FANDOM


Segel Republik Rio
Artikel ini disetujui dan dipantau oleh pemerintah Republik Rio
Pemerintah Republik Rio, menyatakan dengan ini, bahwa artikel Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia, telah disetujui oleh pemerintah dan sesuai dengan undang-undang Nomor 8 Tahun 1994. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Bendera Tukulnesia <center>PUAS!!! PUAS!!! PUAS!!! Artikel ini mengandung unsur Negara Kebibiran Republik Demokatrokis Wongndesois Tukulnesia PUAS, PUAS, PUAS!!!</center>

Artikel ini berasai dari Tukulnesia, negara paling ndeso se-dunia.
Hati-hati jika anda berkunjung ke Bibirpolis, melihat Tukulman beraksi, menonton Bukan Empat Mata, NEW Famili 100, dan The Interview With Tukul Arwana mangan Sup Bibir, atau hal-hal lain yang berbau Tukulnesia.

Bendera Republik Rio

<center>Ereccticotorra!!! Artikel ini memang berasal dari Republik Rio!!!
</center>
Artikel ini, Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia mengandung unsur atau berasal dari Republik Rio, negeri anak-anak manusia.
Hati-hati jika anda pergi ke Ciudad Rio, menonton Liga Republik Rio, mencuci baju pake mesin cuci, melakukan penyensoran, melakukan tari perut, makan nasi goreng yang minyaknya banyak, nonton tardan (hitar jeung munding edan), menjadi intel, menerbangkan drone, dan hal-hal yang berhubungan dengan Republik Rio...

Bendera Upilnesia

<center>Monarchie royale Upilnésie!!!
</center>
Artikel ini, telah dilisensi sebagai bagian dari Upilnesia!
Hati-hati jika anda pergi ke Kota Upil, menonton Liga Upilnesia, mengendarai bajaj butut, mengupil, memakan Upil, minum kopi upil, dan hal-hal yang berhubungan dengan Upilnesia!

PosterMulan Mulan Jameelah APPROVES

Mulan Jameelah (מולן גמילה ,ﻣﻮﻻﻥ ﺟﻤﻴلة),
Makhluk TUHAN yang Paling Sexy, Jelmaan Wonder Woman, Pembawa Kitab Kama Sutra dan Tukang Jamu di Pasar Senen
,
menyatakan dengan ini bahawa artikel ini,
Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia
sesuai dengan ajaran-Nya Jamiliyah dan layak untuk berada di sisi kanan-Nya dalam keseksian yang kekal dan hakiki.

Akibat Forbidden city
AmingSophia <center>! Artikel ini dapat menyebabkan Nokia 3310 dilempar ke dinding!!!!</center>

Dari data yang kami dapatkan, artikel ini mungkin yang dibuat Bagas Dwi Praptowo yang sedang mencoblos Mobil Jeep Suparno hingga membuat Sakura Nankyoku kuat. Kami harap masyarakat agar tidak terpengaruh oleh pemilik Ford Escort RS Cosworth yang menyatakan artikel ini bisa membuat Nokia 3310 dilempar ke dinding dan semua itu menipu! Anda diharapkan untuk memperbaiki artikel ini agar tidak menimbulkan korban jiwa yang kira-kira berjumlah 88 orang.
Chuck Noris Mau DiBully Artikel ini PAKE' MEME

Penulis artikel ini adalah orang yang tau Meme,atau gak sering nge-nuf postingan di 1CAK atau 9GAG. Bagi anda yang menemukan penulis artikel ini tolong pukul kepalanya dengan pisau, karena ia bermasalah di Astanajapura.

<center>'Oe Tembak Para Vandalis!! ANTI VANDALISME!!!'</center>

Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia
Waktu: Februari 2015-1 Januari 2016
Tempat: Bibirpolis dan Tukulkarta, Tukulnesia
Status: Selesai
Kombatan
Barudak Tanpa Batas
Anak-anak preman se-Ciudad Rio
Bendera Tukulnesia Tentara Tukulnesia
Pasukan Anak-Anak Manusia
Bendera Qayyumnesia Tentara Qayyumnesia
25px Tentara Miqradznesia
Garda Nasional Republik Rio
Panglima
Si Ketombe Monyet Tukul Arwana
Kekuatan Militer
20 anak-anak Barpas
50 anak-anak vandalis dari Ciudad Rio
3000 preman se-Tukulnesia
5000 tentara Tukulnesia
300 tentara gabungan (Miqradznesia, Qayyumnesia dan Republik Rio)
90 pasukan Garda Nasional Republik Rio
50 Satpol PP
20 kompi kepolisian Tukulnesia
Korban
5 ditangkap (tetapi malah melarikan diri) 144 divandal, 68 disantet, 36 dikutuk menjadi anjing, 12 diseruduk babi ngepet, 6 luka parah

Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia adalah salah satu perang yang terjadi di daerah Tukulnesia. Perang ini berlangsung setelah Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio. Perang ini dilakukan oleh anak-anak vandal dari Ciudad Rio, Republik Rio, yang kabur ketika sedang dibawa ke Republik Sesat untuk menjalani hukuman karena memvandal Republik Rio. Invasi ini terjadi karena Barudak Tanpa Batas menolak ajakan Super Presiden Republik Rio untuk menghentikan aksi vandalnya. Dan akhirnya mereka kabur ke Tukulnesia untuk memuaskan nafsu vandalnya. Mereka juga menganggap Tukulnesia sebagai negara yang sangat anti terhadap vandalisme di Republik Rio. Sebelumnya mereka akan menyerang Qayyumnesia, namun karena semua anggotanya tidak setuju anak-anak vandalis menyerang Qayyumnesia, maka sasaran berikutnya dialihkan ke Tukulnesia. Oleh media luar negeri, penyerbuan ini disebut juga dengan "Perang antara Penghina Telur Busuk dengan Homo bibiris Season Dua".

