Padang
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
|
NB:Bilo Ang bamasalah jo Artikel iko,Tokok Komputer Ang jo randang atau kapalo ang. |
“Kama da? Murah ko da, caliak lu da”
“Jam Gadang di Padang rancak bana”
“Di Soviet Яussia, Padang ka di-klaim jo wa'ang!”
“Pantek!!!”
“Sia nan ang pantek-an, pantek??”
“Jan bacaruik juo, pantek!!!”
“Badoso kalian sadonyo bek ko, pantek!”
“I really really love Pantek”
“Oh, really?”
Padang kota di pesisir barat pulau Sumatera, sehingga terpaksa bergabung dengan Indonesia. Kota ini berbatasan dengan deburan ombak di barat, berpagaran dengan perbukitan di utara, berdempetan dengan Padang Panjang di selatan, dan berselisihan dengan pedagang kaki lima di mana-mana. Nama kota ini bersama Kota Medan, memiliki arti yang hampir sama, karena letaknya yang bertetangga.
Banyak orang-orang di kota ini yang melupakan bahwa kotanya merupakan kawasan rantau orang Minang, salah satunya dengan mengganti embel-embel Minang menjadi Padang, sebagai contoh, Rumah Gadang disebut dengan Rumah Padang, Tari Piring disebut Tari Padang, Nasi Ramas disebut Nasi Padang, Orang Minang disebut Orang Padang, bahkan Bahasa Minang disebut Bahasa Padang.
Di sisi lain, orang Padang selangkah lebih maju dibanding orang Cina. Maksudnya selangkah lebih maju dari toko orang Cina, alias buka lapak dan teriak "tigo sapuluah ribo". Orang Padang juga ahli dalam memodif angkotnya, mulai dari klasonnya yang sahut-menyahut kalau lagi sepi penumpang, hingga kebut-mengebut kalau lagi kejar setoran. Selain itu, dalam berbicara, orang Padang berupaya sebisa mungkin menyisipkan kata "do" berikut iramanya, yang secara harafiah belum diketahui maknanya.
[sunting] Geografi
Kota ini selalu ditimpia bencana gempa yang bertubi-tubi akibat ulah masyarakatnya sendiri.
[sunting] Sejarah
Kota Padang didirikan oleh Datuk Maringgih. Suatu ketika, Datuk Maringgih ingin menikahi Siti Nurbaya, akan tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh Samsul Bahri. Akhirnya Datuk Maringgih menikahi Siti Nurhaliza yang merupakan kembaran Siti Nurbaya. Kerajaan Datuk Maringgih dan Siti Nurhalizalah yang menciptakan kota Padang.
