Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Segel Republik Rio.png
Artikel ini disetujui dan dipantau oleh pemerintah Republik Rio
Pemerintah Republik Rio, menyatakan dengan ini, bahwa artikel Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio, telah disetujui oleh pemerintah dan sesuai dengan undang-undang Nomor 0 Tahun 1777. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio
Waktu: 2014
Tempat: Ciudad Rio, Republik Rio
Status: Berakhir dengan kemenangan pihak Republik Rio
Kombatan
Anak-anak Pondok Pesugihan Alamaaak/Rumah Kamasutra
Komunitas Terong-Terongan Republik Rio (minor)
Warpuz Backshirt.jpg WARPUZ (kemudian tidak berpartisipasi)
Barudak Tanpa Batas
Bendera Kota Ciudad Rio.png Pemerintah kota Ciudad Rio
Bendera Republik Rio.png Tentara Republik Rio
Bendera Republik Rio.png Kepolisian Republik Rio
Bendera Republik Rio.png Pemerintah Republik Rio
Satpol PP kota Ciudad Rio
Republik Rio Anti-Vandal Coalition
linnk=Tukulnesia Tentara Tukulnesia
Lambang FPMC.png Front Pembebasan Mesin Cuci
Pasukan Anak-Anak Manusia
Panglima
Kontolro Mangkoksop
Bapuk
Petinggi Barpas
Hidung babi sangak
Super Presiden
Ustad Point Blank
Pimpinan FPMC
Kekuatan Militer
200 Tentara Republik Rio
25 pasukan WMLF
3 kompi Pasukan Anak-Anak Manusia
20 anak-anak Ponpes Alamaaak
100 terong-terongan se-Republik Rio
20 anak-anak Barpas hasil didikan Barney
Korban
166 ditangkap
22 cedera
202 kena vandal
72 luka ringan
48 terancam budeg
2 kabur
“Saya kalau ketemu Pasukan Anak-Anak Manusia langsung lari saya pak, takutnya disuruh tobat sama dilarang menghina Super Presiden dengan kalimat telur busuk pak, kami sangat takut sekali....”
~ Salah satu perwakilan kaum vandal ketika ditanya wartawan
“Invasi ini membuat kami kehilangan tempat tinggal, dan kami mau tinggal di mana? Kami juga mau pemerintah serius melawan para vandal, tetapi janjinya mana???? Masak pemerintah kalah sama kucing???”
~ Seorang pengungsi ketika ditanya wartawan

Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio adalah sebuah invasi yang dilakukan oleh para vandalis dibantu terong-terongan di Republik Rio ke kota Ciudad Rio dan berusaha untuk melawan pemerintah kota tersebut. Kejadian ini berlangsung 2 bulan setelah Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio. Para terong-terongan, anak-anak Ponpes Alamaaak, dan anak-anak Barudak Tanpa Batas/Barpas disebut vandalis karena ketika mereka beraksi mereka suka mencoret-coret dan merusak apa saja. Invasi ini diawali oleh aksi penghinaan Super Presiden yang dilakukan anak-anak Barpas hingga terjadinya perang antara koalisi Pemerintah Republik Rio melawan anak-anak vandal tadi. Perang tersebut oleh media dinamakan The Great Battle of Ciudad Rio atau Perang antara Penghina Telur Busuk dan Anak-Anak Manusia Season Dua.

[sunting] Latar belakang

Perang ini terjadi karena pemerintah Ciudad Rio menetapkan peraturan daerah bahwa anak-anak punk diakui sedangkan kaum terong-terongan tidak dianggap di Republik Rio, dan pemerintah pusat baru saja menetapkan Undang-Undang Antivandalisme. Hal ini diperkuat dengan disahkannya program anti-kekerasan, permusuhan, dan vandalisme selama bulan Ramadhan di Qayyumnesia. Sebab pemerintah kota tidak menganggap terong-terongan karena keberadaan mereka dianggap bikin resek. Hal itu terjadi karena mereka menganut ajaran Alayisme. Adanya aturan tersebut membuat posisi para terong di Republik Rio terancam. Mereka pun akan melakukan beberapa aksi yang menentang pemerintah kota dan pusat. Mereka pun mengajak anak-anak Ponpes Alamaaak, yang sedang dibawa ke Tukulnesia sebagai hukuman karena mendukung para banci Taman Lawang dalam Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio, dan anak-anak WARPUZ yang baru saja mengalami kekalahan setelah perang melawan Tukulnesia. Mereka semua menyatakan perang terhadap pemerintah Ciudad Rio dan Republik Rio, yang dianggap mereka busuk, lalim, feodal, korup, dan semena-mena terhadap para terong. Tidak tahan disebut demikian, Super Presiden segera menyatakan kondisi kota dan negara dalam keadaan darurat perang. WARPUZ juga menganggap pemerintah telah melanggar perjanjian yang telah ditandatangani di Tukulnesia. Pemicu perang yang lain adalah insiden pelemparan pisang terhadap seorang petinggi Partai Anak-Anak Manusia yang dilakukan Kontolro Mangkoksop dan anak buahnya di perbatasan Uberlandia-Ciudad Rio pada tahun 2012, serta kerusuhan penonton pada pertandingan Primera División de Rio Oriental antara CA Ciudad Rio melawan Antioch CF yang ternyata didalangi oleh Mangkoksop juga. Kerusuhan tersebut dipicu karena Mangkoksop membawa unsur SARAh Azhari ke dalam sepak bola dengan menghina-hina ajaran Schumitheisme dan Heckisme selama pertandingan sehingga menimbulkan kerusuhan yang melibatkan anak buah Mangkoksop dengan para suporter dari kedua tim yang bertanding. Perang ini konon dipicu juga oleh peristiwa pendudukan stasiun televisi oleh para vandalis di kota yang sama.

Invasi yang dilakukan para vandal ke Ciudad Rio sudah diprediksi, salah satunya yaitu kitab Hikayat Hang Nyuci (salah satu kumpulan cerita urban legend di Republik Rio) revisi ke-100 halaman sekian, isinya menyatakan bahwa, "akan ada suatu kelompok perusak yang akan membuat kekacauan di negeri penggemar mesin cuci dan sebuah kelompok idola semua idola, dan mereka datang dari Barneytopia dengan membawa bebek bermesin, ataupun berjalan kaki. Mereka diramalkan akan membuat bencana di bumi, hingga seorang wanita super menetapkan kelompok ini sebagai provokator dari semua kejadian di bumi", serta di Primbon Mesin Cuci (salah satu buku sejenis Primbon Jawen), isinya menyatakan, "Kemudian para parasit itu menyerang sebuah kota bermesin cuci, dan akhirnya mereka dikalahkan oleh seorang ratu".

[sunting] Awal invasi

Pasukan terong bersama anak-anak Ponpes Alamaaak mengepung seisi kota dan melakukan teror di mana-mana. Salah satunya adalah anak-anak Ponpes Alamaak merusak beberapa fasilitas publik misalnya Gereja Qayyumisme dan sebuah ayunan di dekat Lapangan Burung, kemudian memvandal salah satu rumah di dekat seksigoga setempat. Sedangkan pasukan terong meneror kembali Istana Kepresidenan Republik Rio. Pasukan TRR berusaha menangkap dan meringkus mereka namun selalu saja gagal. Bahkan seorang aparat nyaris disiram cukrik oleh anak-anak Ponpes Alamaaak. Sambil mengucap kalimat misuh, mereka mengintimidasi aparat hingga pendengaran nyaris rusak. Seorang tentara TRR berhasil memukul mundur pasukan terong setelah mengucapkan "Ereccticotorra" dan membuat mereka terhipnotis dan akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Sialnya, mereka justru dibawa ke markas pusat pasukan terong karena mereka memiliki kekuatan khusus.

Pada hari selanjutnya, pasukan TRR bersiap siaga di tempat sepanjang hari. Namun pada saat malam hari, mereka berhasil mengacaukan ritual persepuluhan yang dilakukan anak-anak Ponpes Alamaak dengan pasukan terong. Akibat dari kekacauan tersebut, seorang tentara TRR kelelelahan setelah mengejar salah satu pasukan terong yang menaiki motor, namun seorang prajurit TRR berhasil memukul seorang santri Ponpes Alamaaak dengan jurus ala Habib Rese. Setelah memukul salah satu santri, mereka pergi ke Seksigoga untuk bersembunyi. Namun di perjalanan para rombongan mobil yang disupiri Mangkokbubur (penerus dari Kontolro Mangkoksop yang dieksekusi pemerintah) memisuhi para tentara lalu pasukan TRR menembaki mobil tersebut dengan senjata khas Point Blank, namun meleset terus dan mobilnya tidak hancur karena ditembak. Rombongan Mangkokbubur pun kabur dan menghilang dalam sekejap. Pasukan TRR pun tak kuasa menghadapinya. Setelah mengerjai tentara TRR, Mangkokbubur dan antek-anteknya melakukan vandalisme di daerah Kecamatan Syahreza dan salah satu daerah di perbatasan Ciudad Rio-Uberlandia.

Beberapa hari kemudian, pada saat hari pertama masuk sekolah di Republik Rio, pasukan TRR bersiap siaga di seluruh sekolah. Insiden sempat muncul ketika seorang prajurit TRR memergoki anak-anak berseragam SD yang sedang melakukan kegiatan persepuluhan di lapangan voli milik warga, kemudian setelah mengetahui ada pasukan TRR di sana, anak-anak tersebut melarikan diri dan langsung memisuhi prajurit tersebut. Ada kemungkinan anak-anak tersebut merupakan tentara bayaran pasukan terong yang akan menyerang pemerintah kota Ciudad Rio.

