PLN

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

PLN atau Pemadaman Listrik Nasional adalah sebuah perayaan yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia secara bergilir dan terencana. Perayaan ini diadakan oleh Panitia PLN yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Mak Erot.

Perayaan ini diadakan untuk menunjukkan ke dunia internasional tentang betapa mandiri dan kuatnya bangsa Indonesia, sehingga bisa bertahan hidup meski tanpa listrik.

Orang Bali memiliki cara tersendiri dalam merayakan PLN, yaitu dengan acara Nyepi.

Daftar isi

[sunting] Durasi dan Frekuensi

Wilayah Indonesia yang tercakup perayaan PLN (hitam)

Rata-rata PLN terjadi 6-7 kali seminggu, 30-31 kali sebulan. Durasinya antara 3-24 jam. Jika anda beruntung, maka anda dapat mengalami PLN ini lebih sering lagi.

[sunting] Wilayah

Wilayah yang tercakup PLN antara lain dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai ke Talaud, walau kita semua berbeda, tetapi satu hal, kita senasib.(kok jadi nyanyi)

[sunting] Sejarah

PLN pertama kali didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Pada saat proklamasi berlangsung, jutaan penduduk Indonesia pada menyalakan radio mereka untuk mendengarkan suara Sukarno yang pada masa itu ibarat seorang artis, atau untuk numpang mendengarkan lagu-lagu dangdutan dari hajatan yang kebetulan sedang diadakan di sebelah kediaman Sukarno. Akibatnya, penyediaan aliran listrik dari perusahaan listrik Indonesia yang buatan Jepang itu tidak memadai, dan akhirnya listrik di seluruh Indonesia jadi padam beberapa menit setelah Sukarno selesai membacakan proklamasi tersebut.

Hal itu membuat Sukarno malu dan takut dipandang oleh dunia Internasional sebagai negara yang baru merdeka, tapi tidak bisa menyediakan listriknya sendiri. Akhirnya ia memiliki ide cemerlang, ia mengaku di hadapan para perwakilan negara lain bahwa aksi pemadaman listrik itu adalah cara orang Indonesia menunjukkan bahwa mereka mandiri dan tidak bergantung pada peralatan-peralatan modern. Maka pada saat itu juga Sukarno meresmikan Pemadaman Listrik Nasional yang pertama.

[sunting] Keuntungan

  • Menyejahterakan para pengusaha lilin
  • Menyejahterakan para pengusaha Genset
  • Menyejahterakan para penjual kondom
  • Menyejahterakan para pengusaha mall ber-AC yang memakai Genset
  • Dengan banyaknya pemakaian genset, membantu menghabiskan persediaan minyak tanah nasional yang berlebihan
  • Meningkatkan kebugaran rakyat (Mau mandi nimba sendiri, mau nyuci cuci sendiri)
  • Mempermudah kerja para maling, copet, perampok dan profesi-profesi resmi nasional lainnya.
  • Mengurangi presentase kematian oleh sengatan listrik
  • Para pasutri jadi lebih mudah mendapat anak

[sunting] Kerugian

TIDAK ADA

[sunting] Kontroversi

Banyak orang yang menyatakan keberatannya dengan diadakannya PLN ini. Mereka menganggap bahawa Indonesia tidak perlu untuk mengadakan PLN, sebab di Indonesia persebaran listriknya memang tidak merata, sehingga tidak semua rakyat Indonesia dapat merasakan kenikmatan PLN ini.

Selain itu banyak juga rakyat Indonesia yang tidak tahu cara memakai (atau tidak mampu membeli) peralatan elektrik, jadi ada PLN atau tidak tidak ada bedanya bagi mereka.

Protes yang paling gencar dilancarkan oleh Roy Suryo, ia sangat membenci PLN karena ia jadi tidak bisa membuka gambar-gambar porno di Internet.

[sunting] PLN di negara lain

Golden Gate saat perayaan PLN di Amerika Serikat
Sydney, Australia saat perayaan PLN

Semenjak diresmikan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1945, negara-negara lain mulai tertarik untuk melaksanakan PLN di negaranya sendiri untuk menunjukkan kemandirian mereka. Namun, rata-rata durasi mereka melakukan PLN sangat pendek, sebab mereka masih terlalu bergantung pada peralatan modern.

Negara-negara pelaksana PLN berdasarkan durasi (jam/minggu)
Indonesia 168
Timor Leste 140
Iraq 140
Malaysia 70
Bangladesh 68
Filipina 65
India 64
Thailand 63
Zimbabwe 60
Samoa 57
Dolly 54

[sunting] Galeri foto

[sunting] Lihat Juga

Peralatan pribadi