Kisah Kasih di Sekolah/Part 5

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Part 5

Halaman ini memuat Episode "Tahun Baru-an" (Eps. 23-25). Baca Juga:

[sunting] Episode 23 = Tahun baruan mau ke...

Sabtu, 1 Januari 2005.


Karena kebetulan hari ini libur, Dyaksa mengajak kawanannya untuk jalan-jalan.

“Oi, Mi! Mau ikut jalan-jalan gak?”
“OK deh!”
~ Fahmi langsung mengambil celana panjangnya
“Ngomong-ngomong, siapa aja yang ikut?”
“Yah, biasa.”


Ketika di rumah Sasko...

“Perasaan lo bilang lo gak mau kemana-mana...”
~ Sasko
“Gue berubah pikiran. Udah, mau ikut gak?”
“Ya udah, lo duluan aja! Nanti gue nyusul.”
~ Sasko
“Oke!”


Semuanya sudah berkumpul di rumah Dyaksa kecuali Sasko.

“Ke mana sih, Sasko?”
“Lo tanya aja sama orangnya!”
~ Pudol
“Dia punya HP kagak?”
“Enggak...”
~ Pudol
“Ye, lo gimane!”
“Tapi dia punya Walkie-Talkie hadiah dari sepatu Tolol Era!”
~ Pakrel
“Rel! Gue gak bisa hubungin dia juga!”
“Lah, lo emang gak ada Walkie-Talkie yang satunya?”
“Eh, kalo gak salah ada di...Dyaksa!”
~ Faldi
“Eh,iya! Nih!”
~ Dyaksa sambil menunjukkan Walkie-Talkienya


“Mudah-mudahan nyampe ke Sasko nih!”
“--Dyaksa ke Sasko. Dyaksa ke Sasko”
~ Dyaksa berbicara melalui Walkie-Talkie

Tapi yang terjadi malah...

“--Halo, ini dari Kepolisian Tololcity. Ada perlu apa?”
“WAT? kenapa jadi nyambung ke kepolisian?”
“--Eh,Maaf Pak. Saya ini lagi main walkie-talkie saya.”

Kontaknya langsung terputus.

“Jiah, malah jadi kayak gini.”
~ Faldi
“Oooooiiii!!!”
~ Seseorang dari kejauhan
“Eh,itu...Sasko!”
“Dih, lo kemana aje sih? Kita daritadi nyariin lo!”
“Lah, gue kira lo nyuruh ngumpul di rumah gue.”
~ Sasko
“Jiah!”
~ Fahmi langsung tepok pantat jidat
“Lo gimane sih!”
“Udeh, jadi kita mau kemana?”
~ Sasko
“Mending kita pergi ke Museum.”
“Museum apa?”
“Museum...Perjuangan Tololland! Gimane?”
“Ya boleh juga sih.”
~ Sasko
“Pada mau nih?”
“OKE!”
~ Semuanya serempak


Mereka berangkat dengan angkutan umum alias angkot.

“Cih, lo yakin nyampenya cepet?”
~ Sasko
“Udah, lo tenang aje. Kayak udah mau tutup aja.”


15 menit kemudian, mereka sampai di depan Museum itu.

“Inilah dia...Museum Perjuangan Tololland...”
“Eh,Mi! Kayaknya gue kenal sama tuh orang...”
~ Dyaksa menunjuk kepada seseorang
“Eh,itu bukannya...Icha sama Vania...Mereka kenapa bisa di sini juga sih?”
~ Fahmi dalam hati
“Mi, itu Icha!”
~ Sasko
“Iye...”
“Heh, kenapa idenya bisa samaan kayak gitu?”
~ Pudol
“Maksudnya?”
“Ya, lo kan yang ngasih ide buat jalan-jalan ke sini?”
~ Pudol
“Terserah lo dah!”
“Gue panggil yak! Icha, Vania!”
~ Sasko
“Eh,Eh,Eh! Jangan...”
“Kayak ada yang manggil...”
~ Vania
“Eh, itukan Fahmi sama kawan-kawannya...”
~ Icha dalam hati
“Eh, itukan Fahmi! Fahmi!!!”
~ Vania langsung nyamperin Fahmi
“Heeeuuhh!”
~ Fahmi langsung geleng-geleng kepala
“Fahmi! Kamu kok bisa di sini?”
~ Vania
“Ya...bisa aja sih. Gue belom pernah ke sini sebelumnya, tapi gue udah diceritain banyak soal tempat ini.”
~ Fahmi sambil garuk-garuk kepala
“Oh, kalo gue sih sering ke sini, jadi gue ajak Vania.”
~ Icha
“Ya, aku diajak sama Icha.”
~ Vania
“Oh, ya udah. Kamu ikut sama kita aja ya--”
~ Vania langsung menggandeng Fahmi
“Eh,eh,eh!”