[sunting] Munculnya Ustad PB

Sesepuh ustad PB.jpg

Ustad PB yang dimaksud

Ditengah-tengah perang, Ponpes Alamaaak mengganti namanya menjadi Rumah Kamasutra. Meskipun namanya Rumah Kamasutra, namun Kamasutra yang dipakai malah memakai versi Barney dan dengan tambahan UU-ITE. Para kaum vandal masih sembunyi-sembunyi dalam melakukan vandalismenya, sedangkan aparat TRR berjaga-jaga di wilayah rawan. Beberapa hari kemudian, muncul sebuah video propaganda perang yang dibikin sebuah organisasi nonprofit yang bernama Republik Rio Anti-Vandal Coalition, di situs YouSup. Seorang yang mengaku-ngaku sebagai Ustad Point Blank dan berasal dari Sunda keturunan Tukulnesia memberikan ceramah yang dianggap menyerang kaum vandal tapi mengkritik pemerintah Republik Rio.

“Pepatah dari orang tua harus dituruti, kalau nggak dosa siah, dosa...... DOOOOSAAAAA....... Sekarang ini banyak vandalis-vandalis berkeliaran di Republik Rio, buat apa itu vandalis? Ada vandalis, bilangin ke pemerintah, tapi pemerintahnya kok malah diam saja.... Tangkap!!! Tangkap!!! Jaman sekarang banyak sekali vandalis, mau diapakan para vandalis nantinya???”
~ Ustad PB

Beberapa saat kemudian muncul video yang sama namun berisikan adegan mesum yang menceritakan tentang Dukun Axis sedang menyantet kaum vandal. Isi dari percakapannya adalah sebagai berikut:

Kegiatan WARPUZ.jpg

Orang-orang yang dimaksud korban vandalisme tadi

Korban vandalisme : Sekarang sudah banyak kaum vandal di negeri ini. Harusnya diolah, diolah, diolah!!! Bagaimana ini mbah, bantuin saya mbah, tolong digituin mbah sekalian di DIANCUK, di DIANCUK, di DIANCUK!!! Saya sebel sama mereka, gimana ini mbah? bantu saya dong mbah... jangan diam saja..... sok bantu saya mbah...

Dukun Axis : Ada apa ini? Datang nggak manggil-manggil saya... Ada apa manggil saya? Ada vandalis? Tenang, biar saya yang urus. TATAP MATA SAYA...... Mereka harus diolah... diolah... diolah....eh, tunggu dulu...... Siapa yang memvandal tembok dan meneriaki rumahmu???

Korban vandalisme : Tah..... yang ada di warung mbah.... lagi kumpul-kumpul sambil ngobrol dan pada bawa motor mbah... Kalau nama mereka sih nggak tahu mbah, pokoknya mereka yang bikin kacau desa kami mbah. Bantu saya dong mbah...

Setelah menonton video tersebut, Mangkokbubur beserta anak buahnya menyantet televisi yang menayangkan video tersebut lantas menggantinya dengan video Luna Maya versus Ariel. Setelah menontonnya, ia memerintahkan kepada para terong-terongan dan anak-anak Rumah Kamasutra untuk menyerang Ciudad Rio secara lebih brutal. Selain itu, ia akan mencari identitas siapa sebenarnya Ustad PB itu.

Keesokan harinya, sekelompok kaum vandal dari Kecamatan Nyamplung memvandal kuil Schumitheisme dan dan meneriaki rombongan jemaah tersebut dengan sebutan maling. Alasan kaum vandal tersebut tidak diketahui. Awalnya para jemaah ingin mengejar, namun tidak sampai karena kaum vandal tersebut main motor secara ugal-ugalan. Sementara itu, para pasukan vandal pimpinan Mangkokbubur sedang menyusun strategi untuk menyerang Ciudad Rio dan melakukan penyerangan ke beberapa gedung pemerintahan. Malamnya, pasukan TRR menggerebek tempat mangkal para kaum vandal di sebuah pos jaga, namun gagal total. Beberapa kaum vandal yang berada di pos jaga tersebut sedang merumuskan strategi bagaimana cara mengatasi Super Presiden, sembari makan soko, boto, gendol, papan, cagak, kabel, dan papan nama jalan Taman Lawang. Sambil meminum susu ulo secara rame-rame, mereka mendapati ada pasukan antivandal mendatangi markas mereka, lalu seketika mereka memisuhi pasukan tersebut sampai nyaris budeg. Pasukan antivandal pun lari ketakutan. Salah seorang pasukan antivandal sempat meneriakkan Ereccticotorra namun gagal. Akhirnya pasukan antivandal pun menarik diri dan pulang ke markas masing-masing.

[sunting] Menghilangnya Para Vandalis

Keesokan harinya, pasukan TRR mendapati banyak tempat mangkal para kaum vandal yang kosong pada malam hari, bahkan di markas Rumah Kamasutra tidak terdapat santri maupun pengajarnya. Akibatnya muncul pendapat bahwa para kaum vandal sedang merencanakan sesuatu. Seorang informan dari Sekolah Intel mendapatkan informasi bahwa para kaum vandal dan terong-terongan se-Republik Rio berencana akan pergi ke kepulauan Ryan Babel, Qayyumnesia untuk melakukan penjarahan dan pencurian senjata. Ia juga mengatakan bahwa para santri-santri Rumah Kamasutra mudik ke kampung masing-masing sembari menyebarkan paham kebencian di tempat tinggal mereka. Pemerintah langsung bereaksi dengan mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan Qayyumnesia. Isi suratnya adalah pemerintah Qayyumnesia harus siap siaga menghadapi kaum terong yang liar dan ganas, dan mencegah mereka untuk masuk ke pulau tersebut. Namun kenyataannya para kaum vandal tidak ada di daerah Ryan Babel. Mereka justru tetap berada di Ciudad Rio dan tetap saja mengganggu keamanan Ciudad Rio.

Pada saat lebaran, pemerintahan Republik Rio dipindah sementara ke kota Villa Ghaida selama 3 hari 2 malam untuk mengantisipasi serbuan kaum vandal. Setelah itu, pemerintahan dikembalikan lagi ke Ciudad Rio. Beberapa hari kemudian, para kaum vandal masih berkeliaran di Ciudad Rio. Pasukan TRR pun dibuat kewalahan menghadapinya. Di saat yang bersamaan, pemerintah Ciudad Rio membentuk satuan khusus yang bernama Ciudad Rio Anti-Vandal Task Force dengan bantuan logistik dari Republik Rio Anti-Vandal Coalition. Tugas utama dari satuan khusus ini adalah memerangi dan mengatasi para kaum vandal dan kaum terong yang membuat ketidaknyamanan di kota tersebut.

[sunting] Para Vandalis Muncul Lagi

Setelah lebaran, para vandalis pun menunjukkan aksinya lagi. Salah satu ketua mereka meneror dan menyerang rombongan mudik dari Villa Ghaida. Akibat dari penyerangan ini, 1 kaum vandal cedera, dan 20 pemudik mengalami luka-luka, dan 10 aparat luka parah karena terkena bom seks. Di saat yang bersamaan seorang aparat dan seorang pemudik sedang mencegat seorang pengendara mobil yang diduga provokator dari penyerangan ini.

Vandalis dimarahi.jpg

Seorang pemudik sedang memarahi kaum vandal

“Ada apa, ini, hah?”
~ Vandalis
“SIA NANAONAN!!! NANAONAN!!! NANAONAN!!! NANAONAN!!! Sia nanaonan vandal nagara aing, hah???”
~ Seorang pemudik yang lagi ngamuk
“Ampun om.... saya tidak bermaksud memvandal daerah anda, ampuni saya om...”
~ Vandalis
“Ya udah, saya tangkap sampeyan karena melakukan kekacauan dengan meneriakkan telur busuk kepada para pemudik! FUCK YOU!”
~ Seorang pasukan TRR

Akhirnya si penghina tersebut dibawa ke poskamling setempat untuk diadili.

Rapat para vandal.jpg

Para vandal sedang melakukan rapat untuk menyerang Ciudad Rio dan sekitarnya

Tiga hari kemudian, para vandalis melakukan aksinya secara sembunyi-sembunyi untuk menghindar dari pantauan tentara pemerintah. Beberapa aksi mereka ternyata diketahui oleh seorang anggota TRR, bahkan berhasil memotret kegiatan rapat yang dilakukan para vandalis di markas mereka. Beberapa saat kemudian, terjadi peperangan kecil antara kaum terong dengan tentara TRR. Para terong melempar terong busuk, soko, boto, dan gendol ke arah tentara, sedangkan tentara tidak berkutik karena senjata yang mereka gunakan tidak mempan. Keesokan harinya, foto rapat para vandal muncul di koran-koran, bahkan muncul pula di Bobokep. 3 Hari kemudian, seorang warga yg diketahui bernama dikraoops avanzanya dicegat oleh para vandalis yg memakai accord bekas saat mudik di perbatasan Rio Sebelah Barat Dan Vienny. Mobil dikra dikejar-kejar sampai akhirnya mobil para vandalis menabrak pohon, jatuh ke jurang, dan meledak

[sunting] Penyerahan diri (sementara) Rumah Kamasutra

Beberapa minggu kemudian, entah kenapa Rumah Kamasutra mengumumkan bahwa mereka menyerah dan tidak akan masuk ke dalam kelompok vandalis yang berperang melawan pemerintah. Mereka pun berjanji dan meminta maaf ke pada seluruh masyarakat Ciudad Rio, kemudian mereka berjanji tidak akan memvandal kota itu lagi, mengakui Super Presiden Rioma Irama sebagai presiden Republik Rio, dan mengucapkan kalimat hinaan itu lagi kepada Presiden. Setelah pengakuan tersebut, Rumah Kamasutra mengganti ajarannya dari Kamasutra versi Barney menjadi Kamasutra versi Mulan Jameelah, serta mengakui Mulan-lah yang paling seksi.

