Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Adult neon.gif Artikel ini mengandung Bokep (Untuk Dewasa 18+)
Mungkin penulisnya terlalu banyak melihat foto bokep atau terlalu sering menonton film Maling Kutang (OOPS!)


Marilah bantu Tolololpedia untuk membersihkan pikiran Susilo.

Mahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gif
ARTIKEL INI MENGANDUNG UNSUR LGBT
Najis.gif Bendera LGBT.png
Artikel ini diduga kuat sudah berhubungan badan dengan para Banci/Waria/Bencong, Homoseksual/Gay, Tomboy, Lesbian, Teletubbies, Roy Suryo, bapak-bapak Roy Suryo, anggota Cherrybelle, anggota SM*SH, anggota OVJ, anggota CJR, The Order of the Garden of Lawang, kambing-kambing yang berkeliaran di dekat RT, Super Juancok, Justin Bibir, Digital Clip, Para Jomblo Maho, Beritawa, Yamaho, Sumanto dan hal-hal lain yang tidak pantas dibayangkan oleh orang-orang yang macet.
Jika pantat anda merasa tidak nyaman ketika membaca artikel ini, diharapkan untuk memukul komputer anda dengan brosur atau Nokia Asha 310 itu bersama kaca spion ke dalam pantat anda.

Info lebih lanjut hubungi Call Center di (021) 565-LGBT (5428) atau kunjungi www.lgbt.co.id

Mahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gifMahosmall.gif
Bah.png !.png Buset dah... artikel ini ИGAWUЯ toh! !.png
Artikel ini sangat иɢawυя, GAK MAKSUD dan GAK JELAS
Bukan main, artikel kayak gini pasti mengandung unsur Яussian Яeversal, atau beberapa bahasa tetangga lain seperti Indonesian Reversal, East Java Reversal, German Reversal, Minangkabau Reversal, Malaysian Reversal, American Reversal, Italia Reversal, Spanyol Reversal, Prancis Reversal, Arab Reversal, Korean Reversal, Tukul Reversal atau 4L4Y Reversal. Atau, jangan-jangan yang nulisnya kesurupan jin seperti kata Ki Joko Bodoh.
Membaca artikel ini sambil nonton Celana Dalam Berita atau Opera Van Java dapat menyebabkan kemacetan, kemacetan akan menyebabkan macet, macet akan menyebabkan macetisasi, dan macetisasi seperti yang dikatakan Vicky Prasetyo akan menghasilkan artikel ini.
Segel Republik Rio.png
Artikel ini disetujui dan dipantau oleh pemerintah Republik Rio
Pemerintah Republik Rio, menyatakan dengan ini, bahwa artikel Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio, telah disetujui oleh pemerintah dan sesuai dengan undang-undang Nomor 3 Tahun 1710. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio
Waktu: 2014
Tempat: Taman Lawang, Taman Maluku, Saritem, dan Republik Rio
Status: Selesai
Hasil: Kemenangan Republik Rio
Kombatan
Semua penghuni Taman Lawang
Umat Barney Mahacabul
Anak-anak Perguruan banci taman lawang
Anak-anak Pondok Pesugihan Alamaaak
Grup Hacker Taman Lawang
Tentara Republik Rio
Jemaah Jamiliyah
Satpol PP Republik Rio
Tentara Qayyumnesia
Tentara Tukulnesia
Panglima
Amingwati Super Presiden
Kekuatan Militer
Laskar Bencong Laskar Mesin Cuci
Persenjataan
Bom seks
Pentungan
Dildo
Kondom bekas
Kancut seng
Kulit pisang
AK-47
ICBM
M4
M16
MP7
SVD
SSG-69
Revolver
Shotgun
Granat tangan
Ranjau darat
Bambu runcing
Peluru kendali
Sumpitan
Gas ketawa
Nokia 3310
Buku Daftar Mantra Sihir
Air liur Tukul Arwana
Korban terakhir
10 luka-luka 3000 luka-luka
200 ditusbol

Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio adalah sebuah perang yang terjadi di daerah Taman Lawang dan Republik Rio. Kejadian ini hampir mirip dan berlangsung secara bersamaan dengan perang banci.

[sunting] Latar belakang

Perang ini dipicu karena adanya operasi besar-besaran yang dilakukan Satpol PP Republik Rio di kawasan Taman Maluku, namun karena salah bawa kendaraan (asalnya membawa truk namun karena truk mereka divandal seorang banci, maka mereka membawa kendaraan lapis legit baja), para banci pun menyatakan perang terhadap Satpol PP Republik Rio. Pernyataan tersebut didengar oleh Amingwati di Taman Lawang. Keesokan harinya, Amingwati berpidato kepada seluruh banci bahwa mereka menyatakan perang terhadap Satpol PP berikut pemerintah Republik Rio.

“Pengumuman pengumumin, eyke mau ngumumin, kite sudah sumpek liatin para tibum berkeliaran di tempat suci kita. Mereka semua jijay markijay, kayak lampu bajay.... Karena itu, eyke mau bilangin, kita umumkan perang terhadap musuh-musuh kita. Setubuh cyiiiiinnn.....”


Mendengar pernyataan tersebut, Super Presiden Republik Rio mengumumkan bahwa Republik Rio dalam keadaan perang.