Latar belakangSunting

Penyerbuan ini terjadi setelah anak-anak vandal yang meloloskan diri dari hukuman berbentuk penjara dan pelayanan masyarakat di Republik Sesat, yang dijatuhkan oleh pemerintah Republik Rio berhasil kabur. Sedangkan para terong yag berperan aktif dalam vandalisme besar-besaran ini dan anak-anak Rumah Kamasutra dipulangkan karena belum mendapat izin dari Republik Sesat. Sebagai ganti hukuman kerja di Republik Sesat, para terong dan anak-anak Rumah Kamasutra akan dimasukkan ke kamp konsentrasi di Ciudad Rio dan diharuskan melakukan pelayanan masyarakat selama enam bulan, tetapi pada bulan Maret 2015, hukuman dikurangi menjadi tiga bulan saja untuk para terong, tetapi tidak untuk anak-anak Rumah Kamasutra. Mereka semua diharuskan mengikuti pelayanan masyarakat selama 1,5 tahun, menjadi budak para buruh di pabrik senjata selama 15 tahun(masa kayak umur satelit saja?)

Penyerbuan pertamaSunting

Para anak-anak vandal merencanakan aksi melarikan diri ke Republik Sesat. Pertama-tama, mereka ramai-ramai membajak bis antar kota antar negara jurusan Republik Rio-Tukulkarta di pinggiran kota Sutisna, Qayyumnesia. Setelah sampai di tempat tujuan, mereka langsung membuat kekacauan di kota itu dengan meneriaki warga Bibirpolis dengan sebutan "Telur busuk!", "F**k Tukul Arwana", "MATAMU PICEK!", "Ras Homo Bibiris terkutuk" dan "Kibarkan Vandalisme, Hancurkan Demokatrokisme!". Setelah itu mereka semua memvandal tempat-tempat di Bibirpolis. Bahkan mereka mengganti papan selamat datang di kota Bibirpolis menjadi "Manusia dilarang masuk! Daerah ini sudah dikuasai Barudak Tanpa Batas. Siapa yang melewati daerah ini, akan kami vandal saat itu juga!".

Reaksi Tukul ArwanaSunting

Melihat serbuan para vandalis dari Ciudad Rio datang ke Tukulnesia, Presiden Tukul Arwana langsung bereaksi keras. Ia memerintahkan Angkatan Bersenjata Tukulnesia untuk mengamankan Bibirpolis dan seluruh wilayah Tukulnesia. Selain itu, mereka mengirim tentara dari Qayyumnesia dan Miqradznesia untuk mengamankan Bibirpolis. Dihadapan rakyatnya, Tukul Arwana menyerukan bahwa ia menyatakan perang dengan para vandalis dan antek-anteknya. Selain itu perang tersebut dilakukan demi kemurnian ras Tukuloid dan harga diri bangsa Tukulnesia.

Aksi lanjutanSunting

Menindak lanjuti pernyataan Tukul, Barpas langsung merekrut 30.000 para preman se-Tukulnesia dan penganut Shitanisme untuk menyerang Tukulnesia. Mereka memvandal banyak gedung secara masif di kota Tukulkarta dan menakut-nakuti penduduk Bibirpolis. Selain itu, sembari mencari tempat yang pas untuk divandal, mereka meneriaki penduduk Tukulkarta dengan sebutan "Telur busuk!", namun seorang penduduk Tukulkarta yang mencoba mengejar vandal tersebut dengan motor malah nyusruk ke solokan. Seorang warga Tukulkarta yang mencoba membalas perlakuan anak-anak vandal tadi malah ditembak duluan. Akibatnya seluruh rumah sakit di Bibirpolis kewalahan menampung pasien dengan gejala gangguan pendengaran. Selain menakut-nakuti warga, para vandalis juga mengacaukan akses internet dan memblokade daerah-daerah yang sudah dikuasai para vandalis. Misalnya saja di kota Tukulkarta, separuh anggora Barpas dan anak-anak madesu lainnya menggagalkan janturan massal yang dilakukan warga pada jumat pagi di alun-alun kota Tukulkarta. Menurut mereka janturan tidak bermanfaat, sedangkan bermisuh-misuhan dan melakukan persepuluhan adalah pekerjaan yang berguna. Karena kesal para warga yang lagi janturan melempari anak-anak vandal tersebut dengan berbagai macam benda, namun gagal karena sasaran mereka mendadak menghilang.

Setelah mendengar kekacauan di kedua kota tersebut, Tukul pun memanggil semua polisi dan tentara se-Tukulnesia untuk mengamankan keadaan. Ditambah pula pasukan dari Qayyumnesia dan Miqradznesia, serta pemerintah Tukulnesia berencana untuk mendatangkan 5 unit mobil "Tiem 7 Pemburu Tuyul" yang berjasa mengamankan kota Ciudad Rio dari ancaman vandalis.

Operasi yang kacauSunting

Pemburu tuyul

Salah satu mobil pemburu tuyul yang didatangkan pihak Tukulnesia untuk mengamankan kota Bibirpolis

Setelah mengetahui pihak Tukulnesia merekrut lebih banyak tentara dari luar negeri, pihak vandalis langsung merancang dan mengadakan operasi di kedua daerah di Tukulnesia yang disebut "Operation Kensia", singkatan dari "Kendalikan Tukulnesia". Operasi ini melibatkan sekitar 50 anak-anak madesu dari belahan Tukulnesia, dengan bantuan 10 anggota Barpas sebagai koordinator operasi. Salah satu operasi yang mereka lakukan yaitu menjaring dan memasukkan para Homo bibiris ke dalam kamp khusus. Aksi tersebut dimulai pada saat seorang warga Bibirpolis yang bernama Samson berusaha melewati daerah kekuasaan vandal. Pada saat masuk, ia malah diteriaki dan dicegat oleh vandalis.

