Koala Lumpur
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| |||||
| Keterangan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Ibukota: | Indonesia | ||||
| Luas: | 292,9 km² | ||||
| Penduduk: | 6.000.000 jiwa (90% persen penduduk ilegal TKI) | ||||
| Walikota: | Tuanku Abdul Najis | ||||
Kuala Lumpur adalah sebuah kota yang merupakan pusat lumpur dunia, sungguhpun lumpurnya tidak sebanyak lumpur yang menenggelamkan kampung2 berhampiran Surabaya. Bahkan, menara petronas dan menara Kuala Lumpur yang dibangga-banggakan Malaysia digunakan untuk menyimpan lumpur saking banyanknya. Saking gede pamornya ini pusat, Indonesia gak mau kalah dengan membuat pusat lumpur di Porong, Sidoarjo dan menukar lumpur dengan 2 pulau, Sipadan Ligitan serta mengimpor lumpur, tapi, tetep aja Kuala Lumpur jadi pusat lumpur dunia.
[sunting] Etimologi nama Kuala Lumpur
Secara harafiah, asal nama kota "Kuala Lumpur" bisa ditelusuri dari diimpornya budaya Aboriginal Australia, yang dahulu membangga-banggakan hewan maskot mereka, yaitu Koala (beruang kecil pemakan eukaliptus).( Kini mascot mereka ialah cewet dari Hindunesia). Malaysia mengaku-ngaku Koala sebagai hewan asli negara mereka, sampai mencantumkannya ke dalam nama ibukota mereka pula. Jadi, nama ibukota Malaysia diimpor dari dua negara tetangganya: "Koala" dari Australia, dan "Lumpur" dari Indonesia (Porong). Namun begitu, rakyat dari negara tetangga Indonesia, berebut-rebut mencari rezeki di sini, karena mereka terlalu susah dan miskin, dan bosan dengan banjir air ingin merasakan banjir lumpur. Semuga pemimpin-pemimpinnya dapat membuat perubahan untuk ekonomi negara dan nasib rakyatnya.


