Kisah Kasih di Sekolah/Part 11

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

[sunting] Part 11

Episode Persiapan Pementasan Seni Musik. Baca juga:

[sunting] Episode 46 = Music! Part 1

Rabu, 12 Januari 2005. Pukul 06:30


Pelajaran Musik hari ini di 9B adalah...menampilkan lagu hasil aransemen.
“Jadi kalian nanti dibagi menjadi 5 kelompok, tiap kelompok 5 orang (ada yang 6), minimal satu orang main musik...”
~ Bu Vivi
“...Kalian akan menyanyikan lagu pop Indonesia yang sudah diaransemen, dan...lagu barat!”
~ Bu Vivi

Beberapa murid langsung ber-"yes" ria.
Kelompok pertama (belom diurut), Fahmi, Dyaksa, Sasko, Pudol, Faldi, dan Pakrel...

“Cheh, gue gak bisa main musik!”
“Terus lo jadi apa?”
“Jadi Jenderal Nazi Goreng!”
~ Sasko
“Gak nanya lo!”
“Gue yang nyanyi suara rendahnya deh!”
“Gue juga!”
~ Faldi
“Ya, terus yang nyanyi nada aslinya siapa?”
“Gue aja!”
~ Daffa Sasko
“Ya udah, gue juga deh!”
“Pudol, Pakrel! Lo berdua main musik!”
“Eh, tapi gue gak bisa main musik juga!”
~ Pudol
“Iya, gue juga!”
~ Pakrel
“Great...Oke deh...gue yang main musik...”
~ Fahmi langsung menghela napas
“Terus yang nyanyi nada aslinya siape?”
“Gue gak kuat kalo nadanya terlalu tinggi!”
~ Pudol
“Sama!”
~ Pakrel
“Hmmm...Kira-kira lagu apa ya?”


Beralih ke kelompok kedua, Vania, Vicky, Alika (meh!), Amel, dan Tasya...

“Eh, Vania! Lo sekarang tentuin lagunya apa, Terserah lo!”
“Kok jadi aku?”
~ Vania
“Yah, udah deh terserah lo, kita ngikut aja!”
“Eh, lo kok malah santai-santai aja?”
~ Vicky
“Terserah gue dong! Udah, Vania! Lo...ketua!”
“Ya, lo kan ketua, jadi lo yang nentuin!”
~ Amel


Kelompok tiga, Kina, Ditha, Fatih, Nirina, dan Saskia...

“Gimana kalo lagunya AKB48
~ Fatih (Dia penggemar 48 Family juga!)
“Barat, Fatih! BARAT!”
~ Yang lain menyahut
“Eh, mending nanti pas pulang sekolah, ke rumah gue dulu aja, nentuin lagu!”
~ Ditha
“Eh, boleh juga idenya!”
~ Kina
“Ya udah, nanti ya abis pulang Kelas PM!”
~ Ditha


Kelompok empat, Decky and friends (tau lah!)...

“Woy, pada setuju gak, kalo lagunya ini aja?”
~ Decky sambil memutar sebuah lagu
“Eh, coba denger!”
~ Windu
“Kayaknya mantep nih!”
~ Randy
“Jadi, mau gak nih lagu ditampilin?”
~ Decky
“Gue sih iya deh!”
~ Herpy
“Iya deh, gue juga!”
~ Ferdi
“Wis, gak biasanya lo lebih awal ngejawab!”
~ Decky
“Biasanya ngomong terakhir!”
~ Windu
“Terserah lo pada deh!”
~ Ferdi


Kelompok terakhir, Dika, Fira, Hani, Fanny, dan Mitha

“Jadi, mau pesen apa?”
~ Dika sambil menyodorkan secarik kertas berisi daftar lagu
“Mesen apaan? Lo kira di restoran!”
~ Fira
“Yup, that's right, Fira!”
~ Hani
“Gak, maksud gue kalian mau lagu apaan?”
~ Dika
“Ya....mending lagu ini aja!”
~ Fira
“Yes, mending lagu itu aja, Ka!”
~ Hani
“Jadi, lo mau jadi suara satu atau dua?”
~ Dika
“Gue suara satu aja deh!”
~ Fira
“Well, I think...yaah, gue jadi musisi aja deh!”
~ Hani
“Terus, mereka berdua?”
~ Dika
“Fanny jadi suara ke-dua aja, lo sama Mitha jadi suara satu!”
~ Fira


Yup, begitulah caraku kembali ke sini kelompok musik yang dibuat oleh siswa 9B.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 47 = Music! Part 2

Rabu, 12 Januari 2005.