“Sia nanaonan kadieu bebel, rek naon maneh!”
~ Vandalis kepada Samson
“Saya Samson dan saya seratus persen asli Tukulnesia. Saya ingin lewat daerah ini sebentar saja. Saya ingin kalian menghentikan blokade ini. Daerah ini adalah daerah publik, siapa saja boleh masuk dan tinggal di sini”
~ Samson kepada Vandalis
“Rek daerah publik kek, daerah pribadi kek, kumaha aing! Daerah ini sudah dikuasai kaum vandal. Manusia, khususnya Homo Bibiris tidak boleh masuk daerah ini. Sok, naon siah anjing!”
~ Vandalis kepada Samson
“Saya tidak takut! Demi ras Tukuloid dan Tukul Arwana, saya tidak sudi daerah ini menjadi milik kalian semua! Daerah ini milik anak-anak Tukulnesia, bukan milik kalian!”
~ Samson kepada Vandalis
“Ngomong naon maneh! TAK SAMBIT RAIMU COK.....! TAK BAKAR OMAHMU!”
~ Vandalis kepada Samson
“Oke oke.... Saya siap. Saya rela DIVANDAL asalkan kalian meninggalkan tanah kami. Jangan seenaknya mengambil sumber daya alam kami! Saya mewakili masyarakat Tukulnesia tidak mau langit yang biruoi dan permukaan tanah ini yang berbentuk bibir, diambil oleh kalian!”
~ Samson kepada Vandalis
“Kurang asem loe ya..... Kesini anjeng, lawan aku kalo brani.....”
~ Vandalis yang satunya lagi
Kaca-dan-telur

Salah satu mobil yang sempat dilempari telur oleh para vandalis di sebuah lapangan di kota Bibirpolis.

Belum sempat menantang Samson untuk berkelahi, sebuah mobil panser milik Tukulnesia dan mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul bersama pasukan Tukulnesia mengepung daerah tersebut. Baku hantam pun terjadi. Samson diselamatkan oleh salah satu tentara, sedangkan kedua orang yang menantang Samson untuk berkelahi dikepung, namum berhasil kabur dengan memukul selangkangan si tentara yang menangkapnya. Setelah itu, penyerangan terus berlanjut. Dengan kekuatannya yang besar walaupun badannya kecil, mereka berhasil melumpuhkan pasukan Tentara Tukulnesia. Selain itu mereka merusak beberapa fasilitas umum seperti melubangi jalanan, melempari mobil penduduk dengan telur dan batu, melempari wartawan dan tentara, bahkan salah satu panser milik tentara dan mobil pemburu tuyul milik Republik Rio dihancurkan oleh mereka. Para vandal kemudian kabur ke Pasar Hewan, sementara semua tentara cepat-cepat dilarikan ke puskesmas setempat.

Perang Palagan BibirpolisSunting

Keesokan harinya, pasukan Tukulnesia beserta pasukan dari luar sedang berjaga di seluruh tempat di Bibirpolis. Melihat para pasukan anti-vandal berjaga-jaga, pasukan Barpas dan yang lainnya segera bertindak. Sambil berperang, mereka menangkap dan menculik warga-warga Tukulnesia asli dan Republik Rio, untuk dimasukkan ke kamp konsentrasi. Salah satu kejadian di perang ini adalah empat pasukan dari Miqradznesia yang mengejar dua pasukan pro-vandal yang naik sepeda dengan mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul. Namun pasukan tersebut gagal menangkap kedua anak vandal tadi, mereka justru nyaris menabrak nenek-nenek dan nyusruk ke solokan lagi. Setelah itu pasukan Tukulnesia semakin agresif untuk memburu menangkap anak-anak vandal tadi. Seorang vandalis berhasil menangkap pimpinan Gereja Qayyumisme cabang Bibirpolis dan pemilik salah satu toko singlet di Bibirpolis. Selain menangkap kedua orang tadi, anak-anak preman se-Bibirpolis berhasil menjaring lebih dari 1.000 warga tanpa pandang bulu. Setelah menyandera, mereka melanjutkan perang dengan mengambil alih jalanan umum di daerah Bibir Mer, sebelah barat Bibirpolis. Perang Palagan Bibirpolis diakhiri dengan kemenangan kaum vandal, setelah seorang pimpinan tentara Tukulnesia dilempar dan divandal pada saat menyelamatkan janda-janda tua dan warga lanjut usia.

Blokade Internet dan Ancaman Penyerbuan TukulkartaSunting

Beberapa hari setelah menguasai Bibirpolis, anak-anak Barpas dan antek-anteknya mulai memasuki daerah pinggiran Bibirpolis. Penyerbuan tersebut diikuti oleh serangkaian penjarahan dan pengeboman serta memblokade akses internet di kota Bibirpolis. Alasan pemutusan sambungan internet di kota tersebut karena mereka tidak mau kejahatan mereka tersebar ke seluruh dunia dan mencegah penduduk Bibirpolis untuk berkomunikasi di dunia luar, takutnya perilaku mereka yang binal ketahuan oleh dunia luar. Cara memutuskannya adalah memvandal kantor-kantor telekomunikasi setempat dan merubuhkan BTS hanya dengan sekali sentuhan dan diteriaki saja. Pada saat meruntuhkan BTS milik Katrokomsel, aksi mereka diketahui oleh Tentara Tukulnesia. Sekompi tentara langsung mengejar anak-anak vandal tersebut, namun gagal karena sudah ditembak duluan. Selain ditembak, pata tentara tersebut megalami gangguan pendengaran, kena guna-guna, disantet, dan dikutuk menjadi anjing oleh kaum vandal tersebut.