“Saya selaku kepala desa Gunung Cihcir, eh salah, Presiden Republik Rio, dengan ini, menyatakan perang terhadap Kerajaan Taman Lawang dan sekutunya”
~ Super Presiden Republik Rio


Para banci juga ternyata menambah kekuatannya, yaitu dengan merekrut para anak-anak dari Ponpes Alamaaak (kini Rumah Kamasutra) dan para anggota Grup Hacker Taman Lawang, salah satu organisasi yang konon didukung dan didanai oleh Tolololpedia's Vandalism, Inc., salah satu organisasi yang di-blacklist oleh Tolololpedia. Alasan mereka ingin menyerang Republik Rio karena aksi grup ini dianggap meresahkan. Grup Hacker Taman Lawang yang ingin menginvasi situs-situs pemerintah sekaligus memasarkan produk-produk seperti kondom dan cangcut di situs-situs internet macam Tolololpedia justru dianggap sebagai perilaku vandalisme oleh pemerintah.

[sunting] Proses perang

[sunting] Penyerangan markas Satpol PP

MissLadyboys2.jpg

Para tentara dari Taman Lawang (OGL)

Pertama-tama para tentara Republik Rio menggerebek Perguruan banci taman lawang cabang Taman Maluku, namun Amingwati sudah menyiapkan pertahanan ketat yang berisikan 100 banci yang didatangkan langsung dari Taman Lawang, 50 banci setempat, 10 anak-anak Ponpes Alamaak, dan 20 anggota Grup Hacker Taman Lawang. Akhirnya Satpol PP dibantu TRR mencoba menguasai Taman Maluku, namun mereka malah ditarik mundur karena para banci mulai melempar kancut berbahan seng dan pisang raja, bukannya senjata api atapun benda tajam lainnya. Akhirnya Satpol PP mundur dalam keadaan memprihatinkan karena sebagian anggotanya ditusbol oleh para banci, dan sisanya berubah menjadi lutung (karena dikutuk anak-anak Ponpes Alamaaak).

Setelah penyerangan tersebut, pada keesokan harinya Amingwati memerintahkan para tentara dari Taman Lawang untuk menyerang Kantor Pusat Satpol PP Republik Rio di kota Ciudad Rio. Serangan mereka sukses karena semua anggota Satpol PP di sana keracunan obat perangsang, dan dijadikan budak seks oleh mereka. Semua peralatan senjata disita pihak OGL dan dibawa kembali ke Taman Maluku dan Taman Lawang. Akibat embargo tersebut, para banci harus memakai kondom bekas untuk berperang melawan pemerintah yang berkuasa.

Super Presiden langsung bereaksi terhadap penyerangan ini. Ia memerintahkan untuk mengembargo semua kondom dan dildo dari luar negeri. Ia juga memerintahkan pasukan-pasukan TRR untuk bersiaga di seluruh penjuru Republik Rio dan mengirim sebagian tentara dari Qayyumnesia dan Tentara Kebibiran Tukulnesia untuk menjaga supaya negara ini tidak dikuasai para banci.

Contoh vandalisme di tembok.jpg

Salah satu ulah tentara OGL dan anak-anak Ponpes Alamaaak di Ciudad Rio

Pada hari selanjutnya, para tentara dari Qayyumnesia dan Tukulnesia didatangkan. Mereka bersama anggota Satpol PP yang tersisa dan TRR melakukan operasi besar-besaran yang dinamakan "Operasi Sapu Ijuk". Mereka gagal menemukan para banci yang berkeliaran dan operasi tersebut dianggap telah bocor, namun seorang tentara dari Tukulnesia menemukan sebuah tembok sebuah seksigoga yang divandal dengan tulisan "telur busuk", diduga ditulis oleh anak-anak Ponpes Alamaak dan seorang anggota OGL. Di Republik Rio, kalimat tersebut dilarang keras diucapkan karena dianggap sederajat dengan kalimat jancuk, pantek, Templat:Patotoai, dan BELUM TAU GUE SAMBIT LOE? MAMPUS LOE. Lantas tulisan tersebut dihapus hanya dengan menggunakan air suci.

[sunting] Penyerangan terhadap Istana Kemesincucian

Setelah puas menyerang markas Satpol PP, Amingwati kemudian merencanakan menyerang Istana Kemesincucian untuk mendapatakan kekuasaan yang lebih besar lagi. Setelah berkompromi dengan para banci di Tanjung Priuk, Amingwati setuju untuk mengirim mereka ke Republik Rio untuk menyerang istana tersebut.

Kemudian akhirnya terjadi perang besar-besaran di depan Istana Kemesincucian. Gedung tersebut dilempari dildo, kondom sisa, dan kulit pisang. Semua pasukan banci sedang asyik menghajar dan memperkosa petugas keamanan yang bekerja di sana. Setelah diperkosa, para petugas keamanan tersebut dikutuk menjadi kambing bandot oleh anak-anak Ponpes Alamaaak. Pasukan gabungan pun bersiap siaga di istana tersebut. Namun karena sebagian diantara pasukan OGL memakai ilmu sihir sebagai senjata, maka hampir sebagian tentara menjadi korban. Senjata yang mereka gunakan ternyata tidak mempan dan apabila berteriak "Ereccticotorra" tidak mempan juga. Sebagian diantara mereka bahkan ada yang menjadi budak seks Amingwati dan ada yang berubah menjadi makhluk maho berwarna hijau. Dalam peristiwa ini, tidak ada korban di pihak OGL, namun di pihak TRR jumlah korban meningkat drastis menjadi 200 tentara. Akibat dari perang tersebut, kota tersebut dikuasai sepenuhnya oleh para banci dan Super Presiden harus kabur mengunakan helokopternya ke Villa Ghaida dan mengubah ibukota Republik Rio untuk sementara waktu menjadi Villa Ghaida. Melihat penyerangan tersebut Republik Rio menyatakan perang terhadap OGL dan semua banci di negara ini.

