunting] Pembagian Administratif

Secara administratif, Madurapura terdiri dari 3 negara bagian dengan satu daerah pemerintahan eksklusif. Terdiri dari

  1. Negara Bagian New Madura Island (ex.Singapura) dengan Ibukota Madurapura City
  2. Negara Bagian West Madurapore (ex.Malaysia Barat) dengan Ibukota New Bangkalan
  3. Negara Bagian East Madurapore (ex.Malaysia Timur+Brunei) dengan Ibukota Sampangchester
  4. Daerah Pemerintahan Eksklusif Pulau Madura dengan Ibukota Sumenep

[sunting] Ekonomi

Sumber ekonomi utama tetaplah berasal dari produksi dan ekspor garam ke luar negeri, Madurapura pun menjadi salah satu negara penghasil garam terbesar di dunia. Selain itu, limpahan harta rampasan dari negara bekas jajahan membuat keuangan Madurapura tetap stabil dan aman sampai tujuh turunan. Menyadari prospek ekonomi di Malaysia cukup bagus, rakyat Madurapura pun mencari keuntungan dengan menjual Menara Petronas per kilogram kepada negara asing. Tak hanya itu, Pulau Penang yang tersohor itu pun dijadikan pusat bisnis musik yang cukup menjanjikan dengan nama baru, New Kangean Island, merujuk kepada nama kepulauan Kangean di sekitar pulau Madura. Dari sana lahirlah band nomor wahid Madurapura, Kangean Band

Pornorogo

Organisasi yg dibawa Kamu Dan Chieftain Sakera dalam bentuk perempuan,lagi asyiiiik naik REOG

Soto mata

Soto Mata

[sunting] Demografi

Penduduk mayoritas Madurapura adalah etnis Madura (58%), sedangkan sisanya adalah Jawa(Wong Suroboyo) (22%), China (3.6%), India (2.1%) dan Melayu (4.3%) plus Bonek (6.9%) dan Dayak (3.1%). Etnis minoritas Melayu kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga-keluarga Madura maupun Surabaya. Mereka sebagian besar adalah orang-orang yang lolos dari peristiwa pendudukan Malaysia dan diberikan amnesti oleh pemerintah Madurapura. Tapi dikarenakan populasi orang Malaysia yang makin menipis, karena seringnya pembantaian terhadap tenaga kerja yang tidak becus oleh Chieftain, baru-baru ini menteri tenaga kerja Madurapura menggalakkan peternakan orang Malaysia di kawasan New Bangkalan supaya jumlah mereka tetap dapat dikontrol. Belakangan ini juga digalakkan pembersihan etnis dan pembudakan diantara masyarakat Madurapura, dengan target etnis China, Sebagian dari Melayu yang membangkang kepada pemerintah, serta Bonek. Suku Dayak banyak ditempatkan di reservasi suku tertentu dimana mereka masih mendapatkan kontrol penuh atas pemerintahan di daerahnya.

Karena menurunnya tingkat produktivitas orang Madura karena kerjaannya carok melulu, maka untung menjalankan bisnis tambak garam dikirim budak-budak dari India, Bangladesh (yang kelebihan penduduk) dan Somalia (diperoleh dari perdagangan dari Perompak Somalia. Namun seiring dengan perkembangan kriminalitas internasional, mereka sekarang juga mengambil secara paksa orang-orang kulit putih keturunan Spanyol & Portugis yang tak tahu diri yang berasal dari Argentina, Chile, Uruguay, dan Brazil, serta negara-negara Amerika Latin yang mempunyai populasi Kulit Putih yang banyak. Penawaran akan orang kulit putih ini berasal dari Sapa Inca Túpac Amaru Yupanqui, keturunan langsung dari penguasa Kekaisaran Inca abad ke-16 yang berdomisili di negara Peru, yang berhalauan kanan, fasis yang sangat membenci kulit putih terutama orang Spanyol dan Portugis karena membantai populasi Indian Amerika. Ekses orang-orang Inggris yang berdomisili di Australia dan Selandia Baru, yang diculik dengan menyadap lokasinya (dengan bantuan IT oleh Roy Suryo dan mengirimkan agen rahasia dengan celurit, juga turut membantu perkembangan tenaga budak kulit putih. Dengan kekuatan dukun Madura yang luar biasa dahsyatnya sekarang juga bisa menculik orang kulit putih dengan apa yang kita sebut sebagai Segitiga Bermuda, tak pelik juga menculik dengan bantuan ala kadar Roy Suryo.

Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Madura, Inggris, Jawa, dan Melayu.eit... misuh juga ada. Dengan bahasa nasional Madura.

