Kisah Kasih di Sekolah/Part 6

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Part 6

Halaman ini memuat Episode 26-30. Baca juga:

[sunting] Episode 26 = Ada apa dengan cinta denganmu

Senin, 3 Januari 2005


Hari Senin ini adalah hari yang...biasa aja...
Suasana di 9B...hening... Namun tiba-tiba ada yang memecah keheningan.

“Hayo, mau kemana lo!”
~ Fatih
AAAAAAAAA!
~ Kina

Fatih dan Kina mulai kejar-kejaran lagi seperti biasa.

“Kejar-kejaran mulu! Gak haus?”
~ Randy
“Ya enggak lah!”
~ Herpy
“Lo pake nyahut aja!”
~ Randy


“Heh, ngapain lo kejar-kejaran mulu! Ganggu aja!”
“Dih, Apaan sih!”
~ Fatih
“Kina, ke sini!”


Kina langsung nyamperin Fahmi.

“Lo kenape sih, kejar-kejaran mulu?”
“Gak tau tuh, dia dulu--Aaaahh!”
~ Kina langsung dikejar, lagi!
“Yeh! Mulai lagi kan...”


Beberapa jam berlalu seperti biasa, tiada hal yang spesial.


“Kasih kita kejutan dong”
~ Tolololpediawan
“Terserah lo pada dah!”
~ Max Ulmeera

Tiba-tiba...BLARRRRRRR!!!!!

“Apaan tuh?”
“Kayak suara ledakan...”
“Atau jangan-jangan...beneran lagi...”

Murid-murid (beserta guru) langsung keluar dari kelas.

“Apa itu?”
~ Murid-murid (dan guru)
“Ada Kloseting, eh, Korsleting!”
~ Pudol


“Udah, ayo masuk dulu!”
~ Guru-guru

Murid-murid langsung masuk ke kelas.


Saat istirahat...

“Fahmi!Dyaksa!”
~ Thia
“Thia!”
“Mi, sini deh!”
~ Thia
“Kenapa?”
“Si Icha...”
~ Thia
“Icha kenapa?”
“Icha...dia lagi murung banget tuh!”
~ Thia
“Mmmm...terus?”
“Lo kan biasanya bisa hibur dia...”
~ Thia
“Tapi...”
“Kenapa?”
~ Thia
“Mi, liat si Sasko gak?”
~ Pudol
“Eh, gak!”
~ Fahmi langsung nyamperin Pudol
“Nyari yok!”
~ Pudol
“Gak ah! Gue lagi males!”

Fahmi langsung duduk lagi.

“Jadi, gimana?”
~ Thia
“Ya deh. Gue coba.”



Fahmi langsung masuk ke kelas 9A. Dia langsung duduk di dekat Icha.

“Icha...”

Icha hanya nengok, lalu balik lagi.

“Lo kenapa? Lo kesel sama gue?”

Icha menggeleng.

“Terus kenapa?”
“...Gue...”
~ Icha
“...Gue takut...”
~ Icha
“Takut kenapa?”
“...Takut...takut kehilangan...”
~ Icha
“Kehilangan apa?”
“...Takut...kehilangan...ibu gue...”
~ Icha terisak
“Emangnya ibu lo kenapa?”
“Ibu gue...lagi sakit berat...”
~ Icha
“Sakit apa?”
“Sakit...Sakit Jantung!”
~ Icha langsung menangis
“Eh....”
~ Fahmi kaget
“Gue kira...Gue kira...ibu gue...gak kenapa-napa...tapi...”
~ Icha terisak

Fahmi langsung terdiam.

“Jadi, waktu itu pas lagi tes musik...ibunya dia sakit...”
~ Fahmi dalam hati
“Lo...jangan sedih ya!”
~ Fahmi sambil memegang bahunya
“Gue gak tau...mau gimana lagi...”
~ Icha
“Yang pasti...doa-in ibu lo biar cepet sembuh.”
~ Fahmi meneteskan air mata


Sementara itu...

“Cuih, ini kan yang lo maksud, Mi!”
~ Alika sambil ngeliatin Fahmi
“Nih, gue foto! Biar gue ada bukti, kalo lo ada rasa sama si Icha!”
~ Alika tersenyum puas

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 27 = Penyelamat disaat kelaparan kesulitan

“Alika!”
~ Dyaksa tiba- tiba berteriak
“Dyaksa jangan ganggu aku deh!”
“Alika! Ngapain lo?”
~ Icha
“Bukan urusan lo!”
“Udah, ngaku aja!”


