Kisah Kasih di Sekolah/Part 2

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Part 2

Halaman ini memuat Episode 7-13. Baca juga:

[sunting] Episode 7 = My Dear Friends

Senin, 13 Desember 2004


Sementara itu, di kelas 9A...

“I have something to ask...”
~ Mr John
“Did you study at home? Most of you got bad mark!”
~ Mr John
“Now, listen. I will say who got the good mark...Allisha, Benny, Cherry, Dodi, Ferriz, Herman, Kintan, and Thia.”
~ Mr John
“Yes!”
~ Murid-murid yang disebut
“While the rest...I don't know what to do next?”
~ Mr John
“How about Remedial?”
~ Alice
“Of course! But, does that mean that you didn't study at home?”
~ Mr John
“Umm...Yes, I did. I didn't study at home...”
~ Alice
“Kan, pisau berkarat yang menggorok lehernya!”
~ Thia berbisik kepada Icha


Ternyata, di setiap kelas ditempel nilai hasil ujiannya.

“Woy,gue dapet berapa,gue dapet berapa?”
~ Murid-murid yang berserakan di mana-mana
“Yes, Gue dapet nilai tertinggi!”
“Akhirnya, selama 6 tahun, baru hari ini lo di atas gue!”
“Yang penting gue dapet rangking 1!”
“Mantap dah!”
~ Fahmi mengacungkan jempol


“Fahmi!”
~ Thia
“Kenapa?”
~ Fahmi langsung menghampiri
“Siapa yang nilainya tertinggi di kelas lo? Pasti lo kan!”
~ Thia
“Sekarang udah enggak, gue "dibalap"”
“Sama siapa?”
~ Thia
“Dyaksa, yang gue kenalin waktu itu.Tapi gue rangking dua kok!”


“Eh,Thia! Icha kenapa?”
~ Fahmi saat melihat Icha yang duduk di bangku koridor
“Udah, lo samperin aja!”
~ Thia
“Lah, woy Thia!Lo mau kemana?”

Fahmi duduk di sebelah Icha.

“...Cha, lo kenapa? Masih mikirin ujian?”
“...Gue...gue gak tau mau gimana lagi...”
~ Icha
“Gue dapet nilai tertinggi di kelas, tapi...”
~ Icha
“Dikatain sombong?”

Icha mengangguk.

“Gue juga sering dibilang kayak gitu...”

Mereka terdiam.

“Ey, ngapain di sini berduaan?”
~ Thia
“Lah lo yang ninggalin gue.”

Fahmi langsung beranjak dari bangku.

“Cha, ke kelas yuk!”
~ Thia
“Eh, iya!”
~ Icha

Thia dan Icha langsung masuk ke kelas.

“Ah, mending ke kantin dah!”


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 8 = Teman di Saat Membutuhkan

Di kantin...

“Bu, Nasi goreng!”
~ Fahmi sambil mengeluarkan uang 10000-an


“Mi, Makan sini!”
~ Dyaksa yang sedari tadi makan
“Lo makan apa tuh?”
“Nasi + Mie + telor!”


Setelah makan, mereka langsung ke lapangan (biasa, mau Olahraga).

“Eh, lo bawa raket gak?”
“Bawa!”
“Gue yang gak bawa!”
~ Sasko
“Emangnya kenapa?”
“Gue bawa raket dua!”
“Gue pinjem satu dong!”
~ Sasko


Pak Wisnu, guru Olahraga, pun datang.

“Selamat pagi, anak-anak!”
~ Pak Wisnu
“Pagi, Pak!”
~ Murid 9B
“Sebelum kita mulai, kita berdoa dahulu. Berdoa...mulai.”
~ Pak Wisnu


Olahraga kali ini adalah bulu tangkis (iya lah!). Mereka diajarkan teknik dasar seperti service, forehand, dan backhand.

“Ya, coba kalian bermain berpasangan”
~ Pak Wisnu

Setelah menemukan pasangan, Fahmi & Dyaksa vs Sasko & Decky.

“Dyaksa, lo di belakang, gue yang di depan!”
~ Fahmi berbisik kepada Dyaksa
“OKE!”

Pertandingan berlangsung dengan tidak sangat sengit.

