Hindia Timur

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Hindia Timur (India:Nusvanthara Arab:Jazair Al Hindi Cina:Kwetiaw Bak SoSan-fot-si Jepang:To Indo Eropa:The Dutch East Indies Company) adalah Suatu Negara yang terdapat di Suatu Kepulauan yang bernama Indahnesial, Negara ini pada zaman dahulu menaklukan Kerajaan Ayutthaya, Khmer, Viet, Dinasti Jin, 1/2 Keshogunan Tokugawa, Coromandel, Kesultanan Himyar, Emirat Mutawakiliyah, Axum, Kerajaan Zulu, Suku-Suku Pesisir Afrika, Kesultanan Misri, Pesisir Selatan Dinasti Farsi Dan tidak bisa disebutkan satu-persatu lagi, Amat banyak.

[sunting] Etimologi

Hindia berasal dari kata Hind atau Hindus atau Sindh atau India yang merupakan tanah kelahiran dari Kaisar Pertama Hindia, Ajisaka. Saat itu Ajisaka yang merupakan titisan Dewa Yudhistira yang menjadi Raja ke-666 di Tanah Sindh atau India. Ibukota Sindh atau India saat itu adalah Kashmir. Namun Pada Tahun 5700 SM, Terjadi Penghilangan Zaman Es (Ice Age). Salju Himalaya jadi sedikit, yang tadinya tersebar hingga 10 km dari puncak gunung, malah jadi 3,6666666 km. Akibatnya para Bigfoot atau Yeti yang ada di Pegunungan Tibet kepanasan, tidak mampu beradaptasi Dan berlari-lari ke tempat yang dingin, namun banyak beberapa Yeti yang nyasar, sekitar Ribuan Yeti nyasar ke Srinagar, memporakporandakan Kota & menghancurkan Tempat Sanggar Seks Tari Bombay, Binatang seperti Lembu ketakutan Dan lari ke Kota Terbesar, Mumbay Dan mengamuk mencari makanan. Melihat itu semua, Ajisaka langsung melarikan diri, Ia dengan sengaja meninggalkan Istri & anaknya karena Ia bujangan. Ia kemudian menyatakan lari ke Pulau Jawa bersama kerabatnya, dengan alasan bahwa India sudah tidak nyaman. 10 tahun kemudian, India menjadi normal & kepemimpinan dipegang oleh Seorang Bangsawan yang bernama Chandragupta, 9 tahun sebelumnya, Ajisaka sampailah di Pulau Jawa beserta Kerabat & Pengikutnya dengan Kapal. Kapal tersebut terdampar di Teluk yang berada Puluhan Kilometer dari Gunung Mahakrakatau. Setelah itu Ajisaka menebang hutan-hutan di teluk bersama pengikutnya, membersihkan Daerah dari Aura Ghaib & mendirikan Peradaban disana. Tahun 5668 SM, Teluk tersebut diubah menjadi Kota oleh Ajisaka, Kota tersebut dinamai Jayakharta yang berarti aJisaka berjAYA KHARTA (Kota/Tempat Ajisaka kan berjaya), Selain itu Ajisaka menobatkan dirinya sebagai Raja tanpa perlawanan & mendirikan Negara di Jayakharta dengan Nama Hindia Timur, Nama tersebut ditetapkan karena Ia menganggap Teluk tersebut seperti Tanah yang Ia kuasai (India=Jakarta??), Ada Gunungnya seperti di Himalaya, & banyak sungai seperti di Bengali. Namun teluk tersebut bukan di Hindia atau Sindh sehingga Ia menyebutnya Hindia kedua atau Hindia Timur, karena tempatnya di Timur Hindia. Yang jelas Ia mendirikan Kekaisaran Hindia Timur di Jayakharta.