“Saya selaku Presiden Republik Rio, dengan ini, menyatakan perang terhadap semua banci yang ada di Republik Rio, karena telah membuat negeri ini sengsara maksimal....”
~ Super Presiden Republik Rio


[sunting] Pendudukan Taman Maluku

Setelah mendengar pernyataan Super Presiden, Amingwati memerintahkan untuk menggulingkan kekuasaan pemerintah. Amingwati juga menerima bantuan penambahan pasukan dari Ezraelnesia, namun ditolak mentah-mentah. Sebagai gantinya pihak Ezraelnesia menawarkan doping dan senjata-senjata terkini yaitu pil biru, bom seks berkekuatan tinggi dan vibrator impor.

Super Presiden mendengar maksud Amingwati untuk melakukan kudeta secara diam-diam, maka dia memerintahkan semua jendral-jendralnya untuk menyerang Taman Maluku. Sebanyak 7000 TRR dan beberapa anggota Satpol PP yang tersisa menyerang Taman Maluku, namun Amingwati telah memerintahkan para banci untuk melindungi Taman Maluku dengan benteng yang dibuat dari kondom bekas dan juga ditambah pasukan banci kekar dari Tanjung Priok. Dan hasilnya diluar dugaan, para pasukan gabungan justru kalah dari pasukan OGL dan akhirnya Taman Maluku dikuasai sepenuhnya oleh para banci. Setelah sukses merebut kembali Taman Maluku, mereka bersiap-siap untuk menguasai daerah lain di Republik Rio seperti Villa Constitucion, Paris Van Java, Presidente Melody, Pueblo Azalia, dan Villa Ghaida.

[sunting] Pendudukan kota-kota besar

S w27 4cd7a2d1.jpg

Para tentara kiriman dari Miqradznesia sedang melakukan long march ke Villa Ghaida

Sesudah menguasai Ciudad Rio dan Taman Maluku, para tentara OGL tidak henti-hentinya meneror kota-kota penting di Republik Rio. Di Villa Constitucion, beberapa banci salon setempat direkrut tentara OGL dan melakukan pengrusakan tempat-tempat penting. Di kota Presidente Melody lebih parah lagi. Beberapa fasilitas milik pemerintah divandal dan beberapa pejabat pemerintah diserang "alat" nya secara rame-rame namun lembut oleh para banci. Lantas mereka merekrut para pejabat yang "alatnya" diserang itu untuk dijadikan tentara OGL. Setelah puas memvandal dan mengacaukan negara, para banci pun memutuskan untuk menyerang Villa Ghaida, ibukota sementara Republik Rio.

Penyerangan pun berlanjut di kota Villa Ghaida. Pasukan gabungan TRR dan Satpol PP pun bersiaga di batas kota. Namun mereka malah kecolongan dan bahkan ditusbol oleh para tentara OGL sebelum melakukan penyerangan. Lantas mereka melakukan hal-hal seenaknya di kota tersebut. Tentara OGL pun mencari keberadaan Super Presiden di kota tersebut, namun menurut informasi dari intel, diketahui bahwa Super Presiden dan anggota kabinetnya telah meninggalkan kota menuju Kota Qayyum untuk berlindung, padahal sebenarnya si Super Presiden dan yang lainnya bersembunyi di sebuah gudang penyimpanan Miethuania. Setelah pengumuman hilangnya Super Presiden, Amingwati, yang baru saja datang ke kota itu dengan menaiki burung blekok, berpidato kepada seluruh banci kemudian ia berbicara:

“Pengumuman pengumumin, pada hari indang eyke akan mengumumkan kepada iyey bahawa kita berhasil menggulingkan pemerintahan Super Presiden yang jijay markijay ini... Dengerin nih bo... hari indang, kami bangsa lekong yang imoet bingitssss menyatakan Republik Rio yang lemah selemah kiong, akan eyke gantikan namanya menjadi Republik Banci Rio.... Semua hal-hal yang berhubungan dengan kekuasaan di negara ini akan diberikan kepada Amingwati, oh bo itu nama gue!!!!! Sebagai pemimpin tertinggi negara ini, oops, udah selesai nih? udah ah eyke beranak dalam kubur dulu ah....”


Setelah pidato itu, semua lekong yang ada di sana bersukaria, sedangkan para Satpol PP dan tentara TRR hanya meratapi nasibnya. Mereka memutuskan untuk pulang dalam keadaan tidak mengenakkan. Mendengar berdirinya Republik Banci Rio, Super Presiden memerintahkan kepada bawahannya untuk membentuk pemerintahan darurat di kota Raffi, Qayyumpolitan. Kemudian Super Presiden dan bawahannya memutuskan untuk pergi ke tempat yang dimaksud, dengan menyamar sebagai rombongan sunatan massal.

