Lawang sewu

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Valak.jpg
~*👻 Hihi hi hihihi... 👻*~


Hiii..... Artikel ini ada hantu gentayangannya sehingga amat menyeramkan dan angker seperti mukanya Mpok Nori sehingga tak wajar jika nanti akan ada bau kemenyan, berkeringat dingin, sampai akhirnya anda mungkin akan ngompol di celana karena takut berlebihan.

Mungkin penulisnya didatengin sama pocong, kuntilanak, tuyul, atau mungkin Valak memanggil arwah dengan Jalangkungnya. Jika anda tidak punya nyali harap membaca artikel ini sambil mengiris bawang, membaca dongeng Bawang Putih dan Bawang Merah, serta panggil pak ustad dan mbah dukun untuk mengawasi anda (mandi)

10519 1103625959607 1495492927 30239222 5054970 n.jpg
Gendeng5.png <center>

Artikel ini berasal dari
~*Dunia Gendeng*~

Artikel ini berhubungan dengan Dunia Gendeng. Mohon berhati-hati agar anda tidak masuk ke Dunia Gendeng dan akhirnya menjadi Gendeng seperti Roy Suryo, Bayu Gendeng, atau malah Mbokmu, Claude dan Nightmare Moon.

Catatan: Templat ini tidak akan kelihatan selama anda bukan orang Gendeng.

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Serikat Jejadian Hindia Belanda. Dibangun pada tahun 1904 SM oleh gubernur jenderal amingwati dan selesai pada tahun 666 M. Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu). Ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak dan bisa menghubungkan ke dunia lain, dunia gendeng, dan dunia dalam berita. Bangunan tua tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram, dikarenakan banyak jejadian. Jejadian di lawang sewu lain dari yang lain karena bisa berubah wujud sesuai waktu, bahkan namanya bisa ikut berubah. Jadi kalo kamu datang ke lawang sewu di siang hari dan berkenalan dengan jejadian bernama eminem, jangan harap bisa ketemu doi kalo suatu hari kamu nyari si eminem di malam hari. Karena kalau di malam hari eminem berubah wujud menjadi suminem, penampilannya berubah dan suaranyapun juga ikut berubah. Tahukah kamu?Dulu,lawang sewu punya taman lho di depannya. Namun karena Serikat Jejadian Hindia Belanda waktu itu lagi bangkrut maka taman itu dijual ke Batavia buat bayar utang, dan sebagian jejadian juga ikut dipindahkan kesana sebagai jaminan buat nyari duit. Maka nama taman itu adalah taman lawang, atau lawang’s park, karena punyanya lawang sewu. Kata sewunya dihilangkan biar orang-orang ga tau kalo taman itu dibeli dengan harga sewu (seribu). Karena ceritanya waktu itu harga yang dipatok dari jumlah lawang (pintu) yang ada, berhubung pintunya ada seribu maka dihargai seribu. Gituu deh critanya

Peralatan pribadi