Postal Dude

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

AWAS, Anda Disodomi Pakai perkataan FUCK THE POLICE!!! atau TELEK

Tukul.jpg !.png Artikel ini berisi Game atau Hal-hal yang berbau game dan semacamnya !.png
Mungkin karena pembuat artikel ini keseringan main Ragnarok Online, Seal online, RF Online atau sedang membuka Netcarshow di Komputernya Tobing.
Untuk kepuasan maksimal disarankan untuk membeli game Need For Speed Bombay, pergi ke Tual, hancurkan semua komputer disana dengan perkataan FUCK THE POLICE!!!, dan bela diri anda dengan Chaos Emeralds.
YunoGasai-Axe.jpg Orang yang ada di artikel ini, Postal Dude, PSIKOPAT!
Mungkin dikarenakan Postal Dude dulunya pernah berteman dengan Jigsaw saat pertama kali masuk taman kanak-kanak atau pernah berteman dengan Tobing yang berencana untuk membunuh Omesh atau Eri Kitamura sambil menari Gangnam Style atau Harlem Shake.
Membaca dan melihat artikel ini dapat menyebabkan masuk ke Rumah Sakit Jiwa, kabur dari Rumah Sakit Jiwa dapat menyebabkan anda menjadi pembunuh bayaran, menjadi pembunuh bayaran dapat menyebabkan anda tampil di acara Final Destination, tampil di acara Final Destination dapat menyebabkan anda mati konyol, dan dapat menyebabkan anda mati dikubur dan membusuk di Tual.
Kepleset.png PLESETAN
Artikel ini adalah artikel plesetan dan tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan hal serupa yang ada di dunia nyata atau pun Dunia Gendeng

Postal Dude adalah tokoh protagonis dari Postal series. Bung ini sering melakukan berlangsung mudah, tetapi dia sosiopath dan sinis terhadap semua pelakunya. Bung ini sering menyodomi Semuanya dan menendang kepala yang dipotong seusai disiksa pakai perkataan FUCK THE POLICE!!! setiap harinya.

[sunting] =Awal hidup

Nama asli Postal Dude adalah Suparno Ali Syarief, merupakan nama kelahiran dari keluarga Mas Paino dan Pak Tarno, lalu dibuang ke Bengawan Solo selama 4 Tahun. Pada masa kanak-kanak, Suparno telantar akibat keluarga dibuangkan anak, lalu ia sebagai pengamen dijalanan.

Pada usia Remaja, Suparno sudah sering membaca Bobokep di Rumah hantu, mereka sering melihat Suparno digubuk-nya Kamu dan Suparno mencuri motor punya orang yang tidak kenal sampai ke kota kecil, tapi Suparno terkena razia obrak-abrik oleh Pak Puisi dan akhirnya dikandangkan ke Tukulnesia.

Saat Dewasa, Suparno bebas dari penjara di Tukulkarta dan kemudian hilang ke warung. Setelah hilang ke warung, Suparno bebas berkeliaran kemana saja yang dikunjungi dan akhirnya diculik ke kota kecil bernama Parah dising.

[sunting] Saat hilang di Parah Dising

Pada Usia 20-an, Suparno berubah nama menjadi Postal Dude, ia tinggal disebuah lapak milik Mbokmu dekat Rumah yang tidak kenal, ketika rambut-mu panjang kayak wanita, pakaiannya agak kurang menarik. Namun Suparno mampu memberi uang jajan kepada Mbokmu bernama Susinarti untuk membeli Susu merek Susu Greget Mad Dog dan setelah membeli susu Suparno menuju ke Kantornya Roy Suryo di sebelah barat menggunakan motor Astrea dan lalu kejadian di Kantor Pornomatika, banyak orang yang ribut akibat mengeluarkan bom telek yang dipasang oleh Jemaah Katrokkiyyah saat menyerang Parah Dising pada 1997 sampai 2002, Suparno akan memdefuse bom lagi disebuah ruangan, tapi ada yang gagal defuse dan Suparno dibawa ke RSJ. Setelah dibawah ke RSJ, Suparno diperbankan di kepala yang bekas luka terkena Telek dan kemudian diantarkan pacar bernama Olga Syekhputri. Saat Olga menemukan Suparno saat dirawat di RSJ, Suparno ia menentukan nasib yang sangat greget dan Suparno mimpi buruk ketika memasuki Neraka yang lebih ganas, setelah Suparno melarikan diri dari Neraka dan akhirnya Suparno hidup merasa tenang dan lalu ia akan menghancurkan Parah Dising untuk kembali ke Rumah keluarganya Mas Paino.

[sunting] Tersesat di Cak Terasis

Pada usia 35 Tahun, Suparno ditahan oleh Pak Puisi, ia menemukan kondisi kota yang jelek, banyak bencong, banyak preman. Cak Terasis merupakan kota kembarnya Dolly dan Badharyan, luasnya hanya 30 km2, disini ada tempat kedai warkop, warung, warnet, wartel, pasar, dll. Kota ini sering munculnya Jemaah Katrokkiyyah yang sedang beroperasi di kota ini dan Suparno akan melawan musuh sampai akhir.

Peralatan pribadi