[sunting] Agama

Madurapura adalah negara multi-religius, masyarakatnya pun terkenal sangat taat beragama. Agama Maduraisme dan Islam mendominasi Madurapura sebanyak masing-masing 25%, Kejawen 20%, sisanya adalah Shitanisme dan Roy suryoisme masing-masing sekitar 10%. Sedangkan Jamiliyyah menempati posisi keempat dengan populasi 4%. Sisanya adalah agama lain seperti Penganut Barney, Jameelahisme Mimi Hitam, Yahudi maupun aliran kepercayaan lain seperti Jameelahisme Ahmad Dhani, bahkan Jameelahisme. Madurapura sangat menjamin kebebasan beragama, beberapa rumah ibadah yang berbeda dapat ditemukan saling berdampingan di banyak sudut kota. Namun hal ini tidak berlaku bagi kaum Yahudi, di Madurapura mereka tidak dibebaskan menjalankan ibadah. Bahkan untuk masalah rumah ibadah mereka tidak memiliki sinagog mereka sendiri, tapi pemerintah telah berbaik hati dengan meminjamkan sekapling rumah bordil setiap minggunya di kawasan Geylang, New Madura Island dengan biaya hanya 2,5 Godhong (Mau tau US$nya? itung sendiri!) untuk dijadikan sinagog. Biasanya setelah beribadah mereka tak langsung pulang, melainkan melanjutkan kegiatan mereka sambil melepas penat sehabis beribadah di kawasan Geylang. Bangunan tempat ibadah yang paling terkenal di Madurapura adalah Masjidil Garam

[sunting] Budaya

Carok

Seorang Pria Sedang Mempersiapkan Diri Untuk Ikut Carok melawan Seorang Rakyat Tukulnesia

Madurapura sangat menghargai perbedaan yang ada di dalam masyarakatnya, bahkan salah satu budaya Malaysia yang masih dipegang teguh hingga kini adalah budaya mengklaim. Selain itu, baik pemerintah maupun masyarakat Madurapura juga memiliki budaya diplomasi konflik yang sangat ampuh, yaitu carok. Pemerintah Madurapura bahkan kini sedang mengajukan proposal untuk mematenkan budaya carok ke TUNESCO.

“Pak! Bagaimana kalau Carok dijadikan event tahunan kami?”
~ Chieftain Sakera of Sumenep kepada Tukul Arwana selaku Ketua TUNESCO
“Yah Gak bisa Ato tak sobek2 bibirmu”

Menteri Olahraga Madurapura bahkan memperlombakan cabang olahraga carok di dalam even olahraga tahunan mereka.

Reog Pornorogo juga Budaya yg diajukan Jameelahisme Kejawen pada Chieftain Sakera. Rencananya Chieftain merasa sedikit agak sedikit banyak dikit Keberatan. Namun karena Sanktaj Patroj yg Chieftain Sakera hormati yg bernama Mulan Jameelah pun mengajukan keberatan jika Usulan Para Jameelahisme itu ditolak. Akhirnya Chieftain Sakera pun membolehkan Reog masuk ke Tanah Madura.

Chieftain Sakera juga akan memperbarui budaya dengan Budaya Karapan Sapi. Budaya ini dilakukan untuk menjaga Tanah Madura.

[sunting] Kuliner

Bondan-Winarno-Maknyus MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan Madurapura ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, dan Truk tanker.
“Saya makan Madurapura ini aja rasanya maknyuuuss... Tapi agak kurang ditambah sere, lengkuas, cabe dan Twilight Sparkle-nya satu kilo dengan Chop/BB201 sebiji di atasnya”

Kuliner Madurapura sangatlah beragam, terlebih kekayaan kuliner dari hasil klaim Malaysia di masa lalu makin memperkaya ragam kuliner Madurapura. Namun salah satu yang terkenal adalah Soto Mata dari kota Bangkalan, Pulau Madura. Masakan berbahan dasar mata sapi ini konon memiliki banyak penggemar dari luar negeri, terutama setelah jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madurapura dibangun.


[sunting] Perfilman

Salah satu film yang (minimal) pernah dibuat (di YouTube) oleh Madurapura adalah Chicken a la Carte yang dimana Chicken dalam bahasa Inggris artinya ayam, a artinya sebuah/seekor, la itu nada ke-6 dalam tangga nada, sementara Carte dalam bahasa Madura artinya Kardus jadi kalo disatuin jadi Ayam Seekor 6 Kardus. Diceritakan bahwa Bapakmu dengan beraninya pergi ke Solaria dan minta segentong makanan dibawa pulang ama tukang jaga restoran padahal kaga punya duit dan hanya punya 6 kardus hasil membeli rokok 6 kardus. Karena melihat Bapakmu berpenampilan kaya pemulung jadinya dikasih sekantong makanan sisa berupa seekor ayam tiren dan dibayar pake 6 kardus tersebut (sayangnya tidak ditampilin kardusnya difilm karena butuh screenshot terlalu kejauhan akibat Bapakmu meletakan kartusnya berantakan kemana-mana) Bapakmu lalu membawa pulang dan habis pulang dikrubutin ama anak kecil kaya artis dateng ke desa buat ngambil-ngambilin bekalnya si Bapakmu. Bapakmu lalu membawa sisa bawaannya yang belum dikerubutin kekeluargamu dan dituang kemeja dengan keadaan masih dikantung kresek yang kemudian dimakan sekeluargamu. Film ini dibuat oleh Ferdinand Dimadura dimana nama belakangnya (Dimadura) menyatakan bahwa ia berasal dari Madurapura. Untuk lebih jelasnya liat sendiri videonya:

Films Chicken a la Carte by Ferdinand Dimadura06:10

Films Chicken a la Carte by Ferdinand Dimadura

[sunting] Kehancuran


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Penulisnya keburu pergi sebelum selesai, mungkin karena penulisnya Dikejar pas Adzan Subuh ama Orang Madura. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.

[sunting] Lihat pula


Featured

Potatohead aqua Artikel pilihan
Artikel ini telah ditampilkan di halaman utama.

Peralatan pribadi