Ajisaka Pada Tahun 5620 menikah dengan Amaterasu, Ratu Yamaha, Negara di Jepang, setelah menikah, Ia dikaruniai 30 anak, Namun habis itu, Ia mengalami Penyakit Kejiwaan, Ia mulai mengacaukan segalanya, menciptakan Kendaraan yang bernama Bajaj & memaksa Bajaj untuk menjadi Patihnya, Ia juga berbuat onar & Pada Tahun 5618, Ajisaka sadar atas kelakuannya, menyesal & menghilang sepenuhnya, Anaknya Ajisaka, Ajisama menobatkan diri sebagai Raja & menggantikan namanya menjadi Ajisaka II. Pada Tahun 5600, meski Ia berumur 28, Ia menguasai Seluruh Pulau Jawa. Ia juga memperkenalkan Seni Pakaian Batik, & Kebudayaan Batu Akik. Rakyat-Rakyat Jawa & Sunda diperkirakan merupakan Cucu moyang dari Para Pengikut Ajisaka.

[sunting] Zaman Ajiputradewa

Setelah Tahun 250 SM, Hindia Timur sudah menjadi Pusat Perdagangan Dunia & menjadi Pengekspor Batu Mulia Pertama di Dunia. Ratusan Ribu Batu Mulia dijual ke Dinasti Palembang, Dinasti Dharmasraya, Dinasti Shang di Cina, Dinasti Akhaeminiya di Persia, Dinasti Zulu, Nubia, Firaun Kafir & Berber di Benua Afrika, Dinasti Sparta di Yunani, Dan Dinasti Romanum di Italia, horeeee. Selain Batu Akik, Beras juga mulai diperkenalkan. Pada Tahun 230 SM, Kaisar Ajiputradewa, Keturunan Ajisaka melakukan Swadaya Beras & membuat Undang-Undang Dasar 45 Perak. Karena UU tsb dibuat dari 45 Bungkus Nasi Ulam & Uduk yang berharga 1 perak masing-masing. UUD tsb mengatur tentang Perdamaian, Konflik Sosial, Seks, Spiritual, Seks, Seks, Seks lagi, Pertanian, Kebudayaan, Pornografi, Negara, Keadilan & Seks lagi.

Namun sayangnya Ajiputradewa bukan Kaisar pemberani, Ia terlalu manusiawi, takut darah, bahkan Ia melarang Akupunktur dari Dinasti Shang untuk dibawa Ke Hindia. Ia juga anti-pembunuhan. Sehingga ketika terjadi Pemberontakan, Tentara tidak dikerahkan sehingga para pemberontak malah tambah kuat Dan mendirikan Negara Baru di Pulau Jawa tanpa tumpah darah!. Pada Tahun 225, Tumbuh Negara Separatis/Baru di Pulau Jawa, Negara-Negara tersebut adalah Kerajaan Tarumanagara di Banten, Kerajaan Mataram di Jawa Tengah, Kerajaan Pakualam di DIY, & Kerajaan Tumapel di Jawa Timur, Hindia hanya memegang Jawa Barat & DKI Jakarta. Pada Tahun 2100, Ajiputradewa wafat & digantikan oleh Ajiwibawa, Ketika terjadi Upacara Pelantikan Ajibawa, Kerajaan Mataram dibawah Raja Syailendra memanfaatkan situasi ini & mengerahkan 30.000 Tentara Rakyat untuk dipersenjatai Tai & Sampah menyerbu Daerah Hindia perbatasan Kabupaten Cilacap yang kaya akan Hutan Jati yang akan ditebang untuk dijadikan Kerajinan. Akhirnya terjadilah pertempuran di Daerah tersebut. Hanya 5 orang yang bertempur melawan 3000 Tentara Mataram. Akhirnya karena Tentara Hindia yang bertempur hanya 5 orang (Para Tentara Hindia sedang mengawal Pelantikan Pangeran Ajibawa), maka 5 orang tersebut menyerah setelah anak-anak manusia itu dilempar Tai oleh Tentara Mataram & Seluruh Daerah Kaya hutan Jati dilempari Tai. Akhirnya Daerahg Kaya Akan Hutan Jati tsb ditaklukan Mataram & Daerah tersebut dinamai Ciamis. Karena Daerah tersebut banyak Tai pelemparan Tentara Mataram hingga Daerah itu Bau Amis.

Peralatan pribadi