[sunting] Penyerangan Saritem

MSIN HANCUR.jpg

Seorang anak kecil yang menyerang tentara OGL dengan tabung Elpiji, namun gagal

Meskipun menang dalam perang, namun tentara OGL masih merasa kekurangan tentara yang disiapkan untuk mengrepe-grepe tentara TRR, akhirnya Amingwati memerintahkan anak buahnya untuk blusukan ke seluruh daerah tetangga Republik Rio dan beberapa daerah negara tersebut yang belum dijamah para banci, seperti komplek Saritem. Setelah merekrut banyak tentara banci, mereka ke Saritem pada pukul 5 pagi dengan menaiki bis TMRR (Trans Metro Republik Rio) hasil nyolong dari terminal Villa Ghaida. Di pinggiran Saritem, para tentara OGL yang lama maupun baru, langsung menyodomi semua laki-laki di pinggiran Saritem, lalu mencekoki mereka dengan cukrik (sejenis mirasantika), dan dengan bantuan secara spiritual dari anak-anak Ponpes Alamaaak, laki-laki tersebut diubah menjadi maho. Aksi tersebut ternyata diketahui oleh seorang polisi yang menyamar sebagai tukang servis mesin cuci dan iapun memanggil Satpol PP yang tersisa. Para banci pun terpaksa masuk kawasan Saritem dan mengumpulkan pasukan-pasukan hasil blusukan. Mereka merencanakan untuk pura-pura menyerah dan pergi ke Ciudad Rio pada malam hari dan menggunakan pesawat carteran hasil sogokan pejabat yang sudah diancam ditusbol dan helikopter curian dari sebuah stasiun televisi setempat. Tapi pada saat mereka kabur ke Ciudad Rio, mereka didatangi para PSK dan Tante Girang di Saritem:

“Siapa kalian!!!! Kalian masuk Saritem tanpa seizin kami!!!! Apa yang kalian inginkan????”
~ salah seorang dari PSK
“Aduh bo.... sesama wanita jangan saling bertengkarlah”
~ Pemimpin rombongan banci dari Villa Ghaida
“Dasar banci lu!!!! keluar sono!!!!”
~ PSK yang lagi kebasahan di sebuah kamar
“WOI!!! LU NANTANGIN GUA HAH?????”
~ Banci berotot kekar dari Tanjung Priok
“Ahhh, sama lekong aja takut...”
~ Penjaga ATM kondom
“SERANGGGGG....!!”

Akhirnya terjadi sebuah pertempuran antara para PSK Saritem dengan tentara OGL. Hasilnya seluruh penghuni Saritem ditusbol oleh tentara OGL, lalu kemudian dihipnotis oleh anak-anak Ponpes Alamaaak. Setelah salah satu pemimpin Saritem digilir rame-rame oleh anak-anak Ponpes Alamaaak, akhirnya tentara OGL kabur dari Saritem dan berhasil merekrut sebanyak 100 PSK Saritem yang sudah dihipnotis untuk dijadikan garda terdepan pasukan OGL. Sejak saat itu pamor Saritem perlahan menurun.

[sunting] Kerjasama dengan Preman Cicaheum

Setelah menyerang Saritem, para tentara OGL pun kabur ke Ciudad Rio. Namun mereka mampir dahulu di kota Cicaheum. Pada awalnya mereka akan menyerang kota tersebut, namun karena antusiasme masyarakat preman Cicaheum yang besar, mereka pun disambut meriah oleh para preman. Salah satu penyebab para Preman Cicaheum mendukung tentara OGL dikarenakan mereka satu tujuan dan satu hati dalam melawan kebijakan pemerintah Republik Rio yang mereka anggap seenaknya dalam menertibkan banci, pengamen, pengemis, dan preman. Dan pada akhirnya pihak Preman Cicaheum setuju untuk merelakan 30 anggotanya (kebanyakan diantaranya berusia remaja) menjadi tentara OGL dan siap menjadi banci. Lambat laun organisasi geng preman se-Republik Rio mendukung preman Cicaheum berkoalisi dengan Kerajaan Taman Lawang, Ponpes Alamaaak, Tolololpedia's Vandalism Inc., dan Perguruan Petruk 13. Merekapun membuat sebuah poros yang dinamakan The Evil Axis atau Poros Jahat. Poros tersebut bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan Republik Rio dan membentuk negara baru dengan nama "Republik Banci Sosialis Rio". Negara ini nantinya akan dikuasai oleh para preman dan banci, dan ideologi kemesincucian akan diganti dengan ideologi yang mengutamakan kekerasan namun dibumbui sifat kebancian.

Mendengar akan adanya poros The Evil Axis yang bertujuan untuk merusak dan memecah belah negara, Super Presiden bereaksi cepat dengan berpidato dan melakukan rapat darurat di kota Raffi, Qayyumpolitan.

“Saya mengutuk aksi kejam para banci dari Kerajaan Taman Lawang. Mereka seenaknya saja berulah, bahkan menyodomi warga. Aksi ini sama sekali bertentangan dengan ideologi kemesincucian. Ingatlah saudara-saudara, Di langit yang biruoi dan bumi yang permukaannya mirip mesin cuci ini, Republik Rio terbentang luas, dan wilayah kekuasaan Republik Rio adalah wilayah sejauh mana paham kemesincucian, anti vandalisme dan.... anti banci Taman Lawang bisa menyebar luas... Terima jadi, eh salah, terima kasih...”


