Kisah Kasih di Sekolah/part 16

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Part 16

Episode 79-82. Baca juga :

[sunting] Episode 79 = Try Out? Check it Out! part 1

Senin, 15 Februari 2005. 09:30


Sekali lagi hari sekolah yang biasa...

“Mi, katanya minggu depan ada...”
~ Decky
“Apaan? Pertandingan bola lagi?”
“Bukan! Minggu depan katanya ada Try Out.”
~ Decky
“Wat?”
~ Fahmi mulai bengong
“Nape, Mi?”
~ Dyaksa datengin Fahmi sama Decky
“Minggu depan ada Try Out...”
“Hmm...”
~ Dyaksa ikutan bengong
“Eh, pada nape sih?”
~ Decky
“Gak tau deh, rasanya kite udah mau pisah aje...”
“Padahal kayaknye baru kemaren deh kita ketemu...”

Decky pun ikutan bengong. Jadilah 'Trio Ikan Lohan'.
Sementara itu, di kantin...

“Eh, minggu depan TO ye?”
~ Herpy
“Iye nih!”
~ Randy
“Eh, pada sukses ye!”
~ Ferdi
“Yo'i!”
~ Randy
“Dikit lagi UASBN nih! Ngumpul-ngumpul seru yok!”
~ Windu
“Boleh deh, boleh!”
~ Semuanya ribut sendiri

UASBN semakin dekat dari hitungan hari ke hari.

“Eh, woy! Duduk dulu dong!”
~ Decky nyuruh anak 9B duduk
“Nih, jadwal Try Out pertama...”
~ Decky nyebarin jadwal
“Terus, gimana kalo kita buat perpisahan kelas!”
~ Decky
“Weis, kemana nih?”
~ Anak-anak bertanya-tanya
“Nanti kita bahas deh!”
~ Decky


Ketika guru masuk, mereka melanjutkan belajar hingga akhir pelajaran.

“Mi!”
~ Max nyapa Fahmi
“Kenapa, Kak?”
“Gimana, minggu depan siap gak?”
~ Max
“Siap lah!”
“Mi, Kak Max!”
“Belom pulang, Cha?”
~ Max
“Eh...”
~ Fahmi sama Dyaksa kaget
“Eh, kenapa? Ada yang salah?”
~ Max
“Cha, maksud Kakak...Acha?”
“Eh, I...Iya..Lo tersinggung ye? Maap...”
~ Max
“Gak apa apa sih...tapi Kakak tau dari mana?”
“Dari Joe...”
~ Max
“Kok dari nadanya, kayaknya Kak Max nyembunyiin sesuatu...”
~ Fahmi dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 80 = Try Out? Check it Out! part 2

Jumat, 19 Februari 2005. 13:00


“Fahmi, Dyaksa, Sasko!”
~ Thia manggil sambil ngos-ngosan
“Napa? Napas dulu woy!”
“Kalian mau ikut gue gak?”
~ Thia
“Ke mane?”
~ Sasko
“Udah! Nanti kalian bakalan tau!”
~ Thia narik tangannya Dyaksa
“Eh,eh,eh!”
“Ya udah, kalian aja duluan! Gue pengen beresin tas dulu...”

Dyaksa, Sasko, dan Thia ninggalin Fahmi di kelas.

“Eh, Mi!”
~ Kina tiba-tiba nyamperin
“Apaan?”
“Lo kok gak ngikut mereka?”
~ Kina
“Ya ini gue lagi beresin tas!”
“Eh, gue ngikut dong! Boleh gak?”
~ Kina
“Ya u--”
“Eyy, pada mau ke mane?”
~ Fatih tiba-tiba nyelonong masuk
“Gak tau nih, ngikut aje sama Thia...”
“Gue ikut juga dah!”
~ Fatih
“Yee, ngikut aje. Kurang kerjaan kali ye?”
~ Kina
“Lo sendiri juga ngikut yeee.”
~ Fatih
“Yee, kok malah jadi berisik ini!”

Mereka bertiga langsung nyusul mereka yang lain (Dyaksa, Sasko, dan Thia)

“Yok, naik angkot nih!”
~ Thia
“Ya udah!”
~ Yang lain nyahutin

Mereka (semuanya!) langsung naik angkot tersebut.

“Emangnye kite mau ke mana sih?”

