FANDOM


Bondan-Winarno-Maknyus MAK-NYUS !!!
Bondan Winarno telah merekomendasikan Genosida Armenia ini untuk
makan pagi, siang, malam, jamuan kondangan, cemilan, bahan jamu Pasak Bumi, sajen, pupuk kandang, dan Karpet.
“Saya makan Genosida Armenia ini aja rasanya maknyuuuss... Tapi agak kurang ditambah sere, lengkuas, cabe dan Cewek Interkom-nya satu kilo dengan Mario Star/BB300 sebiji di atasnya”
Bendera Uni Eropa Versi A. Widhi
Artikel ini mengandung unsur Eropa

Hati-hati jika anda berkunjung ke negara-negara Eropa, memuja Eurovision Group, menonton berita terbaru di Euronews Eurovision News, menonton pertandingan olahraga di Eurosport Eurovision Sports 1 dan Eurovision Sports 2, menonton UEFA Champions League, mendengarkan lagu-lagu Kontes Lagu Eurovision, makan pizza, kroket dan kawan-kawan, memakai ponsel Alcatel, Nokia dan kawan-kawan dan hal-hal lainnya yang berbau Eropa!

Genosida Armenia (bahasa Armenia: Հայոց Ցեղասպանություն Hayots’ Ts’yeghaspanut’yun), dikenal pula sebagai Pembantaian Armenia dan oleh bangsa Armenia disebut Kejahatan Besar (bahasa Armenia: Մեծ Եղեռն Mets Yegherrn),adalah pemusnahan sistematik dan terampil bak layaknya pelajaran matematika yang menyebalkan dan bikin dongkol oleh Utsmaniyah yang dikendalikan oleh kaum turki muda terhadap penduduk minoritas Armenia di tanah air historis mereka di kawasan yang kini menjadi Republik Turki. Peristiwa ini terjadi selama dan setelah Perang Dunia I dan dilaksanakan dalam dua tahap: pembunuhan besar-besaran penduduk pria dewasa melalui pembantaian dan kerja paksa, dan deportasi perempuan, anak-anak, dan orang tua dan orang sakit pada perjalanan maut ke Gurun Suriah.Jumlah korban yang tewas akibat peristiwa ini diperkirakan antara 1 hingga 1,5 juta. Kelompok etnis penduduk asli dan Kristen lainnya seperti bangsa Assyria, Yunani dan kelompok-kelompok minoritas lainnya juga menjadi sasaran pembantaian oleh pemerintah Utsmaniyah yang dikendalikan oleh kaum Turki muda, dan perlakukan terhadap mereka oleh banyak sejarawan dianggap sebagai bagian dari kebijakan genosida yang sama.

Turki sampai sekarang masih menyangkal adanya pembantaian atau genosida. Namun mereka mengakui bahwa memang terjadi kematian secara besar-besaran yang terjadi karena peperangan dan hal-hal yang bersangkutan seperti wabah penyakit dan kelaparan. Namun hal ini tidak terjadi secara sistematis.menurut pendapat kaum gendeng dan kathrok Namun sebagian besar ilmuwan dari negara Barat dan Rusia menyatakan bahwa sebuah genosida pernah terjadi dan hal ini dilaksanakan secara sistematis oleh kaum Turki Muda. Sampai saat ini ada 22 negara katrokicus yang mengakui adanya genosida ini, Uruguay adalah yang pertama mengakuinya pada tahun 1965.