“Ayo, Mi,Dyaksa!”
~ Pendukung Fahmi-Dyaksa
“Sasko, Decky! Jangan mau kalah!”
~ Pendukung Sasko-Decky


Round 1 dimenangkan oleh Sasko-Decky dengan skor 22-20.

“Mi, lo coba teknik netting deh!”
“Tapi gue belom terlalu bisa.”
“Udah, lo coba aja dulu”


Round 2 tampaknya sulit sekali dimenangkan oleh Sasko dan Decky, karena mereka belum bisa menangkis serangan netting dari Fahmi.

“Bagus,Mi!”

Round 2 dimenangkan Fahmi-Dyaksa dengan skor 21-16.

“Lo sekarang di depan,Dek!”
~ Sasko kepada Decky
“Ya udah, lo jaga yang bener!”
~ Decky


Pada saat round 3 berlangsung, kaki Dyaksa terkilir. Skor saat itu 11-11 (alias sebelas sama).

“Ada yang mau menggantikan Dyaksa?”
~ Pak Wisnu

Banyak sekali yang mau, saking banyaknya sampai Pak Wisnu muntah.

“Baiklah, kalo gitu diakhiri dulu permainan ini. Tolong semuanya membantu Dyaksa ke UKS”
~ Pak Wisnu

Fahmi langsung membawa Dyaksa ke UKS.

“Udah, lo berbaring aja dulu.”
“Mi...”
“Eits, Dyaksa! Lo gak napa-napa kan?”
~ Decky dan Sasko masuk ke UKS

Dyaksa mengangguk.

“Kenapa bisa terkilir?”
~ Sasko
“Gue kebanyakan lari...”
“Udah, lo di sini aja. Nanti kalo udah mendingan, lo balik aja sama--”
~ Decky
“Mi, jagain si Dyaksa!”
~ Decky
“Iye!”


Jam menunjukkan pukul 11.30, mata pelajaran Olahraga selesai (alias Istirahat!).

“Mi, ke kelas yok...”

Fahmi langsung menuntun Dyaksa ke kelas.

“Makasih ya,Mi!”
“Iya, sama-sama!”


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 9 = Thumb in the Sky (Jempol di langit)

Malam harinya...
Fahmi belajar kelompok bersama...yah, tau lah.

“Dyaksa, lo belajar atau maen sih.”
“Main bentar dulu!”
~ Dyaksa sambil main PS2
“Sudah, makan dulu sana!ada mie ayam spesial tuh belajar dulu aja!”



Selasa, 14 Desember 2004


Keesokan harinya, ada pengumuman penting dari Pak Wisnu (Guru olahraga yang beken dan idiot ini wali kelas 9B).

“Jadi, nanti kalian ada kelas PM!”
~ Pak Wisnu)
“Setelah istirahat, kalian ada tes untuk menentukan kelas PM.”
~ Pak Wisnu
“Nanti, kalian akan diurutkan dengan jumlah nilai kalian.”
~ Pak Wisnu
“Jadi, jumlah murid kelas 9 kan 75 (tiap kelas 25!), nanti yang urutan nilainya tertinggi (alias 1-25) akan ditempatkan di 9A, sisanya kalian bisa liat sendiri nanti.”
~ Pak Wisnu


Beberapa jam kemudian, mereka mulai tes dengan pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, dan MTK. Jumlah soalnya 120 (40 soal tiap pelajaran), waktunya 3 jam.

“Dikerjakan yang bersih, jangan sampe ada yang gak rapih, apalagi ada kotoran”
~ Pengawas kelas 9B


Tick-Tock...Tick-Tock...Tick-Tock
Dua jam kemudian...

“Pak, saya udah selesai.”
~ Fahmi langsung ke depan

Dyaksa juga sudah selesai, langsung ikut Fahmi.

“Baik, yang sudah boleh ke luar duluan!”
~ Pengawas


Sementara itu, di luar kelas...

“Mi, lo kok bisa secepet itu?”
“Lah, lo sendiri?”
“Ya , lo kan yang duluan!”
“Gitu, untung kita belajar kemaren!”
“Ya bagus deh!”

Sasko, Pakrel, Pudol, Faldi, dan Decky beserta sebagian murid yang lain keluar setengah jam kemudian.

