Indonesia
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| |||||
| Motto: {{{national_motto}}} | |||||
| Lagu kebangsaan: {{{national_anthem}}} | |||||
| | |||||
| Ibu kota | 21°2' LU 105°51' BT | ||||
| Kota terbesar | Jakarta Gan | ||||
| Bahasa resmi | Indonesia, Inggris, Belanda, | ||||
| Ekspor | Kebudayaan ke Malaysia, TKI dan TKW (Tenaga Kerja Waria) ke Malaysia dan Arab Saudi, Pejabat Korup, kondom, kutang, sarung,
impor = BBM, kecap, beras, tauco, kedelai, minyak tanah, gas LPG, nasi goreng, bakwan Malang, sate Padang, pokoknya SEMUA sumber daya alam yang ada di Indonesia | ||||
| Impor | {{{impor}}} | ||||
| Pahlawan | {{{pahlawan}}} | ||||
| Pemerintahan Raden Ajeng
| Republik leader_titles = President Susilo Bambang Yudhoyono
leader_names = SBY | ||||
| Kemerdekaan - Tidak Pernah | Masih dijajah oleh Amerika Serikat dan Presiden | ||||
| Wilayah - Total - Air (%) | 331.689 km² (akan masuk peringkat bontot setelah Visi Kepulauan Malaysia berhasil) Direncanakan agar mencapai 80% untung menyaingi status kepulauan Filipina | ||||
| Penduduk - Perk. 9009 - Sensus 9009 - Kepadatan | Tidak terdeteksi setelah digenosida RELA (Peringkat bontot (karena habis digenosida)) Tidak terdeteksi setelah digenosida RELA 0 jiwa/km²; (Peringkat bontot) | ||||
| PDB (PPP) - Total - Per kapita | perk. $0 $0 ($0) $0 ($0) | ||||
| Mata uang | Rupiah (Korup)
| ||||
| Zona waktu - Musim panas (DST) | WIB, WIT, WITA, (UTC??) ?? (UTC??) | ||||
| TLD | ?? | ||||
| Kode telepon | +62-62
| ||||
| {{{footnotes}}} | |||||
“Indonesia adalah kota yang indah.”
~ Nadine Chandrawinata, Miss Indonesia kepada Indonesia
“Dangdut is the Music of my country.”
~ Project Pop kepada Indonesia
“Thank you for your soils lah...”
~ Singapura kepada Indonesia
“Mat thanks for budaya you lah... I mat enjoy it liao”
~ Malaysia kepada Indonesia
“Thank you for your purchase...”
~ China kepada Indonesia
“Thanks for your raw resource...”
~ Amerika Serikat kepada Indonesia
“Lay Lay Lay Lay Lay... panggil aku si Jablay.”
~ Titi Kamal, Mendadak Dangdut kepada Indonesia
“Yang di dekat Greenland itu toh?”
~ Oscar Wilde kepada Indonesia
“Negara Indonesia itu 68% suka saya lho ”
“RACUN!!!”
~ Japanese Wannabe kepada Indonesia
Bendera : Merah Putih
Motto : Bersatu kita maju, Bercerai? Kawin lagi
Lambang : Burung Garuda
Merdeka dari : Belandatod, Jepuntod Jumlah penduduk : ∞ (belum termasuk pajak, pungli, dan terus bertambah)
Agama yang dianut : Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, Judaisme, Kong Hu Chu, Taoisme, Ahmadiyah, Kejawean
Indonesia adalah negara kepulauan yang diisi oleh orang-orang ganteng, cantik, intelek, atletis,extremis,anarkis, pecundang dan demo jalanan.
Daftar isi |
[sunting] Status negara kepulauan
epublik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006,[4] Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
[sunting] Etimologi
Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau".[5] Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat.[6] Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu".[7] Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India.[8] Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).[9]
Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik.[9] Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau di tahun 1913.[6]
Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen.[24] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufik Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.
[sunting] Pemerintahan
Birokrasi Indonesia dinilai oleh Organisasi Perdagangan Dunia, WTO, sebagai yang paling efisien dan efektif di dunia, terutama dalam penanggulangan masalah korupsi. Mereka memberikan prestasi sangat hebat dengan menangkap ribuan tersangka korupsi. Tentu saja setelahnya mereka dilepaskan kembali, karena yang disyaratkan WTO dalam penilaian ini hanya prestasi menangkap para tersangka korupsi.