Thia hanya senyum-senyum aja.

“Udah, nanti kalian bakal tau deh...”
~ Thia masih ngerahasiain

Sepuluh menit kemudian, mereka sampe di sebuah halte.

“Ngapain kite ke sini?”
“Ayo, kita ke sana!”
~ Thia nunjuk ke sebuah rumah
“Nih anak mau ngapain ke rumah orang? Ato itu rumahnye dia?”
~ Fahmi dalam hati

Pas nyampe di depan rumah itu...

“Ini rumahnya siap--”
~ Fahmi terhenti omongannya

Ternyata ada Faldi, Atthar, Pudol, Pakrel, Randy, Ditha, Vania, dan Icha. Mereka berniat membuat kelompok belajar.

“Eh, kalian dateng juga?!”
~ Icha nampaknya terkejut


“Oh, jadi rumah ini...rumahnya Icha...”
~ Fahmi dalam hati
“Baru pertama kali gue ke rumah orang...”
“Pertama? Bukannye lo sering ke rumah gue ye?”
“Bukan, maksudnye selain sobat gue kayak lo sama Sasko!”


“Thia, lo ngajak kite buat belajar...di sini?”
“Iya, persiapan buat Senin nanti...”
~ Thia


“Gimane bisa kalian ke sini?”
~ Sasko
“Yah, gue diajakin sama si Randy sih...”
~ Pakrel
“Ya udah, sekalian gue ajakin Atthar sama Faldi”
~ Pudol
“Eh, terus kalian naik apaan?”
~ Kina ikutan nimbrung
“Oh, kalo kita sih berempat...”
~ Faldi
“Terus, Randy?”
~ Kina
“Dia...yah..”
~ Pakrel tampaknya ragu-ragu
“Sama siapa?”
~ Kina
“Sama yang sisanya lah!”
~ Atthar menimpali
“Lagian kenapa sih nanyain Randy mulu? Oh, ato jangan-jangan...”
~ Pakrel
“Eh, enggak! Enggak ada apa-apa!”
~ Kina


Beberapa jam kemudian, mereka menyudahi pelajaran itu.

“Eh, kita pulang dulu ye!”
~ Randy, Faldi, Pakrel, Pudol, sama Atthar pamit
“Iya!”
~ Icha
“Kita juga nih!”
~ Kina sama Fatih pamit
“Iya, makasih udah dateng!”
~ Icha


“Belom pulang, Van?”
“Belom nih, aku masih nunggu dijemput.”
~ Vania
“Eh, aduh, kebelet pipis nih!”
~ Fahmi dalam hati
“Eh, bentar ya!”
“Cha, toilet di mana yak?”
“Yah di situlah, Mi!”
~ Icha sambil tertawa kecil


Setelah lega, Fahmi keluar dari toilet.

“Huh, lega deh--Et...”
~ Fahmi terhenti langkahnya di depan sebuah kamar. Pintunya kebuka lebar dan ngeliat cermin yang gede
“Mi, ngapain?”
~ Icha ngagetin Fahmi
“Eit...Gak, gue tertegun aja...sama apa yang ada di ruangan itu...”
“Emangnya kenapa, Mi?”
~ Icha
“Cerminnya itu...antik...”
“Yah, itu juga warisan...”
~ Icha
“Bukan hanya itu deh...di dalam cermin itu gue liat sesuatu...”
“Apaan, Mi? Lo jangan pikir yang aneh-aneh deh!”
~ Icha
“Gue liat bayangan...dua sejoli yang menjalin cinta abadi mereka...Lo liat gak?”

Icha menatap ke cermin itu, tapi yang dia liat cuma bayangan dirinya dan Fahmi di sampingnya.

“Apa--”
~ Icha
“Oh, Sorry! Gue cuma asal ceplos aja! Tadi gue cuma halusinasi aja kali ye!”
~ Fahmi sambil ketawa kecil

Mereka berdua saling menatap.

“Mi! Ayo, pulang!”
~ Dyaksa
“Oh, eh, Iya!”
~ Fahmi
“Kalo gitu...gue pulang dulu ya!”
~ Fahmi
“I...Iya!”
~ Icha


“Tadi Fahmi bilang apa...”
~ Icha
“Eh...”
~ Icha

Icha kembali menatap cermin itu.

