Imperium Nusantara Raya

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Imperium Nusantara ( Inggris:Indies of Archipelago Arab:Jaza'irul Hindi India:Devhipanthara China:Ye-Tiao,San-fots'i Jepang:Romusha,Dokuritsu Junbi Cosakai Greek:Argrye,Baroussai Hollanda:Oost Indie Compagnie Persia:Tadjul Alam ) ialah Imperium yang bermula dari Tahun 1000 SM hingga dikudeta di tahun 1945 Masehi. Imperium Nusantara diperkirakan telah menaklukan sepertiga Dunia menurut Babad Raden Suryo yang dibuat oleh Raden Suryo. Imperium Nusantara telah menaklukan Kerajaan2 Besar seperti Kutai, Mangkasar, Kerajaan Wajo-Luwu-Bone, Sriwijaya, Dhermasrayo, Melayopura, Sukhothai, Khmer, Champa, Bengali, Dinasti Jin di Cina Selatan, Shambhala Tibet, 1/2 Keshogunan Tokugawa, Tamil Chola, Federasi Yaman, Axum, Nubia, Madagaskar, Zulu, Imperium Sparta, Granada, Hispania, Frank, Irlandia, Hollandia, Bavaria, Kadipaten Swiss, Dan tentunya Daerah Kemaharajaan Aztek.

Nusantara dikudeta oleh Dewan yang dinamakan PPKI (Persatuan Pemandu Kemunculan Indonesia) yang dipimpin Raden SukapornoSukarno Dan Aktivis-aktivis Minangkabau seperti Mohammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, Professor Hamka serta BKKBN (Badan Kesatuan & Kebaktian Bungkus Nusantara). Filosofi Eropa, Zaman Pencerahan, Ilmu Para Filsuf Britania & Krisis Ekonomi juga memengaruhi jalan kehancuran Nusantara. Selain itu, setelah dikudeta Kaisar Terakhir Nusantara hidup tragis.

Nama Nusantara atau Nusvanthara merupakan Nama pengganti dari nama Negara Jawa. Pengganti/pemberi nama ialah Kaisar Negara Jawa yang bernama Arwanaraja IX. Nama Jawa diganti karena namanya terlalu singkat. Nama Nusantara berasal dari kata akronim dari kata Nusva & anthara. Nusva berarti Nusa/Tanah & Anthara berarti ditengah, dinamakan Nusva-Anthara karena Negara Nusantara/Negara Jawa berada diantara 2 Nusa/Tanah/Benowa, yaitu Benua Australia, Benua Asia Dan diantara 2 laut, yaitu Laut Jawa & Laut Hindia.

[sunting] Sejarah

[sunting] Zaman Mandraguna (Tahun 1.000 SM - )

Suryawarman

Kaisar Aria Mandraguna mendaki Gunung Krakatau dengan Kucing.

