Jenglot

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Jenglotmap2

Persebaran Jenglot di seluruh dunia.

Jenglot adalah makhluk kecil berwarna coklat menjijikkan, rambutnya tak berbulu, tidak pernah bergerak karena badannya kering kerontang mirip daun kering. Jenglot biasa ditemukan di tanah, atap, selokan, bahkan di dalam batang pohon.
Pers jenglot

Persebaran jenglot

[sunting] Jenglot dan Darah

Jenglot menghisap darah yang menjijikan, biasa dipakai untuk menggantikan kantong darah dari PMI yg sudah rusak-rusak di puskesmas desa-desa pedalaman.

[sunting] Jenglot Sebagai Bahan Pangan Alternatif

Jeng-indo

Tempat yang tidak ada Jenglot di Indonesia.

Jenglot yg sudah kadaluwarsa membuat makanan fermentasi, seperti tempe (oleh jamur Rhizopus jenglotizae), jeng-kult (bakteri Jenglotacillus casei Jenglota strain), kecap bang-lot (Aspergillus jenglotii), jeng-ghurt (Jenglotacillus bulgaricus), keju jeng-kraft dll. Jenglot juga dapat dijadikan bahan pengganti untuk masakan nasi goreng jengkol saat pasar terendam banjir.

Jenglot dikembangbiakkan secara organik dan tanpa bahan pengawet, perasa, pewarna, pelembut, dan pewangi di Yakitate, Japan.

[sunting] Sifat Kimiawi

Jenglot merupakan senyawa campuran dari beberapa unsur yang tidak diketahui secara pasti, sehingga jenglot memiliki massa atom relatif yang tidak jelas, berkisar antara 150-15,000,000. Karena ketidakjelasan massa atom relatif inilah, jenglot dipercayai memiliki elektron dalam jumlah besar, hingga memiliki ratusan kulit pada setiap atomnya. Jumlah kulit yang tidak jelas ini membuat jenglot kadang-kadang berdaki (diindikasikan dengan tampak luar yang terlihat hitam legam seperti kain pel yang sudah lama tidak dibersihkan), kadang-kadang tidak. Kulit ini sering diolah menjadi berbagai produk kuliner seperti kerupuk kulit. Karena sifatnya yang relatif, rasa yang dihasilkan pun bervariasi dari rasa manis, asam, asin, hingga sensasi pahitnya kehidupan senja. Jenglot memiliki sifat asam yang sangat pekat, dengan pH sekitar -14. Karena sifat keasamannya ini, jenglot menjadi ditakuti banyak orang sehingga tak seorangpun mau mencicipinya, meskipun entah kenapa masih banyak dijumpai "nasi goreng jenglot" dijual di pinggir jalan. Para ahli mempercayai, jenglot yang sudah diolah dengan baik akan berubah warnanya menjadi hijau dan tidak berbahaya, meskipun masih dapat menimbulkan bau mulut yang "sedap". Sifat asam jenglot ini pula yang menyebabkannya dapat melakukan fermentasi makanan dengan waktu yang relatif singkat. Di pasaran mulai banyak ditemukan minuman keras dengan kadar alkohol sekitar 12,37993% hasil fermentasi jenglot tersebut. Beberapa di antaranya adalah Kajeng (Vodka Jenglot), Alot (Arak Jenglot), dan Sajeng (Sake Jenglot).


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Peralatan pribadi