“Gue kira-kira urutan berapa yak?”
~ Sasko
“Pokoknya sasaran gue 9B!”
~ Pakrel
“Ya, gue juga!”
~ Pudol
“Gue sih optimis aja, 9A!”
~ Faldi



Jumat, 17 Desember 2004


Pengumuman hasil tes ditempel di tiap kelas.

“Yes, gue peringkat ke-lima!”
“Ya deh! Gue aja peringkat 10!”
“Berarti...”
“Kita sekelas lagi!”
“Eiiii, Gue dapet kelas 9A juga nih!”
~ Sasko
“Emangnya lo peringkat berapa?”
“Gue peringkat 20!”
~ Sasko
“Ternyata lumayan susah juga ya, dapet peringkat sepuluh besar aja! Gue dapet 9B deh jadinya.”
~ Pudol
“Peringkat berapa?”
“Peringkat 26, tepat di bawah peringkat terakhir 9A”
~ Pudol


“Fahmi! Lo dapet kelas mana?”
~ Thia
“9A! Lo sendiri di mana?”
~ Fahmi
“Sama dong! Eh, ngomong-ngomong, si Dyaksa dapet 9A juga, ya?”
~ Thia
“Dia juga di 9A kok, ga usah khawatir...Eh,lo jangan-jangan...”
~ Fahmi
“Eh, nggak! Gue cuma minta ditanyain sama fansnya!”
~ Thia
“Jiah!”
~ Fahmi
“Thia! eh, Fahmi!”
~ Icha
“Eh, Cha!”
~ Fahmi
“...Lo dapet kelas mana?”
~ Icha
“Di kelas 9A”
~ Fahmi
“Eh sama dong!”
~ Icha

Tiba-tiba, Icha memeluk Fahmi.

“Eh...Cha, lo--”
~ Fahmi
“Eh maaf...”
~ Icha langsung masuk ke kelas
“Haha, Mi,mi! Udah, lo cocok sama dia!”
~ Thia
“Dih, apaan? Lagipula dia juga baru deket sama gue.”
~ Fahmi
“Mi, lo-- Eh,Thia.”
~ Dyaksa
“Dyaksa, lo di kelas 9A?”
~ Thia
“...Ya, gue di kelas lo.”
~ Dyaksa
“Berarti kita seke--”
~ Thia
“Tuh kan!”
~ Fahmi
“Apa?”
~ Thia
“Gak, gak kenapa-napa?”
~ Fahmi



Hari ini menyenangkan sekaligus menyedihkan (ya, tau lah yang dibawah rata-rata).

“Uhhh, kenapa gue di 9C! Gue gak terimaaaaaaa!”
~ Alika
“Yah, gue juga kaleeee!”
~ Tasya


Fahmi duduk di bangku taman.

“Heh ada jempol di langit”
~ Fahmi ketika melihat awan berbentuk mirip dengan jempol

Tiba-tiba, Fahmi melihat Alika sambil marah-marah.

“Dafuq?”
~ Fahmi
“Lo nape hah?”
~ Fahmi kepada Alika
“Lo gak perlu tauuu!”
~ Alika
“Ye, lo yang bikin ganggu pemandangan aja!”
~ Fahmi
“Apaan sih lo! Mentang-mentang lo di 9A, lo bisa ngata-ngatain gue, GITUUU?”
~ Alika
“Gak! Siapa yang ngata-ngatain lo?”
~ Fahmi

Alika duduk dan mencoba tenangkan diri.

“Apaan lo? Gue mau tenang, udah sana!”
~ Alika mengusir Fahmi
“Dih, gue di sini duluan, lo aja cari tempat lain!”
~ Fahmi
“POKOKNYA LO PERGIIIIII!!!!”
~ Alika berteriak
“Weiit,weiit!”
~ Fahmi
“Lo--”
~ Fahmi

Alika langsung menangis keras.

