Gunung Putri

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Gunung Putri adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Gunung Putri adalah Gunung banyak putri-putri. Fasilitas lengkap-lengkap seperti Mall, Restoran, Rumah makan Padang, Perumahan, Balai pertemuan dan sudah lengkap fasilitas perhubungan seperti:

  • Angkutan perkotaan
  • Bus kota, seperti:
    • Mayasari Bhakti
    • PPD
    • Metromini
    • TransJakarta
  • Bus AKAP, seperti nama:
  • Kereta api, seperti:
    • Sarana
      • KRL Commuter Line Duri-Nambo
      • KRL Commuter Line Duri-Nambo-Jatimekar (rencana)
    • Prasarana
      • Stasiun Gunung Putri
      • (Beberapa stasiun dan jalur masih dalam perencanaan dan pengaktifan)
  • Transportasi lain, seperti:
    • Ojek
    • Becak
    • Angkutan pedesaan
    • Taksi
    • Rakit/getek
  • Angkutan udara, seperti: Pesawat (turun Bandara Halim Perdanakusuma), lanjut angkot ke Cawang, langsung sambung K56 turun Nagrak, dari Nagrak naik 91

[sunting] Tempat tinggal tokoh

Disini terdapat tempat tinggal tokoh di Kecamatan Gunung Putri termasuk orang GILAAAA..., bernama Amirah, yang sekarang tinggal di Jalan Nangka no. 2, Desa Ciangsana dari tanggal 7 Juli 1981 sampai sekarang yang merupakan tamatan SMA tahun 1979 dan sekarang sudah bekerja di Kementerian Agama Republik Indonesia.

Amirah dulu pernah bekerja sebagai guru dan kepala dusun. Perempuan ini yang pernah menikah sekitar tahun 1986-1987. Sebelumnya, Amirah pernah tinggal di Kelurahan Kalibata dari tahun 1960 sampai tahun 1981.

Amirah pernah bersekolah di KB Al-Fatihah Kelurahan Kalibata 007 (tamat tahun 1965), RA Al-Fatihah Kelurahan Kalibata 009 (tamat tahun 1967), SD Islam Al-Fatihah Kelurahan Kalibata 007 (tamat tahun 1973), MTs Muhammadiyah VII Kelurahan Cawang (tamat tahun 1976) dan SMA Muhammadiyah V Kelurahan Cawang (tamat tahun 1979).

[sunting] Desa/kelurahan

Desa/kelurahan di Gunung Putri, seperti:

  1. Rambah Kanan (dahulu Gunung Putri Utara)
    1. Desa Ciangsana
    2. Desa Nagrak
    3. Desa Bojong Kulur
  2. Bandar enam belas (Cikeas raya, dahulu Gunung Putri Tengah)
    1. Desa Cikeas Udik
    2. Desa Wanaherang
    3. Desa Cicadas
    4. Desa Tlajung Udik
  3. Kranggan - Gunung Putri - Bojong Nangka (dahulu Gunung Putri Selatan)
    1. Desa Karanggan
    2. Kelurahan Gunung Putri
    3. Desa Bojong Nangka

[sunting] Sarana kesehatan

Crystal Clear app xmag Artikel utama untuk kategori ini adalah Daftar sarana kesehatan yang berada di Kecamatan Gunungputri.

[sunting] Pendidikan

[sunting] Sekolah

  • SMAN 1 Gunung Putri
  • SDN Wanaherang 06
  • SDN Wanaherang 07

[sunting] Universitas

  • STIE IPWIJA

[sunting] Transportasi

[sunting] Trayek angkot/bus

  • Angkot 121 jurusan Cileungsi - Rambutan
  • Angkot 121A jurusan Ciangsana - Rambutan
  • Angkot 91 jurusan Wanaherang - Rambutan
  • Angkot 38 jurusan Cileungsi - Cibinong
  • Angkot 38A jurusan Cileungsi - Stasiun Bojong Gede (rencana)
  • Bus Mayasari AC 42 jurusan Cileungsi - Tanjung Priok
  • Bus Mayasari AC 42A jurusan Cileungsi - Kalideres
  • Bus PPD P54B jurusan Grogol - Cileungsi (rencana)

