Perang WARPUZ-Tukulnesia

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Perang WARPUZ-Tukulnesia
Waktu: 2013-2014
Tempat: Republik Rio dan Tukulnesia
Status: Selesai
Hasil: Kemenangan Tukulnesia
Kombatan
Semua anak-anak WARPUZ
Umat Shitanisme
Umat Barney Mahacabul
Tentara Tukulnesia
Jemaah Katrokkiyyah
Panglima
Kontolro Mangkoksop Tukul Arwana
Susi Similikiti Weleh-Weleh
Kekuatan Militer
LASPUZ (Laskar Pendukung Zhitanisme) Laskar Katrok
Sukarelawan dari Laskar Anak-anak Manusia (mereka menamai dirinya FPB (Front Pembela Bibir))
Persenjataan
Bom seks
Batu
Petasan
Kotoran Kuda
Kotoran Sapi
Berak
Gas Kentut
Asam Laknat
Santet dan pelet
Kalimat kasar
Air liur Tukul Arwana
AK 47
M 16
MP5
C4
CZ-75
M2HB
MG42
RPG-7
Mortir
Nokia 3310
Korban terakhir
200 kelelep
10 orang benar karena disiram air liur Tukul
300 rusak moralnya karena terkena bom seks
20 orang cedera
1 meminta suaka politik

Perang WARPUZ-Tukulnesia adalah salah satu perang yang terjadi di daerah Tukulnesia. Perang ini berlangsung pada saat Perang WARPUZ-Republik Rio. Perang ini oleh media disebut Perang antara Penghina Telur Busuk dengan Homo Bibiris karena sebagian anak-anak WARPUZ adalah makhluk dari Bintang Porno dan pemimpinnya keturunan alien. Mereka juga suka menghina bau kentutnya Super Presiden Republik Rio dengan kalimat "telur busuk", sedangkan dari pihak Tukulnesia semua tentaranya adalah Homo Bibiris. Perang ini dilakukan pada saat WARPUZ berperang dengan dengan tentara Republik Rio, yang berisikan anak-anak manusia.

[sunting] Permulaan

Homo bibiris.jpg

Salah satu contoh Homo Bibiris, yang disebut WARPUZ sebagai kaum akamso kerdus.

WARPUZ merupakan salah satu organisasi terong-terongan ekstrim yang ada di Dunia Gendeng, Madurapura, Tukulnesia, dan Indonesia. Tujuan mereka adalah memerangi paham Kemesincucian dan Jameelahisme, kemudian diganti dengan ajaran Shitanisme. WARPUZ juga dinyatakan oleh Wonder Woman dan para pengikut Jameelahisme Wonder Woman sebagai provokator atas semua kejadian di muka bumi. Tidak tahan dikatakan demikian, mereka melakukan perang terhadap Wonder Woman, namun Wonder Woman keburu kabur ke Amerika Serikat. Sembari berperang melawan pemerintah teroris kolonial imperialis feodal anti-shitanisme antiterong ketelurbusukan Republik Rio, mereka menyatakan perang terhadap Tukulnesia, yang mereka anggap sebagai tanah jajahan selanjutnya setelah Republik Rio. Mereka ingin memanfaatkan kekatrokan dan kendesoan penduduk negara tersebut untuk kemakmuran mereka sendiri dan menguasai sumber kekayaan alam seperti Laut Tukul dan pusat kota Bibiropolis, lantas melakukan makar dan membuat negara yang disebut Negara Koloni Shitanisme Non-Tukulisme Anti-Rio Endogbusuknesia, yang berlandaskan ajaran Shitanisme dan Barneyisme. Tukul Arwana pun bereaksi dengan berpidato ke seluruh rakyat Tukulnesia, dan salah satu isinya adalah menyatakan perang terhadap WARPUZ. Dan disaat bersamaan seorang anggota WARPUZ, Fawwang Kuntilini, menghina Tukulnesia dengan mengeluarkan pernyataan bahwa ras mayoritas di Tukulnesia, Homo Bibiris adalah kaum gem-to-the-bel dan menyebut ras Tukuloid dan Pithechanthropus Wongdeso Javanicus, leluhur mereka, dengan sebutan ras "akamso kerdus" (manusia kampung sono - kera dusun). Mendengar bacotan dari anggota WARPUZ yang rasis tadi, Tukul pun akhirnya menyatakan perang terhadap WARPUZ. Meskipun jarak antara Republik Rio dengan Tukulnesia relatif jauh, tetapi anak-anak WARPUZ memiliki cara cepat untuk pergi ke Tukulnesia. Cara cepat tersebut adalah menaiki bus antarkota jurusan Cirebon-Jatibarang yang sudah dibajak. Dengan menempuh jarak sebesar lebih dari 26513 kilometer, dengan bahan bakar BBM oplosan (campuran antara BBM ilegal dan air comberan yang diaji-aji) bersubsidi campur dorong, mereka sampai ke Bibiropolis. Di pihak Tukulnesia, mereka mengirimkan para terntara Tukulnesia dan mengikutsertakan Jemaah Katrokkiyyah. Mereka juga mengutus beberapa sukarelawan perang dari Republik Rio (kebanyakan adalah para penduduk diaspora Tukulnesia).