Adalah hal sangat tidak efisien mengadili para koruptor karena dengan demikian seluruh penegak hukum, penuntut, pengacara, dan pengadil terpaksa berpindah ke kursi terdakwa. Hal ini membuat proses peradilan menjadi berbelit-belit dan tidak pernah tuntas. Tentu tidak efisien sekali mengurus Berita Acara Pemeriksaan sekaligus membuat pledoi.
Baru-baru ini dibentuk sebuah departemen, yaitu Departemen Pemercepat Penghancuran Negara Dengan Terorisme, Korupsi, Kolusi, Nepotisme, dan Uang Sehingga Negara Ini Kembali Menjadi Negara Terkorup Sepanjang Masa Mengalahkan Filipina (DPPNDTKKNUSNIKMNTSMMF) untuk merebut kembali posisi negara terkorup.
Indonesia memiliki sebuah negara tandingan yang bernama republik mimpi. negara tandingan ini dipimpin oleh pemimpin yang sama yaitu SBY. Masih belum diketahui apakah mereka berdua sama-sama berasal dari Surabaya, namun SBY presiden republik mimpi merupakan singkatan dari "Si Butet Yogya" sehingga mungkin dia berasal dari Yogyakarta. Republik Mimpi ini lebih berbahaya daripada partai oposisi manapun dan mempunyai daya saing yang tinggi, sebab masyarakat lebih banyak menertawai Republik Mimpi ini daripada Republik Indonesia. Sampai-sampai Menteri Informasi Indonesia meminta secara pribadi pada Pemerintah Republik Mimpi agar mengubah bentuk negara mereka menjadi Kerajaan.
DPR/MPR di Indonesia juga memiliki sebuah lembaga tandingan yang bernama DemoCrazy. Belum ada klarifikasi dari kedua belah pihak, apakah kedua-duanya memiliki banyak perbedaan. Atau sama saja.
[sunting] Penduduk
Mayoritas penduduk Indonesia adalah Wong Ndeso. Dikarenakan hanya sebagian kecil penduduk yang tinggal di kota besar ataupun berpenghasilan seperti Wong Kota.
Komposisi penduduk di Indonesia adalah sebagai berikut :
[sunting] Berdasarkan Usia
Dilihat dari usianya maka penduduk di Indonesia bisa dibedakan menjadi:
- Dibawah 12 tahun : Anak kecil/ anak bayi/ belum tau apa-apa.
- 12 - 17 tahun : Otaku (penggemar Anime kelas berat, terutama Naruto).
- 17 - 25 tahun : Japanese Wannabe
- 25 - 40 tahun : Hedonis tapi picik
- 40 tahun ke atas : Politikus korup yang feodal
[sunting] Berdasarkan Berat
- Dibawah 100 kilogram, Orang rendahan
- Di antara 100-150 kilogram, monyet-monyet Extravaganza
- Di atas 1000 kilogram, Ibumu dan Hacker
[sunting] Berdasarkan Penghasilan
- Di bawah UMR : Pemulung, pedagang kakilima, pembantu rumah tangga, pelayan toko, petani, tenaga honorer.
- UMR : buruh kasar di pabrik-pabrik yang selalu menuntut kenaikan UMR dan pegawai negeri kelas bawah, lonte, pegawai jujur.
- Di atas UMR : Pegawai Negeri kelas atas (Seperti Kejaksaan dan Keimigrasian), pengusaha yang sedikit jujur, Yang lamaran kerjanya diterima karena hasil nepotisme, Sarjana abal-abal maupun sarjana sebenarnya, pelacur kelas tinggi, artis sinetron, polisi kroco, pegawai nggak jujur.
- Jauh di atas UMR : Eksekutif muda hedonis tapi picik, Anggota DPR(D), Anggota MPR, Pejabat politis di pemerintahan, pengusaha haram jadah, jenderal dan perwira menegah/atas, camat & lurah (lulusan IPDN), dirjen pajak.
[sunting] Berdasarkan kehebatan melakukan operasi plastik
- 99,99% orang ganteng, terutama yang sedang terlibat menyunting artikel ini
- 0,01% biasa saja, berdasar analisa whois terbukti penduduk minoritas yang sedikit ini adalah penggemar tolololpedia yang sedang membaca artikel ini.
