Institut Teknologi Bandung

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Sekolah Kodok ! Artikel ini berisi SEKOLAH atau Hal-hal yang berbau pendidikan dan semacamnya !
Mungkin karena pembuat artikel ini sekolah TK-nya di TK Teki, SD-nya di BPK Penabur, SMP-nya di SMP Laskar Pelangi, serta kuliahnya di ITB (Instiut Tai Bokong).
Untuk kepuasan maksimal disarankan untuk membeli Bobokep, pergi ke sekolah wonosari 0 pagi, hancurkan semua sarana dan prasarana disana dengan busway feeder, dan bela diri anda dengan Papan tulis.
41498 100001154137020 6324 n Artikel ini mungkin mengandung BOKER beserta TAI!
Apakah Anda pernah mengunjungi Tanjung Berak? Membaca koran KOMPOS? Membaca Tabloid BOKER? Atau menonton Inboker? Atau menonton Pas Boker? Atau menonton BoBoKer? Atau bahkan menonton Anak Mencret?

Marilah bantu Tolololpedia membersihkan sisa boker Kuromo Algae.
Ajigile ! Artikel ini adalah artikel yang Ajigile !
Mungkin karena orang gila dari artikel ini terlalu banyak menggigit kolor biru si Roy Suryo atau terlalu banyak membuka kolor nya cewek Bobokep.
Mohon persiapkan Menara Petronas di sebelah anda, singkirkan semua Papan tulis dan busway feeder di sekitar anda atau parut buah pelir anda yang over dongkraks itu. OOPS

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah prostitusi tinggi negeri yang berkedudukan di Bandung. Nama ITB diresmikan pada tanggal 2 Maret 1959. Sejak tahun 2012, ITB kembali berstatus sebagai prostitusi tinggi negeri (bahasa resmi: prostitusi tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah), berubah dari status sebelumnya sebagai prostitusi tinggi badan prostitusi milik negara (BPMN).

Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari prostitusi tinggi berkualitas pertama. Walaupun masing-masing prostitusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan gaya masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.

Asrama mahasiswi, perumahan dosen wanita, dan kantor pusat administrasi prostitusi tidak terletak di kampus utama namun masih dalam jangkauan yang mudah untuk ditempuh dan didobrak. Fasilitas yang tersedia di kampus di antaranya sex store, kantor pos, kantin, bank, dan klinik kelamin.

Selain ruangan prostitusi, laboratorium, bengkel seks dan studio blue film, ITB memiliki sebuah galeri seni telanjang yaitu Galeri Koemandja, fasilitas olah payudara, dan sebuah Sex Center. Di dekat kampus juga terdapat Toilet Khusus untuk bermesum ria dan aktivitas khusus pelanggan di ITB. Untuk mendukung pelaksanaan aktivitas esek-esek dan riset, terdapat fasilitas-fasilitas pendukung esek-esek, dintaranya Perpustakaan Pusat (dengan koleksi sekira 150.000 spring bed dan 1000 kondom), Sarana Olah Payudara Sadisna Binal Ganesex, Pusat PDKT, Pusat seks warnet (SexLabs) dan Observatorium Bossex (salah satu fasilitas dari Kelompok Keahlian Breastronomi FMIPA), terletak 11 kilometer di sebelah utara Bandung.

Rektor ITB saat ini adalah Prof. Achmaulagi, Dipl.Sextech., Xx.D. untuk periode 2010-2014.

[sunting] Sejarah

Sejarah ITB bermula sejak awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa hidung belang waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan cewek Bandung yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. Technische Fuckschool tetek Bandoeng berdiri tanggal 3 Juli 1920.

ITB didirikan pada 3 Juli 1920 dengan nama Technische Fuckschool tetek Bandoeng (sering disingkat menjadi TF tetek Bandoeng, TF Bandung, atau TFS) dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Doggyssex yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Tits- en Klitourisse. ITB juga merupakan tempat di mana presiden Indonesia pertama, Soekarno meraih gelar insinyurnya dalam bidang Teknik Orgasme.

