Film Malaysia
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
| | |
| Mungkin karena pembuat artikel ini keseringan nonton Cicakman, Antoo Fighter, Leftenan Adnan, atau sedang mencuci selingkuhan milik Susilawati "lezat" Suparman. | |
| Untuk kepuasan maksimal disarankan untuk menghancurkan TV Anda, pergi ke warnet terdekat, hack semua situs malaysia dan Tawau, dan bela diri anda dengan selingkuhan. |
| | |
| Mungkin karena penulis dari artikel ini terlalu banyak menjilati kolor Roy Suryo atau terlalu banyak membaca Bobokep. | |
| Mohon persiapkan Menara Petronas di sebelah anda, singkirkan semua tumpeng dan ulegan di sekitar anda atau coba untuk parut buah pelir anda yang lezat itu. |
Bahaya, kemungkinan anda setelah ngeliat artikel ini bisa PINGSAN
|
| | |
| Mungkin karena penulis dari artikel ini terlalu banyak berhubungan badan dengan Amingwati. | |
| Mohon persiapkan kantong muntah di sebelah anda, singkirkan semua cermin di sekitar anda atau coba untuk selamatkan otak anda. |
“Hoeeekksssss....”
~ Kamu
“Ini bahkan lebih parah daripada HSM Sex Edition!”
Film Malaysia pada umumnya berkualitas setara dengan film Indonesia tahun 2000-an. Ketika Indonesia mulai bekerja sama dengan Hollywood dan Dollywood dalam beberapa bidang, industri perfilman Malaysia terlihat monoton dan cenderung agak mundur mirip undur-undur.
[sunting] Sejarah
Sejarah perfilman Malaysia dimulai dari tahun 1984 ketika Tun Bedur Aman yang sudah berumur 77 tahun mendapatkan hadiah dari Toni Beler yaitu sebuah kamera video yang biasa digunakan untuk membuat film. Kemudian ia menyadari bahwa di pawagam (bioskop dalam bahasa malay) hanya ada film-film tahun 60'an hasil hibah dan nyolong ke Hollywood. Maka Tun Bedur Aman sangat ingin membuat film yang nantinya bakalan diputar diseluruh dunia (dengan bantuan Ratu Elizabeth).
Maka dibuatlah film pertama mereka, yaitu Leftenan Adnan (bahasan ada di bawah). Tun Bedur pun membuat ceritanya, tentang perjuangan kemerdekaan Malaysia yang sebenarnya hanya dusta. Proses syuting berjalan 3 tahun (karena aktornya lebih sarap dari pemain Extravaganza sehingga dibutuhkan pawang singa untuk mengendalikan mereka) kemudian editingnya selama 6 bulan di Hong Kong.
Ketika proses editing, sebenarnya teknisi di Hong Kong telah memiliki teknologi Re-Master agar gambar menjadi jernih. Tetapi datang Bo Bo Ho yang berlari-lari sehingga menyenggol mesin-mesin yang bakal dipakai untuk proses Re-Master, sehingga mereka harus menggunakan metode film kartun untuk memproses gambarnya.
Saat pemutaran perdana, hanya para penduduk Malaysia saja yang menonton. Malahan rakyat Ethiopia mengira film tersebut sebagai makanan sehingga roll filmnya mereka makan.
[sunting] Galeri Foto
Tanggapan seorang ajudan Amingwati terhadap film-film Malaysia. |
[sunting] Deskripsi
[sunting] Anak Halal
Menceritakan tentang seorang anak halal yang haram. Bagaimana bisa? Itulah taktik pembodohan para sutradara film di Malaysia.
[sunting] Antoo Fighter
Versi plagiat dari Power Ranger, Antoo Fighter bercerita tentang sekelompok pemuda dari suku Iban yang menjadi pahlawan dadakan karena adanya rezim Bodohwi yang hendak mengganti kalkulator menjadi sapu lidi (hendak menyaingi Laskar Pelangi).
[sunting] Budak Kelantan
Kalau Indonesia punya sinetron Manohara dan Tangisan Isabella (yang sangat gamblang dan otentik), maka Malaysia punya film Budak Kelantan. Film porno sex maniac ini berkisah tentang Pangeran Kelantan yang senang menyiksa Manohara. PBB akan menyabotase pemutaran film ini karena kekerasan yang tidak tanggung-tanggung.