[sunting] Penyerangan Beruntun

Setelah perjanjian damai antara pemerintah dengan Rumah Kamasutra, pengamanan kota terhadap para terong terus berlanjut. Penyerangan kembali terjadi ketika ketiga anak vandal menyerang rombongan tagoni Ciawitali pasukan pemerintah. Usaha pasukan pun gagal karena mereka diketahui adalah ketiga tuyul yang dipelihara seorang vandalis. Sehari kemudian, seorang anggota TRR berhasil menyerang mobil milik Mangkokbubur, dan meneriaki mobil terebut dengan kalimat "Templat:Patotoai". Setelah dihina, mereka pun kabur entah ke mana. Setelah aksi tersebut, tentara memperketat pengamanan di dalam kota, di perbatasan kota, dan di kota-kota lainnya. Bahkan pertandingan sepakbola antar kelurahan di Ciudad Rio dijaga sangat ketat.

[sunting] Penggerebekan yang gagal

Cencorbar.jpg

Seorang tentara TRR diberi kalimat misuh dan divandal "alatnya", tapi adegannya disensor

Beberapa minggu kemudian, ketika para terong beristirahat dari perang untuk semedi sekolah di tempat mereka masing-masing (seperti Sekolah Gendeng, SMP ASBS, dll.), kini giliran para vandal cilik beraksi di pusat kota Ciudad Rio. Para vandal cilik yang dididik oleh para terong melakukan kegiatan persepuluhan di depan sebuah sekolah (tepatnya di SD Petruk 13). Tentara TRR dibantu Satpol PP kota Ciudad Rio melakukan sweeping di beberapa tempat yang disinyalir ada vandalisnya. Satpol PP pun berhasil menggerebek salah satu warung yang dipakai para vandalis untuk melakukan persepuluhan, namun mereka malah diberi kalimat misuh dan diberi ketupat Bengkulu oleh para vandal. Akibatnya, perang kecil-kecilan pecah antara vandal cilik melawan Satpol PP. Anak-anak vandal yang sebelumnya diberi indera keduapuluh oleh Mangkoksop akhirnya menang dalam perang kecil ini. Para Satpol PP dan tentara TRR kabur ke seksigoga untuk bersembunyi, sedangkan para vandalis kembali ke markasnya masing-masing.

Setelah kasus terebut, pemerintah kota Ciudad Rio membuat aturan terbaru, yaitu apabila ketemu dengan salah satu anggota vandalis atau anak-anak vandal tadi, maka harus cepat-cepat ditangkap atau apabila menyentuh mereka, maka diharuskan untuk cuci tangan sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan air tanah sampai bersih. Aturan tersebut mulai berlaku keesokan harinya.

Keesokan harinya, Satopl PP kembali melakukan sweeping di beberapa sarang vandalisme, dan mereka berhasil menemukan tempat para vandal cilik berkumpul, dan lokasinya tidak jauh dari tempat penggerebekan kemarin, yaitu belakang SD Petruk. Melihat Satpol PP masuk daerah dengan asal, para vandal cilik pun melakukan perlawanan dengan adu misuh. Satpol PP yang tidak bisa misuh pun berusaha melawan dengan fisiknya, namun mereka malah budeg karena keseringan dimaki-maki. Para Satpol PP pun tidak bisa bertahan lagi. Setelah Satpol PP yang kalah, kini giliran pasukan TRR yang menyerang para vandal. Berbekal senjata minim, pasukan TRR melakukan serangan balik, namun mereka tidak bisa menandingi para vandal cilik yang memiliki kekuatan yang sama dengan Mad Dog. Penyerangan berakhir dengan munculnya seorang guru, yang disangka para vandalis sebagai Mulan Jameelah, musuh mereka. Tidak ada yang menang dan kalah dalam perang kecil jilid dua ini. Pada saat pergi ke markas Satpol PP, mereka mendapat informasi dari seorang penjaga Stikri Huis bahwa daerah sekitaran tempat markas para vandal tersebut merupakan sebuah kawasan terlarang yang disebut "Daerah Teritori Vandal". Kawasan itu didirikan sepenuhnya oleh para vandalis dan beroperasi pada pukul 07.00 sampai 14.00 siang. Setelah gagal dalam penggerebekan ini, Panglima TRR memerintahkan kepada para prajuritnya untuk melakukan penjagaan ketat dan apabila dalam penggerebekan gagal lagi untuk ketiga kalinya, mereka berjanji akan menambah pasukan dari daerah lain, mendatangkan ARTVANGAL dan kalau sanggup, Chuck Norris, untuk mengatasi para vandal itu.

Untuk ketiga kalinya Satpol PP menggerebek sarang vandalisme, dan masih di tempat yang sama. Demi memuluskan rencana razia terhadap vandalisme, mereka mengundang Detasemen Khusus Anti-Vandalisme, yang berisikan pasukan sejenis dari Miqradznesia dan anggota-anggota ARTVANGAL. Sayangnya Satpol PP gagal mengundang Chuck Norris karena dikabarkan dia sedang ngidol. Penggerebekan pun dijalankan dan hasilnya mencengangkan, semua anak-anak vandal ditangkap dan setelah jam belajar di SD Petruk selesai mereka akan diinterogasi oleh intel setempat. Satpol PP telah menyita beberapa barang bukti, diantaranya cukrik, buku Menyerang Sekolah Lain, selebaran Surat Jamilah yang dicorat-coret, dan beberapa makanan kecil. Setelah penangkapan para vandalis, keamanan Ciudad Rio diperketat lagi, bahkan pengamanannya sudah sampai ke kota sebelah.

[sunting] Vandal Strikes Back

Para vandalis cilik yang sudah tertangkap kemudian diinterogasi oleh intel, namun mereka malah kabur dengan cara berlari atau teleport. Pasukan TRR dan Detasemen Khusus Anti-Vandalisme langsung menyisir lokasi-lokasi yang diduga merupakan tempat persebunyian anak-anak vandal. Pasukan terus mengejar dan memburu mereka hingga tertangkap kemudian dijadikan sate ditahan di kantor Satpol PP. Setelah subuh, satpol PP masih saja mencari para vandalis, sampai kelelahan. Kelelahan aparat tersebut dimanfaatkan anak-anak itu untuk melakukan vandalisme di sekitaran SD Petruk. Siang harinya, mereka menghasut dan menyuap beberapa pasukan TRR yang berjaga di sekitaran daerah itu, lalu kemudian mencegat kemudian memvandal sebuah bis yang berisikan para pemain bola basket dari klub CB Anggie Municipal. Supir bis tersebut tidak bisa mengendalikan bisnya, hingga bus tersebut hampir hancur karena dipisuhi anak-anak vandal. Bis tersebut akhirnya bisa keluar dari daerah tersebut dalam keadaan memprihatinkan. Tidak tahan diserang, pasukan Satpol PP dan Densus Anti-Vandalisme menyerbu daerah terlarang, meskipun diwanti-wanti untuk tidak melintasi atau masuk daerah itu karena bisa membahayakan fisik dan mental. Mereka malah kalah bersaing dengan ilmu sihir yang dikeluarkan oleh para vandalis tersebut. Para vandalis pun berpesta ditengah-tengah penderitaan para pasukan TRR dan pemerintah yang dianggap busuk. Setelah perang, pemerintah Republik Rio melakukan rapat darurat dengan dewan kota Ciudad Rio, dan hasilnya sebagai berikut :

  • Pemerintah akan mendatangkan pasukan khusus antivandalisme dari Tukulnesia, mendatangkan pasukan Densus 93, mengundang pasukan dari Ezraelnesia, laskar Front Pembela Idol 48 atau FPI48, dan apabila berhasil, mengundang Chuck Norris lagi untuk menetralisir keadaan.
  • Apabila sampai akhir tahun invasi para vandalis ke Ciudad Rio berlanjut, besar kemungkinan ibu kota legislatif dan eksekutif Republik Rio akan dipindahkan semuanya ke Villa Ghaida.

Prihatin dengan aksi vandalis yang edan nggilani, sekelompok orang di beberapa kota di Republik Rio seperti Presidente Melody, Ciudad Naomi, Ciudad Snglet, dan Villa Ghaida melakukan unjuk rasa ke kantor Republik Rio Anti-Vandal Coalition dan gedung pemerintahan setempat. Mereka mengecam aksi yang dilakukan para vandalis itu. Dengan membawa selebaran, mereka menuntut pemerintah untuk tidak mau kalah dengan para vandal dan mengusir mereka jauh-jauh ke Dunia Gendeng.