[sunting] Taksi

Berkas:Taksi blue bird.jpg

Berikut ini adalah daftar taksi yang melayani wilayah Kecamatan Gunung Putri

  • Taksi Bluebird
  • Taksi Express
  • Taksi Gamya
  • Taksi Taxiku
  • Taksi Putra
  • Taksi Uber (rencana)

[sunting] Transportasi umum lainnya

[sunting] Berjalan kaki dan bersepeda

Sampai dengan era tahun 1990-an, di Kecamatan Gunung Putri orang-orang masih naik sepeda dan jalan kaki, baik saat ke sekolah, pasar, dll. Karena sudah adanya sepeda motor pada tahun 1999-2000, jumlah warga Kecamatan Gunung Putri yang bersepeda semakin berkurang. Karena sudah adanya mobil pribadi pada tahun 2004-2005, jumlah warga Kecamatan Gunung Putri yang berjalan kaki semakin berkurang.

[sunting] Kereta api (Perkeretaapian di Gunung Putri)

[sunting] Stasiun Wanaherang

Templat:Infobox stasiun

Berkas:Pp602.jpg
Berkas:442 Demak 1990.jpg

Stasiun Wanaherang atau dahulu disebut Stasiun Wanaherang NIS merupakan bekas sebuah stasiun kereta api yang ada di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

[sunting] Fasilitas

Dulunya stasiun ini merupakan stasiun yang paling besar, memiliki dipo lokomotif, Pompa bensin, Tandon air lokomotif uap dengan fasilitas Parkir yang luas, Kantin, Musholla, toilet dan melayani pemberangkatan kereta api Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij yang jurusan ke Cileungsi, Jonggol, Jabung, Cariu, Tanjungsari, Cikalong, Cianjur, Bekasi dan kota-kota di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

[sunting] Kegunaan
[sunting] Penumpang

Dahulu, stasiun ini dipakai untuk warga Wanaherang dan Cicadas yang hendak berangkat kerja di Jakarta dan Bekasi dengan naik kereta api ke Stasiun Citayam kemudian bersambung KRL ke Stasiun kereta api yang berdekatan dengan kantor di Jakarta, serta melayani warga Wanaherang dan Cicadas yang hendak berliburan ke luar negeri dengan naik kereta api ke Stasiun Jabung kemudian bersambung dengan kereta api patas ke pelabuhan di Sungai Cikarang sebelum akhirnya naik kapal ke luar negeri.

Dahulu, KA Penumpang Patas di lintas Jakarta-Purwakarta berhentinya di Stasiun Cikarang Pelabuhan, bukan di Cikarang dan Cibitung. Biasanya, KA dari Jakarta, Jatiasih, Purwakarta dan Cikampek rangkaiannya dipecah di Cikarang dan Cibitung. Dimana sekitar 3-4 kereta api melanjutkan perjalanan ke Cikarang Pelabuhan. Penumpang kemudian akan menaiki kapal untuk hendak berliburan ke kota-kota di Indonesia dan Luar negeri.

Saat itu, stasiun KA ini masih banyak anak gelandangan, pengamen dan pengemis yang naik ke dalam kereta api penumpang yang ketika saat itu masih ditarik lokomotif uap. Berdasarkan SK no. 191/1994, Stasiun Wanaherang ini dibersihkan dari anak gelandangan, pengamen dan pengemis.

[sunting] Percabangan jalur

Di stasiun ini dulunya terdapat percabangan ke Stasiun Nambo, Stasiun Pondok Cina, Sentul, Cibubur, Stasiun Jabung, Jonggol dan Stasiun Bekasi. Beberapa jalur ini ditutup pada akhir 1995 akibat banjir besar melanda Kabupaten Bogor dan jalur ke Pabrik opium di depan Stasiun Pondok Cina dan Pabrik gula di Sentul ditutup setelah pabrik gula dan opium ditutup akibat dari Krisis pada tahun 1997 [1] [2] Dulunya pada jalur ke Stasiun Pondok Cina angkutannya berupa opium dan ke Sentul berupa gula.

Jalur ke Stasiun Pondok Cina pada ruas Stasiun Sukatani-Ngongkor dibongkar dan sebanyak 11 stasiun kereta api dibongkar pada tahun 2010 akibat dari pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi dan Jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 alias JORR 2.