[sunting] Mundurnya Pasukan OGL

Untuk melakukan serangan secara diam-diam, Super Presiden meminta bantuan kepada tentara PBB (Persatuan Babu-Babu) dan tambahan pasukan dari Miqradznesia, Qayyumnesia, Wardinesia, dan pasukan khusus yang merupakan gabungan dari Jemaah Jamiliyah dan Jemaah Katrokkiyyah. Pengiriman pasukan tersebut bertujuan untuk mengatasi ulah para tentara OGL yang kelewat batas dan sekaligus menyerang Kerajaan Taman Lawang. Tentara OGL yang kebingungan untuk memilih menyerang para tentara PBB yang isinya mbok-mbok semua atau menusbol tentara gabungan. Akhirnya mereka memutuskan untuk mundur ke daerah Ciudad Azul, melewati para tentara gabungan yang kelelahan karena dikejar bencong dan merekapun selamat di batas kota. Semua anggota OGL pun lari ke Cimenyan dengan menaiki bis curian dan pesawat jet hasil korupsinya ketua Preman Cicaheum, namun mereka kehilangan markas besar Taman Maluku dan semua aset-aset yang mereka tinggalkan. Super Presiden beserta rombongannya pindah ke Ciudad Rio, sedangkan Amingwati sedang sibuk mencari markas OGl yang baru. Selagi pulang ke Republik Rio, ia memerintahkan sebagian tentara gabungan untuk pergi ke kantor pusat Kerajaan Taman Lawang dan berpura-pura menjadi banci. Meskipun pasukan OGL pada mundur, penyerangan banci terhadap Republik Rio masih belum selesai.

[sunting] Berdirinya Kota Bences

Akhirnya Amingwati menemukan tempat yang bagus untuk dijadikan markas pusat OGL, mereka akhirnya pergi ke daerah Ciudad Azul dan merebutnya dari pasukan Satpol PP berseragam preman yang dicekoki obat perangsang. Merekapun mendirikan sebuah kota bernama Kota Bences dengan Amingwati sebagai walikota dan Tessy sebagai wakil walikota. Selain itu, Kota Bences juga dijadikan sebagai ibukota baru Republik Banci Sosialis Rio. Mendengar rencana Amingwati mendirikan kota baru, Super Presiden memerintahkan mengepung kota tersebut dan merebut kembali kota Ciudad Azul dari pasukan OGL.

[sunting] Pendudukan Kerajaan Taman Lawang

COLT-DIESEL-DUMP-TRUCK-PERAHU-BS-087.P.420.T.150.-Pintu-Buka-Samping-4.jpg

Truk yang dipakai TRR untuk menyandera semua banci yang tersisa di Kerajaan Taman Lawang. (Truk ini sebenarnya milik pasukan OGL, namun karena rusak, pasukan TRR langsung membelinya seharga 200 kancut dan diperbaiki di sebuah bengkel ketok mejik).

Para tentara gabungan yang memasuki area Kerajaan Taman lawang langsung menyandera beberapa banci yang ditinggal kawannya perang ke Republik Rio. Seorang banci yang baru saja mandi diikat badannya kemudian dimasukkan ke truk besar (perhatikan gambar di samping) dan dibawa ke Republik Rio untuk dijadikan sandera. Pasukan gabungan pun berhasil menguasai Taman Lawang dan menjadikan tempat tersebut sebagai daerah teritori baru Republik Rio.

Setelah mendengar aksi tentara gabungan, Amingwati langsung shock berat dan memerintahkan para tentara OGL yang tinggal di Republik Rio untuk segera berjaga-jaga dan kalau bisa, apabila tentara tersebut sudah sampai di Ciudad Azul, mereka akan menembak rombongan tentara tersebut dengan bom seks berkekuatan mahadahsyat.

Super Presiden yang sedang blusukan ke area bebas setan (maksudnya sebuah area yang tidak terjamah banci Taman Lawang dan anak-anak Ponpes Alamaaak), tiba-tiba ia diteriaki maling oleh dua orang preman pengikut Jemaah Barneyisme yang memihak Kerajaan Taman Lawang, kemudian melarikan diri. Mereka pun menghilang dengan cara "menghilangkan diri" secara sekejap. Sialnya aksi mereka ketahuan oleh seorang anggota Jemaah Jamiliyah Mesin Cuci dan merekapun diteriaki mantra "Burung beta tembus" dan kedua preman tersebut berubah menjadi burung emprit. Alasan kedua preman tersebut menyebut Super Presiden maling karena ia dianggap mencuri kawasan daerah preman dan diganti menjadi area bebas setan. Mereka juga tidak menyukai Super Presiden karena suka sekali merazia preman, banci, dan pengemis setiap hari.