“Sodara-sodara sebibir, setanah, dan seair, kita harus bisa mengalahkan geng WARPUZ karena mereka telah menginjak-injak harga diri bangsa kita! Mereka merendahkan bangsa kita! Sekali lagi sodara-sodara, di langit yang biruoi dan bumi yang permukaannya mirip bibir ini, Tukulnesia terbentang luas, dan Homo Bibiris menyebar luas, karena wilayah kekuasaan Tukulnesia adalah wilayah sejauh mana wongndesoisme, katrokisme dan bibirisme bisa menyebar. Kita yakin, kita akan merebut kembali Tukulnesia! MERNDESO! MERNDESO! MERNDESO!”


[sunting] Perang

[sunting] Mula-mula

Tukul b.jpg

Salah satu sasaran WARPUZ di kota Tukulkarta, Istana Kebibiran Tukulnesia.

Setelah sampai ke Bibiropolis, mereka menginvasi seisi kota tesebut dan menyandera sebagian penduduk kota. Serangkaian ledakan bom seks meledak di sana-sini. Bahkan rumah bekas Tukul Mansion dilempar bom molotov dan dirudal. Setelah meneror Bibiropolis, mereka selanjutnya menghancurkan kota Ndeso City, dan diakhiri di kota Tukulkarta. Di Ndeso City, mereka akan menghancurkan beberapa infrasrtuktur dengan cara divandal dan dirusak. Dan di Tukulkarta, mereka juga akan mengebom Istana Kebibiran Tukulnesia dan sebuah rumah bekas Tukul Mansion. Tentara Tukulnesia dan Jemaah Katrokiyyah pun bersiap menghadapi pasukan Barneyisme dan WARPUZ yang edan nggilani semua. Ditengah-tengah perang tersebut, seorang juru bicara Tukul berinisial SDJ, melarikan diri dan meminta suaka politik ke Qayyumnesia karena diuber-uber kaum vandal itu.

[sunting] Pertempuran Laut Tukul Jilid II

Proses pembajakan kapal curian yang dimiliki anak-anak WARPUZ yang dilakukan oleh Tentara Tukulnesia (wajah anggota WARPUZ sengaja disamarkan, begitu pula wajah tentaranya).jpg

Proses pembajakan kapal curian yang dimiliki anak-anak WARPUZ yang dilakukan oleh Tentara Tukulnesia (wajah anggota WARPUZ sengaja disamarkan, begitu pula wajah tentaranya)