“Ngggggg....”
~ Fahmi
“Kenapa... gak ada... yang peduli sama gue!”
~ Alika sambil menangis
“Hey...”
~ Fahmi
“DIEM LO!”
~ Alika
“Gue hanya mau lo itu BERUBAH! Gue gak mau temen-temen gue jadi korban gosip LO!Gue tau mereka masih peduli, tapi lo aja yang gak peka!”
~ Fahmi
“Emangnya SIAPA? Udah gak ada yang mau jadi temen gue secara nyata. Tasya,Amel, yang lain cuma hanya pandang gue sebagai penggosip murahan!”
~ Alika
“Gue gak tau...Tapi lo udah malu-maluin gue sampe semuanya tau kalo gue suka sama Icha...Gue coba nahan emosi gue, dan saat lo hampir diracuni sama Dyaksa dan kawannya...Gue bilang sama mereka, gue gak IKUT-IKUTAN! Gue gak mau ada permusuhan lagi...”
~ Fahmi
“BISA GAK SIH, LO PERGI?”
~ Alika
“Oke...Gue pergi...Tapi satu hal...Ada yang masih peduli sama LO!”
~ Fahmi


Fahmi langsung pergi.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 10 = Apa Ini(?)

Sementara itu...

“Selamat ulang tahun.”
~ Dyaksa
“Ulang tahun gue udah lama lewat!”
~ Sasko kepada Dyaksa
“Sudah, makan dulu sana!ada mie ayam spesial tuh lihat dulu aja!”
~ Dyaksa
“Oh, yang lo maksud itu..”
~ Sasko



Senin, 20 Desember 2004


“Jadi, lo suka sama target kita!?”
~ Sasko kepada Fahmi
“Enggak kok!”
~ Fahmi
“Terus, apa yang terjadi pas hari Jumat?”
~ Dyaksa
“Jadi, sebenarnya gue sedang mencoba menjadi mata- mata yang benar, sisanya kalian bisa liat sendiri nanti.”
~ Fahmi


Beberapa jam kemudian, mereka mulai belajar menjadi mata- mata dengan membaca buku mata- mata di perpustakaan.

“Gile, kayaknya Fahmi bener soal mata- mata”
~ Dyaksa kepada Sasko


Tick-Tock...Tick-Tock...Tick-Tock
Satu menit kemudian...

“Berarti, kita harus minta bantuan dari teman kelas 6C!”
~ Fahmi
“Gue tau siapa.”
~ Dyaksa


Satu menit kemudian(lagi)...

“Hey, wassup?”
~ Horp
“Baik, lo mau ikut gue gak!?”
~ Dyaksa


Kemudian...

“Lo udah ngerti kan?”
~ Dyaksa
“Lah, lo sendiri?”
~ Horp
“Gile kali lu!”
~ Dyaksa
“Kite butuh lo buat melakukannya, karena lo 9C”
~ Fahmi
“Ya bagus deh!”
~ Horp


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 11 = Mata-mata

Senin, 20 Desember 2004


Sebelum kelas PM dimulai, Dyaksa dan timnya(ya elah!) mulai dengan rencana "A".

“Mulai dengan rencana A”
~ Dyaksa
“Emangnya apaan?”
~ Horp
“Tadi kan gue udah bilang, lo jadi umpan--”
~ Dyaksa

Tiba-tiba Horp langsung nyebur ke kali deket taman sekolah.

“Lo ngapain?”
~ Fahmi
“Lah katanya jadi umpan, ya gue nyebur aja!”
~ Horp
“Nih anak sama "pinter"nya sama Herpy ye.”
~ Dyaksa
“Lah mereka saudara kembar!”
~ Fahmi
“O,iye!”
~ Dyaksa


“Lo bukan jadi umpan mancing ikan, tapi mancing emosi!”
~ Dyaksa
“Gue gak mau dah!”
~ Horp
“Emangnya kenapa?”
~ Dyaksa
“Nanti pada marah lagi sama gue.”
~ Horp
“Udah, kagak kok!”
~ Fahmi


Mereka langsung pergi ke kelas 9C.

“Horp, nanti lo kata-katain aja si Alika dkk.!”
~ Dyaksa
“Oke”
~ Horp

Namun, yang terjadi malah kayak gini!