[sunting] Republik Rio Direbut Kembali

136070 tank-leopard-2a6-buatan-jerman 663 382.jpg

Tank yang digunakan pasukan TRR untuk mengamankan Republik Rio

Tentara gabungan sudah sampai di Republik Rio dengan Slamet selamat. Berbekal persenjataan keluaran terbaru dan hafalan mantra sakti, mereka pun bersiap untuk merebut kembali Republik Rio yang dikuasai para banci kaleng. Dimulai dari Villa Ghaida, penyerbuan dilakukan secara membabi buta dan menghasilkan banyak korban. Sebanyak 10 tentara TRR ditusbol, 8 terkena impotensi, dan 4 orang luka di "alatnya". Namun jumlah korban di pihak OGL banyak sekali. Sebanyak 666 banci ditangkap dan diikat, 100 dikebiri, 50 banci cedera di "alatnya" dan 10 banci melarikan diri. Para banci kemudian dibawa ke Ciudad Rio untuk diadili. Setelah merebut kembali Villa Ghaida, merekapun merebut beberapa daerah yang dikuasai banci Taman Lawang seperti Presidente Melody, Pueblo Azalia, dan kota-kota lainnya. Perebutan tersebut mengakibatkan lebih dari 1000 banci ditangkap dan dimasukkan ke truk, 400 dikebiri, 100 cedera di bagian "senjata"nya , dan 100 lari ke Ciudad Azul (Kota Bences). Keseratus banci yang kabur tersebut mengadu ke Amingwati, namun orang yang mereka cari tidak ada ditempat karena sedang berwisata ke Filipina. Di pihak anak-anak Ponpes Alamaaak, 10 anak dikutuk menjadi coro, 8 dikutuk menjadi curut, dan 4 anak dikutuk menjadi tikus.

“IMMA FIRIN' MAH LAZAR!!!!!!!!”
~ Tentara TRR membaca mantra
“Banjekra banjekra, banjekra banjekra.... Ada banci diejek sama negara.....”
~ Tentara TRR membaca mantra kepada banci
“Tikngesupresterbus.... tikngesupresterbus.... Ada tikus ngejek Super Presiden telur busuk....”
~ Tentara TRR membaca mantra kepada anak-anak Ponpes Alamaak
“Aaauuuwww.... Akika sakit pertiwi.... Aaaawwwww.... Terbaaaaannnggg.... Wonder Woman lah yau....”
~ Banci setelah dibacakan mantra dan dikejar tentara TRR
“Cit cit cit Amingwati.... cit cit cit... cit cit cit...”
~ Anak-anak Ponpes Alamaak setelah dibacakan mantra oleh seorang tentara TRR


[sunting] Perebutan kembali Kota Bences

Setelah merebut sebagian daerah di Republik Rio, Tentara TRR berencana untuk merebut kota Ciudad Azul yang dikuasai Amingwati. Bermodalkan senjata yang masih bagus dan kendaraan militer yang canggih, para tentara kemudian pergi ke kota tersebut. Para banci pun bersiap siaga menghadapi serbuan tentara TRR. Mereka dipersenjatai kondom, spiral, dildo, dan kancut bekas. Perebutan kota akhirnya terjadi. Seorang tentara OGL berhasil melarikan diri ke batas negara, namun aksinya diketahui oleh seorang penduduk yang sedang mengungsi. Iapun ditangkap dan dibugili oleh si penduduk tadi dan akhirnya diarak keliling kampung hingga kepanasan maksimal (overheat). Sedangkan kubu OGL dan tentara gabungan sedang asyik berperang. Perang tersebut diakhiri dengan kemenangan pihak tentara gabungan. Senjata-senjata yang dipakai pihak banci ternyata tidak ampuh dalam menghadapi serbuan senjata-senjata terkini kepunyaan tentara TRR. Jumlah korban perang di Kota Bences cukup banyak. Sebanyak 22 tentara TRR ditusbol, 11 dikebiri, 10 impoten, dan 5 orang mengalami luka di "alat"nya. Di pihak OGL, sebanyak 300 banci ditangkap dan dibawa ke Ciudad Rio untuk diadili dan semuanya dikebiri. Mendengar berita direbutnya kota Ciudad Rio di pihak TRR, Amingwati buru-buru pulang ke Republik Rio.

[sunting] Munculnya Kontolro Mangkoksop

Ditengah-tengah perang antara banci dengan tentara TRR, muncullah seorang tokoh yang mendukung terjadinya perang ini. Dia adalah Kontolro Mangkoksop. Ia memutuskan untuk keluar dari geng WARPUZ dan mendirikan sebuah organisasi yang bernama "Gerakan Anti-Rio". Organisasi ini bertujuan sebagai gerakan pengacau keamanan, sebagai gerakan anti Super Presiden Republik Rio dan pemerintahnya, dan organisasi ini berhaluan Shitanisme dan Barneyisme. Selain sebagai ormas anti Super Presiden, gerakan ini juga merupakan salah satu aliran yang cukup sesat. Inti dari ajaran dia adalah barangsiapa menghina si Super Presiden dengan sebutan "telur busuk", maka akan mendapatkan pahala. Organisasi ini memihak kepada para banci Taman Lawang pada perang ini. Mangkoksop kemudian pergi mengunjungi Taman Maluku dan bertemu Amingwati di sana. Ia dan Amningwati merumuskan suatu kesepakatan bahwa di pihak Mangkoksop, dirinya akan mendatangkan kartel narkoba dari Kolombia dan Meksiko, para anggota Triad di Hong Kong, dan para mafioso dari Italia untuk mengacaukan teritorial negara dan menggulingkan pemerintah Republik Rio yang ia anggap hina seperti telur busuk, dan menggantinya dengan "Negara Antiketelurbuskan Rio, Pro Kebancian, Shitanisme, dan Premanisme Republik Taman Lawang Baru" atau disingkat "Republik Taman Lawang Baru". Organisasi jahat tersebut akhirnya bergabung dengan poros The Evil Axis, poros yang dibuat para preman dan banci.