Sejak Tahun 1010 SM, Pulau Sumatera-Jawa-Bali menyatu secara alamiah & dikuasai oleh kerajaan besar yang bernama Kerajaan Sriwijaya Kuna yang dipimpin oleh Raja Wijayotunggawarman. Ketika Sriwijaya memimpin Kesatuan Pulau Jawa-Sumatera-Madura-Bali, Raja Wijayotunggawarman membuat otonomi yang hanya terdiri dari Negara, Kota & Kabupaten tanpa Provinsi karena Zaman itu belum diperkenalkan Sistem Provinsi/Residen, kabupaten-kabupaten Sriwijaya adalah Kabupaten Lubuk Jambi yang kini wilayahnya meliputi Sumatera Barat & Jambi ditambah Riau, Kabupaten Swarnabhumi Selatan yang kini berkuasa di Bengkulu, Sumsel, Bangka-Belitung, Lampung Dan Kabupaten Jawa yang kini berkuasa atas seluruh Provinsi Pulau Jawa ditambah Provinsi di Pulau Bali. Sriwijaya memiliki Ibukota yang bernama Sriwijayakarta (kini Jakarta). Tahun 1007 SM, ditemukan Tambang Batu Mulia Pancawarna di Area yang tidak jauh dari Pantai Selatan & Kota Kagarut (kini Bungbulang, Kab. Garut) oleh seorang setengah Manusia-Kera yang Sakti yang bernama Ki Tukul, kemudian Bupati Jawa, Aria Mandraguna mengambil kesempatan ini dengan menjual Ratusan Batumulia ke Dinasti Zhou, Assyria Dan Medes hingga Kas Negara penuh. Tahun 1003 SM, terjadi Penularan Penyakit Flu Babi di Kabupaten Jawa. Ratusan warga tewas termasuk Raja Wijayotunggawarman, Peternak Babi rugi bayaran ratusan emas, kemudian puluhan tabib disalahkan. Pangeran Sriwijaya, Mangkuta Diraja kemudian memindahkan ibukota ke Lubuk Jambi & memenjarakan puluhan tabib kabupaten Jawa di Pulau Nusakambangan. Guru spiritual Aria Mandraguna, Ki Jaka Pandir tertangkap & terancam dipenjara. Aria berusaha untuk melepaskan Ki Jaka Pandir dari ancaman. Tapi gagal, karena ia terdidik dalam kemewahan & tidak tahu politik sehingga Ia tidak tahu Cara melepaskan seseorang dari penjara, padahal caranya gampang disaat itu, tinggal beri sogokan saja/pelicin. Kembali ke topik, Aria Mandraguna marah & menyalahkan Raja Mangkuta Diraja bahwa dia tidak serius melawan penyakit Flu Babi. Sang Raja justru berbalik menuduh Dan memecat Aria Mandraguna dari jabatannya & menyuruh Aria angkat kaki dari Keraton Kota Ayodhyakerta (kini Yogyakarta). Aria marah & memimpin pemberontakan. Tetapi Warga Jawa belum sembuh, akhirnya Ia mengirimkan 50 tukang pukul bayaran untuk membawa puluhan tabib ke Pulau Jawa kembali. Akhirnya Puluhan tabib datang & diperintah untuk menyembuhkan Warga Jawa. Setelah itu, Tahun 1001 SM, Penyakit Flu Babi hilang, Aria Mandraguna menculik Bupati Jawa baru, Tribhuwonorajo & melakukan Perang Besar di lapangan besar berjarak puluhan kilometer dari Sriwijayakarta antara Kubu Aria & Kubu Diraja. Kubu Aria akhirnya memenangkan pertempuran & akhirnya Kabupaten Jawa dinaikkan statusnya menjadi Negara Merdeka dengan Aria Mandraguna sebagai Kaisarnya. Akhirnya Mandraguna dilantik di Kota Sriwijayakarta & mengabadikan nama lapangan bola tempat menangnya Kubu Aria Mandraguna dalam Peperangan Aria-Diraja menjadi Kota yang bernama Serang.

Akhirnya Aria Mandraguna dilantik menjadi Kaisar di Istana Dinas saat menjadi Bupati, yaitu Istana Bupati Jawa yang kemudian namanya diubah menjadi Istana Maharddika (kini Istana Merdeka, Jakarta).

Selama Aria Mandraguna menjadi Kaisar, Ia kemudian memulai janji baktinya, yaitu memperkuat produktivitas Tambang Emas di Dalam Lautan di Samudera Hindia yang berjarak 300 km ke barat daya dari Gunung Berapi Terbesar yang jaraknya puluhan kilometer dari Kota Serang, Gunung Krakatau., membuat 5 kabupaten yaitu Kabupaten Bantam (sekarang Provinsi Banten) yang beribukota di Serang, Kabupaten Sunda (sekarang Provinsi Jawa Barat) yang beribukota di Bantaran Mendung, Dan Kabupaten Jawir (sekarang Provinsi Jawa Tengah-Timur-Bali) yang beribukota di Ayodhyakarta., Membangun Gedung Sate di atas sebuah gumpalan awan diatas Kota Bantaran Mendung & tangga-tangganya sebagai Penghubung Spiritual antara Dewa Langit dengan Kaisar yang beristirahat di Istana Saritem., Membangun Lokalisasi di sekeliling Istana untuk memuaskan nafsu bejat Kaisar., membangun Kuil di Ayodhyakarta Dan Mendukung Penuh Terbentuknya Kerajaan Babilonia Baru serta memberi suaka bagi Rombongan Kerajaan Assyria untuk datang ke Sriwijayakarta., serta memendekkan nama Kota Sriwijayakarta menjadi Jayakarta sebagai tanda bebas dari Kerajaan Sriwijaya Kuna.

