Nasi Aking

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Bondan-Winarno-Maknyus.png MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan Nasi Aking ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, dan Pasir.
“Saya makan Nasi Aking ini aja rasanya maknyuuuss... Tapi agak kurang ditambah sere, lengkuas, cabe dan T-Midi-nya satu kilo dengan tendangan Sparta/D301 sebiji di atasnya”
“Mak Nyos!”
~ Bondan Winarno kepada Nasi Aking
“Makanan saya sehari-hari”
~ Mat Jembo kepada Nasi Aking
DIANCUK, KAREPMU !!!
~ Pedagang nasi aking dari Ngawi kepada siapa saja yang tidak mau membeli dagangannya
Nasi.jpg

Yang penting enak!

Nasi Aking adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. FAO telah menyatakan bahwa makanan ini sangat sehat dan ramah lingkungan karena dibuat dengan mendaur ulang makanan yang telah terpakai menjadi sebuah makanan baru.

Nama Nasi Aking berasal dari nama penemunya, Amingwati. Awalnya mau diberi nama Nasi Aming saat didaftarkan ke FAO, namun saat diketik huruf "M" nya salah ketik jadi "K" sehingga jadilah nama Nasi Aking.

Nasi Aking merupakan makanan andalan dari restoran Solaria. Datanglah ke restoran ini untuk Nasi Aking mutu terbaik.

Nasi Aking merupakan makanan favorit Mbokmu, ia juga memakani kamu tiga kali sehari dengan makanan ini waktu kamu masih anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Karena tidak punya Rice Cooker, Mbokmu memasak nasi aking tersebut dengan mengempitnya di ketiaknya selama 6 jam.

Nasi Aking tidakbelum diklaim oleh Malaysia sebab Malaysia cukup puas dengan Nasi Aking versinya sendiri yang diberi nama Nasi Lemak. Nasi Lemak sendiri sebenarnya sama dengan Nasi Aking hanya biasanya dimakan oleh orang-orang yang kelebihan lemak.

Meskipun bergizi tinggi dan rasanya enak, tidak dianjurkan untuk memakan makanan ini untuk makan pagi dan makan siang pada bulan Ramadhan jika anda adalah seorang Muslim.

[sunting] Cara Membuat

Suapin.jpg

Kamu dan Kakakmu saat sedang asyik menyantap Nasi Aking.

  1. Carilah sebuah Tong Sampah di lingkungan anda
  2. Carilah sejumlah nasi basi di dalamnya (Semakin Basi semakin bagus)
  3. Tanaklah kembali nasi itu bersama dengan kembang tujuh rupa sambil berdoa (panggil dukun kalau bisa) agar bibit-bibit penyakit di dalamnya menghilang.
  4. Jika anda tidak punya penanak nasi, dudukilah nasi itu selama 2 jam atau jepitkan pada ketiakmu minimal 2jam(makan harus butuh perjuangan).
  5. Setelah selesai, hidangkan hangat-hangat. Jangan lupa untuk berdoa lagi agar anda tidak sakit perut setelah memakannya.
  6. Bisa ditambahkan telek goreng (eek goreng) yang anda temukan di tong sampah sesuai selera.
  7. Jangan lupa beli mie dan roti kadaluarsa di pasar swalayan terdekat sebagai tambahan lauknya.
  8. Jika terjadi sakit perut hubungi dukun beranak terdekat atau hubungi saja Mbokmu.
  9. Jika sakit perutnya tidak segera sembuh, silakan beli kain kafan, batu nisan, dan hubungi penggali kubur terdekat.
Peralatan pribadi