“Sudah terlalu banyak kaum vandal di republik ini, kuduna mah disantet dibanned! dibanned! dibanned! sakalian isdetan bawa tah ka Timur Tengah, bareng ISIS...... Kumaha pamarentah teh, teu serius?”
~ Seorang pengunjuk rasa dari Sutisna, Qayyumnesia
“Kami orang-orang Presidente Melody, menolak invasi dan vandalisme yang dilakukan para vandalis ke kota Ciudad Rio! #PrayForCiudadRio
~ Isi spanduk dukungan terhadap rakyat Ciudad Rio
“Saya mewakili rakyat Rio Sebelah Barat menolak dan mengutuk serangan kaum vandal di kota Ciudad Rio”
~ Syahreza Asin Lilin Mbok, gubernur Rio Sebelah Barat

[sunting] The Great Invasion

Tembok kena vandal.jpg

Salah satu hasil dari The Great Invasion yang dilakukan anak-anak Barudak Tanpa Batas di daerah Ciudad Rio

Beberapa saat kemudian, sebagian vandalis cilik beraksi lagi dengan menduduki lapangan bola di kampung setempat, dengan dalih bermain bola dan mengejar layangan, padahal mereka malah melakukan kegiatan persepuluhan, upacara ala Barney, dan melakukan rapat dengan tujuan menjungkalkan pemerintahan kota Ciudad Rio. Tidak tahan menghadapi mereka, pasukan Satpol PP melakukan razia mendadak, namun gagal total karena para vandalis cilik mengetahui razia ini dan kabur ke rumah penduduk dengan cara menembus tembok. Razia tersebut dilaksanakan setiap hari.

Beberapa hari selanjutnya, para terong-terongan Ciudad Rio sedang melakukan rapat dadakan di markas mereka. Mereka semua mengetahui adanya kabar bahwa Republik Rio akan mengikuti Pekan Singlet Nasional Qayyumnesia 2014. Salah satu hasil yang dibicarakan pada rapat terebut adalah mereka bersama vandalis cilik akan mengacaukan pelaksanaan Pekan Singlet Nasional di kota Ciudad Rio. Mereka akan melaksanakan rencana terebut beberapa hari sebelum pekan berlangsung. Rencana tersebut ternyata didengar oleh seorang intel suruhan TRR yang menguping dengan cara menyamar sebagai tukang nasi goreng. Sepulang dari markas para terong, intel tersebut melapor kepada Menteri Perintelijenan, dan beberapa menit kemudian, Menteri menyuruh kepada seluruh tentara TRR dan para sukarelawan antivandalisme untuk mengawal dan menjaga pelaksanaan Pekan Singlet Nasional. Selain itu, ia juga menyuruh para intel untuk menyelidiki asal-usul para vandalis cilik. Dua hari kemudian, muncul kabar bahwa para vandal cilik membentuk organisasi yang bernama Barudak Tanpa Batas atau Barpas, dan didirikan untuk mengacaukan kota Ciudad Rio dan menggulingkan Super Presiden. Mereka juga dikabarkan siap memvandal beberapa tempat umum, mengacaukan beberapa event, mendukung Mangkoksop dengan Barney (atau Mangkokney) menjadi gubernur region Rio Sebelah Timur, mengacaukan pelaksanaan Pekan Singlet Nasional Qayyumnesia 2014, dan membudayakan antri vandalisme. Organisasi tersebut sangat membenci Super Presiden dan sang ratu Mulan Jameelah.

Aksi mereka dimulai pada saat Pesta Rakyat Ciudad Rio, yang berlangsung di Lapangan Burung. Mereka siap menginvasi pesta rakyat ini meskipun kekuatan pasukan mereka tidak lebih dari 20 orang. Pesta ini dikawal ketat oleh Detasemen Khusus Anti-Vandal dan pasukan TRR. Acara pesta tersebut berjalan lancar, namun pada saat sambutan Gubernur Rio Sebelah Timur, teriakan vandal pun muncul dari seorang pengawal Super Presiden, ia melihat anak-anak Barudak Tanpa Batas melakukan kekacauan dengan menghina Super Presiden secara frontal, dan pasukan Densus Anti-Vandal melakukan pengepungan hingga perang kecil terjadi. Namun sayang, pasukan Densus Anti-Vandal dan TRR malah diserang balik dan akhirnya sempoyongan setelah ditembakkan sesuatu oleh anak-anak Barudak Tanpa Batas. Pasukan tersebut mengancam akan melakukan pembalasan lagi dengan mendatangkan Mulan Jameelah dan Chuck Norris. Setelah mendengar kabar bahwa pasukan Densus Anti-Vandal diserang vandalis, pemerintah Republik Rio akhirnya akan mengundang pasukan tambahan dari Ezraelnesia, mendatangkan Chuck Norris, dan melakukan serangan secara diam-diam, pada saat Pekan Singlet Nasional.

Pada Pekan Singlet Nasional, Republik Rio diikutkan pula dalam pekan ini. Seluruh warga diwajibkan menggunakan singlet saat beraktivitas. Pelaksanaannya diawasi langsung oleh Badan Intelijen Republik Rio dan Republik Rio Anti-Vandal Coalition. Setelah pelaksanaan Pekan Singlet Nasional, diketahui bahwa sebagian penduduk Republik Rio belum paham aturan penggunaan singlet, bahkan para terong dan vandal cilik pun ogah memakai singlet. Sebagai bentuk perlawanan, para vandal cilik berunjuk rasa di depan kantor Distrik Rio Capital Region. Mereka menolak aturan itu dengan alasan "aturannya tidak masuk akal" dan memberatkan dikarenakan harga sepotong singlet di Ciudad Rio dianggap mahal (padahal di Ciudad Rio, singlet dibagikan secara gratis dan harganya disubsidi pemerintah). Setelah unjuk rasa, mereka malah menghilang dengan cara teleport, padahal para pasukan Densus Anti-Vandalisme bersiaga di tempat.

[sunting] Ancaman Berikutnya

Beberapa hari setelah Pekan Singlet Nasional berakhir, muncul fatwa yang dikeluarkan Gereja Qayyumisme bahwa "Kita dilarang berjabat tangan dengan para terong-terongan vandal ataupun vandalis cilik, karena apablila itu terjadi, maka kita sama saja dengan mereka". Fatwa tersebut tidak hanya dikeluarkan pihak Qayyumisme saja, beberapa aliran seperti Heckisme, Jameelahsime, dan sejumlah organisasi mendukung fatwa tersebut. Akibat dari fatwa tersebut, eksistensi Barudak Tanpa Batas semakin terancam. Mereka mengancam akan menduduki lapangan Ciudad Rio dan melakukan aktivitas persepuluhan dan upacara Shitanisme dengan kedok bermain layang-layangan di lapangan tersebut. Sembari melontarkan kalimat misuh terhadap pemerintah, mereka meminta pemerintah Ciudad Rio mengakui terong-terongan. Ironisnya pasukan TRR dan Densus Anti-Vandalisme tidak bisa mengendalikan mereka karena para vandal cilik tersebut memasang jebakan betmen di sepanjang jalan. Setelah akses ke lapangan diblokir, pemerintah merencanakan akan mendatangkan pasukan-pasukan dari Tukulnesia (asalnya mereka mengundang pasukan dari Ezraelnesia namun ditolak) untuk menjaga keamanan.

[sunting] Battle of Ciudad Rio

Para jemaah Rumah Kamasutra yang sebelumnya mendukung pemerintah Republik Rio, akhirnya kembali memihak kepada para vandalis dan kembali mengulangi perbuatannya lagi. Hal tersebut dikarenakan adanya propaganda yang dilancarkan pihak vandalis cilik melalui kalimat hinaan. Pasukan patroli TRR dan Densus Anti-Vandalisme dibuat keteteran dan dijadikan sasaran bully oleh para jemaah Rumah Kamasutra. Sebagai ganjarannya, mereka menyerbu gedung Rumah Kamasutra, dan akhirnya perang kecil-kecilan yang disebut Battle of Ciudad Rio terjadi. Perang tersebut dipicu ulah anak-anak Rumah Kamasutra yang meneriaki tentara dengan kalimat terlarang dan berbuat vandal di markas Densus Anti-Vandalisme. Perang tersebut melibatkan sekitar 100 tentara TRR dan 20 anak-anak Rumah Kamasutra dengan bantuan 20 anak-anak Barudak Tanpa Batas (dalam wujud makhluk astral). Perang yang berlangsung selama 30 menit tersebut mengakibatkan 20 tentara TRR tuli dan seorang anak Rumah Kamasutra cedera. Kerugian dari perang tersebut diperkirakan mencapai PRR 1000. Perang ini diakhiri dengan pelemparan alat semacam penangkal jin kepada para vandal cilik oleh pasukan Densus Anti-Vandalisme ketika mengejar layangan putus. Setelah dilempar, para vandal tersebut lari, namun dicegat pasukan TRR bersinglet. Setelah perang kecil-kecilan tersebut, pemerintah Republik Rio resmi memasukkan organisasi Barudak Tanpa Batas dan pondok Rumah Kamasutra sebagai organisasi terlarang di negara ini.