Tahun 980 SM, Penetap Assyiria yang merupakan mantan putra Mahkota Assyria, Ashurbanipal XXI mengawini Putri Kaisar Aria Mandraguna, Dara Mulan. Pada Tahun 970-940 SM, Pasar Pedang & Barang berbahan Besi-Baja atau ancient stainless steel market diresmikan di Kaki Gunung Krakatau (saat itu Pulau Jawa disatukan Sumatera dengan Induk Gunung Krakatau yang besar 20x lipat dari Everest), kini sekarang berubah jadi Krakatau Steel. Selain itu Pasar, Rumah Sakit, Sekolah, Terminal Pedati & Industri Batik. Pada Tahun 940 SM, Kaisar Aria Mandraguna wafat saat berenang di Pantai Jayakarta, ditabrak Kapal Titanic yang ngebut berkekuatan 60km/menit nyasar ke Masa Lampau setelah pilotnya mabuk miras & mengarahkan kapalnya ke Lubang Pemindah Waktu di Kutub Arktika, namun menurut seorang pelayan Istana, Ki Budi Kentut menyatakan bahwa Sang Kaisar mati karena saat berenang, tiba-tiba ditusuk Hiu Martil, Kaisar meminta tolong pada Sebuah Kapal yang berlalulalang, lalu Nahkoda tidak mendengar, sehingga Sang Kaisar malah dilindas & mati. Kemudian Para Petinggi Istana seperti Ki Bambang Pati menyalahkan Kerajaan Sriwijaya & merencanakan bertempur melawan Sriwijaya.

[sunting] Zaman Kekacauan Pertama (930 SM - 900 SM)

Kerana tidak mewariskan tahta, Banyak Para Pejabat & Pangeran untuk berebut Tahta Jawa. Di Sisi Lain, Desas-desus dari Ki Bambang Pati telah menyebar ke Pelabuhan Internasional Sriwijaya di daerah muara Sungai Musi, Raja Sriwijaya Kuna baru, Wijayonagaro I telah mengirimkan 30 Kapal yang masing2 diisi 20 awak melancarkan serangan atas Jayakarta. Pada Tahun 922 SM, Menantu Kaisar Aria Mandraguna, Ashurbanipal XXI yang datang dari Assyria menantang tawuran Ki Bambang Pati yang ternayata memiliki nafsu seksualtahta. Disisi lain, Putri Dara Mulan juga ingin merebut tahta. Dara Mulan kemudian menyetubuhi Ashurbanipal XXI untuk memperoleh banyak anak & keesokan harinya langsung diracun. Namun rupanya Ashurbanipal XXI sebelumnya sudah mengadakan janji damai dengan Wijayonagaro I. Kemudian Raja Wijayonagaro I murka & melihat Dara Mulan adalah wanita, maka Ia melampiaskan dendamnya kepada Ki Bambang Pati. Akhirnya terjadilah Perang di Jayakarta Selatan. Ki Bambang kalah, diculik & dipenggal di Pelabuhan Internasional Sriwijaya. Untuk mengabadikan pemenggalan, Wijayonagaro menamakan Kota pemenggalan dengan nama Palembang yang berarti PenggAL EMas bamBANG (emas maksudnya kepalanya yanbg dihiasi Mahkota emas saat itu). Dara Mulan akhirnya memegang tahta & untuk kalipertama, Negara Jawa memiliki seekor Ratu di Tahun 910 SM.