Setelah pulang dari tempat tinggal sementara Amingwati, Mangkoksop segera pergi ke rumahnya Bapuk untuk menyusun rencana mendatangkan para kartel narkoba dari Meksiko. Dengan menaiki mobil setan, ia tidak sengaja bertemu dengan seorang bawahan Super Presiden yang baru saja memesan senjata AK-47. Mangkoksop secara spontan meneriakkan bawahan presiden dengan sebutan "telur busuk". Ia pun mengendalikan kecepatan dan menghilang tanpa jejak dengan cara teleport. Sementara si bawahan presiden yang dihina tadi tidak bisa lari karena terpengaruh ilmu sihir yang dibawa Mangkoksop. Iapun segera melapor kepada Super Presiden. Disaat yang bersamaan seorang intel melapor kepada Super Presiden bahwa ada pihak ketiga yang menginginkan Republik Rio hancur dan memiliki rencana untuk menggulingkan pemerintah. Orang yang dimaksud itu bernama Kontolro Mangkoksop. Setelah mendengar pernyataan kedua orang tersebut, Super Presiden memutuskan untuk menggelar rapat darurat. Hasil dari rapat tersebut adalah Super Presiden menambah pasukan dari 20 negara dan tentara PBB (Persatuan Babu-babu), melakukan operasi Sapu Ijuk setiap hari, mengintensifkan penjagaan, dan pembelian panser keluaran terbaru buatan Jerman. Selain itu, penduduk diminta waspada dan mengungsi ke tempat-tempat yang tidak dijamah banci, bahkan kalau bisa, diungsikan ke Qayyumnesia.

[sunting] Datangnya Kekuatan Tambahan

Selain mengintensifkan dan menambah pasukan, pemerintah Republik Rio mendatangkan beberapa tentara dari Dunia Gendeng dengan Bayu Gendeng sebagai pemimpin rombongan. Selain itu, Tukulman dan Latahir ibn Liang Lahat dari dunia gim Asah Asih Asuh's Creed juga bersedia membantu TRR untuk melawan tentara OGL yang semakin brutal dan edan nggilani.

Peerebutan kembali ibukota Ciudad Rio pun terjadi. Pasukan gabungan TRR memasuki kota secara sembunyi-sembunyi. Seorang banci yang baru saja mandi di sumur langsung ditangkap seorang tentara gabungan dari Tukulnesia. Melihat kawan mereka ditangkap pasukan TRR, sekelompok banci tersebut kemudian melempar pasukan itu dengan kutang dan kondom bekas, namun bisa dihalau oleh Tukulman. Superhero tersebut kemudian menampar para banci dengan jurus andalannya, kemudian dilempar sejauh dua kilometer. Setelah kejadian itu, para banci dan tentara gabungan TRR berperang. 8 hari kemudian, pertempuran di Ciudad Rio selesai dan dimenangkan oleh pasukan gabungan.

Tidak terima dengan kekalahan dari tentara TRR, Amingwati kemudian melakukan rencana Z, yaitu menculik banci dari Malingsia untuk dijadikan budak dan pasukan berani mati OGL, dan banci dari Thailand untuk dijadikan prajurit. Mereka membeli kapal-kapalan anak SD dan mencuri kapal perang milik Qayyumnesia. Mereka rencananya akan menyerang Ciudad Rio dengan melewati udara, darat, dan dalam tanah. Keesokan harinya, Amingwati dan Mangkoksop mengomando pasukan untuk menyerang Ciudad Rio lagi. Pertempuran hebat dilakukan oleh tentara TRR dibantu pasukan PBB untuk mempertahankan Jakarta. Pemimpin Satpol PP mencoba menyakinkan TRR AU untuk membantu melawan kapal-kapal udara Tentara Banci, tapi sayangnya tidak bisa dilakukan karena seluruh pesawat TRR AU dicuri dan divandal orang tak bertanggung jawab. Akhirnya Satpol PP hanya memiliki beberapa helikopter dan pesawat komersil untuk melawan tentara udara suruhan Amingwati. Pertahanan mati-matian dilakukan Satpol PP untuk mempertahankan aset berharga Ciudad Rio, namun karena banyaknya pasukan OGL (yang semuanya pada telanjang dan mengejar semua tentara TRR) akhirnya para tentara TRR mundur dan membuat baris pertahanan di batas kota. Jatuhnya sebagian Ciudad Rio menyebabkan pasukan udara OGL bisa merebut kapal-kapal milik TRR AU dan melakukan penyerbuan terhadap area pemukiman penduduk. Pasukan udara banci masih menguasai langit Ciudad Rio, hingga akhirnya Super Presiden meminta bantuan Tukulman untuk membantu menyerang Tentara OGL. Tukulman dibantu Latahir berhasil menyerang kembali tentara banci dan kota Ciudad Rio berangsur pulih. Disaat yang bersamaan, pusat Kerajaan Taman Lawang dikuasai tentara TRR.