“Pokoknya minggu depan, latihan tampil di depan”
~ Bu Vivi
“Ya, bu!”
~ Siswa 9B
“Baiklah semuanya, selamat pagi!”
~ Bu Vivi seraya keluar kelas


Semuanya kembali membicarakan penampilan musik minggu depan.

“Kira-kira kita bakal mantep gak ya...”
“Woy, Pak Wahid gak masuk”
~ Beberapa cewek di kelas

Pak Wahid adalah guru PLBJ/PLKJ.

“Horee--”
~ Semua siswa

Namun, tiba-tiba Max masuk ke kelas.

“Hah? ngapain Kak Max masuk?”
~ Beberapa siswa
“Sebenernya Kakak di sini jadi guru pengganti, tapi sekali-kali, boleh lah kita main games!”
~ Max

Kelas 9B kembali ribut.

“Tapi kakak mau tanya , kalian bakal ada penampilan seni musik, ya?!”
~ Max
“Ya, Kak!”
~ Semuanya serempak
“Hmmm...kalian udah nentuin lagunya?”
~ Max

Ada yang udah, ada yang belom.

“Kalo yang belom...mendingan siapin dari sekarang, daripada nanti kagok!”
~ Max
“Ya udah, sekarang mulai deh gamesnya!”
~ Max


Saat istirahat setelah pelajaran PLKJ (Yang diisi oleh 99,68% games dan 0,32% pelajaran)...

“Ngapain yak enaknya? Mending ke 9A deh!”
“Eh,Mi! Gue ikut ye!”

Di kelas 9A...

“Thia! Lo musik nyanyi lagu apa?”
“Emmm...Marcell - Firasat...sama That Should Be Me!”
~ Thia
“Nggg...Lo nyanyi itu...buat siapa?”
“Ih, Bukan buat siapa-siapa, kok!”
~ Thia sambil mendorong pelan Dyaksa
“Beneran?”
“Iya, bener!”
~ Thia
“Really?!”
~ Dyaksa menatap wajahnya Thia
“Eh, itu kan Dyaksa...sama Thia! Wah,wah,wah...bisa gawat nih!”
~ Dyon dalam hati
“Eh,ssshh! Dyaksa, lo ngapain berduaan sama Thia?”
~ Dyon
“Eh,ngg..gak kok,Kak! Gue cuma nanya Kak?!”
“Ya..ya udah, Dyaksa! Gue ke kelas dulu ya!”
~ Thia


“Icha ke mana ya?”
“Nyariin Icha? Tuh, di bangku taman!”
~ Thia
“Yeah!”
~ Fahmi langsung nyamperin Icha
“Hai, Cha!”
“Hai, Fah--”
~ Icha
“Hai, Fahmi!”
~ Vania tiba-tiba muncul, dan duduk di sebelah Fahmi
“Kenape jadi kayak gini lagi?”
~ Fahmi dalam hati
“Oh ya, Cha...lo minggu depan nyanyi gak?”
“Udah, emangnya kenapa?”
~ Icha
“Emmm...kira-kira, lo nyanyi apa?”
“Dia nanya ke siapa ya? Gue?”
~ Icha dan Vania dalam hati(bisa sama yak?)
“Apalah Arti Menunggu (by Raisa)!”
~ Icha dan Vania secara bersamaan
“What? Kalian kok bisa sama?Terus, Lagu Barat?”
“A Thousand Years!Eh--”
~ Icha dan Vania bersamaan (lagi!)
“Kok Vania/Icha bisa sama sih sama gue?”
~ Icha dan Vania dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 48 (VVota, mana VVota!) = Music! Part 3

Kamis, 13 Januari 2005. Pukul 12.30


Masih ada kelas PM beberapa saat lagi, namun semangat anak-anak 9B (yang asli!) masih berkobar (Jiah!), sebagian besar kelompok sudah menentukan lagu untuk penampilan (latihan) Seni Musik.