Melihat Hal ini, Dukun-dukun Penjuru Negara Jawa menyatakan bahwa suatu saat Negara Jawa akan kacau jika dipimpin wanita, namun sayang dia cantik seperti Kupu-kupu malam. Oleh Karena itu, himpunan dukun yang dipimpin Ki Jaka Pandir menyantet Dara Mulan. Akhirnya Dara Mulan mati keseringan menstruasi. Kemudian Ki Jaka Pandir licik, Kekuasaan jatuh ke pelukannya sampai Tahun 900 SM, Ia dibunh anak Dara Mulan yang sebelumnya sudah diwasiatkan sebagai pengganti oleh Dara Mulan. Anak tersebut ialah Arwanaraja. Kemudian Arwanaraja dilantik di Istana Maharddika yang saat itu hampir hancur lebur akibat lamanya Peperangan Perebutan Tahta.

[sunting] Zaman Arwanaraja (Tahun 900 SM - 800 SM)

Tukulperang

(Ilustrasi) Kaisar Arwanaraja saat blusukan ke Tenabang (kini Tanah Abang).

Meski tampilannya wong cilik, tidak menunjukkan identitas sebagai Kaisar & bibirnya selalu lebar + suka muncrat. Ia berkuasa selama 100 tahun. Pada masa pemerintahannya, Kota Jayakarta diperluas terus ke Selatan hingga ke Perkampungan Depok (kini Kota Depok). Untuk kali pertama, Jayakarta mengalami Banjir Besar yang disebabkan omongannya yang memuncratkan air liur sebesar 5 ton. Akibatnya, guru spiritual Arwanaraja, Saputrajaya mengusir Arwanaraja dari Kota Jayakarta. Namun Rakyat disana menolak & mengirimkan delman untuk membawa kembali Arwanaraja yang ingin ke Bantaran Mendung untuk mengadu kepada Dewanya. Akhirnya ia dibawa kembali ke Jayakarta setelah ditemukan berjalan kaki di Purwakarta. Akhirnya ia kembali ke Jayakarta. Orang2 sana menyambut dengan meriah. Mereka menganggap bahwa Sang Kaisar tidak sengaja memuncratkan air & banjir tsb Hal yang tidak apa-apa karena Rakyat sana bisa berenang sepuasnya disana, yah begitulah watak bangsa melayu-Indonesia yang suka berperilaku norak. Sang Kaisar akhirnya duduk di singgasananya & memberikan dekrit baru, yaitu mengubah Nama Negara Jawa menjadi Negara Nusantara & memberikan kesempatan para Wong Cilik atau Wong Kampung untuk berobat secara gratis. Abjad hanacaraka pada saat itu muncul yang merupakan leluhur bangsa Jawa. Pada Tahun itu, Seni Karya Lukis, Patung, Musik, Filsafat, Perdukunan, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Ilmu Sulap Gendeng, merajut Kolor berkembang pesat. Kota-Kota di Negara Jawa semuanya telah dibangun dengan Nama-nama yang kita kenal saat ini, seperti Surabaya, Tasikmalaya, Pandeglang dsb.. Namun khusus Kota yang namanya diakhiri "O", seperti Purwokerto, Purworejo, Situbondo, Bondowoso, Bungkarno, Ronaldinho masih diakhiri huruh "A". Tahun 800 SM, Arwanaraja wafat. Ia digantikan Saudaranya, Gayusdharma menjadi Kaisar, karena anaknya Ki Tukuldarma menjadi petapa di Semarang. Peristiwa ini mengakibatkan munculnya dominasi Dinasti Baru di Negara Kekaisaran Nusantara, yaitu Dinasti Gayus.