Sementara itu, pemerintah Region Rio Sebelah Timur berencana akan memindahkan ibukota region tersebut sementara dari Ciudad Rio ke Uberlandia pada 21 Desember 2014, apabila invasi kaum vandal masih terus terjadi hingga bulan November 2014. Uberlandia merupakan kota terbesar kedua di region Rio Sebelah Timur. Setelah menang perang kecil-kecilan, Pemerintah Republik Rio bersama Ciudad Rio Anti-Vandal Task Force kemudian mendirikan Badan Nasional Penanggulangan Vandalisme, atau disingkat BNPV. Kantor BNPV rencananya akan beralamat di kota Nuevo Laksani. Team Nuevo Patio pun siap sedia dengan menempatkan pasukan di sekitar perbatasan Ciudad Rio-Ciudad Dikra.

[sunting] Terdesaknya Para Vandal

Tiga hari kemudian setelah peresmian Badan Nasional Penanggulangan Vandalisme, pemerintah kota Ciudad Rio dibantu pemerintah Republik Rio membuat peraturan-peraturan baru yang isinya antara lain:

  • Tiga orang pasukan Densus Anti-Vandalisme dipasang di setiap kecamatan.
  • Pengamanan di batas kota diperketat.
  • Pasukan dari Tukulnesia diundang.
  • Tiap kecamatan harus mempunyai alat pendeteksi vandal dan pentungan minimal empat.
  • Pemerintah akan mengundang laskar Front Pembela Idol 48 atau FPI48.
  • Memberlakukan jam malam (yaitu warga Ciudad Rio dilarang keluar rumah dari jam sepuluh malam sampai jam empat pagi, kecuali penganut Rhomairamaisme, pasukan Densus Anti-Vandalisme, dan petugas ronda).

Sehari setelah pemberlakuan aturan tersebut, gerak-gerik terong-terongan dan organisasi Barudak Tanpa Batas mulai dibatasi, bahkan rencana invasi besar-besaran yang akan dijalankan gagal total. Akibatnya, mereka tidak bisa seenaknya lagi memvandal daerah Ciudad Rio.

Keesokan harinya, aturan tambahan mulai diberlakukan. Hasilnya para vandal cilik tidak bisa melakukan aksi vandalnya di kota itu, meskipun para terong masih berkeliaran. Pasukan Tukulnesia bersiap siaga dengan cara berbaur dengan masyarakat, seperti menjadi tukang sayur, bersembunyi di lemari, bahkan pura-pura jadi tong sampah (saking ndesonya). Sistem perintelan mulai berjalan mulus. Selain memberlakukan peraturan baru, pemerintah kota Ciudad Rio dibantu Perguruan Intel memasang banyak kamera CCTV di beberapa daerah rawan vandal, rawan bencong, tempat nongkrong para terong, bahkan di dalam WC umum. Team Nuevo Patio mengawasi para vandal dengan mengemudi bebas disekitar Republik Rio. Densus Anti-Vandalisme menyusun strategi dengan TNQ (Tentara Nasional Qayyumnesia). Malamnya, Sersan Adang mengebut ke Markas Densus Anti-Vandalisme Untuk Memberi Tahu Bahwa ini adalah ulah vandal spring breakers yg dipimpin Si V

[sunting] Vandal Strikes Back (again)

Poster sayang Bandung versi vandal Ciudad Rio.jpg

Selain memberlakukan aturan jam malam, pemerintah Ciudad Rio juga membuat poster "Sayang Bandung" versi para vandal yang mukanya telah disensor.

Pemberlakuan aturan-aturan tersebut disikapi sangat baik oleh para warga Ciudad Rio, namun aturan tersebut malah dimanfaatkan para vandal cilik untuk menyerang pasukan pemerintah Republik Rio lagi. Para vandal cilik bersiap-siaga menghadapi pasukan Densus Anti-Vandalisme dan prajurit TRR. Sambil meminum cukrik dan jangkrik, para vandal cilik bersiap menghadapi musuh besar mereka. Dengan kekuatan misuhnya, mereka melakukan perang kecil-kecilan dengan aparat. Pasukan TRR berlarian mengejar mereka hingga ngos-ngosan. Selain mengejar para vandal cilik, tentara TRR juga merazia tempat-tempat yang disinyalir menyembunyikan para vandalis. Hasil dari razia tersebut adalah pasukan TRR hanya menangkap tiga orang saja. Perang kecil-kecilan tersebut akhirnya dimenangkan oleh para vandalis cilik karena pasukan TRR semuanya babak belur setelah dihadiahi ketupat bengkulu dan diapa-apain bagian pribadinya. Para vandal cilik pun mengancam kepada pemerintah kota Ciudad Rio dan pemerintah Republik Rio berikut Super Presiden. Isi dari ancaman tersebut adalah mereka akan melakukan vendetta vandalisme massal dan melakukan pemberontakan besar-besaran terhadap pemerintahan yang berkuasa dan mendirikan negara baru yang belum diberi nama. Demi memuluskan pemberontakan, mereka akan bekerjasama dengan organisasi vandal yang sudah eksis terlebih dahulu, yaitu PVT (Perusahaan Vandalisme Tolololpedia) dan Tolololpedia's Vandalism Inc.. Setelah mendengar ancaman tersebut, Pemerintah Republik Rio menyatakan bahwa kota Ciudad Rio mengalami kejadian luar biasa vandalisme (KLB Vandalisme). Setelah pengumuman darurat vandalisme, pemerintah dan Badan Nasional Penanggulangan Vandalisme resmi mengeluarkan rencana terakhir untuk mengakhiri invasi kaum vandal ke ibukota Republik Rio.

Isi dari rencana terakhir pemerintah yaitu:

  • Pemerintah akan mendatangkan pasukan dari 7 negara, 2 benua, dan 2 alam, yaitu Tukulnesia, Miqradznesia, Qayyumnesia, Madurapura, Wardinesia, Rusia, dan Dunia Gendeng.
  • Menyediakan peralatan militer canggih yang disiapkan apabila pemberontakan dan perang besar terjadi.
  • Mengundang para banci Taman Lawang untuk menipu para vandalis cilik dan para terong.
  • Memindahkan ibukota distrik Rio Capital Region ke kota Malabar.
  • Menambah jam malam menjadi pukul 21.00.
  • Mengundang jago-jago silat, yaitu Chuck Norris dan Mad Dog.

Beberapa hari setelah pengmuman rencana terakhir pemerintah, Barudak Tanpa Batas dan anak-anak asuhan mereka dari SD Petruk 13 melakukan long march ke perbatasan distrik RCR dengan Uberlandia untuk menolak Undang-Undang Antivandalisme dan mendukung hukuman kebiri sabagai pengganti hukuman dilempar mesin cuci yang dikeluarkan pemerintah karena menurut mereka, vandalisme adalah kreativitas dan termasuk bagian dari rencana organisasi mereka. Selain melakukan jalan-jalan dan melaksanakan tugas olah tawa raga dari sekolah, mereka juga mencegat dan nyaris memisuhi bis pengangkut tim sepak bola CA Lavadora Afgan yang sedang melakukan refreshing di kota Ciudad Azul. Akibatnya, bis yang ditumpangi terpaksa putar balik. Setelah kejadian tersebut, Kementerian Perhubungan Republik Rio melarang bis-bis pengangkut tim olah raga dan bis tujuan Tukulnesia untuk melewati kota Ciudad Rio. Selain itu, pemerintah mengharuskan pemilik mobil pribadi untuk segera mencuci mobilnya atau membungkus mobil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Beberapa hari setelah pengumuman rencana terakhir pemerintah, para terong-terongan memutuskan untuk tidak ikut membantu vandal cilik dan memvandal kota Ciudad Rio lagi karena mereka telah menunjuk Kontolro Mangkoksop yang sudah bangkit dari kubur sebagai panglima perang melawan pemerintah Republik Rio. Mereka juga memutuskan untuk tidak ikut-ikutan dalam invasi ini.

Para pasukan Densus Anti-Vandalisme menyisir lokasi-lokasi di Ciudad Rio untuk melakukan razia anak begajulan dan razia muka jelek. Aksi yang dilakukan pasukan tersebut diketahui oleh pimpinan Barpas. Mereka bersiap-siap untuk menyerang Densus Anti-Vandalisme yang dianggap keterlaluan karena dianggap representasi dari pemerintah Republik Rio yang mengharamkan vandalisme, melarang anak dibawah umur (15 tahun) kebut-kebutan dan membatasi musik skatepunk (Di Republik Rio, musik skatepunk hanya diperuntukkan kepada anak 17 tahun keatas). Mereka akhirnya menimpuk para anggota Densus Anti-Vandalisme dengan benda yang diaji-aji, misalnya batu, sate jamu, kaleng semprot, dll. Sesudah menimpuk anggota Densus, mereka mengancam akan menduduki Istana Kemesincucian Republik Rio dan menyatakan perang terhadap pemerintah Ciudad Rio dan Republik Rio. Setelah mendapat penghinaan mendalam dari para vandal, pasukan Densus Anti-Vandalisme pulang dengan tangan hampa. Setelah peristiwa memalukan tersebut, pemerintah akhirnya bertindak dengan melaksanakan rencana terakhir, yaitu berperang melawan para vandalis. Lagi-Lagi,Sersan Adang Dari Team Nuevo Patio Mengatakan Bahwa V dan geng vandal SB(Spring Breakers) menguasai Presidente Melody dan memvandal sekaligus merampok bank lokal. Rencana penyerangan dilakukan. Team Nuevo Patio menyerang dari arah Garut, Sedangkan Densus Anti-Vandalisme menyerang dari Pintu Tol Nuevo Patio. Grevzert TV4 Sampe di breaking news karena studionya di Ciudad Dikra.

