Haram Jadah

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan artikel ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, tumbal pesugihan dan bahan pembuatan kondom.
Tapi agak kurang ditambah sere, lengkuas dan cabe nya satu kilo
~ Bondan Winarno

Belakangan ini, kelihahatannya Malaysia mulai mengklaim "bambu runcing" sebagai milik

mereka...

Haram Jadah
Haram Jadah adalah sebuah makanan khas di wilayah Sumatra sampai Malaysia. Makanan ini tidak jauh berbeda dari makanan Jadah yang berasal dari Taman Lawang, Jawa, hanya jadah ini menggunakan bahan-bahan yang dianggap haram oleh ajaran Islam sehingga disebut Haram Jadah.

Restoran Solaria, yang dibina oleh Jimbo Wales termasuk salah satu restoran yang terkenal oleh Haram Jadah nya.

Daftar isi

[sunting] Sejarah

Makanan Haram Jadah berasal dari wilayah kesultanan Melayu, misalnya kerajaan Samodra Petai (kini pindah ke Thailand dengan nama Samodra Pattaya) dan kerajaan Ceriwisjaya. Di wilayah itu umumnya orang-orang yang kaya dan berkuasa menganut agama Islam sementara para pembantu dan budak masih menganut agama lokal yang lain seperti ajaran Kama Sutra atau Jamiliyah. Jadi, bahan-bahan makanan yang haram diberikan kepada para budak sementara makanan halal dimakan sendiri oleh para majikan dan anjing peliharaan mereka.

Karena bosan makan yang itu-itu terus, para budak tersebut pun mulai memodofikasi bahan-bahan makanan yang mereka dapatkan, misalnya diuleg, diduduki sambil kentut, diemut lalu dimuntahkan lagi, atau direndam di kali Ciliwung. Setelah bertahun-tahun mencoba dan jutaan kasus diare dan sembelit, akhirnya terciptalah olahan bahan-bahan makanan yang haram itu menjadi sebuah makanan berstandar internasional, yang kemudian disebut Haram Jadah.

[sunting] Komposisi

Komposisi Haram Jadah yang asli berasal dari bahan-bahan makanan yang haram, antara lain:

  • Daging Babi
  • Daging Anjing
  • Kotoran Anjing
  • Miras (Mi Keras)
  • Minuman Keras (es batu)
  • Narkoba (Campuran Kolak Bakso)
  • Buah Pakmu
  • Pembalut wanita yang sedang haid (kaldu darah perawan)
  • Hewan-hewan yang sudah mati paling tidak seminggu
  • Segala sesuatu yang telah disentuh oleh Roy Suryo
  • Muncratan Tukul Arwana
  • Baju dalam Amingwati
  • Gambar porno
  • Asam Laknat
  • Dan lain-lain yang telah diharamkan Rhoma Irama

Makanan-makanan di atas dicampur aduk, diblender sampai pecah, lalu biasanya disantap dengan nasi aking sambil menonton goyangan Inul atau Dewi Perssik. Tidak lupa disiram dengan seember air kembang tujuh rupa dulu supaya yang makan tidak jadi mandul.

[sunting] Halal Jadah

Meskipun makanan ini dilarang bagi muslim, kaum muslim pun lama-lama ngiler juga melihat makanan haram jadah yang menggoda tersebut. Maka, diprakarsai oleh Nyonya Sudarmi, mereka mulai membuat makanan yang mirip-mirip dengan makanan tersebut, namun bahan-bahannya diganti dengan bahan-bahan yang mirip-mirip. misalnya:

  • Daging babi digantikan dengan Daging sapi
  • Daging Anjing digantikan dengan Jamur
  • Baju dalam Amingwati digantikan dengan baju dalam Paris Hilton
  • Pembalut wanita diganti dengan teh celup atau saos tomat
  • Buah Pakmu diganti dengan Buah Duren atau Rambutan
  • Minuman keras diganti dengan Minuman halus (uap air)

Setelah makanan ini dipatenkan oleh Rhoma Irama, makanan inipun diberi nama Halal Jadah dan menjadi makanan favorit di wilayah Indonesia, Azerbaijan, Suriname dan Dollykarta

[sunting] Lihat juga

judul pranala

Peralatan pribadi