[sunting] Zaman Gayus (Tahun 800 SM - 100 M)

Zaman Gayus adalah Zaman dimana Dinasti Gayus memegang kekuasaan Nusantara. Menurut Catatan dari Dinasti Wu di China, Nusantara di Zaman Gayus tidak mengalami kemajuan, tetapi kemunduran yang pelan tapi pasti, karena Kaisarnya telah membuat kebijakan yaitu 99,999999999% Pajak dari Penghasilan Dagang Pasar Besi di Kota Cilegon, di Kaki Gunung Krakatau. Urusan Pemerintahan diserahkan kepada Patih Agung. Meski begitu, Para Rakyatnya merupakan perantau ulung sekaligus perebut ulung (rakus) ditambah udik (watak rakyat Indonesia). Pada Tahun 300 SM, Bangsa Jawa terpecah 2, yaitu Bangsa Sunda & Bangsa Jawa murni. Mulai Akhir Abad 4 SM, Bangsawan Feodal mulai muak atas kelakuan Kaisar Dinasti Gayus & merencanakan pemberontakan. 5 Negara lolos dari teritorial Nusantara. Kerajaan Kahuripan lepas di Tahun 100 SM & berkuasa atas daerah yang kini kita kenal Jawa Tengah. Kerajaan Mataram Pertama di Provinsi DIY & Kerajaan Blambangan di Jatim serta Kerajaan Bali di Provinsi Bali hingga Tahun 100 M. Kaisar Romawi, Julius Caesar dimintai pertolongan oleh Kaisar Gayusmulia IX, tapi ditolak. Hingga Akhirnya Nusantara benar-benar runtuh di Tahun 200 M.

[sunting] Zaman Pasca-Nusantara Lama & Perjuangan Hidup Lung Gana & Batu Gana (Tahun 200 M - Tahun 220)

Putri Keris Dayang Yanti (KDY) diusir dari Istana Maharddika oleh Saudaranya yang merupakan Kaisar Nusantara ke-666, Gayusawarman IX karena dituduh menghianati Kekaisaran Gayusawarman bersama suaminya dari Jazirah Kerajaan Timor Lorosae yaitu Raultermos. Puteri KDY marah, tetapi takut dipenjara oleh Laskar/Tentara Nusantara Lama. Akhirnya Puteri KDY, Raultermos & 2 anaknya mengungsi ke Kahuripan meminta suaka, sebagai gantinya, KDY menyuruh 2 anaknya yang mnasih berumur 10 tahun kembar, Lulung Gana & Batu Gana untuk menghancurkan Kekaisaran Nusantara yang lama. Kemudian Anak yang pertama, Lulung Gana terhisap atas kontrak sebagai Dokter Kerajaan Kecil yang ternyata sudah melepaskan diri yaitu Kerajaan Tarumajaya yang kini berkuasa atas Kabupaten Rangkasbitung. Lulung Gana bagaimanapun juga harus bolak-balik dari Ibukota Kahuripan di Sem Arang ke Ibukota Tarumajaya di Lebak, memakan waktu yg lama, belum beraknya, belum makan-minumnya. Akhirnya Lulung Gana terpaksa tinggal di Pantai Sawarna untuk lebih dekat pergi ke Pandeglang. Pada Tahun 200 SM, Kekaisaran Nusantara berhasil dihancurkan lewat peperangan Tai di bagian dekat Kota Tasikmalaya, Kubu Kahuripan dipimpin oleh Batu Gana & Rajanya, Rakai Penangkara melawan Kubu Nusantara yang dipimpin Kaisar Gayusiwarman. Kaisar yang berperang mati2an saat itu, Kaisar Gayusawarmanb ditangkap di Utara tempat teater pertempuran dalam keadaan kekuning-busukan kena Tai & ditawan di Lapas Nusakambangan. Untuk mendedikasikan kemenangan, Tempat pertempuran berlangsung yang dipenuhi bau busuk mayat + tahi dibangun Kota dengan nama Ciamis & Tempat tertangkapnya Kaisar Gayusawarman dlm keadaan muka kekuning-kuningan tahi dengan nama Kuningan. Akhirnya seluruh Nusantara jatuh kepelukan dahsyat Kerajaan Kahuripan, Batu Gana diangkat menjadi Bupati Sunda, yang kabupatennya terdiri dari wilayah Semua Wilayah Taklukan Nusantara

