Pithechanthropus Wongdeso Javanicus

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Monyet.jpg !.png293632 10150310550761334 82451081333 8029618 147552625 n.jpg HATI-HATI!! 293632 10150310550761334 82451081333 8029618 147552625 n.jpg!.png
PT Kereta Api Indonesia ini sangat NGACO, GAK MAKSUD dan GAK JELAS
Penulis dari artikel ini suka menutupi sepeda motor Markonah, dan seharusnya ada di parapat, vico auto atau CC200.
Membaca artikel ini dan menutupi sepeda motor Markonah dapat menyebabkan kemandulan, kemandulan akan menyebabkan mandul, mandul akan menyebabkan stress, stress akan menyebabkan overstress, dan overstress menghasilkan Lokomotif BB300 ini.

Merupakan salah satu Manusia tertua di Indonesia, Pithecanthropus Wongdeso Javanicus sudah memiliki peradaban moderen diantaranya:

  • Bertani
  • Membuat Gubuk
  • Diperkirakan Kapur sirih berasal dasri kebudayaan mereka
  • Musik Rock
  • Laptop
  • Seni menembak ludah

Sejalur dengan perkembangan zaman, Spesies ini berevolusi menjadi beberapa spesies yang lebih modern yaitu:

  • Tukulus Arwani, terkenal dengan kemampuan menembakkan 'Asam ber pH 2' yang bisa melelehkan baja dari bibir mereka yang seperti pistol. Untuk jenis perempuan, nama khususnya Omasi Watinengsis atau Omasi Wati Batavianicus dan mereka tidak menembakan asam seperti prianya.
  • Amingus Watiensis, Aseksual, tidak bisa dibedakan antara pria dan wanitanya. Mereka memiliki tubuh yang sangat kurus, dan punya suara yang aneh. Nama Lainnya: Amingus Karetensis, mereka punya pistol bibir meski tak sekuat Tukulus Arwani.
  • Ahmadus Dhanicus, sepertinya merupakan yang paling moderen daripada kedua jenis lainnya. Ahmadus Dhanicus ternyata memiliki otak yang sangat cerdas, dan selera pada musik yang lumayan. ciri khas mereka adalah jenggot yang seperti kambing, satu yang aneh adalah mereka tidak bisa menembakkan ludah, karena bibnirnya yang lebih normal.

[sunting] Karir

satwa ini terlindas zaman glasial-interglasial yang liar pun labil. mereka bete sehingga memutuskan tali rafia untuk urbanisasi ke Ngandong. merasa damai dan jumawa di ngandong mereka membuat gubug dari alat serpih. Kemudian mereka menggunakan alat serpih mereka untuk memotong kelamin mereka(selanjutnya terserah lw)

Peralatan pribadi