“Alika! Sini hp kamu!”
~ Bu Aini
“Jangan, bu!”
“Itu hp buat bullying bu!”
“Emang kamu punya bukti?”


Beberapa detik berlalu...

“Terima kasih, Dyaksa! Alika, kamu bu guru hukum!”
~ Bu Aini
“Dyaksa!!! Lihat aja nanti aku bales kamu!”


“Makasih ya bro!”
“Sama- sama! Lo kan udah nolongin gue dulu, sekarang gue yang nolongin lo!”


Sementara itu...

“Kamu ini, apa-apaan nih foto?”
~ Bu Aini
“Saya..foto...biar ada bukti...”
~ Alika ragu-ragu
“Bukti apa?”
~ Bu Aini
“Kalo Fahmi sama Icha ada...”
“Maksudmu mereka pacaran? Gak mungkin.”
~ Bu Aini
“Lah, tapi kan masih mungkin juga...”
“Alika! Sata kenal baik sama Fahmi dan Icha, mereka tau tata aturan di sekolah ini!”
~ Bu Aini membentak Alika
“Sekarang, kamu hapus foto itu! Saya juga tau kalo Fahmi sedang nenangin Icha!”
~ Bu Aini
“Ibu...kok tau?”
“Saya tau dari temen-temennya! Sudah, kamu hapus dan balik ke kelas!”
~ Bu Aini

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 28 = ...That's All!

Senin, 3 Januari 2005


Fahmi dan Dyaksa langsung pergi ke kantin untuk... yah biasalah!

“Menu hari ini apaan, bro?”
“Gue pesenan biasa gue dah! Bu, Nasi + Ayam!”
“Saya nasi goreng aja dah!”
“Gue pendekar Nazi kuning dah!”
~ Sasko
“Gak nanya!”


“Hey, Mi, Dyaksa!”
~ Thia
“Gue gak dipanggil?”
~ Sasko
“Eh, Sasko. Maaf ya!”
~ Thia
“Udah, lo sendirian aja?”
“Ya nih? Mau gak nemenin gue?”
~ Thia
“Fahmi, Sasko! Woy, kalian pengen kemana?”
“Udah, lo temenin Thia aja!”
~ Fahmi dan Sasko langsung lari
“Eh, Woy!”
“Dyaksa, lo mau bareng mereka, ya kejar lah!”
~ Thia
“Lah elo gimana?”
“Wah, ternyata Dyaksa care sama gue...”
~ Thia, dalam hati sambil tersenyum
“Eh, kenapa malah senyum-senyum?”
“Gak! Udah, lo makan bareng mereka aja deh!”
~ Thia
“Ya udah, gue susul mereka ya!”
~ Dyaksa langsung pergi ke kelas



Sementara itu...

“Duuhhh, coba kalo si Dyaksa nggak ngeganggu gue tadi, pasti udah jadi berita besar nih!”
“Emangnya kenapa?”
~ Amel
“Biasa, Fahmi & Icha...”
~ Alika
“Emangnya lo ada bukti?”
~ Tasya
“Udah diap-- Eh, masih ada satu!”
~ Alika menjerit
“Heh, apaan sih!”
~ Fahmi
“Eh, nggak, nggak!”
~ Alika
“Cih, Alay!”
~ Fahmi


“Bagus deh, gak ketauan!”
~ Alika

Di foto yang belum sempat terhapus itu terlihat Fahmi sedang mengelus rambut Icha.

“Mesranya... coba gue pernah dielus kayak gitu...”
~ Tasya
“Makanya, lo nya gak mau sama si Sasko!”
~ Amel
“Jih, Jijik gue sama dia!”
~ Tasya
“Tadi kepengen, sekarang denger nama Sasko aja udah...yah gitu deh!”
~ Alika
“Gue, jadian sama Sasko yang indah banget...Gak!”
~ Tasya
“Ya bagus lah! Lo juga kan pernah suka sama dia!”
~ Alika
“Tapi semenjak dia nolak gue waktu itu...never love him again!”
~ Tasya

  • Le Flashback

Di saat perpisahan kelas 8B (yang juga kelasnya Dyaksa dan Sasko, Fahmi gak lo!), sempat diadakan acara mirip-mirip Prom Night lah!

“Dyaksa, gue ambil makan dulu ya! Laper nih!”
~ Sasko
“Terserah lo dah!”
~ Dyaksa


Ketika Sasko mengambil makanan, tiba-tiba...