[sunting] Peperangan dimulai

Penyerangan Di Presidente Melody Berakhir dengan pembebasan Presidente Melody, Tapi, Geng Vandal Spring Breakers Kabur Ke arah Selatan. Tapi, Adang Mengetahui bahwa mereka akan Menyerang. dan itu terjadi. saat Densus Anti-Vandalisme mengemudi ke Arah Villa Ghaida, kumpulan Vandal (Termasuk Geng Vandal Spring Breakers), mengepung di Ciudad Rio. Densus Anti-Vandalisme mengurim sos. pasukan Pemerintah Ciudad rio dan Republik rio yg cepat sampai mempersiapkan beberapa peralatan canggih untuk perang terakhir, yaitu kendaraan taktis, kendaraan lapis baja yang diimpor dari Tukulnesia, tank bekas perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio, rudal balistik impor dari Rusia, dan senjata-senjata buatan lokal maupun impor. Selain senjata lengkap, pemerintah menerjunkan banyak pasukan TRR dari distrik lain, pasukan dari 7 negara, 2 benua dan 2 alam (Tukulnesia, Miqradznesia, Qayyumnesia, Madurapura, Wardinesia, Rusia, dan Dunia Gendeng), mengundang kembali para bencong dari penjuru Republik Rio, mendatangkan Chuck Norris dan Mad Dog, menurunkan seluruh pasukan Kepolisian Republik Rio, serta mengundang Jemaah Jamiliyah dan Jemaah Katrokkiyyah. Sekelompok pecinta singlet dan pemuda pemudi pilihan dari seluruh Ciudad Rio, yang tergabung dalam organisasi Washing Machine Liberation Front atau Front Pembebasan Mesin Cuci juga diikutsertakan. Pasukan gabungan yang berisi tentara 7 negara 2 benua 2 alam, para bencong, pemuda dari FPMC, dan dua jemaah (Jamil dan Katrok) diberi nama Pasukan Anak-Anak Manusia atau PAAM.

Dari pihak vandalis, mereka mengandalkan senjata rakitan, botol oplosan, kondom, kolor, kutang, dll. Kendaraan yang digunakan hanya motor yang diaji-aji dan kendaraan lapis legit. Mereka juga mengundang anak-anak Rumah Kamasutra, penganut Shitanisme dan Barneyisme untuk berperang. Nama dari gabungan pasukan gabungan para vandal cilik, sebagian terong-terongan, anak-anak Rumah Kamasutra, pengikut Shitanisme dan Barneyisme, adalah Pasukan Tanpa Batas atau PTB, Dan juga masker penjahat yg sekarang dipake oleh perempuan anggota Geng Vandal Spring Breakers, yg bikin ketakutan serta senjata yg disupport gangster Amerika.

Perang dimulai ketika para vandal cilik melakukan kebut-kebutan sekaligus ritual ala Shitanisme di jalanan utama kota Ciudad Rio yang belum jadi, sehingga para warga merasa terganggu pendengarannya. Mendengar keluhan tersebut, para pasukan gabungan yang menaiki mobil "Tiem 7 Pemburu Tuyul" mengejar para vandal tersebut, namun target mereka malah menghilang. Beberapa saat kemudian pasukan PAAM mengepung lokasi persepuluhan para anggota terong-terongan dan meneriaki semua pasukan PAAM dengan kalimat terlarang. Setelah itu tempat persepuluhan tersebut dikuasai TRR kemudian dibom militan FPMC, namun penghuninya selamat. Tentara TRR terus mencari-cari penghuni rumah tersebut namun gagal total. Pengepungan dilanjutkan hingga esok hari.

Pengepungan yang dilakukan pasukan PAAM tidak efektif. Anak-anak Rumah Kamasutra kemudian menyerang dan menguasai jalanan dekat Lapangan Burung, dan pasukan FPMC kebingungan sehingga lari. Sedangkan para pasukan PAAM malah ikutan lari juga karena diancam akan disiram asam laknat oleh anak-anak tersebut. Sementara itu para bencong bersiap-siap di lokasi, namun digagalkan oleh anak-anak Rumah Kamasutra yang semakin beringas.

“Hey setan, maju kalian...”
~ Salah satu anak Rumah Kamasutra
“Situ yang setan, Super Presiden Republik Rio kok dihina-hina busuk terus.... dasar VANDAL lu!!!”
~ Anggota Front Pembebasan Mesin Cuci

Penyerbuan kemudian berlanjut di jalanan protokol Ciudad Rio. Dengan membawa pentungan, anak-anak Rumah Kamasutra mengepung jalanan ibukota hingga tidak bisa dilalui manusia. Sepasukan Satpol PP bersiap untuk mengejar mereka, namun kemudian petugas Satpol PP malah kucing-kucingan dengan para vandal cilik. Akhirnya satu pasukan Satpol PP diberondong senjata biologis berupa pentungan dan siraman kuah Miethuania. Pemerintah mengancam akan mengirim Chuck Norris apabila kondisi berlanjut. Disaat yang bersamaan, mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul berhasil menangkap salah satu pimpinan terong-terongan Ciudad Rio, ketika sedang melarikan diri ke kota Uberlandia. Setelah serangkaian kejadian tersebut, sebuah stasiun tipi lokal setempat menyiarkan tayangan propaganda pemerintah Republik Rio yang berisikan ceramah Ustad Point Blank selama 12 jam dan mememutar lagu Anti-Vandal March berulang-ulang sampai malam. Tapi, Vandal Spring Breakers, menjadi SANGAT SANGAT MENGGILA, Menghancurkan Mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul sampai meledak dan membunuh semua personelnya.

Beberapa hari setelah penyerangan, Pasukan TRR dibantu FPMC dan Satpol PP melakukan sweeping sekaligus merazia miras oplosan. Pada saat melakukan razia, salah satu anggota FPMC memergoki tiga anggota Barpas sedang mencari-cari lokasi yang cocok untuk melakukan pembantaian. Aksinya malah diketahui oleh anggota PAAM, lalu kemudian mengejar ketiga vandalis tersebut. Bahkan motor milik anggota TRR dan mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul diterjunkan untuk mengejar ketiga anggota Barpas yang mencoba lari. Sampai akhirnya mereka kehilangan jejak, bahkan mereka sempat diserang para warga yang dicuci otaknya oleh Mangkoksop. Salah satu anggota Barpas kabur dari kejaran pasukan PAAM dengan menaiki jetpak dan kedua lainnya menghilang dengan cara teleport. Pasukan PAAM lagi-lagi kecolongan.

Beberapa hari kemudian, gerak gerik pasukan vandalis mulai dipersempit setelah pasukan gabungan Kepolisian Ciudad Rio, Satpol PP dan pasukan PAAM menjaga perbatasan Ciudad Rio dengan Uberlandia, Dan Team Nuevo Patio dan Satpol PP menjaga perbatasan Ciudad Rio dengan Ciudad Dikra. Pengamanannya mulai diperketat sampai kota Malabar. Puncaknya terjadi pada saat pergelaran "Rio Capital Region Culinary Night", ketika para pasukan suruhan Mangkoksop dan vandalis cilik berencana untuk mengacaukan acara tersebut, namun berhasil digagalkan Kepolisian Ciudad Rio dan pasukan gabungan. Pada saat ditangkap, mereka semua dalam keadaan bingung karena lupa melakukan ritual memuja Barney. Penangkapan tersebut memakan waktu 68 menit. Beberapa saat setelah mengetahui anak buahnya ditangkap, salah satu pimpinan Barpas (sebut saja namanya Oglek) dan pasukan vandal lainnya akan memanggil pasukan dari Republik Sesat.

[sunting] Cuaca buruk

Beberapa saat setelah penangkapan para vandalis, kota Ciudad Rio mengalami terjangan angin kencang disertai petir dan hujan lebat. Akibatnya banyak pohon tumbang dan banyak rumah penduduk rusak parah. Setelah diterjang angin, para pasukan PAAM, TRR, dan militan FPMC membantu evakuasi korban. Bahkan para vandal pun ikut membantu pencarian.

“Heh, pasukan mesin cuci! Kalian tidak mau membantu bencana angin kencang?”
~ Salah satu terong-terongan kepada warga setempat
“Kamu nggak ikut-ikutan terbang bersama angin itu ya?”
~ Salah satu terong-terongan yang lain
“Siapa yang pasukan mesin cuci, lha wong saya cuma warga biasa kok! Atau, waduh... jangan-jangan kalian para terong-terongan vandal yang jadi biang keladi dari bencana ini ya???”
~ Warga yang ditanya para terong
“Nggak boleh ngomong gitu....”
~ Pasukan militan FPMC menjawab pertanyaan seorang warga
120.gif

Para pasukan vandal mengancam akan menggunakan senjata ini jika tentara TRR dan PAAM terus memburu mereka lagi

Akibat dari bencana tersebut, peperangan besar antara kaum vandal dengan pemerintah dipending dulu. Diperkirakan kerugian akibat bencana ini sebesar PRR 2.000.000. Dana tersebut sama dengan dana yang dianggarkan pemerintah untuk memberantas vandalisme di daerah Rio Sebelah Barat. Selama evakuasi dan masa rehabilitasi, pasukan TRR, PAAM, dan Densus Antivandalisme ikut menyiagakan dan melindungi lokasi angin ribut dari ancaman penjarahan dan vandalisme massal. Mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul disiapkan untuk mengangkut makanan dan minuman serta bahan bangunan untuk para korban angin ribut tersebut.

