Anggota DPR
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
“Saya pikir singkatan dari Duda-duda Porno dan Rusak?”
~ Oscar Wilde kepada Anggota DPR yang sedang liburan di Eropa
“Di Soviet Яussia, anggota DPR dimakan olehMU!”
Anggota DPR (Homo Korupsicus) adalah spesies monyet licik yang habitat utamanya terletak di Gedung Parlemen Indonesia. Spesies ini masuk ke dalam genus Corrupteae dan memiliki urat tak tahu malu yang sekeras baja. Spesies ini kebanyakan gendut karena banyak makan Uang rakyat yang bergizi tinggi.
Setiap hari, populasinya terus meningkat. Dari Gedung Parlemen di Senayan, menebar ke Jakarta, lalu ke seluruh Indonesia, sampai nyasar ke berbagai belahan dunia.
Sifat anggota DPR antara lain malas, makan uang, melihat pornomatika, dll sesuai yang diajarkan oleh Barney.
Mereka berideologi Shitanisme, Korupsisme, dll.
Nama asli DPR sesungguhnya adalah HPR yang merupakan singkatan dari Hewan Perwakilan Rakyat. Namun saat mengetikkan namanya, biasanya para HPR melakukannya sambil nonton komedi nakal atau goyang Dewi Perssik atau bokong anggota HPR lain yang bahenol, sehingga huruf H nya salah ketik jadi D. Sedangkan huruf P dan R bisa terketik dengan sempurna karena para anggota HPR hafal betul kedua huruf tersebut. diduga karena mereka sering sekali mengetik kata korupsi dan pelacuran
[sunting] Pemeliharaan
Sebagai hewan langka, spesies DPR sangatlah dipelihara oleh pemerintah Indonesia, karena itu mereka selalu diberi makan uang rakyat dan lumpur lapindo serta lemak babi agar tetap sehat dan tambah gemuk. Mereka memang satu-satunya spesies di dunia yang kegemukannya bisa melebihi ibumu.
Spesies DPR dianggap adalah satu-satunya makhluk yang bisa dijadikan identitas budaya Indonesia, karena itu harus dirawat baik-baik untuk mempertahankan budaya Indonesia yang asli yaitu korupsisme. Dan terbukti, dengan adanya DPR ini dunia Internasional mengakui bahwa budaya korupsisme memang berasal dari Indonesia. Bahkan kita tidak perlu mengklaim budaya tersebut dari negara berbudaya korupsisme lain seperti Malaysia, Kuba, Filipina dan Vietnam.