“Mi, lo lagunya apaan?”
~ Kina
“Yah, lo liat aja nanti pas penampilan!”
“Yah, Fahmi! Nih ya, gue kasi tau! Kelompok gue tuh lagunya Letto - Ruang Rindu sama Westlife - More Than Words”
~ Kina
“Lalu?”
“Iiih, Ami! Gue tanya, lagu kelompok lo apaan?!”
~ Kina
“Hmmm...tanya aja sama Dyaksa!”
~ Fahmi langsung pergi ke 9A


“Dyaksaaa! Lo nyanyi apa nanti?!”
~ Kina sambil menghampiri Dyaksa
“Tanya sama Fahmi aja deh! Gue mau ke kelas 9A!”
“Woy, Dyaksaaa--Aaaauw!”
~ Kina tiba-tiba merasa ada yang memukul dari belakang
“KINAAAAA! Duduknya di depan gue yaaa!”
~ Fatih
“IIIHHH! Apaan sih lo, naboknya kenceng banget!”
~ Kina

Gak perlu dijelasin... what will they do next!

“Emmm...Randy, liat dah! "Akur" amat ya mereka!”
~ Herpy menunjuk ke Fatih dan Kina
“Akur! Akur darimana? Mereka pukul-pukulan gitu...”
~ Randy
“Wah, nih anak suka banget nyiksa cewek...Padahal dia sendiri...heh...”
~ Randy
“Ini gak boleh dibiar--”
~ Randy hendak mengejar mereka berdua, namun ditahan oleh Herpy
“Udahlah, mereka kan emang kayak gitu!”
~ Herpy
“Tapi...Tapi, ah...Lo kenapa--”
~ Randy
“Kenapa...lo mau jadi pahlawannya Kina? Gitu?!”
~ Alika
“Ih, siapa juga sih yang sok pahlawan.”
~ Randy
“Gak usah sok kece deh lo!”
~ Alika
“Ya, terserah lo! Gue mau duduk, lo pergi ke kelas 9C!”
~ Randy berbalik badan

Alika menarik kerah bajunya Randy.

“Denger ya, gue ini mau nerima lo pas SD karena kasian sama lo!”
~ Alika
“Dan gue gak mau sama lo! Lagian kenapa lo harus maksa gue waktu itu?”
~ Randy
“Gue kasian lo caper ke cewek lain, apalagi sama gue!”
~ Alika
“Dih, lo kali yang keGe-eran! Udah ah, gue mau belajar!”
~ Randy

Alika langsung melepaskan genggamannya.

“Gue gak bakal mau tinggalin kelas ini sebelum lo mau ngasih gue sesuatu...”
~ Alika
“Heh, Sesuatu? Jangan ngarep deh!”
~ Randy
“Kalo gitu gue bakal ngasih lo sesuatu dan LO harus nerima...”
~ Alika kembali menarik kerah bajunya Randy
“Eh, apaan sih!”
~ Randy


“Eh, lo harus tau kalo-- Eh!”
~ Kina langsung sekejap melihat Randy dan Alika
“Napa? Eh...”
~ Fatih


“Kalo lo...harus nerima cinta gue...”
~ Alika

Alika langsung mencium keningnya. Kina dan Fatih (Apalagi si Randy!) langsung shock!

“Cemburu kan lo?”
~ Alika ,sambil tersenyum puas, seraya keluar dari kelas 9B
“A...”
~ Kina masih shock


“Buset, Randy! Lo kenapa mau dicium gitu?”
~ Herpy
“Eh,`ssssst! Ngomongnya jangan keras-keras!”
~ Randy
“Emangnya kenapa?”
~ Herpy
“...”
~ Randy menatap ke Kina
“...”
~ Kina membalas tatap ke Randy

Herpy (dan juga Fatih) melongok ke Randy dan Kina.

“Woyy! Nape bengong?”
~ Fatih
“Heh, Randy! Lo kenape?”
~ Herpy

Keduanya (Randy maupun Kina) langsung menghela napas.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 49 = Music! Part 4

Senin, 17 Januari 2005. Skip aja langsung ke sehabis pulang sekolah! (Narasi macam apa ini?!)


Waktu menuju ke penampilan sudah tinggal 2 hari lagi. Yah, mungkin ini saatnya untuk latihan yang serius. Di rumah Dyaksa...