Keesokan harinya, pasukan koalisi dari Republik Sesat datang. Mereka dan para kaum vandal mengancam akan mengebom seluruh kota dengan senjata pemusnah massal apabila pasukan PAAM masih saja memburu mereka.

[sunting] Heboh Video Penghasutan

Seorang vandalis yang mengaku bernama Abu Vandal Al Mesincucii menantang Panglima TRR. Dalam videonya di YouTubless, ia mengancam kepada Panglima TRR agar menyerah atau divandal. Ia juga mengancam untuk berduel dengan tentara TRR, kepolisian Ciudad Rio, sukarelawan PAAM dan militan FPMC, sambil melakukan vandalisme massal, dan akhirnya mendirikan negara baru yang belum bernama. Mendengar ancaman dari militan vandal, Panglima TRR langsung bereaksi dengan membuat video pidato dirinya di hadapan pasukan TRR rakyat Ciudad Rio. Setelah munculnya video Abu Vandal Al Mesincucii, pemerintah kota Ciudad Rio langsung memerintahkan pasukan PAAM dan kepolisian untuk berjaga-jaga di seluruh kota. Beberapa hari kemudian, identitas pengunggah video ancaman tersebut sudah diketahui, dan ia berasal dari salah satu daerah rawan vandalis di kota Ciudad Rio, tetapi menurut pengamatan intel, ia kabur ke Republik Sesat. Setelah itu, muncul lagi video tentang seorang yang mengaku gerilyawan FPMC. Isinya adalah ancaman kepada para vandalis apabila masih saja mengacaukan Ciudad Rio dan Republik Rio.

“Uing ngajieun pidio ieu, sing kadenge tah ka pamoyok Super Presiden... By one weh jeung urang, ngaran urang teh Ujang Kondom... Tungguan di Lapangan Voli Mesin Cuci, jalan raya Qayyum deukeut TK Mesin Cuci.... Mun aya kawani, by one... Pake kalimat misuh, NO NO NO NO.... Yang penting skill on... skill on... skill on........!”
~ Salah satu isi video ancaman dari gerilyawan FPMC kepada para vandalis

[sunting] Perang Dimulai Lagi

Setelah beredarnya video ancaman dari vandalis, perang antara pasukan pemerintah dengan kaum vandal terjadi lagi. Pasukan PTB dibantu terong-terongan berencana akan merusak malam tahun baru dan menghancurkan tempat perayaan dengan bom seks berkekuatan tinggi, serta menculik pejabat-pejabat negara dan melakukan makar terhadap pemerintah. Sedangkan pasukan pemerintah bertindak dengan mengirim pasukan tambahan dan menerjunkan pasukan huru-hara milik Kepolisian Distrik Rio Sebelah Timur. Asalnya mereka ingin mengundang Chuck Norris lagi, tetapi gagal total karena dia sedang berlibur entah kemana. Sebagai gantinya, pasukan PAAM memanggil tentara tambahan dari Qayyumnesia, mendatangkan Bomoh Malaysia dan memanggil pasukan robot.

Pemerintah menyusun rencana untuk mengakhiri invasi yang sangat lama ini. Pasukan TRR, PAAM, kepolisian, Densus Anti-Vandalisme serta Satpol PP bersama-sama membuat rencana Z, yaitu melakukan operasi yang disebut Operation Wakwaw. Operasi ini dilaksanakan sebelum malam pergantian tahun 2014. Sasaran utama dari operasi ini adalah pelanggar lalu lintas para vandalis yang berkeliaran di kota Ciudad Rio. Tidak hanya kelima elemen tadi, pasukan dari Qayyumnesia dan robot-robot milik TRR disiapkan juga untuk melakukan operasi ini. Hari pertama operasi berjalan lancar, dan sedikitnya 40 vandalis terjaring razia yang dilakukan pasukan TRR. Mereka semua dimasukkan langsung ke mobil truk pengangkut sapi dan dibawa ke panti jompo sosial setempat. Menjelang malam pergantian tahun, pengamanan di Ciudad Rio dan perbatasan kota semakin diperketat.

Merkavaowned.jpg

Seorang pasukan PAAM nyaris ditembak oleh militan Rumah Kamasutra yang semakin beringas

Beberapa waktu sebelum pergantian tahun 2014, pasukan Rumah Kamasutra berhasil memborbardir Kantor Kedubes Tukulnesia. Tidak tinggal diam, pasukan PAAM melancarkan serangan kepada anak-anak Rumah Kamasutra. Namun tank baja milik pasukan TRR dicuri dengan cara meracuni penjaga tank baja dengan asam laknat, kemudian melakukan pengejaran terhadap mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul. Pengejaran tersebut gagal karena mereka dibuntuti oleh kendaraan milik tentara Miqradznesia. Sambil mengejar pasukan PAAM, mereka melakukan pengejaran lagi terhadap militan FPMC, dan hasilnya seorang pasukan FPMC luka-luka karena terkena terkaman anak-anak Rumah Kamasutra. Mereka juga menerkam warga setempat yang tidak mau menerima keberadaan mereka. Dan karena itulah Panglima TRR Jenderal Abdul Rojak Irama, turun gunung. Pada saat Panglima TRR datang, anak-anak Rumah Kamasutra yang berperang langsung merubah dirinya menjadi serigala mutan yang akan menyerang pasukan pemerintah Republik Rio. Status keamanan di Ciudad Rio langsung dinaikkan menjadi siaga dua. Salah satu santri Rumah Kamasutra yang berubah menjadi serigala tadi langsung menyerang salah satu pasukan TRR hingga menjadi maho. Mendengar berita tersebut, pasukan PAAM segera mengirim tim penjinak hewan untuk mengendalikan kota. Tidak hanya tim penjinak hewan, satuan polisi kota Ciudad Rio diterjunkan juga. Selain memerintahkan temannya berubah menjadi serigala mutan, santri yang lain segera mempersiapkan banyak bom seks yang akan ditaruh di sejumlah titik. Sementara pasukan PAAM dan TRR bersiap siaga dan waspada karena salah satu anak Rumah Kamasutra bertindak sebagai intel.

Pada saat perang besar di Ciudad Rio berlangsung lagi. Super Presiden berpidato kepada anggota parlemen TRR yang akan mengikuti sidang terakhir di tahun 2014.

“Wahai anak-anak Rumah Kamasutra yang lurus, bertobatlah dan jangan menghina negara Republik Rio lagi...”
~ Super Presiden Republik Rio

[sunting] (Akhir) perang

Hatredcopter.jpg

Salah satu helikopter yang dipakai dalam perang ini

Beberapa jam sebelum pergantian tahun, cuaca buruk menghampiri kota Ciudad Rio. Pasukan TRR dan PAAM langsung bersiaga mengamankan kota dan mengantisipasi adanya serigala mutan yang berkeliaran di kota tersebut. Mengetahui adanya pasukan TRR mendekat, anak-anak Rumah Kamasutra langsung menyiapkan senjata berupa meriam loyo, batu kali, pasir dan semen dan batu bata untuk melempar pasukan Republik Rio yang mereka anggap vandal juga. Sementara dari kubu Republik Rio, pasukan gabungan PAAM, TRR, Kepolisian Republik Rio, serta pasukan tamu dari 7 negara 2 benua 2 alam disiapkan untuk perang akbar ini. Kendaraan yang dipakai pihak vandalis berupa senjata curian, mobil karatan, motor belum lunas kredit dan sepeda rusak. Sedangkan dari pihak pemerintah ada pesawat tempur terbaru, 2 tank milik Satpol PP, mobil Tiem 7 Pemburu Tuyul dan motor gede. Perang besar yang dinanti akhirnya terjadi pada malam pergantian tahun. Para vandalis menyerang duluan dengan menembakkan peluru karet kondom ke mobil pemburu tuyul, namun tidak kena. Setelah itu, pasukan koalisi menyerbu tempat mangkal para vandalis di Pasar Ciudad Rio, dan menjaring semua vandal cilik yang akan mengacaukan malam tahun baru. Mereka semua ditangkap dan dimasukkan ke truk pengangkut sapi untuk diadili. Sedangkan kejar-kejaran antara anak-anak Rumah Kamasutra dengan pasukan pemerintah terus berlangsung. Aksi kucing-kucingan pun berakhir setelah pasukan dari Tukulnesia menangkap seorang anak dari Rumah Kamasutra ketika sedang memasang jebakan betmen. Setelah itu para pasukan TRR menggerebek markas Rumah Kamasutra dan menangkap semua yang ada di situ, kecuali pemiliknya karena sedang pergi keluar kota.

Invasi vandalis ke Ciudad Rio resmi berakhir setelah seluruh pasukan vandal yang terdiri dari terong-terongan dihajar semuanya oleh tentara misterius. Setelah dipukul, mereka semua dimasukkan kedalam truk pengangkut sapi dan dibawa ke Pengadilan Tinggi di kota Nuevo Laksani untuk diadili. Setlah penangkapan besar-besaran, pesta besar pun pecah di seluruh kota di Republik Rio.