Di Sisi Gelaplain, Raja Tarumajaya, Aki Cepot I membuat bahasa Jawa baru bagi Rakyat Negaranya & sekitarnya Dan menuntut kepemilikan Bupati Sunda, karena di Kabupaten Sunda, Warganya semuanya Sunda. Oleh karena itu Raja Prabu Cepot mengirimkan 500 Laskar dibawah pimpinan Lulung Gana. Namun Lulung Gana tidak mau karena suatu alasan, Akhirnya Prabu Cepot marah & mengirim 50 pengacau untuk menangkap basah Lulung Gana. Lulung Gana rupanya memiliki kebatinan tinggi, para penangkap didepan rumahnya langsung disikat & dilempar ke Pantai Selatan untuk dijadikan makanan Ratu Kidul. Lulung Gana kemudian terinspirasi membangkitkan Kekaisaran Nusantara, ia kemudian menyuruh pengutus untuk membohongi Batu Gana, bahwa dirinya sebentar lagi kan terancam dijadikan tumbal Ratu Kidul & mau diperkoasa. Batu Gana marah & meminta izin Raja Rakai Penangkaran untuk mengirimkan pasukannya utk mencari-cari Lulung Gana. Lulung Gana ternyata licik, ia menaruh baju compang-camping di Pantai & kabur ke Semarang secara diam-diam lewat Pameungpeuk ke Banyumas lalu ke Ambarawa & ke Sem Arang untuk melakukan kudeta pada Raja Rakai Penangkaran. Akhirnya terjadilah Peperangan di Ambarawa, Batu Gana dipanggil ke Sem Arang guna memimpin pertempuran melawan Pengkudeta. Namun saat di Ambarawa, Batu Gana kaget rupanya dia membohonginya, sedang ia telah mengobrak-abrik Kerajaan Tarumajaya & membunuh Pejabat Tarumajaya serta memerahkan wajah Prabu Cepot sehingga menjadi Cepot yang kita kenal saat ini serta berinisiatif membuat Negara protektorat Kahuripan dengan nama Negara Nusantara. Batu Gana kesal pada kakaknya, tetapi Lulung Gana bangga pada adiknya & membocorkan pernyataan

“Jika Nagara Nusantara ni bangkit lagi, Maneh tah boleh jadi Kaisar! Abdi mah apa atuh!!”
~ Lulung Gana kepada Batu Gana
“UNTUMU ANCUR”
~ Batu Gana kepada Lulung Gana

Akibatnya Raja Penangkaran marah, memecat jabatan Jenderal atas Batu Gana Dan membekukan aset Batu Gana termasuk Kolor. Maka Batu Gana marah pada semuanya di Gua Selarong. Melihat Hal ini, Lulung Gana menghentikan pertempuran & meminta maaf serta menjelaskan bahwa Negara Nusantara harus bangkit kembali, karena rindu atas bangkitnya Nusantara. Kemudian Lulung Gana & Batu Gana berpelukan selama 10 jam . Akhirnya terjadilah Perang Besar di Kota Jayakarta. Batu Gana & Lulung Gana melakukan gerilya dari Jayakarta ke Bantaran Mendung lalu ke Sem Arang. Sekitar 3.000 Penduduk Jayakarta direkrut sebagai Bhayangkara Nusantara untuk melakukan gerilya.