Setelah sukses menguasai kota Bibirpolis, anak-anak vandal langsung merencanakan aksi selanjutnya, yaitu menyerbu Tukulkarta. Aksi tersebut juga didukung oleh salah satu aktivis pro-vandal yang melarikan diri dari kejaran pemerintah Republik Rio pada saat invasi kaum vandal di Ciudad Rio beberapa bulan sebelumnya. Pria tersebut, yang kini bernama Abu Vandal al-Tukulnesii akan menyebarkan ancaman terhadap masyarakat Tukulnesia dan Republik Rio. Isi dari video ancaman tersebut adalah ingin menghancurkan seluruh Tukulnesia dan Republik Rio hanya dengan satu kalimat saja. Setelah itu ia juga menghina kedua pemimpin negara tersebut dengan sebutan "Manusia paling tempik dan uasuu sekali se-dunia". Mendengar penghinaan tersebut, Tukul Arwana marah dan berang. Ia juga mengancam bahwa para kaum vandal akan ia serang dan disobek-sobek dengan bibirnya sendiri serta disiram oleh air liurnya sendiri.

Serbuan babi ngepetSunting

Pada pertengahan April 2015, kota Tukulkarta dihebohkan dengan banyaknya babi ngepet yang berkeliaran di sudut kota. Menurut informasi intel Tukulnesia, babi-babi yang masuk ke kota Tukulkarta konon adalah babi jelmaan anak-anak nakal dan warga biasa yang menjadi pengikut kaum vandal dari kota Bibirpolis. Menghadapi situasi ini, Angkatan Bersenjata Tukulnesia menyiapkan strategi khusus, salah satunya adalah membentuk tim khusus dengan bantuan dari Republik Rio yang bernama "Pasukan Khusus Pemburu Tuyul dan Babi Ngepet" atau disingkat PKPTBN. Selain membentuk pasukan khusus, Tentara Tukulnesia mendatangkan mobil panser impor dari Indonesia, tambahan mobil "Tiem 7 Pemburu Tuyul" dan penambahan mobil khusus untuk memburu babi ngepet, yaitu "Tiem 13 Pemburu Babi".

Banyakya babi ngepet membuat penduduk Tukulkarta mengungsi ke rumahnya masing-masing. Banyaknya warga yang pulang membuat anak-anak Barpas dan antek-anteknya melakukan vandalisme sepuasnya. Namun aksinya diketahui oleh pasukan Tentara dan mobil Pemburu Babi. Anak-anak vandal tersebut kemudian menyerang tentara tersebut dengan kalimat terkutuk dan menyerang tentara tersebut dengan senjata yang hanya berupa pentungan dan batako. Para tentara kemudian membalas dengan bermain pedang-pedangan dan tembak-tembakan, tetapi kebingungan karena lawan yang dihadapi pada kebal senjata semua. Setelah itu Tentara Tukulnesia langsung menarik diri dari tempat tersebut, tetapi dikepung oleh sekawanan babi ngepet. Dengan mengandalkan senjata canggih dari Republik Rio, anggota PKPTBN mulai memburu babi ngepet dan akirnya mereka bisa menangkap dan menahan babi-babi yang berkeliaran di jalanan Tukulkarta. Setelah itu, mereka mulai mengamankan lokasi perburuan babi dan mencari para penjaga lilin. Tentara Tukulnesia dibantuk kepolisian dan Satpol PP setempat berhasil menjaring 20 penjaga lilin dan 4 peternak babi ngepet. Selain itu mereka juga mengamankan 50 pengikut kaum vandal yang ingin menjadi babi ngepet. Sementara yang lainnya gagal menangkap anak-anak Barpas dan antek-anteknya.

Perburuan pun berlanjut dan pasukan Tiem 13 Pemburu Babi berhasil mengepung salah satu rumah yang diduga milik pelaku utama dari penyerbuan babi ngepet di kota Tukulkarta. Pertama-tama tentara Tukulnesia mengejari pria tersebut, tetapi belum sempat mengejar pria itu, para tentara malah diteriaki "busuk" oleh pria itu. Dengan kesalnya tentara Tukulnesia langsung mengejar sampai ke rumahnya. Dibantu warga yang kalap karena uangnya hilang dan orang-orang yang mengalami kerusakan pendengaran karena dihina-hina terus, tentara berhasil menyergap lalu kemudian menggerebek orang yang diduga pelaku utama penyerbuan babi ngepet di kota Tukulkarta. Identitias pria tersebut diketahui bernama Bapuk, salah satu buronan nomor satu di Republik Rio. Ketika akan disuruh menyerahkan diri, Bapuk menghilangkan dirinya dengan cara teleport, sehingga tentara dan masyarakat yang kesal harus gigit jari.

Disaat perang, Presiden Tukul Arwana sedang berkunjung ke Republik Rio untuk bertemu dengan Menteri Pembangunan Manusi, Kebudayaan, dan Permesincucian Suleuddin, untuk membicarakan masalah sosial dan perndesoan kedua negara. Setelah mengobrol dengan Menteri Suleuddin, Tukul langsung mendapat berita bahwa terduga pelaku utama penyerbuan babi ngepet di Tukulkarta yang bernama Bapuk kabur dengan cara teleport. Tukul pun langsung berekasi dengan melakukan pidato secara mendadak di kantor kementrian pertahanan republik rio. Isinya adalah Tukul memerintahkan kepada seluruh tentara Tukulnesia dan pasukan lainnya untuk menangkap Bapuk sampai ketemu, hidup atau divandal. Perburuan dan pengamanan dilanjutkan ke kota Ndeso City.