“Kata-katain!Kata-katain!Kata-katain!”
~ Horp di depan Alika dkk.
“Dih, lo kenapa, Horp? Udah temenin aja tuh adek kembar lo!”
~ Alika
“Gak mau!”
~ Horp
“Kenapa?!”
~ Alika
“Gue lagi kata-katain lo!”
~ Horp
“Oh! O aja.”
~ Tasya
“lah, tapi kan ada H-nya!”
~ Horp
“Gak jelas lo!”
~ Tasya
“La, tadi lo bilang "O aja", padahal lo bilang Oh!”
~ Horp
“HOOOOORP!”
~ Tasya langsung ngejar Horp


“Waduh, die gimana sih. Itu sih bukan mancing emosi, tapi ngajak ribut!”
~ Dyaksa
“Bukannya sama aja?”
~ Fahmi
“Udahlah, yang penting mereka udah terpancing. Lanjut ke rencana "B"!”
~ Dyaksa
“Hmph...”
~ Fahmi menggelengkan kepala


“Lika! Lo dapet rangking berapa?”
~ Dyaksa
“Heh, seneng kan lo, gue dapet kelas terendah!”
~ Alika
“Lo jangan kayak gitu dong!”
~ Tasya
“Tau nih,Dyak--Eh,eh,eh!”
~ Sasko langsung ditarik ke luar
“Lo mau sombong sekarang?”
~ Alika
“Gak kok! Cuma mau lo itu gak usah ngegosip lagi.”
~ Dyaksa
“Dih, apa urusannya, gue masuk di 9C dengan ngegosip?”
~ Alika
“Gue gak mau tau urusannya apaan! Yang penting lo jangan ngegosip lagi. .!(Titik!)”
~ Dyaksa
“Lo gak bisa ngelarang gue, EH SEMUANYA!”
~ Alika sambil teriak
“SEBENERNYA TUH DYAKSA SIRIK SAMA GUE!”
~ Alika
“Siapa yang Sirik!”
~ Dyaksa
“MASA GUE NGEGOSIP AJA NGGAK BOLEH!”
~ Alika
“Ah masa sih gak boleh.”
~ Murid sekelas langsung gaduh
“Tuh, denger kan! Gue punya hak jadi--”
~ Alika
“Gue udah muak sama semua omong kosong lo...”
~ Suara seseorang dari luar
“Eh,siapa yang berani bilang kayak gitu?”
~ Alika
“Gue!”
~ Fahmi langsung melangkah masuk
“Apa-apaan lo! Lo bilang omong kosong.”
~ Alika
“Ya, gue bilang itu omong kosong!”
~ Fahmi
“Lo udah lupa ya...sama apa yang lo bilang ke gue... Jumat kemaren.”
~ Alika
“Kalo masih ada yang peduli sama gue!”
~ Alika
“Dan gue bilang kalo lo peka kan?”
~ Fahmi
“Tapi, gue kurang...kurang peka apa lagi sih?”
~ Alika
“Lo gak peduli sama orang yang lo gosipin, termasuk TEMEN-TEMEN GUE!”
~ Fahmi

Alika langsung terdiam. Seisi kelas 9C langsung cengo.

“Yok, pergi!”
~ Fahmi


Beberapa saat kemudian...

“Mi, tadi akting lo hebat!”
~ Sasko
“Mau tau gimana buat akting yang hebat?”
~ Fahmi
“Gimana,Mi?”
~ Sasko
“Gue gak tau. Itu aja juga gue asli marah sama dia.”
~ Fahmi
“Hah?”
~ Sasko
“Jadi...lo beneran tadi? Baru kali ini gue liat lo marah.”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 12: Tas Keramat

Karena masih waktu istirahat, mereka langsung ke kantin.

“Gue taruh tas disini”
~ Dyaksa

Kemudian...

“Ayo kita duduk sini”
~ Alika
“Duh, kenapa harus di samping gue...”
~ Dyaksa dalam hati

Lalu...

“Horp, tolong ambil tas gue di sana ya!”
~ Dyaksa kepada Horp

Kemudian Horp mengambil tas Alika

DYAKSAAAAAA!!! KENAPA KAMU SURUH DIA AMBIL TASKU!!!???
~ Alika kepada Dyaksa
“Ini gue yang bego atau dia yang lebih pinter?”
~ Dyaksa

Kemudian Dyaksa meminta tolong kepada Icha. Kemudian Dyaksa disalahkan karena dibilang tidak manusiawi.