[sunting] Pengaktifan kembali

Stasiun kereta api ini dibuka kembali pada bulan Juli 2013 seiring dengan pengadaan KRL Jabotabek rute Duri-Nambo-Jatimekar dan Citra Indah. Sekarang, jalur dan stasiun sedang dibangun.

[sunting] Informasi stasiun
Detail Informasi
Nama stasiun: Wanaherang
Provinsi: Jawa Barat
Kabupaten/kota: Bogor
Kecamatan: Gunung Putri
Desa: Wanaherang
Kodepos: 16967
Ditutup: 30 Desember 1995
Dibuka kembali: 2013-2014
Status: Sudah tak aktif, diaktifkan kembali dengan menggunakan bangunan baru di dekat Pabrik Mercedes Benz.
Kode: WNH
Nomor aset: 218293819240
Ketinggian: +120 m
Nomor stasiun: 1407
Letak:
Pemilik: PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Nambo-Jabung (tak beroperasi dan diganti dengan jalur baru) Stasiun berikutnya:
Halte Wanaherang Selatan Halte Wanaherang Pasar
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Pondok Cina-Wanaherang Stasiun berikutnya:
Halte Wanaherang Jagalan -
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Cibubur-Nambo (tak beroperasi dan diganti dengan jalur baru) Stasiun berikutnya:
Halte Jangkung Halte Wanaherang Selatan
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Nambo-Jonggol (tak beroperasi dan diganti dengan jalur baru) Stasiun berikutnya:
Halte Wanaherang Selatan Halte Wanaherang Pasar Timur
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Megamendung Stasiun berikutnya:
- Halte Ngugluk
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Pabrik gula Sentul Stasiun berikutnya:
- Halte Ngugluk

[sunting] Halte Ngugluk alias Wanaherang Trem

Templat:Infobox stasiun

Halte Ngugluk merupakan stasiun KA non-aktif yang berada di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor. Dahulu, merupakan stasiun kereta api pemberangkatan untuk para penumpang trem TjVSM yang hendak berangkat ke Jabung, Nambo, Sukaraja dan Megamendung serta persilangan kereta api angkutan gula dari daerah Sentul di era Orde Baru. Stasiun kereta api ini dahulu dibuka pada tahun 1930-40-an oleh Tjikeas Valleien Stoomtram Maatschappij serta melayani trem dan kereta api angkutan gula dari Pabrik gula di kawasan Sentul, Babakan Madang, Bogor sejak tahun 1941.

Sekarang, Stasiun kereta api ini sudah ditutup sejak jalur, stasiun dan pabrik gula di daerah Sentul, Babakan Madang, Bogor ini ditutup akibat dari Krisis ekonomi parah melanda Asia tahun 1997. Namun kini bekas stasiun kereta api telah dibongkar pada tahun 2000 dan ddijadikan warung penjualan kartu seluler, warung bakso dan tempat tinggal yang dihuni orang yang baru pindah dari daerah Jakarta Pusat yang dibangun pada tahun 2002, ditandai dengan Peletakan batu pertama pada pembangunan tersebut pada tanggal 27 Juli 2002 oleh Kepala desa Wanaherang yang saat itu dan diresmikan pada tanggal 14 Januari 2004 oleh Kepala desa Wanaherang yang saat itu.

Kini, bekas Stasiun kereta api ini terletak dalam Perumahan Villa Bumi Asri.

[sunting] Informasi stasiun
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Megamendung Stasiun berikutnya:
Stasiun Wanaherang Halte Babakan
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Pabrik gula Sentul Stasiun berikutnya:
Stasiun Wanaherang Halte Babakan

[sunting] Halte Babakan

Templat:Bukan Templat:Hatnote Templat:Infobox stasiun

Halte Babakan merupakan stasiun kereta api non-aktif di dalam perumahan Cicadas Asri, Cicadas, Gunung Putri, Bogor. Halte ini dahulu dibuka pada tahun 30-an oleh Tjikaas Valleien Stoomtram Maatschappij (TjVSM) serta melayani penumpang. Selain itu, juga melayani persilangan kereta api tebu dari Pabrik gula Babakan dan Sentul. sekarang sudah aktif lagi sejak tahun 1997, disebabkan krisis moneter. Kini bekas halte tersebut telah dijadikan rumah warga.

