Jayabaya

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Bouncywikilogosmall.gif
Untuk orang-orang yang tidak memiliki rasa humor sekalipun, bangsa(t) Wikipedia yang (sok) serba tahu mempunyai artikel tentang Jayabaya.
Gajah vs buaya.jpg

Jayabaya ketika berpacaran berkelahi dengan Gajah Mada.

Jayabaya adalah seorang raja kerajaan Kediri dan juga seorang dukun dan peramal terkenal. Selain menjadi raja, beliau juga membuka usaha sebagai dukun santet. Konon, leluhur dari Mama Lauren dan Ki Joko Bodo pernah menjadi muridnya. Beliau terkenal karena ramalannya yang berjudul Jangka Jayabaya. Tidak diketahui secara pasti kapan Jayabaya lahir. Tetapi, menurut prasasti Buaya Darat, beliau lahir ketika buaya dari KBS lepas dari kandangnya dan menyerang seluruh pulau Jawa. Oleh karena itu, orang tuanya menamainya Jayabaya, dimana dalam bahasa Jawa “baya” berarti “buaya”. Sedangkan menurut kitab Sotosiomay, Jayabaya merupakan hasil reinkarnasi dari buaya. Beliau bertahta mulai dari lahirnya Raden Suroyo Suryo, leluhur Roy Suryo hingga beliau wafat. Beliau sendiri wafat ketika sedang melihat buaya di Kebun Binatang Surabaya. Pada saat itu, ia tanpa sengaja masuk ke kandang buaya karena mengira kandang tersebut adalah toilet.

[sunting] Ramalan Jayabaya

Bouncywikilogosmall.gif
Ternyata Wikipedia telah mebuat Artikel tandingan yg judulnya sama, Untuk itu sebaiknya ada berhati2lah membuat Artikel sebab zombie Jimmy Wales selalu memantau Artikel yg dibuat anda lalu sang Jimmy mencoba untuk menyamai Judul Artikelnya. Ini Artikelnya Jayabaya.

Ramalan Jayabaya atau Jangka Jayabaya adalah salah satu karya Jayabaya yang paling terkenal selain kitab Kama Sutra terjemahan bahasa Jawa. Ramalan ini mengisahkan tentang keadaan Nusantara di masa depan. Menurut ramalan ini, di masa depan Nusantara akan mengalami masa kemunduran. Dimana pada masa itu, banyak korupsi dan masalah-masalah lain seperti seks bebas dan pemerintahan yang busuk di Nusantara. Namun, masa kemunduran tersebut akan berakhir setelah Nusantara dipimpin oleh Ratu Adil. Dalam ramalan Jayabaya juga disebutkan bahwa Nusantara akan dipimpin oleh No To No Go Ro. Tetapi, menurut ilmuwan ahli ramal dari Universitas Tololol Prof. Dolly Suryono, sebenarnya terdapat kesalahan penulisan dalam Jangka Jayabaya. Menurutnya, kata Notonogoro seharusnya ditulis Notodiprojo. Sedangkan menurut ilmuwan Rusia Profesor Roy Tukulov yang juga setuju dengan Dolly Suryono, yang dimaksud Ratu Adil adalah Roy Suryo. Pada masa pemerintahan Roy Suryo tersebut, Indonesia akan menjadi sebuah negara imperial.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Peralatan pribadi