“Mi...”
~ Icha

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 81 = Try Out? Check it Out! Part 3

Senin, 22 Februari 2005. Pukul 06:00


Hari ini kelas 9B tampak sibuk belajar untuk Try Out nanti. Hari pertama ini adalah Ujian Bahasa Indonesia.

“Ey, yang ini lo jawab apa?”
~ Dyaksa
“Gue sih Yes! A deh!”
~ Fahmi
“Gue masa D...”
~ Dyaksa
“Tanya aje sama yang lain!”
~ Fahmi


“Sasko, lo ini jawabnya apaan?”
~ Dyaksa nanyain Sasko
“Gue juga bingung tuh!”
~ Sasko
“Oh, gue sih jawabannya A.”
~ Tasya tiba-tiba nimbrung
“Gak nanya.”
~ Dyaksa
“Ih, apaan sih? Lo nanya, ya dia jawab lah!”
~ Flo ikutan nimbrung
“Ya gue nanyanye ke Sasko...Iye dah, thanks buat jawabannye.”
~ Dyaksa sambil berlalu
“Ih, gue bantuin bukannye seneng malah bikin kesel.”
~ Tasya
“Udah lah, Dyaksa juga becanda kok!”
~ Sasko
“Gak bisa, pokoknya kita harus balas perbuatannya!”
~ Flo
“Eh, wah!”
~ Sasko


Di bagian kelas yang lain...

“Ditha! Bantuin gue nih!”
~ Fatih teriak
“Apaan sih, Tih?”
~ Ditha
“Ya ini gimana!”
~ Fatih masih teriak-teriak
“Berisik, ey!”
~ Kina
“Ya udah, belajar lah!”
~ Ditha
“Ya bantuin dong!”
~ Fatih
“Iye, lo nya bawa buku lo dong!”
~ Ditha
“Sip deh!”
~ Fatih


Di bagian yang (kayaknya) agak ribut...

“Eh, nanti jadi gak main bola lawan 9C?”
~ Decky
“Ya jadilah!”
~ Windu
“Nanti yang jadi kiper siape? Si Pudol katanye gak bisa maen hari ini.”
~ Decky
“Yah nanti juga bakalan tau.”
~ Windu


Di bagian yang paling diam...
...
Lupakan. Kembali ke Fahmi (Narasi macam apa ini?)

“Gini-gini, enaknye dengerin musik nih...”
~ Fahmi sambil ngeluarin Hapenya (keluaran terbaru di zaman itu loh!) sama earphone-nya
“Fahmi!”
~ Vania
“Huh, eh, ada apa, Van?”
~ Fahmi sambil masang earphone ke kupingnya
“S--Sebenernya...aku suka sama kamu...”
~ Vania dengan malu-malu

Tapi, Fahmi masih asyik dengan musiknya.

“Eh, Oh iya, gue lupa matiin musiknya. Kenapa tadi?”
~ Fahmi
“Oh, Engg---Enggak! Nggak ada apa-apa!”
~ Vania


“Eh, jadi...Wah, bisa jadi gosip baru nih!”
~ Amel yang kebetulan berada di dekat TKP langsung ngacir

Amel langsung nyamperin Flo dan Tasya.

“Eh, kayaknya ada pasangan baru nih...”
~ Amel
“Siapa sih?”
~ Flo
“Tuh!”
~ Amel sambil manggut-manggut ke arah 'TKP'
“Oh, jadi...Jadi musuh gue sejak SD itu suka sama orang gak jelas itu?”
~ Flo
“Eh, apaan yang gak jelas? Jangan ngata-ngatain sobat gue dong!”
~ Sasko
“Biarin aja, lo juga siapa, berhak gitu ngelarang gue ngomong?”
~ Flo
“Eh, ada apaan sih?”
~ Fahmi penasaran
“Heh, gak usah ngehindar lagi deh, lo pasti--”
~ Omongan Flo terhenti ketika bel.
“Udah lah, nanti lo juga tau!”
~ Flo
“Wah, kayaknya ada yang gak beres nih...”
~ Fahmi dalam hati
“Ayo letakkan tas kalian di depan, Hapenya juga disimpan di brankas tas.”
~ Pengawas datang di kelas

Ujian pun berlangsung dengan tenang, tiada yang menyontek, tiada yang bisik-bisik tetangga. Semuanya tenang.