“WOY,FAHMI!”
“Yah, dia dibawa kabur!”
~ Sasko
“Udah lah, kita mending masuk aja.”
~ Faldi



Selama di museum, Icha dan Vania--

“Eh, gue juga dibawa kali!”

Oke, gue ralat.-- Selama di museum, Icha, Vania, dan Fahmi mengitari bagian sejarah diplomasi dan perang di Tololland.

“Kalo yang ini, Perang Dunia I! Tololland, di bawah pimpinan Jenderal Besar Gneomi Schiwitzer, berhasil memenangkan pertempuran di Wikiland bagian timur...”
~ Pemandu


Sementara itu, Dyaksa dan kawanannya berada di bagian koleksi benda bersejarah.

“Eh, apaan tuh? Mirip kumisnya Roy Suryo...”
“Heh, mulai ngada-ngada lagi!”
~ Sasko
“Tapi kan, lo yang sering ngada-ngada, cantik”


Dua jam kemudian, mereka semua (mau yang Fahmi dkk. dan Dyaksa dkk.) beristirahat di restoran terdekat.

“Ey, Mi. Lo yakin duduk di situ?”
~ Dyaksa kepada Fahmi
“Yah, gue kan sebelah kirinya Faldi, emangnya kenapa?”
“Bukan itu, tapi yang sebelah kanan lo kosong?”
“Ya terus?”
“Gini lo---”
“Fahmi, aku di sebelah kamu, ya!”
~ Vania sambil menaruh makanan pesanannya
“Eh, I...Iya.”
“Mi--”
“Gue di sebelah lo ya...”
~ Icha
“Eh, iya.”


“Mi, lo mau mesen apa?”
~ Faldi
“Ini aja dah!”
~ Fahmi sambil menunjuk Spaghetti(!)
“Gue yang ini...”
“Gue yang ini aja dah!”
~ Sasko

Masing-masing memilih menunya.

“Mi, foto yuk!”
~ Vania
“Eh?”
~ Dyaksa langsung tersedak, yang lain ikut tersedak
“Dafuq? Gue diajak foto...sama cewek yang baru gue kenal?”
“Mi, kok kamu diem sih?”
~ Vania
“Eh, ya udah, sekali aja ya...”


“Waduh, Fahmi gimana sih? Ini Icha daritadi ngeliatin lo...”
~ Dyaksa gelisah dalam hati


“Cha, lo nggak kenapa-napa kan?”
“Eh, gak! Gak kenapa-napa!”
~ Icha


“Fahmi...”
~ Icha dalam hati
“Eh, gue baru inget. Gue ada urusan...gue pulang duluan ya!”
~ Icha buru-buru mengambil tasnya
“Eh, Cha! Lo kok buru-buru sih?”
“Maaf, ya semuanya! Gue permisi dulu...”
~ Icha dengan raut muka kecewa
“Eh...”


Setelah beberapa saat, mereka sepakat untuk pulang.

“Hey, kalian naik mobilku aja!”
~ Vania
“Wah, boleh nih?”
~ Faldi
“Ya, boleh kok!”
~ Vania
“Eh, gue gak usah deh!”
“Kenapa?”
~ Vania
“Gak, gue mau pergi ke tempat lain dulu”


Mereka langsung naik ke mobilnya.

“Emangnya kalian rumahnya dimana?”
~ Vania
“Kalo kita sih di Jl. Suryono blok 8”
~ Dyaksa mewakili Sasko
“Kalo kita di blok 6”
~ Faldi dan Pudol
“Kalo gue di blok 7”
~ Pakrel
“Bagus deh, kalian tinggal di kompleks yang berdeketan.”
~ Vania


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 24 = Taman, Tempatku Bersedih Bersenang

Sabtu, 1 Januari 2005


Sementara itu, Fahmi langsung pergi ke tempat ia biasa merenung, Taman dekat sekolah.