[sunting] Berdasarkan preferensi seksual
- 68% homoseksual[1] (menurut ROy Suryo)
- 32% pasangannya (sehingga tidak heran praktik poligami menjadi hal lazim di Indonesia)
YAng aslinya
- 80% tidak homo
- 20% homoseks sama seperti ROy Suryo
[sunting] Hasil Ekspor
Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km[32]
- Lumpur Lapindo buat diekspor ke Koala Lumpur Malaysia yang katanya kekurangan lahan
- Sampah Jakarta
- Tsunami hasil gempa Sumatra
- Tenaga Kerja Indonesia ilegal buat latihan tinju orang Malaysia dan Arab Saudi
- Bokep asli produksi dalam-negeri
- Majalah Bobokep
- Ambalat, Sipadan, Dan Ligitan
- Asap kebakaran hutan dari Kalimantan dan Sumatra
- Mbok-mbok tukang jamu yang suka mesem-mesem sendirian
- Pasir/tanah pulau Indonesia sendiri
- Kayu-kayu illegal
- Pelarian koruptor beserta anak, istri, dan duitnya juga.
- Tusuk gigi bekas dari mulut koruptor dan buaya
- Sumpit dari bekas kayu rumah petak
- Lagu-Lagu daerah yang dipaten di Malingsia
- Kebudayaan Lokal yang diakui hak milik Malingsia
- Alay-alay Indonesia
- Anthony Putra Jablay tak berleher
[sunting] Hasil Impor
- Hentai Jepang
- Kereta bekas Jepang yang sering menyebabkan kereta anjlok
- Pesawat terbang second atau cuci gudang
- Expatriat penguras kekayaan bangsa
- BF Bule, terutama terbitan Bangbros dan anak-anak perusahaannya.
- Bule Depok yang jago ngomong bahasa Inggris
- Pelacur Ilegal asal Cina yang diimpor secara gratis setelah Indonesia mengimpor produk-produk buatan Cina (pelacur aja pekerjaan ilegal, masa harus ditambah kata ilegal lagi dibelakangnya).
- JAV show live [Miyabi, Sora Aoi, Milk Ichigo, & rekan]
- Anthony Tompel Tedja
- Tompel Boti
- Jablay Legal
- xxx website
- Kapal second buat yang gak bisa renang antar pulau, dan gampang terbalik jika terkena angin.
[sunting] Demokrasi
Pihak barat sebagai tempat munculnya paham demokrasi sangat mengagumi perkembangan demokrasi di Indonesia. Bangsa Indonesia sangat kreatif dalam memahami dan mengembangkan demokrasi sehingga melebihi kemampuan pihak barat.
Hal ini terlihat dari sangat banyak protes dan jalan-jalan yang diblokir. Tentu saja bisa dimaklumi karena bangsa Indonesia memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh barat, yaitu memandang dari sisi lain. Kata demokrasi bisa sedikit dipelesetkan menjadi demo-crazy atau terjemahan bebasnya gila demo. Tindakan ini dianggap ilmiah oleh kebanyakan masyarakat Indonesia.
Saking ilmiahnya tidakan ini, sangat banyak demo yang tidak digubris, atau dibiarkan berlalu begitu saja. Hal ini sama dengan ungkapan Anjing menggogong, kafillah ndak digigit.
Selain itu, demokrasi dan atau democrazy, di Indonesia hari ini sedang di teliti oleh pihak barat, untuk mereka kembangkan di negara-negara mereka. Terlebih lagi, MalingSia yang sedang merencana akan mempatenkan Democrazy ini.
[sunting] Referensi
- ↑ Berdasarkan studi yang dilakukan pakar Pornomatika terhadap data di Friendster
[sunting] Lihat pula
| Artikel ini adalah bagian dari serial Indonesia Koruptis. | ||
| ||
| Negara-negara di Asia | |
|
Asia Barat: Afganistan | Armenia | Azerbaijan | Bahrain | Iran | Irak | Israel | Yordania | Kuwait | Oman | Palestina | Qatar | Arab Saudi | Syria | Turki | Arab Emirat | Yemen Asia Timur: China | Hong Kong | Jepang | Makau | Korea Utara | Korea Selatan | Taiwan Asia Tenggara: Brunei | Kamboja | Timor Timur | Indonesia | Tukulnesia | Dollywood | Laos | Malaysia | Myanmar | Filipina | Singapura | Thailand | Vietnam Asia Selatan: Bangladesh | Bhutan | India | Pakistan | Kashmir | Maladewa | Nepal | Sri Lanka | Tibet Asia Tengah: Kazakhstan | Kyrgyzstan | Mongolia | Tajikistan | Turkmenistan | Uzbekistan | negara Setan lainnya Euroasia: Cyprus | Georgia | Jepang-Perancis | Rusia Asia Phoenix: Lebanon | |
| | |
Artikel ini telah ditampilkan di halaman utama.
| |