“*Grab!”
~ Sound effect kayak ada yang megang
“Eh!”
~ Suara orang itu yang ternyata Tasya

Keduanya langsung malu-malu.

“Lo...hari ini ganteng banget!”
~ Tasya
“Eh, Makasih. Lo juga cantik banget!”
~ Sasko


“Tiba saatnya, best couple of 8B!”
~ Rani, ketua kelas 8B, sekarang dia ketua kelas di 9C!
“Eh, ayo ke sana!”
~ Tasya menarik Sasko
“Iya!”
~ Sasko langsung ikut


“Dan best couple kita adalah... Sasko & Tasya!”
~ Rani
“Eh!”
~ Sasko
“Kita menang!”
~ Tasya
“Gue...gue...”
~ Sasko
“Ayo!”
~ Tasya
“Sejak kapan gue jadian sama Tasya?”
~ Sasko
“Kalian tuh udah serasi, tau!”
~ Rani
“Gue...gue gak mau!”
~ Sasko langsung pergi

(Yeah, cerita ini 68% asli dan 32% diada-adain)


“Yah, itu semua cuma masa lalu gue doang kan!”
~ Tasya
“Masa iya, udah dibilang best couple, tapi dia gak mau sama gue!”
~ Tasya
“GUE BENCIIIII!”
~ Tasya
“Hey, jangan teriak napa!”
~ Sasko
“Diem lo...”
~ Tasya
“Tuh kan, langsung ikutan diem kan lo!”
~ Alika kepada Tasya

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 29 = Truth between me

Senin, 3 Januari 2005


“Eh, tapi sekarang kan dia udah belajar buat nyukain lo!”
~ Alika
“Apaan sih! Itu gak bakal cukup dengan--”
~ Tasya
“Apa yang gue lakuin pas prom night, heh?”
~ Sasko tiba-tiba sudah dihadapannya
“YA, LO puas kan permaluin gue waktu itu!”
~ Tasya
“Lo gak usah malu sekarang...”
~ Sasko
“Gue...”
~ Sasko dan Tasya secara bersamaan
“Lo aja dulu.”
~ Sasko
“Lo aja!”
~ Tasya
“Ya udah...Sebenernya...setelah gue pergi pas prom night waktu itu...Gue selipin satu kertas di tangannya Rani...”
~ Sasko
“Terus?”
~ Tasya
“Kertas itu isinya puisi...buat lo! Tapi gue sengaja kasitau Rani biar gak nyebut nama gue maupun lo disitu...”
~ Sasko
“Jadi...dia baca puisinya elo...”
~ Tasya
“...Bagus banget!”
~ Tasya
“Makasih, tapi gue tau kok apa yang lo mau ucapin!”
~ Sasko
“Emangnya apaan?”
~ Tasya
“Lo mau maafin gue!”
~ Sasko
“Dih, Ge-er!”
~ Tasya

Sasko langsung cemberut.

“Tapi, gue mau bilang... Makasih ya!”
~ Tasya langsung memeluk Sasko


Fahmi yang melihat dari kejauhan hanya bisa gelng-geleng kepala dan Dyaksa hanya bisa garuk-garuk punggung.

“Yah, setidaknya satu hubungan baik kembali terjalin...”
~ Fahmi
“Heh, Cinta lama bersemi kembali, JIAH!”
~ Dyaksa


Sasko langsung menoleh ke arah Fahmi dan Dyaksa.

“Lo pada kenape?”
~ Sasko
“Eh, gapapa!”
~ Fahmi

Mau tau puisi yang Sasko bu-- *Langsung ditarik sama Sasko.

“Udah ah, isinya terlalu bagus dan indah!”
~ Sasko

Oh ya, apa reaksinya si Alika sama Amel...

“Tasya, lo...”
~ Amel
“Lo bilang gue gak usah malu lagi.”
~ Tasya
“Kalo gitu lo bener mau sama dia?”
~ Alika
“Emmmm...”
~ Tasya
“Udah,jawab aja!”
~ Alika
“Lo kok jadi maksa sih! Gue yang ngejawab, lo kok MAKSAIN GUE NGEJAWAB!”
~ Tasya
“Ya, terus jawaban lo apa?”
~ Alika
“Gue perlu pertimbangin dulu...”
~ Tasya
“Lo gak terima? Bagus deh...”
~ Amel
“Eh, apaan yang bagus?”
~ Tasya
“Enggak, itu berarti lo masih mau sama kita-kita!”
~ Amel
“Apa kata lo deh! Gue jadi males...”
~ Tasya

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 30 = Senyuman!

