Sawung Kampret

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Sawung Kampret adalah tokoh pahlawan nasional Indonesia yang berhidung mancung, bermata belo.

[sunting] Asal nama Sawung Kampret

Nama sebenarnya adalah Sawung Jabo, tapi berhubung Sawung suka buang kampret sembarangan akhirnya para tetangganya yang merasa terganggu oleh bau wangi kampretnya Sawung sepakat memanggilnya Sawung Kampret


[sunting] Awal Sawung Membenci Belanda

Sawung sebenarnya adalah mandor bangunan yang dimiliki oleh orang Belanda, awalnya Sawung sangat loyal pada atasannya, karena Sawung dijanjikan akan dibayar 500 Gulden bila bangunannya selesai.

Ternyata setelah kerjaannya rampung, Sawung hanya dibayar 500 roepiah, bukan Gulden !

Terang aja Sawung marah dan akhirnya membenci orang Belanda, terutama yang bernama Jan Pieterszoon Coen yang tak lain dan tak bukan adalah mantan majikannya yang pelit bin medit itu.


[sunting] Perjuangan Sawung Melawan Belanda

Ada beberapa peristiwa perjuangan Sawung melawan Belanda di Indonesia :

  • Sawung pernah merampok toko kelontong milik petugas kompeni Belanda, hasilnya 6 karung beras, cabe keriting, kol buntet, gula jawa, sereh, lengkuas, laos...
  • Sawung pernah mencuri celana yang tengah digantung Coen saat buang air besar, hasilnya Coen terkurung seharian di toilet karena malu ga bisa keluar tanpa celana.
  • Sawung pernah mencolek babunya Coen saat berbelanja di pasar, dan akhirnya si babu memutuskan menjadi simpanannya Sawung
  • Sawung pernah merekam adegan mesum Coen dengan tukang rumputnya, dan mengancam akan menyebarkan di dunia maia (emang thn 1600an sudah ada maia??) akhirnya Coen bersedia memberikan sehektar tanah beserta bangunan di atasnya.


[sunting] Akhirnya

Namun perjuangan Sawung akhirnya berakhir, saat Sawung ga sengaja kepincut dengan none Belanda yang bernama Maritje van der Bloemkool, yang ga suka kol, dan kelak punya keturunan bernama van der Sar

Maritje yang berambut pirang, bermata biru, berhidung mancung, berkulit mulus, dan berdada besar itu benar2 menjadi pujaan Sawung. Setiap malam Sawung berusaha mendatangi rumah Maritje namun selalu dihalangi oleh petugas Satpol PP

Coen mengetahui berita itu, akhirnya sepakat menyuruh Maritje menggoda Sawung, dan memintanya untuk membawa bedebah itu keluar dari Indonesia.

Singkat cerita akhirnya Sawung diajak tamasya ke negeri Belanda oleh Maritje, dan akhirnya menikah di sana dan hidup bahagia selamanya... the end !

Peralatan pribadi