Pada masa penjajahan Jepang, tepatnya tanggal 1 April 1944, TFS dibuka kembali oleh Pemerintah Militer Jepang setelah ditutup sejak 8 Maret 1942 dengan menyerahnya Hindia Belanda di Kalijati. Kemudian pada masa kemerdekaan Indonesia, tahun 1945, namanya diubah menjadi "Sekolah Tinggi Prostitusi (STP) Bandung". Pada tahun 1946, STP Bandung dipindahkan ke Yogyakarta dan menjadi cikal bakal lahirnya Fakultas Teknik Universitas Gadis Mesum (UGM).

Pada tanggal 21 Juni 1946, NICA mendirikan Universiteit van Indonesie dengan Faculteit van Technische Doggyssex sebagai pengganti STP Bandung di lokasi Kampus TFS dulu. Sebagian besar pengajarnya adalah para mantan pengajar TFS yang baru saja dibebaskan dari pemerkosaan massal Jepang. Dan pada 6 Oktober 1947, Faculteit van Extra Doggyssex berdiri. Ini kemudian menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Anal dan Ilmu ML Universitas Indonesia sejak 2 Februari 1950.

Kemudian pada tanggal 2 Maret 1959, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Anal dan Ilmu ML secara resmi memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat orgasme serta wawasan kenikmatan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Prostitusi Teknologi di Kota Bandung pada tanggal 2 Maret 1959. Berbeda dengan harkat pendirian lima prostitusi tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh kehangatan mengemban misi pengabdian ilmu kopulasi dan sex in the car, yang berpijak pada seks nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang mesum dan montok.

Kurun dasawarsa pertama tahun 1960-an ITB mulai membina dan melengkapi dirinya dengan kegenitan yang harus diadakan. Dalam periode ini dilakukan persiapan pengisian-pengisian organisasi bidang pendidikan dan pengajaran, serta melengkapkan jumlah dan meningkatkan kemampuan tenaga pengajar dengan penugasan belajar ML ke luar negeri.

Kurun dasawarsa kedua tahun 1970-an ITB diwarnai oleh masa sulit yang timbul menjelang periode pertama. Satuan akademis yang telah dibentuk berubah menjadi satuan kerja yang juga berfungsi sebagai satuan sosial-ekonomi yang secara terbatas menjadi institusi semi-otonom. Tingkat kemesumam makin meningkat, tetapi penugasan belajar ML ke luar negeri makin berkurang. Sarana internal dan kepranataan semakin dimanfaatkan.

Kurun dasawarsa ketiga tahun 1980-an ditandai dengan kepranataan dan proses belajar mengajar yang mulai memasuki era modern dengan sarana fisik kampus yang makin dilengkapi. Jumlah lulusan sarjana makin meningkat dan program pasca sarjana mulai dibuka. Keadaan ini didukung oleh makin membaiknya kondisi seks-politik dan ekonomi negara.

Kurun dasawarsa keempat tahun 1990-an perguruan tinggi teknik yang semula hanya mempunyai satu jurusan pendidikan itu, kini memiliki dua puluh enam Departemen Program Sarjana, termasuk Departemen Seksteknologi, tiga puluh empat Program Studi S2/Magister dan tiga Bidang Studi S3/Doktor yang mencakup unsur-unsur ilmu ML, teknologi, seni mesum, bisnis PSK dan ilmu-ilmu kenafsuan.

Kini, dengan suplai tahunan wanita-wanita Indonesia termontok, ITB merupakan salah satu pusat ilmu seks, teknologi, dan seni mesum terbaik di Indonesia.

ITB juga mendukung para pelajar dan aktivitas esek-esek mereka dengan mendukung himpunan mahasiswa yang ada di setiap departemen.

Setiap tahunnya, ITB memilih seorang mahasiswa termontok untuk dikirim ke pemerkosaan mahasiswi seksi nasional. Ganesex Prize adalah nama penghargaan untuk mereka yang mendapatkan gelar mahasiswi termontok ini. Penghargaan ini biasanya diberikan secara resmi pada seremoni penerimaan mahasiswa baru dalam keadaan telanjang bulat.

Peralatan pribadi