Senin malam, 3 Januari 2005


Fahmi dan Dyaksa sedang asyik-asyiknya main TololBook.

FBchat1 Dyaksa
PP Fahmi
Woy, masih bangun?




Dyaksa 12 Dyaksa
Udah lah, gue mau tidur...



21.06

“Perasaan baru nanyain...udah mau tidur aje!”
~ Fahmi



Selasa, 4 Januari 2005


Di kelas 9B...

“Eeeh, Bayi. Geseran dikit napa!”
~ Kina
“Di situ masih lega, Kina!”
~ Saskia
“Ihhh, gue gak mau di situ!”
~ Kina
“Napa?”
~ Saskia
“Lo tau kan siapa yang duduk di situ.”
~ Kina
“Emangnya siapa?”
~ Saskia
“Ih, dasar bayi! Gitu aja gak liat. Itu!”
~ Kina menunjuk ke arah...Fatih!
“Ohhh, Fatih! Emangnya kenapa?”
~ Saskia
“Bayi...Lo liat sendiri kan gue sering kejar-kejaran sama dia.”
~ Kina
“Udah dong, Jangan panggil gue Bayi!”
~ Saskia
“Yah, lo nya sendiri!”
~ Kina


Sementara itu, Fahmi dan Dyaksa sedang mengerjakan Latihan MTK (biasa, kesukaan mereka!)

“Nomor 12... Jawabannya A...”
~ Fahmi sambil mencorat coret bukunya
“13...Sederhanain...(80 x 60) / 12 x 10...C!...”
~ Fahmi
“Gile...soal apaan nih?”
~ Dyaksa
“Ya tanya sama yang lain!”
~ Fahmi
“Lo emangnya gak tau?”
~ Dyaksa
“Gak!”
~ Fahmi

Fahmi dan Dyaksa langsung menanyakan ke Ditha (tau kan siapa si Ditha!).

“Ey, Dit. Gimana nih caranya?”
~ Dyaksa kepada Ditha
“Oh, kalo yang ini caranya kaliin dulu yang ini...”
~ Ditha
“Makasih ya!”
~ Dyaksa
“Iya!”
~ Ditha


Kalo Sasko sih...Yah gitu deh...

“Lo gak masuk hari ini”
~ Sasko bicara lewat HP (dibeliin pas tahun baru-an!)
“Oh...Ya deh!”
~ Sasko menutup pembicaraan
“Nelpon siape?”
~ Faldi
“Yah, Tasya!”
~ Sasko
“Jadi baru baekan nih!”
~ Pakrel
“Yah, baru tau!”
~ Sasko
“Abisnya si Narator gak nampilin gue!”
~ Pakrel

Woy, lagipula lo belom ada ceritanye, indah!

“Ye dah!”
~ Pakrel
“Eh, Fahmi sama Dyaksa mane?”
~ Sasko
“Jiah, kangen sama kite!”
~ Fahmi tiba-tiba muncul bareng Dyaksa
“Yeh, abisnya lo darimana?”
~ Sasko
“Gue abis ngerjain MTK, sekalian ngerjain PR-nya tuh!”
~ Dyaksa
“Emangnya ada PR ya?”
~ Sasko
“Beuh, ni anak baru balikan sama pacarnya Tasya, lupa deh sama PR!”
~ Fahmi
“Lo juga sering lupa, kan Mi!”
~ Sasko
“Terserah lo dah!”
~ Fahmi
“Ngomong-ngomong mana si Tasya?”
~ Dyaksa
“Dia...lagi demam, jadi gak masuk!”
~ Sasko
“Yah, langsung cemberut tuh!”
~ Faldi
“Udah, mendingan lo kasih dia Warm Wishes dong!”
~ Fahmi

Tau gak Warm Wishes? Gak tau? Sama, gue juga!

“Eh, ide bagus tuh!”
~ Sasko
“Gini dah...jadi lo foto...terus taro teks...”
~ Dyaksa
“OKE!”
~ Mereka secara serempak


Beberapa saat kemudian, Tasya dapat satu pesan dari Sasko...

“Apaan nih?”
~ Tasya sambil membuka pesan itu

Di pesan multimedia (alias MMS!) itu, terlihat Sasko sedang...yah foto lah bareng temen-temennya!

“"Get Well Soon!"”
~ Tasya sambil membaca teksnya

Tasya langsung tersenyum.

“Thanks ya!”
~ Tasya


TO BE CONTINUED

[sunting] To Be Continued

Klik di sini untuk melanjutkan

Peralatan pribadi