Tak hanya di darat, WARPUZ juga menyerang Tukulnesia melalui jalur laut. Angkatan Laut Tukulnesia menggunakan kapal keluaran terbaru, sedangkan Jemaah Katrokkiyah menggunakan perahu nelayan yang dikasih senapan mesin dan meriam, kapal Destroyer, kapal Frigat, kapal Induk, sampan, dan kapal selam buatan Rusia. Pihak Tukulnesia juga baru saja mendatangkan kapal Mavi Mak Marah dari Kepulauan Komoro. Kapal tersebut dikonversikan sebagai kapal perang berteknologi canggih. Di pihak WARPUZ, mereka menggunakan kapal bajak laut curian dari Flying Dutchman, kapal-kapalan anak SD, kapal destroyer (dimodifikasi dengan senjata khas berupa kotoran ayam, bom seks, dan bom dengan daya ledak tinggi), kapal frigat yang telah diaji-aji dengan mantra sihir, dan kapal selam curian dari Indonesia. Ketika WARPUZ datang ke daratan Tukulnesia, terjadi banjir rob yang sangat besar. Sebagian penduduk Laut Tukul kelelep. Perang dimulai ketika sebuah mercusuar dihancurkan umat Shitanisme dan adanya pencurian ikan di Laut Tukul. Jemaah Katrokkiyah pun bertindak dengan menghancurkan kapal-kapalan SD milik anggota WARPUZ, kemudian menenggelamkan kapal destroyer dengan meriam berpeluru dildo (saking ndesonya) hingga kelelep, dan merusak kapal selam dengan rudal bawah laut. Seakan tidak mau kalah, para nelayan Laut Tukul pun ikut berperang. Para nelayan tersebut berhasil mendorong beberapa jemaah Barneyisme yang sedang mencoba membajak kapal milik Jemaah Katrokkiyah hingga kelelep. Pada saat perang, The Flying Dutchman pun datang dan menghukum semua awak kapal yang mencuri kapalnya. Mereka pun dikutuk menjadi tikus sawah. Pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan oleh pihak Tukulnesia dengan skor 1-0. Ikan-ikan yang sedianya akan dicuri, dikembalikan ke laut atau djadikan lauk-pauk makanan tentara Tukulnesia dan Jemaah Katrokkiyah di Bibiropolis dan Ndeso City.

“Kembalikan kapalku!!!”
~ Flying Dutchman setelah kapalnya dicuri oleh anak-anak WARPUZ


[sunting] Kehancuran Ndeso City

Setelah gagal menguasai Laut Tukul, mereka kemudian menyerang Ndeso City. Mula-mula, kantor suratkabar Suara Tukulnesia dilempar batu dan bom seks berkekuatan rendah, merusak gedung pemerintahan kota tersebut, dan memvandal salah satu seksigoga Jameelahisme di Ndeso City. Tentara Tukulnesia dan Jemaah Katrokkiyah tidak sanggup menghadapi mereka. Skor pun berubah menjadi 1-1. Perang pun dilanjutkan ke kota Tukulkarta.

[sunting] Tukulman beraksi

Pwnd punched.jpg

Tukulman (menggunakan kacamata hitam) sedang memberikan Ketupat Bengkulu kepada seorang tentara WARPUZ yang menyamar sebagai pembalap mobil

Ketika aksi dilanjutkan ke Tukulkarta, tentara WARPUZ menyerang tempat tinggal penduduk Tukulkarta, dan pada saat itu datanglah seorang superhero kebanggaan Tukulnesia, yaitu Tukulman (aslinya Tukul yang menyamar). Iapun menghajar tentara-tentara tersebut dengan jurus mautnya, seperti Jurus Tampar Pake Bibir, Jurus TUKUL, dan Jurus Ea Ea Eahhh Attack. Rakyat pun bersorak gembira dan kemenangan menjadi milik pihak Tukulnesia.

“Heh Tukulmen BARUAK! Mau apa kau ke sini! Dasar AMPUT!”
~ Anak WARPUZ
“Aku Tukulman, Saya akan menyelamatkan Tukulnesia dari kalian kaum terong katrok yang suka vandal! Kalian telah membuat sobatku, saudaraku, BFFku Super Presiden Rio sengsara! Dan kalian juga, jangan suka misuh-misuhan! Nggak baek, tahu!”
“Nggak ah, kami nggak menghina dia, kami cuma bercanda aja”
“Ah nggak! Kalian harus angkat kaki dari negara ini! Kalau nggak, NDESO......!”
“Yah, jangan dong.... kami janji tidak akan mengatai Presiden telur busuk lagi.... Kami juga janji tidak akan memvandal Tukulnesia dan Republik Rio lagi....”
“Vandalis tetaplah vandalis. Rasakan jurus saya! Jurus Eah Eah Eahh Attack! EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EA EAAAAAAA.........! TAK SAMBIT RAIMU SOBEK-SOBEK MULUTMU! ”
~ Tukulman menyerang anak-anak WARPUZ dengan jurus mautnya