  • Tick-Tock Tick-Tock*
  • Satu jam berlalu, tinggal satu jam tersisa.*

Mulai ada aja yang nyontek. Mulai ada yang bisik-bisik tetangga.

“Ah!”
~ Fahmi meletakkan pensil 2B andalannya di meja
“Mi, udah selese?”
~ Dyaksa
“Yep.”
~ Fahmi

Dyaksa hanya geleng-geleng kepala.

  • Setengah jam kemudian.*

Banyak yang udah selesai mengerjakan ujiannya.

“Kalo sudah, periksa kembali!”
~ Pengawas

Barulah dua puluh menit kemudian pengawas meminta lembar jawabannya dikumpulkan.

“Kalau sudah, kalian boleh pulang.”
~ Pengawas

Beberapa murid langsung bilang, 'Yes!' Akhirnya mereka pulang dengan selamat TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 82 = Try Out? Check it Out! Part 4

Selasa, 23 Februari 2005. Pukul 15.00


Fahmi dan Dyaksa masih berada di rumah Dyaksa. Mereka baru saja menyelesaikan ujian MTK dan ingin bersiap untuk ujian IPA.

“Mi, ini jawabannya apaan?”
~ Dyaksa
“Entahlah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang salsa Ibumu
~ Fahmi
“Boleh juga!”
~ Dyaksa

Dyaksa langsung pergi ke dapur untuk menemui ibunya.

“Bu, ini jawabannya apaan ya?”
~ Suara Gaib Dyaksa
“Eh, jangan buat nyontek!”
~ Ibunya Dyaksa
“Gak lah, Bu!”
~ Dyaksa
“Ya udah...oh, yang ini...”
~ Ibunya
“Ibu tau?”
~ Dyaksa
“Gak.”
~ Ibunya

Dyaksa kembali ke ruang belajarnya.

“Ibu gue gak tau juga.”
~ Dyaksa
“Jadi jawabannya apaan nih?”
~ Fahmi

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.

“Dyaksa! Main yok!
~ Suara dari luar
“Tunggu ya, Mi.”
~ Dyaksa

Dyaksa membuka pintu dan mendapati Sasko berada di ambang pintu.

“Sasko!”
~ Dyaksa
“Eh, ikutan belajar yok!”
~ Fahmi
“Eh, umm, gue juga bawa seseorang lagi nih.”
~ Sasko
“Siapa? Pudol? Pakrel? Faldi?”
~ Dyaksa

Sasko kembali ke balik pagar dan mengajak seseorang masuk. Rupanya Thia!

“Thi--eh, kamu...ke sini?”
~ Dyaksa
“Iya, tadi Sasko kebetulan pengen ke sini.”
~ Thia
“Em, si...lakan masuk”
~ Dyaksa

Mereka berdua ikut masuk ke rumah.

“Eh, ada Sasko. Sama siapa tuh?”
~ Ibunya Dyaksa menyambut
“Itu, Bu. Namanya Thia.”
~ Sasko
“Thia, Tante!”
~ Thia sambil malu-malu
“Kamu ini siapanya?”
~ Ibunya Dyaksa menepuk bahu Sasko
“Eh, bu--bukan, Tante. Thia ini temen saya.”
~ Sasko
“Ah, bohong kamu.”
~ Ibunya Dyaksa
“Beneran, Tante. Saya temennya dia. Thia itu pacarnya Dyaksa--eh?”
~ Sasko

Semuanya langsung menatap Sasko.

“Dyaksa! Beneran kamu pacaran sama Thia?”
~ Ibunya Dyaksa


“Lo kok malah keceplosannya begitu sih?”
~ Fahmi berbisik kepada Sasko
“Maaf, gue gak sengaja.”
~ Sasko


“Engg...”
~ Dyaksa

Dyaksa menatap wajah Thia yang penuh harap.

“Kita gak pacaran kok.”
~ Dyaksa

Thia langsung agak kecewa.

“Eh, tapi aku lagi deket aja sama dia.”
~ Dyaksa

Dyaksa kembali menatap Thia. Mungkin Thia bisa memakluminya karena gak mungkin dia langsung nyerocos bilang "iya".