Sampai di Sem Arang, terjadilah Perang Hebat, Abdi dalem diliburkan pekerjaannya. Patung-Patung, Bangsal dihancurkan, Kondom2 Peserta Bhayangkara mulai berserakan. Akhirnya Kerajaan berhasil dikudeta, Raja Penangkaran & Abdi Dalem dibawa pakai tandu spesial & dilempar ke Laut Selatan sebagai santapan Ratu Kidul. Akhirnya terbentuklah Nusantara dengan Batu Gana sebagai Kaisar. Pada Bulan Februari 220 M, Batu Gana dinobatkan menjadi Kaisar oleh beberapa orang yang menamakan diri sebagai alih bicara rakyat Dwipa Nusantara & beberapa Pendeta Ilmu Hijau tingkat tinggi (perasaan adanya hitam sama putih?). Lalu, Kaisar Batu Gana mengeluarkan dekrit pertama yaitu:

  • membeli nasi uduk 70 bungkus
  • membeli Dawet 70 gelas
  • membuat jabatan baru, yaitu Wakil Kaisar, Lulung Gana sebagai pemegangnya
  • menggelarkan diri menjadi Sri Maharaja Batuganaraja Ganteng sedangkan untuk si Lulung Gana ialah Mangkubumi Langit Raden Lulung Gana.
  • Dan menyatukan kembali seluruh wilayah Nusantara, kalau segan, Jazirah Hindia pun boleh saja, atau sampai ke Negeri Ruhum (Romawi)
  • Membentuk Tentara Nusantara yang bernama Bhayangkaraatau disingkat BYK
  • Membuat Kalender Matahari seperti buatan Maharaja Julius di Negeri Ruhumawi.

Akhirnya setelah tahun 220 SM, Batu Gana menjadi Kaisar Tunggal dengan Lulung Gana sebagai Wakil Kaisar + Panglima Tinggi Bhayangkara.

Nusantara3

Wilayah Nusantara baru setelah menghancurkan Tarumajaya & Kahuripan.

[sunting] Zaman Kebangkitan (Tahun 220 SM - 300 SM)

SETAN-BATU-GANAS

Wajah Kaisar Batu Gana.

Di bulan februari tahun 221 M, Gunung Krakatau Meletus Besar,. Pasar Besi di Cilegon hancur, Tsunami terjadi menyapu habis Kota Cilegon hingga ke Kota Bhegasasi (sekarang Bekasi)di Timur Jayakarta. Ribuan orang tewas, akibatnya Sarana Pemerintahan hancur lebur bubur disembur. Istana Maharddika tenggelam, Pasar Inpres Tenabang hancur & Alun-alun seberang Istana Maharddika, yaitu Lapangan Ikada (Istana maharddiKA DepAn) hancur, serta Akibat itupula, Muncul Selat Sunda pemisah teritorial Nusantara-Sriwijaya, Dan terjadi Musim Dingin Panjang terjadi di Eropa, Amerika, sehingga Rakyat Barat menyebut Tragedi ini sebagai Dark of Ages. Di Arab pun juga terjadi Dark of Ages Krakatau, hingga Asap Vulkanik membodohkan penghuninya hingga Cahaya Islam muncul, pembodohan ini atau Dark of Ages at Arabia disebut juga Zaman Jahiliyyah. Di Amerika sendiri, Tetua Suku Toltek sering mengurbankan manusia untuk dimakan alam sebagai rasa melawan kabut mendatangkan cahaya matahari.

Akibatnya Nusantara mengalami krisis, Perdagangan Internasional mulai kacau setelah Pasar Inpres Internasional Tenabang (sekarang Pasar Tanah Abang) hancur & Rakyat Asia harus jauh-jauh ke Mesopotamia demi membeli besi. Mesopispotamia sendiri Besinya sudah habis. Akibatnya Terjadi Krisis Besi Dunia (lebay). Nusantara jatuh terpuruk saat itu.

Namun Kaisar Batu Gana & Wakilnya, Lulung Gana yang ternyata sedang selamat beristirahat di Gedung Sate kaget, dia Kemudian membentuk Dekrit yaitu membuat Badan Relawan (atau SAR) & sekitar 3.000 rakyat masuk ke dalam program & membantu Korban tewas, hilang, mati, luka berat, luka ringan atau shock. Kemudian Batu Gana menghilangkan Kegiatan Ekspor Besr sementara & menjadi Eksportir Beras nomor satu dunia mengalahkan Kerajaan Khmer & Champa.