Penyerbuan Ndeso CitySunting

Perang kemudian berlanjut dengan penyerbuan kaum vandal ke kota Ndeso City. Selain itu, mereka juga akan mengincar Tukul Mansion untuk divandal. Sementara kota Tukulkarta sengaja dibiarkan berantakan. Di kota Tukulkarta para kaum vandal menambah jumlah babi ngepet untuk mengamankan kota tersebut dari manusia-manusia yang ingin masuk kota tersebut. Anak-anak vandal langsung meneriaki semua penduduk kota dengan kalimat terkutuk, sehingga para penduduk (termasuk polisi) langsung bersembunyi di bawah tempat tidur atau di dalam lemari. Memanfaatkan situasi tersebut, anak-anak vandal membagi personilnya menjadi dua kelompok. Yang satu melakukan vandalisme dan main tembak-tembakan sepuasnya, sedangkan yang satunya lagi menjaga lilin dan melepas beberapa ekor babi ngepet untuk menguras harta dan meneror masyarakat Ndeso City. Melihat aksi bengal anak-anak tersebut, pasukan Tukulnesia dan dari negara-negara sahabat seperti Republik Rio dan Miqradznesia langsung ke kota Ndeso City. Selain membawa pasukan dari negara lain, pasukan Tukulnesia mendatangkan pasukan tambahan seperti Garda Nasional Republik Rio yang baru terbentuk, Satpol PP dari Indonesia dan pasukan antiteror dari Miqradznesia.

Para vandalis bersiap-siap untuk melakukan pemberontakan besar-besaran serta melakukan vandalisme di Tukul Mansion dan Istana Kebibiran Tukulnesia. Penyerbuan pun dimulai ketika pasukan Garda Nasional Republik Rio mengepung markas Barpas di Ndeso City, yang terletak di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Brojol, dekat dari pusat kota Ndeso City. Belum sempat ditangkap, anak-anak Barpas langsung kabur ke alun-alun kota dengan cara teleport. Pengejaran pun dimulai dengan cara menggunakan kendaraan panser, mobil colt buntung, mobil "Tiem 7 Pemburu Tuyul", mobil pinjaman dari warga setempat dan mobil kepolisian Ndeso City. Pengejaran berakhir tanpa hasil karena ulah para vandalis yang menghilang secara mendadak di tengah jalan sehingga mobil-mobil tersebut bertabrakan satu sama lain di persimpangan. Penyerbuan dilanjutkan kembali dengan pengamanan seluruh sasaran kaum vandal seperti Tukul Mansion oleh pasukan Republik Rio dan Miqradznesia. Sementara para vandalis sedang melakukan vandalisme massal di beberapa jalanan dan tembok-tembok rumah penduduk, serta melempari rumah tersebut dengan batu dan barang-barang tajam. Tentara Tukulnesia dibantu kepolisian Ndeso City melakukan penyergapan serta memberlakukan "cium di tempat" bagi pelaku vandalisme di kota Ndeso City.

Tukul b

Istana Kebibiran Tukulnesia sempat diincar kaum vandal, tetapi gagal karena ancaman polisi yang memberlakukan "cium di tempat" dan banyaknya pasukan dari luar negeri

Puncak dari penyerbuan kaum vandal ke Ndeso City adalah masuknya para vandalis ke komplek Tukul Mansion. Sebelumnya mereka akan menginvasi dan memvandal beberapa tempat seperti Istana Kebibiran Tukulnesia, tetapi batal karena dijaga Satpol PP dan polisi huru-hara Ndeso City, yang bersenjatakan kendaraan taktis dan senjata model baru. Sebagai gantinya, pagar kawat yang dipasang di sekitar Tukul Mansion akan mereka vandalkan juga. Pagar tersebut dijebol hanya dengan menggunakan tangan dan kaki mereka, sehingga pasukan Garda Nasional Republik Rio yang sedang menjaga Tukul Mansion langsung bertindak dengan menembakkan gas air mata, namun tidak mempan. Setelah penyerangan, adu mulut terjadi antara seorang tentara Tukulnesia dengan salah satu vandalis.

“Rek naon sia anjing!
~ Vandalis kepada tentara Tukulnesia
“Saya wongndeso, bukan anjing”
~ Tentara Tukulnesia kepada Vandalis
“Sia bebel nyerang geng aing, cengos!”
~ Vandalis kepada tentara Tukulnesia
“Ngomong opo kuwi?”
~ Tentara Tukulnesia kepada Vandalis
“Lu ngapain ngejagain tempat ini? Ini daerah kekuasaan gua”
~ Vandalis kepada tentara Tukulnesia
“Oh, kamu juga ngapain ngancurin kota ini?”
~ Tentara Tukulnesia kepada Vandalis
“Kami ingin memvandal dan menghancurkan negara kalian karena kami kesal kalah perang sama si telur busuk itu!”
~ Vandalis kepada tentara Tukulnesia
“Oh... jadi sebab kalian memvandal negara ini karena itu??? Oke, oke. Republik Rio dan Tukulnesia itu sama-sama ndeso, jadi kalian tidak boleh memvandal kedua negara ini! Paham??? Nyaho??? Ngerti ora???”
~ Tentara Tukulnesia kepada Vandalis
“LOBA BACOT SIA, ANJENG!!”
~ Vandalis kepada tentara Tukulnesia sambil menggengam batu akik