“I...Iya, Tante. Saya emang lagi deket aja. Gak ada maksud apa-apa kok!”
~ kata Thia sambil tertawa sedikit
“Hm, kamu kalo pacaran jangan muluk-muluk. Tetep jaga hubungan baik aja sama tetep serius sama belajar!”
~ pesan Ibunya kepada Dyaksa
“Iya, Bu...”
~ Dyaksa
“Kok malah ngomong ginian. Belajar woy!”
~ sahut Fahmi!

Mereka langsung tertawa dan kembali ke pekerjaan masing-masing.


Rabu, 24 Februari 2005. Pukul 06.30


“Eh, ke sini dong! Ngumpul!”
~ Flo
“Ada berita terbaru dari kelas!”
~ Tasya

Sebagian anak-anak, entah dari kelas 9B maupun yang lain, langsung mengumpul.

“Apaan sih! Berisik woy!”
~ Decky
“Suka-suka kita deh!”
~ Amel
“Kita dapet kabar dari seseorang kalo...”
~ Flo
“Kalo kenapa sih, Flo?”
~ Amel
“Kalo baru-baru ini ada kejadian yang sangat...beuh, fantastis!”
~ Flo
“Berita ini dateng dari orang yang punya banyak fans!”
~ Amel


“Eh, Dyaksa!”
~ Fahmi
“Kenapa, Mi?”
~ Dyaksa
“Kayaknya mereka lagi ngomongin lo deh.”
~ Fahmi
“Atau jangan-jangan...”
~ Dyaksa

Mereka langsung berlari ke kerumunan itu.

“Eits, woy. Kenapa?”
~ Dyaksa
“Kenapa apanya, Dyaksa? Lo kayaknya...lagi nyembunyiin sesuatu deh.”
~ Tasya
“Nyembuniin apaan?”
~ Dyaksa
“Ah, gue tau nih. Lo lagi...berusaha nyembunyiin hubungan lo, kan?”
~ Flo
“Hah? Sama siapa?”
~ Para pendengar langsung penasaran
“Ap--apaan?”
~ Dyaksa
“Lo lagi sembunyi-sembunyiin hubungan lo sama...”
~ Amel
“Yah, siapa lagi cewek dari 9A yang pernah disukain sama lo...”
~ Tasya

Flo langsung mendekatkan dirinya kepada Dyaksa.

“Lo suka kan...sama Thia?”
~ Flo tersenyum puas.
“Eh, lo beneran suka sama Thia?”
~ Para pendengar langsung ribut

Dyaksa langsung mendengus kesal. Siapa pun yang membocorkan hal ini pasti berada di rumahnya saat itu.

“Sasko!”
~ Dyaksa
“Kenapa, Dyaksa?”
~ Sasko
“Lo kan yang ngefitnah gue?”
~ Dyaksa
“Fitnah apaan? Gue gak ngerasa ngefitnah lo.”
~ Sasko
“Itu buktinya, kenapa mereka bisa tau kejadian kemaren?”
~ Dyaksa
“Eh, jangan main salahin gue! Emangnya cuma gue doang yang di sana saat itu?”
~ Sasko
“Apaan sih, Sas!? Gue juga dari tadi bareng sama Dyaksa!”
~ Fahmi
“Tapi lo yang pertama dateng, sebelum kita berdua dateng!”
~ Sasko
“Gue gak ada niat buat ngebocorin hal itu!”
~ Fahmi
“Lo tuh ye!”
~ Sasko

Sasko langsung menonjok muka Fahmi hingga lebam.

“Sasko! Lo--”
~ Dyaksa
“Lo udah gak percaya sama gue!?”
~ Sasko
“Bukan begitu--”
~ Dyaksa
“Selalu aja sama kayak yang lalu!”
~ Sasko
“Sasko!”
~ Fahmi masih meringis
“Kenapa Narator gak pernah merhatiin gue?”
~ Sasko
“Apaan sih, Sasko? Kok gue dibawa-bawa?”
~ Narator
“Ternyata selama ini lo gak percaya sama gue ya...”
~ Sasko
“Gue percaya, tapi jangan salah paham!”
~ Fahmi
“Udah terlambat, Mi. Telat...”
~ Sasko langsung kembali ke bangkunya.

TO BE CONTINUED

[sunting] TO BE CONTINUED

Klik di sini untuk melanjutkan!

Peralatan pribadi