[sunting] Cicakman 2: Planet Hitam
Film Paling Maho 2008 dianugerahkan kepada film ini. Berkisah tentang mahasiswa cupu yang tersedot ke sebuah portal aneh yang membawanya ke Barneytopia. Disana ia bisa menempel di dinding dan bisa memotong hayomikirapa-nya kemudian tumbuh lagi.
[sunting] Democratic Space
Mungkin inilah satu-satunya film yang waras di Malaysia. Bercerita tentang mahasiswa yang mengecam tindak rasisme yang dilakukan pasukan RELA. Sayang, teman-temannya tidak mau membantunya.
[sunting] Duyung
Bencerita tentang seorang scuba-diver yang ndeso kemudian bertemu dengan seorang putri duyung. Iapun membawanya ke daratan. Sayang, kebanyakan menghirup oksigen membuat sang putri duyung berubah rupa menjadi seperti Amingwati.
[sunting] I Am Stoopid
Mengisahkan seorang anggota parliamen yang memprotes naiknya harga pisang. Kemudian sepasukan ATM memindahkannya ke sebuah kota mati. Disana ia menyadari kegoblokannya.
[sunting] Jin Hutan
Versi Inggrisnya berjudul Forest Spirit (harusnya genie loh). Ceritanya tentang seorang jin (mungkin buto ijo?) yang senang memakan berak warga kampung. Tetapi seorang ustad dan cucunya hendak membunuh sang jin karena aksinya membuat lele mereka mati karena makanannya diserobot sang jin.
[sunting] Kala Malam Bulan Mengembang
Bercerita tentang romantisme yang dicampur thriller dan horror. Rupanya sinematografi film ini mau menyaingi Sin City dan The Spirit.
[sunting] Leftenan Adnan
Leftenan Adnan (salah tulis) bercerita tentang perjuangan Malaysia yang dikomandoi sang leftenan untuk membebaskan seluruh semenanjong dari tangan Inggris. Rupanya film ini keasliannya diragukan.
[sunting] Los Dan Foun
Los dan Foun adalah dua orang pencari barang. Mereka memiliki motto: "Barang Hilang 68% Kembali". Terlihat dari motto mereka saja, film ini adalah versi plagiat dari anime Get Backers.
[sunting] Film Yang Judulnya Acak-adut
Bercerita tentang seorang dato' yang berteman dengan dua orang tarsan. Mereka bertugas untuk memberantas keperawanan wanita.
[sunting] Mukhsin
Film ini adalah plagiat dari film dan lagu bernama Surti-Tejo. Kisahnya tentang percintaan dua manusia, kemudian si wanita selingkuh. Akhirnya sang lelaki mengacungkan jari tengahnya dan berkata "jancoook!".
[sunting] SUMOlah
Seorang koki tak sengaja memakan lemak milik ibunya, kemudian beratnya bertambah sebanyak 300 kilogram. Dengan kekuatannya, ia memasuki arena sumo di Pattaya. Sayang ia kalah oleh satpam yang sedang meronda didepan rumahnya. Karena frustasi, dia pun loncat ke sungai citarum dan berenang bersama lele kuning.
[sunting] Tanjung Rambutan
Seorang juragan rambutan diancam bangkrut karena ia berusaha di blok Ambalat yang jadi sengketa antara Indonesia-Malaysia.
[sunting] Zombi Kampung Pisang
T-Virus dari game Resident Evil menginfeksi pisang-pisang yang ada di Kampung Pisang, dan semua warga yang memakannya berubah menjadi zombi. 5 orang survivor harus keluar dari sana dalam waktu 3 jam sebelum kampung itu dibom nuklir oleh Tawau yang mengira kampung itu sebagai rumah.
[sunting] Review
The Hollywood Reporter menanggapi film-film Malaysia sebagai "produksi yang lebih hancur daripada seluruh film Uwe Boll". Sementara Cinemags memberi rating o,2/5 untuk film Cicakman 2 dengan alasan masih lebih keren film Merantau. Leftenan Adnan juga kalah dengan film Penumpasan Pemberontakan G30S/PKI karena Leftenan Adnan memiliki kesan egosentris.
| Ni rencana merupakən bahagian daripadə runtunan Malaysiə. | |