Setelah pembicaraan yang alot, si tentara yang berdebat tadi langsung dirajam. Akibat dari perajaman tersebut pasukan gabungan Tukulnesia dengan pasukan dari negara lain langsung mengadakan tawuran dengan anak-anak vandal di depan Tukul Mansion. Sebelum tawuran, pasukan gabungan Tukulnesia dengan pembantunya menamai pasukan mereka sebagai Pasukan Homo bibiris atau disingkat PHB. Sedangkan sukarelawan yang ikut bergabung dengan PHB langsung menamai pasukannya dengan nama 4th Tukulnesian Volunteer Regiment. Tawuran dimulai dengan dilemparnya seorang wartawan dari Republik Rio (RIOTV) dan aksi kejar-kejaran yang melibatkan pasukan Garda Nasional Republik Rio dan seorang vandalis, serta pelemparan kayu besar yang dilakukan pasukan PHB terhadap sebarisan kaum vandal. Perang tersebut sangat sengit dan mulai memakan korban. Perang tersebut diakhiri dengan kaburnya anak-anak vandal ke Jonggol rakyat Bibirpolis setelah salah satu anggota PHB mengancam akan memanggil Chuck Norris dan Haji Lulung, lalu diancam akan disiram air liur Tukul Arwana. Gedung Tukul Mansion selamat dari ancaman vandalisme anak-anak tersebut, tetapi harus dijaga super duper ketat. Beberapa saat kemudian, seorang vandalis melarikan diri ke Tukulkarta dan memisuhi seorang pasukan Garda Nasional Republik Rio yang mengejarnya. Setelah dikatai, si pasukan tersebut langsung hilang konsentrasi dan malah menabrak becak. Pasukan dari Qayyumnesia dan Miqradznesia langsung mengejar vandalis tersebut. Dengan menaiki mobil Tiem 13 Pemburu Babi, mereka mengejar vandalis tersebut sampai sejauh-jauhnya.

“Ah, sama bule gila aja takut!”
~ seorang anggota Garda Nasional Republik Rio kepada para vandalis
“Huuuuu.... Vandalis cemen....”
~ Seorang sukarelawan perang yang ikut bertempur melawan vandalis

Di saat yang bersamaan dengan pengejaran vandalis dengan pasukan gabungan, markas Tentara Nasional Tukulnesia diserbu kawanan babi ngepet. Puluhan ekor babi memenuhi jalanan di dekat markas Tentara Nasional Tukulnesia. Selain itu, puluhan ekor babi ngepet juga memenuhi kantor Duta Besar Republik Rio untuk Tukulnesia, di daerah Ndeso Barat. Seorang anggota Garda Nasional Republik Rio yang pintar menjinakkan makhluk halus dan binatang, dipanggil untuk mengamankan kedua kantor tersebut. Anggota Garda Nasional yang diketahui bernama Alfin Madun tersebut berhasil menjinakkan dan menangkap kawanan babi ngepet di kedua kantor tersebut, sedangkan penjaga lilinnya masih dicari. Para babi kemudian dirubah terlebih dahulu menjadi manusia dan didata. Ternyata para babi yang menginvasi kedua tempat tersebut adalah warga Ndeso City yang menjadi pengikut kaum vandal. Mereka semua disuruh tobat dan diungsikan ke tempat lain di Tukulnesia. Sesudah dicari-cari, akhirnya beberapa penjaga lilin yang bertanggung jawab atas invasi babi ngepet di dua kantor di Ndeso City ditangkap.

Beberapa saat setelah pengumuman pendudukan kembali kota Tukulkarta oleh para vandalis, pemerintah Republik Rio resmi memasukkan organisasi Barudak Tanpa Batas dan gerakan vandalisme semacamnya ke dalam daftar persona non grata yang dikeluarkan Pemerintah Republik Rio. Mereka dilarang masuk atau keluar Republik Rio untuk selama-lamanya.

Perang kekuatan ilmu gaibSunting

Beberapa hari setelah penyerbuan Ndeso City yang gagal, para kaum vandal akan menguasai kembali Tukulkarta. Selain menguasai kota tersebut, mereka juga akan mengadakan ritual persepuluhan berjamaah di alun-alun kota Tukulkarta. Sembari melakukan persepuluhan, mereka juga melakukan rencana untuk menguasai kembali Tukulnesia dengan cara mengandalkan kekuatan gaib yang mereka miliki. Mendengar adanya perilaku mencurigakan di lapangan tersebut, seorang pasukan Garda Nasional Republik Rio langsung mendatangi lapangan itu, namun ia nyaris saja dipukuli oleh salah satu vandalis. Ia bersama pasukan Satpol PP dari Indonesia langusng mengejar para vandalis tersebut dengan berlari, sedangkan yang mereka kejar kabur menggunakan motor dan jetpak. Lagi-lagi pasukan kalang kabut menghadapi anak-anak itu.

Beberapa saat kemudian, anak-anak vandal mengajak ribut dengan pasukan Garda Nasional Republik Rio, Tentara Tukulnesia, dan Satpol PP. Mereka menantang ketiga organisasi tersebut untuk tawuran. Pada saat tawuran terjadi, datanglah seseorang yang menjadi pengikut kaum vandal yang membawa tuyul dalam jumlah yang banyak. Sedangkan semua vandalis bersiap-siap dengan cat semprot dan kekuatan gaib yang mereka punya untuk melakukan tawuran dengan aparat. Selain itu, mereka juga menyewa seorang dukun santet dan ahli ilmu hitam dari tanah Jawa. Dari pihak aparat, mereka tidak mengandalkan apa-apa karena adanya larangan menggunakan ilmu sihir di dalam kepercayaan yang mereka anut. Akhirnya tawuran yang melibatkan kedua kubu antara vandalis tanpa batas melawan wongndesois terjadi di Tukulkarta.

Penampakan-tuyul

Salah satu pengikut kaum vandal bersama dengan tuyul-tuyulnya. (Difoto sebelum tawuran berlangsung)

Tawuran pun dimulai setelah kejar-kejaran aparat dengan kaum vandal yang menyamar sebagai pengamen cilik. Setelah itu tawuran terjadi dan masing-masing kubu berusaha mengeluarkan ilmu mereka masing-masing (seperti ilmu hitam yang dipakai oleh kaum vandal dan ilmu silat yang dipakai sebagian besar tentara Tukulnesia dan GNRR). Salah satu personil anggota Garda Nasional Republik Rio melakukan ritual aneh ditengah-tengah perang.