Beberapa minggu kemudian, pengadilan terhadap kaum vandal yang menyerang kota Ciudad Rio dimulai. Mereka mengaku salah telah menghina Super Presiden, melakukan vandalisme massal dan mereka bertanggung jawab atas lambatnya koneksi internet di Ciudad Rio selama invasi berlangsung. Selain itu, menurut seorang anggota pasukan PAAM, mereka diduga memblokade akses internet, sehingga sebagian besar penduduk Ciudad Rio mengeluhkan lambatnya jaringan internet atau tidak bisa mengakses media sosial. Alasannya adalah mereka tidak mau penduduk Ciudad Rio melaporkan kasus vandalisme di kota tersebut ke media sosial. Sedangkan alasan mereka menghina-hina Super Presiden dikarenakan mereka disuruh oleh Kontolro Mangkoksop dan Hidung babi sangak. Mereka diharuskan melakukan vandalisme dan menghina-hina Super Presiden supaya mendapatkan tambahan kekuatan ilmu hitam. Mereka berdua memerintahkan kepada para terong dan anak-anak vandal untuk melakukan pemberontakan di Ciudad Rio dan mengacaukan pemeritahan Republik Rio, yang masih amburadul pasca Perang Banci.

“Ampun pak... kami janji tidak akan menghina super presiden dan melakukan vandalisme lagi... Ampun pak..”
~ Salah satu perwakilan vandalis cilik kepada Pimpinan FPMC
“Saya maafkan, tetapi lain kali jangan melakukan itu lagi, dan hormatilah Super Presiden, pemimpin mesin cuci pilihan kita... Dan ingat, PAPATAH TI KOLOT KUDU DITURUTAN, MUN TEU DOSA SIAH!”
~ Ketua umum FPMC kepada para vandalis cilik sambil teriak-teriak

Akhirnya semua terong-terongan dan vandalis cilik yang terlibat dalam perang ini dihukum dengan cara kerja sosial selama 68 bulan di Republik Sesat dan dijadikan budak seks buruh pabrik pupuk kandang selama setahun. Khusus untuk para terong, mereka juga dilarang masuk Garda Nasional Republik Rio dan melakukan PKL (Praktek Kerja Lieur) di semua kantor manapun di Republik Rio. Selain itu, mereka juga harus melakukan wajib lapor setiap hari.

Namun terjadi kejanggalan dalam pengiriman para terong dan anak-anak vandalis ke Republik Sesat. Para terong dan anak-anak Rumah Kamasutra diantar dengan pengawalan ketat oleh Densus Anti-Vandalisme, sedangkan akan-anak Barpas dan para anak yang dijaring dari kota Ciudad Dikra malah bisa meloloskan diri karena anggota Densus dicekoki obat pemberian Barney. Akibatnya anak-anak vandal tadi kabur menggunakan jetpak curian dari anggota densus dan ada juga yang bisa teleport. Setelah kabur, mereka melakukan kekacauan yaitu mengganggu jaringan internet dengan bekerjasama dengan seorang rekan mereka yang bekerja sebagai peretas dan melakukan pemadaman bergilir yang mengakibatkan kota Ciudad Rio gelap gulita. Setelah lampunya nyala kembali, muncul sebuah surat kaleng yang berisi ancaman kepada Super Presiden bahwa mereka akan pergi ke sebuah tempat yang tidak diketahui, lalu kemudian menjajah tempat tersebut dan menjadi tempat tersebut angker dan berbahaya. Diakhir surat, apabila masyarakat dan pemerintah masih saja memburu kaum vandal, mereka akan membuat perang baru lagi.

Anak-anak vandal tadi terlihat juga di SD Petruk 13, dan sepertinya mereka akan bersiap-siap untuk melakukan invasi besar-besaran, tapi di tempat lain. Aksi mereka ternyata diketahui oleh seorang anggota PAAM. Aksi dia ketahuan oleh seorang anak, dan akhirnya terjadilah saling misuh-memisuh antara anak-anak vandal dengan anggota PAAM tadi. Akhirnya anggota PAAM lari ketakutan karena mereka membawa tombak dan granat aktif. Selain itu, mereka juga nyaris menghancurkan bis milik klub sepak bola setempat, CD Gaviota de Ciudad Rio. Akibat dari peristiwa itu, masyarakat mendesak pemerintah Republik Rio untuk secepatnya mendirikan Garda Nasional Republik Rio dan mengingatkan kepada negara-negara sahabat seperti Qayyumnesia, Tukulnesia, dan Upilnesia untuk mewaspadai datangnya rombongan vandal yang suatu saat akan mengubek-ubek pertahanan negara-negara tersebut.

Benar saja, para kaum vandal yang berisikan anggota Barpas dan antek-anteknya melarikan diri ke Tukulnesia, sedangkan para terong dan anak-anak Rumah Kamasutra dipulangkan karena belum mendapat izin dari Republik Sesat. Sebagai ganti hukuman kerja di Republik Sesat, mereka akan dimasukkan ke kamp konsentrasi di Ciudad Rio dan diharuskan melakukan pelayanan masyarakat selama enam bulan. Sedangkan anak-anak Barpas dan yang lainnya lari ke Bibirpolis untuk melakukan apa yang namanya Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia. Mereka ke sana menaiki bis yang sudah dibajak.

[sunting] Galeri Perang

[sunting] Imbas

Imbas dari perang ini adalah berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ciudad Rio, dicoretnya kota tersebut di daftar tuan rumah Tolololpedia World Challenge Cup 2014, dan berpindahnya beberapa klub-klub sepak bola profesional ke luar kota (seperti CSD KFCN yang pindah sementara di kota Uberlandia (untuk tim U-21 dan tim wanita) dan Great Lake, Rio Sebelah Selatan, dan klub Twiboy FC yang pindah ke Presidente Melody), serta ditundanya beberapa kompetisi tarkam di kota tersebut. Selama perang berlangsung, masyarakat ikut mengutuk aksi ini. Misalnya para mahasiswa berunjuk rasa di balai kota Villa Ghaida menuntut pemerintah Republik Rio mengatasi para vandalis di kota Ciudad Rio.

Rencananya proses terjadinya invasi dari awal invasi hingga peperangan akan dibukukan dengan judul Kitab Peperangan Manusia-Manusia Mesin Cuci melawan Penghina Telur Busuk dan Antek-Anteknya.

Setelah invasi dan perang yang terjadi di kota Ciudad Rio, Kementerian Pertahanan Republik Rio berencana untuk membuat organisasi tentara cadangan di Republik Rio, yaitu Garda Nasional Republik Rio, yang berisikan kekuatan cadangan dari warga sipil Republik Rio. Tujuan didirikannya Garda Nasional Republik Rio adalah sebagai kekuatan cadangan negara, pelayan masyarakat, dan berfungsi untuk memberantas vandalisme dan penyakit masyarakat.

Setelah invasi berakhir, tim-tim sepak bola asal Ciudad Rio yang pindah ke kota lain kemungkinan besar akan balik lagi ke daerah asalnya.

[sunting] Lihat atau DIVANDAL!!!!

Macam-Macam Perang Akbar
Prajurit Cosmic Faction.jpg
10 November 1945 | Invasi Belanda ke Indonesia | Invasi Rusia ke Azerbaijan | Invasi Tolololpedia Desember 2007 | Invasi Tolololpedia Agustus 2009 | Invasi Tolololpedia April 2009 | Konflik 7 Suporter | Konflik Rusia | Peperangan Jamiliyah melawan Kerajaan Taman Lawang dan kawan kawan | Perang Anti UnWiki | Perang Besar Kakus | Perang Chile | Perang Diponegoro | Perang Dunia IV | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang Dunia VII| Perang Galaksi | Perang Galaksi II | Perang Galaksi III | Perang Galaksi IV | Perang Ganyang Malaysia | Perang Gitalovers | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Perang Jancis-Italia | Perang Kaspersky-Nohara | Perang Kemerdekaan Azermania | Perang Candu | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III‎ | Perang Klaim Dunia IV | Perang Klaim Dunia VII | Perang Dunia Abad Pertengahan | Perang Mali-Amerika | Perang Vietnam | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Pengklaiman Papua | Perang melawan ideologi-ideologi Tukul | Perang Tukulnesia-Wikipedia | Perang Amerika-Tukulnesia | Pertempuran Laut Tukul | Perang Miethuania | Perang Puputan | Perang Saudara Barneytopia | Perang Saudara Ke I | Perang Saudara ke II | Perang Salib | Perang Tolololpedia VS Barneytopia | Perang KIIR | Perang Anti Qayyum-Qayyumnesia | Perang Idola | Perang Asia I | Perang FPI-PKI | Perang WARPUZ-Republik Rio | Perang WARPUZ-Tukulnesia | Perang Kerajaan Taman Lawang-Republik Rio | Vandalis Menyerang Kantor TVMC | Invasi Kaum Vandal ke Ciudad Rio | Perang Banci | Perang Korea | Perang Ukraina | Perang Boer | Perang Balkan | Perang Lampuneon Bonaparte | Perang Abyssinia | Perang Troya | Perang Tiga Puluh Tahun | Invasi Teluk Babi | Perang Alexander yang dipertuan Agung | Perang Turki | Perang Gaza | Revolusi Qayyumnesia 2014 | Penyerbuan Kaum Vandal ke Tukulnesia

Peralatan pribadi