“Kenapa tadi...si Icha langsung pergi...”
~ Fahmi
“Eh, itu kan Icha...”
~ Fahmi melihat Icha di bangku yang lain
“Gue samperin gak nih...Samperin aja deh...”
~ Fahmi

Fahmi langsung duduk di dekat Icha.

“Cha...”
~ Fahmi
“Lo...ngapain,Mi?”
~ Icha
“Gue...”
~ Fahmi
“Lo tadi serasi ya, sama si Vania...”
~ Icha
“Eh...”
~ Fahmi
“Sampe...foto-foto segala...”
~ Icha
“Tapi...”
~ Fahmi
“Mi, lo suka kan sama dia?”
~ Icha
“Ha? Gue...”
~ Fahmi
“Udah jawab aja. Gue udah ikhlas kok!”
~ Icha
“Gue bingung...”
~ Fahmi
“Bingung kenapa? Lo beneran suka sama dia, kan.”
~ Icha
“Gak, bukan itu...”
~ Fahmi
“Terus apa?”
~ Icha
“Gue...”
~ Fahmi
“Gue gak bisa jawab sekarang, gue lagi gak mood...”
~ Fahmi

Fahmi langsung pergi menjauh.

“Maafin gue, Cha! Gue gak tau mau nerima yang mana...”
~ Fahmi dalam hati
“Mi, sampe kapan lo nutup-nutupin cinta lo...”
~ Icha dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 25 = Nah lo!

Sementara itu, Dyaksa dan Sasko sudah sampe di rumahnya.

“Makasih ya, buat tumpangannya!”
~ Dyaksa
“Ya...Eh, kira-kira si Fahmi ke mana ya?”
~ Vania
“Yah, palingan dia ke taman, tempat biasanya dia.”
~ Dyaksa
“Eh, tuh Fahmi!”
~ Sasko
“Fahmi!”
~ Dyaksa
“Eh, kena--”
~ Fahmi
“Fahmi, kamu tadi ke mana?”
~ Vania
“Gak, gue...abis dari taman.”
~ Fahmi
“Ya udah, aku duluan ya!”
~ Vania

Mobilnya Vania langsung melaju.

“Tuh kan, gue bener!”
~ Dyaksa
“Tapi...lo tadi abis ngapain?”
~ Sasko
“Biasa, merenung...”
~ Fahmi
“Pantes aja, ditelepon gak bisa.”
~ Dyaksa
“Eh, emang lo nelpon?”
~ Fahmi
“Nah lo, emangnya HP lo kemana?”
~ Sasko
“Gak tau, lo umpetin kali kayak di Episode 1!”
~ Fahmi
“Lah, itu kan sendal, kalo ini kan HP.”
~ Dyaksa
“Atau jangan-jangan...”
~ Fahmi
“Eh, ketinggalan, Mi?”
~ Dyaksa
“Ada di kantong gue...Nyahahaha!”
~ Fahmi langsung mengambil HP-nya
“Lo jangan bikin gue panik dah!”
~ Dyaksa
“Untungnya gue kagak sadis sampe nyuruh lo nyari!”
~ Fahmi
“Ya kali!”
~ Sasko
“Ya bagi!”
~ Dyaksa
“Ya tambah! Terus aja tambah lagi!”
~ Fahmi
“Udah lah! Emangnya lo gak capek merenung terus?”
~ Dyaksa
“Gak capek lah!”
~ Fahmi
“Ya kurang!”
~ Sasko
“Lo masih becanda aja!”
~ Fahmi
“Tuh, kasian tuh si Icha/Vania.”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Dyaksa ngomong Icha, Sasko ngomong Vania)
“Eh, maksudnya apaan?”
~ Fahmi
“Lo udah nolak si Icha/Vania”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Dyaksa ngomong Icha, Sasko ngomong Vania)(LAGI!)
“Apaan sih! Gue gak ada maksud nolak mereka...”
~ Fahmi
“Gak, Bercanda!”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Lagi)
“Lo beneran kayak rencanain sesuatu deh...”
~ Fahmi
“Rencana apaan?”
~ Dyaksa dan Sas--*Pengetik mulai lelah
“Ya udahlah, gak usah dipikirn lagi...”
~ Fahmi langsung masuk ke rumahnya
“Ya deh, gue juga!”
~ Dyaksa
“Woy, gue ditinggalin nih? Ya udah gue juga deh!”
~ Sasko

TO BE CONTINUED

[sunting] To be Continued

Klik di sini untuk melanjutkan

Peralatan pribadi