[sunting] Akhir perang

16663739730724389237.jpg

Proses eksekusi Kontolro Mangkoksop yang dilakukan oleh para banci dan rakyat Republik Rio

Perang Kerajaan Taman Lawang dan Republik Rio resmi berakhir setelah Amingwati menyerahkan diri berikut tentara OGL. Menyerahnya Amingwati pun disaksikan oleh Super Presiden, dan ia meminta agar tentara Republik Rio meninggalkan Kerajaan Taman Lawang dan pemerintah memberi tempat yang layak bagi para banci. Super Presiden pun mengabulkan permintaan Amingwati. Ia juga meminta agar Mangkoksop dan anak buahnya ditangkap karena ternyata ia diapa-apain oleh Mangkoksop sampai melahirkan kiong. Pemerintah pun segera bertindak dengan memulangkan pasukannya dari Taman Lawang lalu kemudian mengirimkan pasukannya untuk memburu Mangkoksop. Di saat proses penangkapan Mangkoksop, para banci yang menyerah langsung dibawa ke panti jompo sosial dan diberi pelajaran. Sebagian banci dipenjarakan karena ulah mereka, dan beberapa banci dari luar negeri yang ikut berperang bersama pasukan OGL, dideportasi ke negara asal banci tersebut. Para anak-anak Ponpes Alamaaak yang ikut andil dalam peperangan ini dikirimkan ke Tukulnesia untuk diberikan pembinaan (belakangan diketahui bahwa beberapa bulan kemudian mereka kabur ke Ciudad Rio lagi sebagai kaum vandal). Ketua Preman Cicaheum berikut antek-anteknya ditangkap tentara gabungan dan dimasukkan ke panti jompo sosial. Beberapa saat kemudian, Kontolro Mangkoksop berhasil ditangkap oleh seorang pasukan TRR yang berpura-pura menjadi germo, dan ditangkap ketika Mangkoksop sedang menonton tarian striptis di markas rahasianya, yang lokasinya ternyata berada di daerah pinggiran kota Ciudad Rio. Mangkoksop yang sedang mabuk karena minum cukrik kemudian bisa melarikan diri, sebelum akhirnya menyerahkan diri ke pihak berwajib karena pada saat kabur, ia lupa membaca mantra dan tali kolornya putus. Mangkoksop pun kemudian dibawa ke sebuah tempat eksekusi di daerah Presidente Melody dan iapun dieksekusi oleh rakyat dan para banci. Mereka menghakimi Mangkoksop dengan cara dirajam suku cadang mesin cuci berikut mesin cucinya dan ditembaki benda aneh seperti kaca spion hingga berubah menjadi beruk. Setelah kejadian tersebut pemerintah memutuskan membangun tempat khusus banci dan memberikan bantuan pekerjaan dan materi kepada para banci. Sedangkan Amingwati dipenjarakan selama 20 tahun karena menjadi penjahat perang, dan beruk jelmaan Mangkoksop akan dikirim ke Dunia Gendeng sebagai binatang sirkus. Masyarakat Republik Rio pun berpesta setelah perang ini. Kerugian yang ditimbulkan akibat perang ini mencapai satu trilyun Peso Republik Rio.

[sunting] Lihat atau DIVANDAL!!!!

Macam-Macam Perang Akbar
Evil flippy-1-.jpg
10 November 1945 | Invasi Belanda ke Indonesia | Invasi Rusia ke Azerbaijan | Invasi Tolololpedia Desember 2007 | Invasi Tolololpedia Agustus 2009 | Invasi Tolololpedia April 2009 | Konflik 7 Suporter | Konflik Rusia | Peperangan Jamiliyah melawan Kerajaan Taman Lawang dan kawan kawan | Perang Anti UnWiki | Perang Besar Kakus | Perang Chile | Perang Diponegoro | Perang Dunia IV | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang Dunia VII| Perang Galaksi | Perang Galaksi II | Perang Galaksi III | Perang Galaksi IV | Perang Ganyang Malaysia | Perang Gitalovers | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Perang Jancis-Italia | Perang Kaspersky-Nohara | Perang Kemerdekaan Azermania | Perang Candu | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III‎ | Perang Klaim Dunia IV | Perang Klaim Dunia VII | Perang Dunia Abad Pertengahan | Perang Mali-Amerika | Perang Vietnam | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Pengklaiman Papua | Perang melawan ideologi-ideologi Tukul | Perang Tukulnesia-Wikipedia | Perang Amerika-Tukulnesia | Pertempuran Laut Tukul | Perang Miethuania | Perang Puputan | Perang Saudara Barneytopia | Perang Saudara Ke I | Perang Saudara ke II | Perang Salib | Perang Tolololpedia VS Barneytopia | Perang KIIR | Perang Anti Qayyum-Qayyumnesia | Perang Idola | Perang Asia I | Perang FPI-PKI | Perang WARPUZ-Republik Rio | Perang WARPUZ-Tukulnesia | Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio | Vandalis Menyerang Kantor TVMC | Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio | Perang Banci | Perang Korea | Perang Ukraina | Perang Boer | Perang Balkan | Perang Lampuneon Bonaparte | Perang Abyssinia | Perang Troya | Perang Tiga Puluh Tahun | Invasi Teluk Babi | Perang Alexander yang dipertuan Agung | Perang Turki | Perang Gaza | Revolusi Qayyumnesia 2014 | Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia

Peralatan pribadi