“Sia naon bebel nyerang aing, aing keur ngavandal Tukulnesia tong diganggu!”
~ Vandalis kepada anggota Garda Nasional Republik Rio
“Ngomong naon maneh teh, teu kadangu pisan”
~ Anggota Garda Nasional Republik Rio kepada vandalis
“Sok tong loba bacot, tak bakar omahmu! Tak jotos tugu pahlawanmu! Kau sudah menghancurkan dan mencegah kami berbuat vandal dan menghina-hina orang. Sekarang giliran kau yang kami larang untuk menghentikan kami! Tak ada yang bisa menghentikan kami berbuat vandalisme dan mengejek telur busuk sepuasnya.... Stop ganggu-ganggu kami.....!”
~ Vandalis kepada anggota Garda Nasional Republik Rio
“Wah... lu bener-bener terlalu ya tong..... DENGAN KEKUATAN MULAN JAMEELAH AKU AKAN MENGHUKUMMU!”
~ Anggota Garda Nasional Republik Rio kepada vandalis
“OK.... DENGAN KEKUATAN BIBIR TUKUL ARWANA AKU AKAN MENCIUM KALIAN SEMUA!”
~ Salah satu pasukan dari Tukulnesia kepada vandalis

Setelah insiden tersebut para pasukan GNRR, Satpol PP dan tentara Tukulnesia langsung memberi pelajaran dengan cara kuat sampai para vandalis tersebut menangis. Semua tentara Tukulnesia langsung mencium musuhnya sampai KO dan tidak bisa bangkit lagi. Kemudian para pasukan GNRR yang terlatih dalam memburu, menangkap, dan menjinakkan para hantu, berhasil mengusir dan memasukkan semua tuyul ke dalam botol bekas. Setelah tawuran, para vandalis langsung pergi ke Bibirpolis.

“Tunggu pembalasan dari kami!”
~ Salah satu vandalis

Pengejaran yang gagalSunting

Setelah sampai di Bibirpolis, kaum vandal langsung melakuka invasi kembali. Sebelum melakukan invasi, mereka melakukanb persepuluhan dan ritual aneh, yaitu membakar foto Super Presiden Republik Rio dan membakar bendera Tukulnesia. Salah satu warga Tukulnesia keturunan Republik Rio yang bersembunyi di balik gubuk merekam dan menguping rencana busuk dari para vandalis. Sadar ada yang menguping pembcaraan mereka, salah satu vandalis langsung mengecek seluruh tempat persepuluhan. Dengan ilmu hitamnya, ia berhasil mengetahui keberadaan si penguping tersebut. Ia kemudian mengejar si penguping dan mengancam untuk menjadikan yang dikerjarnya itu sebagai sate.

“EEMAAAAKKKK.... MAAAAAKKKK... TOLONG MAAAAKKKKK.........”
~ Penguping
“Rek kamana siah, homo bibiris busuk........!”
~ Vandalis

Sadar dalam bahaya, si penguping tersebut langsung lari secepat kilat, tetapi ketika melihat ada air terjun dibawah badannya, ia langsung terjun.

“Umi......... Umiiiiiiii........ Iyaaaaaaaaahhhh..........”
~ Si penguping ketika sedang terjun
“Kamana larinya si telor busuk ya.....”
~ Salah satu sesepuh Barpas

Setelah terjun dan samapai ke bawah dengan selamat, ia langsung berenang ke tepi sungai untuk mengeringkan badan dan kabur. Namun pada saat akan kabur, para vandalis langsung meneriakinya dengan kalimat yang tidak pantas, kemudian si penguping tersebut membalasnya sambil ngos-ngosan.

AnjiiiiiinnggggPantek sia.....! Lamun sia aya kawani, tawuran sia vandal, jelema burung! Kadieu siah mun wani mah! Tah aing! Ngaran aing Reynaldi! Panguasa daerah Bibirpolis ieu siah! Maneh nu ngavandal bapa aing! Rek naon sia setaaaaaaannnnnn.......! Buru sia...!”
~ Penguping kepada Sesepuh Barpas
“BANGSAT.....”
~ Sesepuh Barpas kepada si penguping

Setelah mendengar perlawanan dari si penguping, ia langsung menerjunkan salah satu vandalis ke dalam air terjun, untuk ditantang berkelahi. Setelah itu, bos dari kaum vandal langsung pergi.

“Geus, geus, geus, balik lapar aing beuteung, di imah pan aya jangkrik, urang goreng.....”
~ Sesepuh Barpas kepada vandalis

Beberapa saat sebelum menantang si penguping, si vandalis suruhan sesepuh Barpas langsung diserang sekawanan ikan sapu-sapu dan ikan julung-julung.

Vandal strikes back (again)Sunting

Beberapa hari setelah pengejaran yang gagal, para kaum vandal segera menyusun strategi untuk menguasai kembali kota Tukulkarta. Salah satunya adalah mengikuti strategi ala ISIS, yaitu menghancurkan tempat-tempat tertentu. Strategi tersebut dilaksanakan secara diam-diam. Mereka pergi berempat dengan dibantu seorang senior sekaligus ahli ilmu sihir, sampai akhirnya mereka menghancurkan kantor Bank BMC, bank asal Republik Rio. Setelah itu, mereka melakukan aksi kucing-kucingan dengan tentara Tukulnesia. Pada saat pengejaran, kaum vandal meneriaki tentara tersebut sambil menaiki truk kosong. Si tentara akhirnya tidak berdaya menghadapi kaum vandal itu. Setelah puas meneriaki tentara, mereka langsung menyusun rencana berikutnya. Setelah sampai di pusat kota Tukulkarta, mereka turun dari truk dengan cara menghilang secara tiba-tiba.