“Coba deh lo nyanyi...”
~ Fahmi
“Okay!”
~ Dyaksa dan Faldi

Yah, sebenernya sih mereka itu nyanyi--

“Woy, jangan nge-spoil (ceritain)! Nanti jadi gak surprise lagi!”
~ Dyaksa


Tiba-tiba, HP-nya Daffa berbunyi.

“Daff, HP lo bunyi ya? Udah, angkat teleponnya!”
~ Pudol
“Hmmm...he? Rumah Dyaksa? mau dipake pengajian? Oke...”
~ Daffa terlihat sedang berbicara di HP.
“Siape?”
~ Dyaksa
“Emak gue! Katanya di sini ada pengajian...”
~ Daffa
“He? Kenapa emak gue gak bilang-bilang?”
~ Dyaksa
“Terus di mana kita latihannya?”
~ Fahmi
“Emmm...di mana ya?”
~ Dyaksa
“Ah! Di rumah Ditha aja! Soalnya gue udah bener-bener bikin penasaran mereka!”
~ Fahmi
“Maksud lo?”
~ Dyaksa
“Yah, mereka nanyain gue soal lagunya apa...yah, mungkin saatnya kita cerita!”
~ Fahmi
“Ya udah! Terus kita naik apa?”
~ Dyaksa
“Naik angkot lah, apaan lagi?!”
~ Fahmi
“Ya udah, cepetan! Sebelum rame di sini!”
~ Daffa


Mereka langsung naik angkot ke depan rumahnya Ditha (Ya iyalah, masa mau nabrak rumahnya!).

“Asalamualaikum!”
~ Fahmi
“*Knock Knock”
~ SFX Pintu diketuk
“Wa-alaikumsalam!”
~ Ditha
“Eh, kalian!”
~ Ditha
“Dit, gue sama kelompok gue...mau latihan bareng di sini! Boleh gak?”
~ Fahmi
“Oh, Boleh kok! Masuk aja!”
~ Ditha
“Hai!”
~ Kelompoknya Kina ikut menyambut


Semuanya langsung sibuk dengan urusan yang deadline-nya tinggal dua hari lagi.

“Oooh, jadi lagunya lo itu!”
~ Kina
“Iye!”
~ Fahmi
“Ih, lo bikin gue penasaran aja!”
~ Kina
“Bukan cuma lo kali, gue juga nih!”
~ Ditha
“Udah ah, oh ya! Ditha, gue pinjem Keyboard lo ya!”
~ Fahmi
“Eh, ya udah! Pake aja!”
~ Ditha
“Eh, Mi! Kapan dateng?”
~ Seorang cowok keluar dari kamarnya

Itu sih, Adeknya Ditha! Namanya Ghifa, dia masih SD.

“Ey, Ghifa! Apa kabar, kawan!”
~ Fahmi
“Baek, kok! Emangnya pada ngumpul di sini pada ngapain?”
~ Ghifa
“Yah, kerja kelompok lah!”
~ Fahmi
“Mau maen dulu gak? Maen Lost Saga?”
~ Ghifa
“Meh! Not now!”
~ Fahmi langsung duduk di depan keyboard


Fahmi memainkan keyboardnya dengan lihai, meskipun terjadi beberapa kesalahan.

“Mi, salah chord tuh!”
~ Ditha
“Eh, iya! Harusnya D Menor Minor!”
~ Fahmi sambil tepok pantat jidat
“Coba ulang!”
~ Ditha


Beberapa saat kemudian, giliran Kelompoknya Kina yang mulai latihan.

“Ey, ada yang salah liriknya!”
~ Dyaksa
“Eh, maap!”
~ Fatih
“Lo sih banyak dosa! Jadi salah terus kan!”
~ Kina
“Udah ah, Coba lagi!”
~ Fahmi


Mereka mengakhiri sesi latihan pada jam setengah 5 sore.

“Eh, udahan yuk!”
~ Kina
“Iya nih, mana mau ujan lagi!”
~ Fahmi
“Ya udah! Jadi lusa siap ya!”
~ Ditha

TO BE CONTINUED

[sunting] To Be Continued

Klik di sini untuk melanjutkan.

Peralatan pribadi