[sunting] Akhir Perang

Setelah kalah perang (baik di Tukunesia maupun Republik Rio), WARPUZ memutuskan untuk menyerah kalah dan akhirnya berdamai dengan pihak Tukulnesia dan Republik Rio. Pihak WARPUZ yang diwakili seorang bendahara, dan di pihak Tukulnesia diwakili oleh Menteri Kebibiran, Omaswati, menandatangani perjanjian damai yang berlangsung di kota Bibiropolis. Perjanjian tersebut dinamakan "Perjanjian Terong dan Bibir". Isinya adalah:

  • Meminta anak-anak WARPUZ untuk minta maaf ke semua penduduk Tukulnesia, Republik Rio, Qayyumnesia, dan penduduk planet bumi.
  • Meminta anak-anak WARPUZ untuk mengganti kerugian selama perang.
  • Meminta pihak Tukulnesia dan Republik Rio untuk tidak memamerkan sifat benar lagi.
  • Meminta semua pihak untuk melaksanakan perjanjian untuk selama-lamanya.
  • Meminta pihak Tukulnesia dan Republik Rio untuk membebaskan semua anak-anak WARPUZ yang dimasukkan ke kamp konsentrasi di Dolly.

Setelah perang, Tukulnesia pun berhasil melakukan ekspansi besar-besaran di sebagian kabupaten di Jawa Tengah, bahkan pada pertengahan 2014, Tukulnesia berhasil menguasai seluruh Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ironisnya, proses ekspansi ini bersamaan juga dengan peristiwa invasi besar-besaran vandalis ke ibukota Republik Rio, Ciudad Rio.

[sunting] Lihat atau DIVANDAL!!!!

Macam-Macam Perang Akbar
Evil flippy-1-.jpg
10 November 1945 | Invasi Belanda ke Indonesia | Invasi Rusia ke Azerbaijan | Invasi Tolololpedia Desember 2007 | Invasi Tolololpedia Agustus 2009 | Invasi Tolololpedia April 2009 | Konflik 7 Suporter | Konflik Rusia | Peperangan Jamiliyah melawan Kerajaan Taman Lawang dan kawan kawan | Perang Anti UnWiki | Perang Besar Kakus | Perang Chile | Perang Diponegoro | Perang Dunia IV | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang Dunia VII| Perang Galaksi | Perang Galaksi II | Perang Galaksi III | Perang Galaksi IV | Perang Ganyang Malaysia | Perang Gitalovers | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Perang Jancis-Italia | Perang Kaspersky-Nohara | Perang Kemerdekaan Azermania | Perang Candu | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III‎ | Perang Klaim Dunia IV | Perang Klaim Dunia VII | Perang Dunia Abad Pertengahan | Perang Mali-Amerika | Perang Vietnam | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Pengklaiman Papua | Perang melawan ideologi-ideologi Tukul | Perang Tukulnesia-Wikipedia | Perang Amerika-Tukulnesia | Pertempuran Laut Tukul | Perang Miethuania | Perang Puputan | Perang Saudara Barneytopia | Perang Saudara Ke I | Perang Saudara ke II | Perang Salib | Perang Tolololpedia VS Barneytopia | Perang KIIR | Perang Anti Qayyum-Qayyumnesia | Perang Idola | Perang Asia I | Perang FPI-PKI | Perang WARPUZ-Republik Rio | Perang WARPUZ-Tukulnesia | Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio | Vandalis Menyerang Kantor TVMC | Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio | Perang Banci | Perang Korea | Perang Ukraina | Perang Boer | Perang Balkan | Perang Lampuneon Bonaparte | Perang Abyssinia | Perang Troya | Perang Tiga Puluh Tahun | Invasi Teluk Babi | Perang Alexander yang dipertuan Agung | Perang Turki | Perang Gaza | Revolusi Qayyumnesia 2014 | Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia
Peralatan pribadi