Pemilihan Kepala Daerah

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Pilkada adalah singkatan dari Pemilihan Kepala Daerah. Pada beberapa kesempatan yang bersifat informal, terkadang diplesetkan menjadi Pilkadal karena orang-orang yang dipilih bisa jadi berhati kadal. Kata yang ngomong sih, karena siapapun yang terpilih, toh kita-kita juga yang bakal dikadali. Tentunya pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang negatif dan kurang baik untuk ditiru.


[sunting] Manfaat Pilkada

Dengan adanya pilkada, ada banyak manfaat yang dapat dipetik masyarakat di antaranya:

  1. Dapat duit, sembako, bahkan HP gratis
    Terjadi bila ada calon yang gemar 'money politic' melalui serangan fajar.
  2. Menciptakan lapangan pekerjaan baru sebagai juru kampanye, tukang cetak sablon dan tukang jual suara.
  3. Buat orang susah bisa dapat tambahan t-shirt keren, buat orang berada bisa nambah kain buat lap meja.
  4. Dapat hiburan gratis
    Khususnya saat menonton acara 'debat' di TV.
  5. Dapat dengar Pidato Roy Suryo

[sunting] Siapa Aja Yang Bisa Ikut Pilkada ?

  • Orang parpol, mau orang Jakarta kek, mau orang Papua kek, yang penting diberi ijin ama yang punya parpol bisa ikutan pilkada di daerah lain.
  • Artis, mau pelawak kek, artis panas kek, penyanyi kek, bisa ikutan, asal... cukup jadi wakil, titik !
  • Tentara, tentu saja boleh, sapa yang berani nolak orang yang bawa bedil? umumnya bekas tentara yang haus darah kekuasaan, biasa merintah orang jadi saat pensiun tapi masih mau merintah orang lagi.
  • Anggota DPR, mungkin inilah namanya korupsi jabatan, udah jelas-jelas dipilih rakyat untuk jadi anggota DPR eh masih aja mau ikutan lagi pemilihan. ah Indonesia gitu lho mana sempat merhatiin soal begituan?
  • Orang ahli, ahli apa saja, mulai ahli ngatasin banjir (katanya), sampe ahli korupsi, ahli nipu rakyat, ahli gusurin rumah orang juga bisa ikutan

[sunting] Contreng atau Coblos?

Setelah mencoblos dinilai tidak kadalwi karena para calon kadal tidak rela fotonya ditusuk seperti orang sedang mainan voodoo, padahal modalnya cuma paku. Sistem contreng lalu diperkenalkan, lengkap dengan pulpen, tapi ternyata fotonya para calon kadal pada dicoreti gambar mesum, dan pulpennya pada dimaling. Akhirnya untuk pilkadal selanjutnya kertas suara akan diganti menjadi bahan stainless steel lengkap dengan alat las karbit juga kacamata las.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Peralatan pribadi