Tahun 230 SM, Semua Infrastruktur & Administrasi di Negara Nusantara Kedua kembali stabil. Jayakarta kembali dipugar & suatu Menara Tinggi dibangun dengan nama Monas yang digunakan sebagai Mercusuar, Pemantau, Balairung, & menghubungkan Aura Gendeng Langit Ke-1500 guna dibekukan di suatu ruangan, nanti aura itu akan dijual dalam bentuk es & siapa yang memakannya akan tersembuhkan dari Virus HIV/AIDS & Ancaman Pembunuhan & bisa dijadikan Alat Perantara Tukar Barang bernilai tinggi. Januari tahun 232, Suatu Undang-Undang Pertama terbentuk dari 45 Lembar Daun Pisang Bungkus Nasgor. UU tersebut bernama UUD 45 & mengatur setiap Sistem Pemerintahan, Militer, Dukun, Seksual & SoSial.

Tukul b

Inilah Tempat Rapat Akbar yang berujung pada Negara Tetangga Sekitar oleh Nusantara. Kini tempatnya mengalami 123566780653 kali pemugaran hingga lebih kecil ribuan kali lipat dari sekarang, ini & terancam perluasan Gedung DPR.

Akhirnya Suatu Masa Kebangkitan yang dinanti-nantikan datang pula, Menurut Pertanggalan Romawi, 17 Agustus Tahun 240 M, Diadakan Rapat Besar-Besaran di Suatu Daerah di Hutan-hutan Jayakarta. Rapat tersebut digelar oleh Kaisar Batu Gana & Wakasar Lulung Gana.

Rapat itu membahas tentang Penyatuan Seluruh Pulau Jawa Dan manfaatnya. Jubir (Juru Bibir) Kekaisaran, Tukul Praja juga menjelaskan bahwa Semua Daerah Pulau Jawa memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah & ras yang serumpun, oleh karena itu Seluruh Bagian Pulau musti dianeksasi. Akhirnya Rapat itu ditutup Pada 18 Agustus Jam 25.00 dengan keputusan Nusantara akan menaklukan Kerajaan yang numpang di Pulau Jawa.


[sunting] Abad Kejayaan Pertama

Penaklukan Pertama difokuskan kepada Negara Blambangan di daerah yang kini disebut Provinsi Jawa Timur. Kemudian Lulung Gana mengirimkan 210 Prajurit BYK ke Pos Utama di Kota Khertasura lalu kemudian Pasukan dibagi 3 Laskar, yaitu 70 Laskar Babi terus ke Sragen-Madiun, 70 Laskar Badak ke Utara arah Blora menuju Lamongan & 70 Laskar Monyet ke selatan arah Sukoharjo menuju Pacitan (Kampungnya SBY)., Mereka kemudian ditugaskan mengepung Ibukota Malang, kecuali Laskar Badak yang berjalan ke Pelabuhan Internasional Surabaya. Awal Oktober 240 SM, terjadilah geger di Malang antara Prajurit Blambangan yang diperintah Raja Blambangan, Bhre Wirabhumi melawan Laskar Babi & Monyet yang dipimpin Lulung Gana. Namun beberapa saat, terjadi Gencatan Senjata sementara karena Bhre Wirabhumi sedang menikah. Ratusan Ribu orang tewas begitupula Lansia, namun Pasukan BYK bukannya menyembuhkan/mengkremasi malah saling menepuk rebana & gendang Dan membuat Festival yang bernama Reog Pornorogo sebagai tanda menuju kemenangan ditambah dengan eek sembarangan di jalan-jalan, apalagi sebelumnya, di hadapan candi, mereka pipis sembarangan. Para Pejabat Blambangan tersisa yang melihat itu marah & melanjutkan Perang kembali. Namun Prajurit BYK telah memiliki Ilmu kebatinan sehingga mereka menyanyi-nyanyi saja sambil menepuk rebana sekeras-kerasnya & berteriak melolong-lolong. Akibatnya Kerajaan Blambangan menyerah, setelah Peperanagan Surabaya dimenangkan Kubu

Peralatan pribadi