Dulu pernah memiliki percabangan ke pabrik gula Babakan yang terletak hampir 2 km dari stasiun ini. Namun kini, jalur decauville milik PG Babakan pada tanggal 28 Mei 2008 telah dibongkar oleh warga Gunung Putri dan kini ditempatkan di Kebun Raya Bogor di Bogor.

[sunting] Bukti
[sunting] Lori tebu

Namun kereta api lori di jalur decauville masih tersisa 6 unit, yakni 1 penarik yakni Lokomotif SS seri 200T dan 5 lori yakni nomor L304, L305, L307, L308 dan L310. Namun kini ketiganya telah dibawa ke Museum kereta api Ambarawa pada tanggal 22 Desember 2011.

[sunting] Kereta api

Sedangkan, di halaman rumah, masih tersisa 3 unit kereta api kayu dan 1 unit lokomotif dengan gauge 600mm, yakni 3 unit kereta api kayu dengan gauge 600mm yakni CR 235, CR 237 dan CR238, serta 1 unit lokomotif dengan gauge 600mm yakni Lokomotif C2604 (TjVSM 14). Namun kini kedua kereta api kayu telah dibawa ke Museum kereta api Ambarawa (Semarang), serta satunya dibawa ke Museum transportasi TMII (Jakarta Timur) pada tanggal 22 Desember 2011.

Hanya sebuah lokomotif yakni lokomotif C2604 (TjVSM 14) telah dibawa ke depan Kebun Binatang Ragunan untuk dipajang pada tanggal 5 September 2009 dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pada tanggal 6 September 2009 pagi.

[sunting] Informasi stasiun
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Megamendung Stasiun berikutnya:
Halte Ngugluk Halte Keroncong
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Wanaherang-Pabrik gula Sentul Stasiun berikutnya:
Halte Ngugluk Halte Keroncong

[sunting] Perusahaan yang sudah tak beroperasi

Ada beberapa perusahaan yang sudah tak beroperasi, seperti:

[sunting] Tjitajam-Tjiandjoer Stoomtram Maatschappij (1937-1998)

Templat:Infobox rail

Tjitajam-Tjiandjoer Stoomtram Maatschappij adalah perusahaan kereta api yang dahulu mengelola jalur kereta api sepanjang 172 km di Kabupaten Bogor dan sebagian Cianjur, Jawa Barat. Perusahaan ini mengelola jalur kereta api ini di sekitar Kota Depok, Kabupaten Bogor, sebagian Kabupaten Bekasi, sebagian Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Purwakarta dan sebagian Kabupaten Cianjur. Daerah ini adalah penghasil terbesar hasil pertambangan dan perkebunan yang merupa­kan tambang emas angkutan perusahaan TTSM. Seluruh jalur eks TTSM sudah tidak aktif sejak pasca terjadi Kerusuhan Mei 1998. Saat ini lahan eks TTSM dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta.

[sunting] Sejarah jalur TTSM

Nama Jalur KA Tahun Dibuka
Jalur kereta api Citayam-Nambo 1938, bersama NIS (dibangun 1939)
Jalur kereta api Nambo-Jonggol 1940
Jalur kereta api Cileungsi-Bantargebang 1938
Jalur kereta api Pendung-Cibarusah 1937, 1938 diambil alih ke SS
Jalur kereta api Jonggol-Sukamakmur 1939
Jalur kereta api Jonggol-Cikalong 1939
Jalur kereta api Cikalong-Cianjur 1940
Jalur kereta api Payukan-Cipanas 1939

[sunting] Stasiun yang dimiliki TTSM

[sunting] Suikeronderneming Babakan (1929-1997)

Sekarang pabrik gula ini ditutup serta decauville-nya sudah rusak dan telah dicuri pada tahun 2008. Meskipun dicuri, Area/lahan yang aset yang dahulu dikelola oleh Suikeronderneming Babakan dan sekarang dikelola oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bogor serta decauville tadinya dikelola oleh Suikeronderneming Babakan dan sekarang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi I Jakarta dan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor.

Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan
Tampilan
Peralatan pribadi
navigasi
Komunitas
Tolololpedia
Kegiatan komunitas
Proyek
Bagikan
Kotak peralatan
FANDOM