“Ini tas lo”
~ Icha kepada Dyaksa
“Makasih ya”
~ Dyaksa kepada Icha

Kemudian mereka hidup bahagia selamanya Dyaksa dan Sasko kembali ke kelas, sedangkan Fahmi ke ruang perpustakaan.

“Eh, gue ngapain yak ke sini?”
~ Fahmi baru mau masuk ke perpus
“Baca buku aja dah!Eh, mumpung ada Aji!”
~ Fahmi
“Hei, Ji.”
~ Fahmi
“Yo, Mi!”
~ Aji


Sementara itu, di kelas 9B...

“Oy, lo ngapain ngangkang deket pot bunga?”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Bukannya bantuin malah nyeletuk aja! Gue abis nyusruk.”
~ Sasko
“Kenape?”
~ Dyaksa
“Gue ngerasa ada yang aneh sama tas lo, soalnya tadi gue sentuh sedikit, gue langsung nyusruk ke sini.”
~ Sasko
“Cuma perasaan lo aja kali!”
~ Dyaksa
“Gak, gue serius. Gue langsung jatoh pas nyentuh tas lo.”
~ Sasko
“Atau jangan-jangan, Horp salah ngambil tas.”
~ Dyaksa
“Lah, tapi lo tadi udah yakin kan, kalo itu tas lo!”
~ Sasko
“Ah, ga tau dah! Liat aja nanti.”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 13 = Percakapan di Tololchat

Senin malam, 20 Desember 2004


Di Rumah Fahmi...

“Ngapain lagi yak? Beresin buku, udah. Mending maen Tololchat dah.”
~ Fahmi
“Weits, Dyaksa lagi OL. Sapa dulu dah!”
~ Fahmi


FBchat1 Dyaksa
Dyaksa 12 Dyaksa
OOOOOOOII




PP Fahmi
Apaan?




Dyaksa 12 Dyaksa
Maen Top Eleven yok!




PP Fahmi
Ayo!





Sementara itu, di tempat lain...

“Gyahahaha! Eh, apaan nih?”
~ Sasko dapat "undangan" pesta pernikahan group chat

FBchat1 Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12 Dyaksa
Nah, ni die si Sasko




PP Fahmi
Sasko!




Hitler1 Himmler
Apaan nih?




Dyaksa 12 Dyaksa
Mau liat pertandingan tim Top Eleven gue vs Fahmi gak?




Hitler1 Himmler
Iye dah!




Mereka akhirnya menyaksikan pertandingan antara Garuda FC (Dyaksa) vs FEC Warrior (Fahmi) Kemudian...

FBchat1 Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12 Dyaksa
GOLLLLLL!!!




PP Fahmi
Kenapa sih lo menang terus, dulu 6-0, sekarang 3-1!!




Hitler1 Himmler
Yang penting bisa ngegolin...




Dyaksa 12 Dyaksa
Maaf yak, penyerang gue yang payah udah dijual!




PP Fahmi
Iye dah!




12 detik kemudian...

FBchat1 Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12 Dyaksa
Gue menang lagi




PP Fahmi
4-2!




Hitler1 Himmler
Yang penting bisa ngegolin...




PP Fahmi
Iye dah!




Dyaksa 12 Dyaksa
Padahal pemain gue ada yang kena kutukan Roy Suryo





12 detik kemudian (lagi)...

FBchat1 SELAMAT ULTAH
Hitler1 Himmler
TARGET DETECTED




PP Fahmi
Oh iya!




Dyaksa 12 Dyaksa
Buka homepage!




PP Fahmi
Iye dah!




Hitler1 Himmler
Yes sir!




120 detik kemudian...

FBchat1 SELAMAT ULTAH
Hitler1 Himmler
Udah selesai, jadi apa lagi nih?




Hitler1 Himmler
WOOOOYYYYY!




“Sasko! Udah jam berapa nih? Masih maen komputer aja.”

TO BE CONTINUED
NB : Episode selanjutnya akan ada adegan seperti di Film Biru Sinetron (yah, masalah cinta gitu deh!)

[sunting] To Be Continued

Klik di sini untuk melanjutkan.

Peralatan pribadi