Gudeg

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Bondan-Winarno-Maknyus.png MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan Gudeg ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, dan Bus TransPakuan.
“Saya makan Gudeg ini aja rasanya maknyuuuss... Tapi agak kurang ditambah sere, lengkuas, cabe dan Ketta-nya satu kilo dengan chisel/CC205 sebiji di atasnya”
Bouncywikilogosmall.gif
Ternyata Wikipedia telah mebuat Artikel tandingan yg judulnya sama, Untuk itu sebaiknya ada berhati2lah membuat Artikel sebab zombie Jimmy Wales selalu memantau Artikel yg dibuat anda lalu sang Jimmy mencoba untuk menyamai Judul Artikelnya. Ini Artikelnya Gudeg.
Gudeg-komplit.jpg

Gudeg yang waras

41498 100001154137020 6324 n.jpg

Gudeg Gendeng

Gudeg adalah makanan sampah khas Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Warna coklat pada Gudeg dihasilkan dari darah dinosaurus. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental, ayam ndeso, telur dinosaurus (karena saat ini sudah punah maka biasanya diganti dengan telur komodo), tahu (kadang tempe), dan sambal goreng krecek. Di Tukulnesia dan Dunia Gendeng, gudeg disajikan dengan kuah urine, ayam tiren (beserta kotoran ayam), telur manusia, tahu busuk, dan sambal-sambalan (sambal dari bahan cabe-cabean). Gudeg pertama kali ditemukan pada tahun 26513 SM (sebelum mati) oleh nenek moyang Tukul Arwana, Tukul Gurameh, pedagang angkringan depan istana kerajaan Bibirkarta Desaningrat. Awalnya, gudeg terbuat dari kotoran dinosaurus yang disajikan dengan kuah dari air kencing dinosaurus, telur dinosaurus, dan darah dinosaurus.

[sunting] Variasi Gudeg

Menurut Buku "Gudeg dan Sejarahnya" karya Yu Djim (leluhur Yu Djum) cetakan Universitas Wijilan, gudeg dibedakan menjadi 5 macam, yaitu :

  • Gudeg Kering : Gudeg yang telah dijemur hingga kering dengan sinar matahari langsung selama 7 hari 7 malam dan telah mengalami proses pembakaran dengan suhu 1000° C.
  • Gudeg Basah : Gudeg yang telah direndam dengan air bekas rendaman beras selama 7 hari 7 malam pada bulan Rejep dan telah dicampur dengan air jamban.
  • Gudeg Manggar : Gudeg dari bunga kelapa/ manggar.
  • Gudeg Tukul : Gudeg dengan ekstrak bibir dan hanya dijual di Tukulnesia. Jika dibawa keluar dari Tukulnesia maka gudeg akan berubah menjadi bahan asalnya, yaitu feses.
  • Gudeg Gendeng : Gudeg dari Dunia Gendeng. Terbuat dari kotoran manusia.
  • Gudeg Londo : Gudeg yang berasal dari Eropa. Dibawa ke Eropa oleh para budak dari Jawa.
  • Gudeg Antartika : Gudeg khas Kutub Selatan yang terbuat dari kotoran penguin yang dimasak dengan es.
  • Gudeg Amerika : Gudeg khas suku Indian di Amerika. Gudeg ini dibawa ke Amerika oleh pasukan kerajaan Majapahit ketika menjajah Amerika.
  • Gudeg Negro/ Afrika : Gudeg berwarna hitam dari pedalaman Afrika yang terbuat dari daging singa dan gading gajah.
  • Gudeg Korea : Gudeg maho dari Korea yang telah mengalami operasi plastik. Biasa dimakan okeh para anggota boyband dan girlband.
  • Gudeg Tiongkok : Gudeg sipit dari China yang terbuat dari bambu dan air kencing panda.
  • Gudeg Jepang : Gudeg dari Jepang yang biasa dimakan oleh para ninja dan samurai.
  • Gudeg padang pasir : Gudeg dari Timur Tengah yang terbuat dari kotoran unta yang dimasak dengan pasir dan biasa dimakan oleh para juragan minyak.
  • Dan lain-lain, selengkapnya silakan baca sendiri bukunya.

[sunting] Efek Samping

Setelah dilakukannya penelitian oleh ilmuwan dari Bondan University, disimpulkan bahwa memakan gudeg dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin. Efek samping lainnya yang lebih berbahaya yaitu penyakit tuli atau budeg. Setelah dilakukannya penelitian tersebut, muncul reaksi kemarahan dari para penjual dan penggemar gudeg yang tergabung dalam OMG (Organisasi Masyarakat Gudeg). Mereka merusak dan membakar seluruh kampus Universitas Bondan dan menjarah isi toilet untuk dijadikan bahan membuat gudeg.


    Tulisan ini masih tulisan rintisan. Penulisnya keburu pergi sebelum selesai, mungkin karena penulisnya sedang makan di toilet. Anda wajib membantu Tolololpedia untuk mengembangkannya.
Peralatan pribadi