“Perasaan yang dibelakang truk itu setan atau siluman ya??? Kok mereka langsung hilang dewek... Hiiyyy......”
~ Supir truk yang mengangkut anak-anak vandal


Setelah itu, mereka langsung berpencar untuk menanam ranjau. Kemudian mereka kabur dengan cara yang sama, dan melakukan vandalisme sekaligus penghancuran tempat-tempat umum di Tukulkarta. Satu persatu gedung di Tukulkarta hancur, termasuk pabrik singlet yang ada di kota tersebut. Sampai akhirnya sebuah gedung peninggalan perang melawan Tukulisme dihancurkan oleh kaum vandal tersebut. Pasukan tentara Tukulnesia dan luar negeri diterjunkan untuk mencari para vandal tersebut, namun selalu gagal. Pengejaran dilakukan hingga esok hari dan masyarakat dihimbau untuk mengungsi ke tempat lain. Selain melalui jalur darat, pencarian empat vandalis juga dilakukan lewat drone milik tentara Tukulnesia. Hasil pencarian lewat jalur udara dan darat tetap tidak membuahkan hasil.

Akhir penyerbuanSunting

Beberapa hari setelah pengejaran yang gagal, jejak para kaum vandal akhirnya ditemukan pada saat malam pergantian tahun di salah satu jalanan di Tukulkarta. Mereka berencana akan meniru apa yang dilakukan pada saat Teror Paris. Namun aksi mereka dicium oleh para intel-intel setempat yang menyamar sebagai penjual makanan maupun petugas keamanan. Salah satu wartawan asal Republik Rio yang ditugaskan untuk meliput pergantian tahun di Tukulnesia, menjadi orang pertama yang berhasil mendeteksi keberadaan kaum vandal di sini. Sambil membawa kamera, ia ingin mengabadikan gambar para vandalis itu, tetapi digagalkan olah salah satu vandalis. Sambil mengancam-ancam, ia menyerang wartawan dengan menghina-hina Republik Rio. Akibatnya wartawan tersebut lari dikejar-kejar hingga akhirnya ia kembali ke kamp dan melaporkan semuanya ke kepolisian setempat. Pesta tersebut nyaris terganggu. Namun beberapa jam kemudian, sepasukan Garda Nasional Republik Rio dan Tentara Tukulnesia langsung mengepung lokasi setelah puncak tahun baru 2016. Para vandalis tersebut ditangkap paksa dan dibawa ke truk pengangkut sapi. Setelah sampai di alun-alun Tukulkarta untuk dieksekusi rakyat, mereka malah menghilang. Aparat mulai mencari-cari vandalis tersebut, namun akhirnya tidak membuahkan hasil. Namun beberapa hari kemudian, para vandalis tersebut dideteksi berada di perbatasan Qayyumnesia dan Republik Rio. Alasan mereka menghilang tidak diketahui. Dengan demikian penyerbuan kaum vandal ke Tukulnesia dinyatakan berakhir dan tidak ada yang menang. Masyarakat yang telah dipengaruhi ilmu hitam oleh vandalis langsung ditampung dan diberi pembinaan oleh pemerintah setempat. Seluruh tentara, baik lokal maupun asing, langsung kembali ke kampung halamannya masing-masing.

Galeri perangSunting

Lihat atau DIVANDAL!!!Sunting

Macam-Macam Perang Akbar
Evil flippy-1-
10 November 1945 | Invasi Belanda ke Indonesia | Invasi Rusia ke Azerbaijan | Invasi Tolololpedia Desember 2007 | Invasi Tolololpedia Agustus 2009 | Invasi Tolololpedia April 2009 | Konflik 7 Suporter | Konflik Rusia | Peperangan Jamiliyah melawan Kerajaan Taman Lawang dan kawan kawan | Perang Anti UnWiki | Perang Besar Kakus | Perang Chile | Perang Diponegoro | Perang Dunia IV | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang Dunia VII| Perang Galaksi | Perang Galaksi II | Perang Galaksi III | Perang Galaksi IV | Perang Ganyang Malaysia | Perang Gitalovers | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Perang Jancis-Italia | Perang Kaspersky-Nohara | Perang Kemerdekaan Azermania | Perang Candu | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III‎ | Perang Klaim Dunia IV | Perang Klaim Dunia VII | Perang Dunia Abad Pertengahan | Perang Mali-Amerika | Perang Vietnam | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Pengklaiman Papua | Perang melawan ideologi-ideologi Tukul | Perang Tukulnesia-Wikipedia | Perang Amerika-Tukulnesia | Pertempuran Laut Tukul | Perang Miethuania | Perang Puputan | Perang Saudara Barneytopia | Perang Saudara Ke I | Perang Saudara ke II | Perang Salib | Perang Tolololpedia VS Barneytopia | Perang KIIR | Perang Anti Qayyum-Qayyumnesia | Perang Idola | Perang Asia I | Perang FPI-PKI | Perang WARPUZ-Republik Rio | Perang WARPUZ-Tukulnesia | Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio | Vandalis Menyerang Kantor TVMC | Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio | Perang Banci | Perang Korea | Perang Ukraina | Perang Boer | Perang Balkan | Perang Lampuneon Bonaparte | Perang Abyssinia | Perang Troya | Perang Tiga Puluh Tahun | Invasi Teluk Babi | Perang Alexander yang dipertuan Agung | Perang Turki | Perang Gaza | Revolusi Qayyumnesia 2014 | Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia | Konflik DC vs SR | Perang Tzuyu