FPI
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Faksi Preman Indonesia atau FPI singkatnya, adalah sebuah ormas (organisasi maksiat) Indonesia yang berpusat di Jakarta. FPI mengepalai beberapa anak organisasi seperti organisasi paramiliter Laskar Preman Indonesia yang seringkali melakukan aksi-aksi pemerasan terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan tanpa seijin mereka. Aksi mereka sering kali berujung kekerasan yang hanya dapat diatasi dengan pemberian upeti.
Separah apapun aksi mereka, FPI selalu ditoleransi oleh aparat keamanan karena Faksi tersebut memang mempunyai hubungan yang kental dengan pemerintah.
Daftar isi |
[sunting] Markas FPI
Anggota-anggota FPI kurang disukai oleh masyarakat Indonesia karena mereka memiliki cara yang aneh untuk mengadakan rapat: di kolam renang. Di samping ini adalah jepretan gambar ketika FPI mengadakan rapat mereka di daerah Petawuran, Jakarta Barat.
[sunting] Kegiatan-kegiatan FPI
Anggota-anggota FPI dikenal luas di kalangan masyarakat Indonesia karena mereka senang sekali yang namanya membangun bar, diskotik, distrik lampu merah (yang konon banyak lampu merahnya), dan tempat-tempat maksiat lainnya. Kegiatan lainnya adalah konvoi tanpa aturan menggunakan sepeda motor tanpa helm supaya memperlihatkan kepala gundul mereka. Biar kinclong gitu loohhh....
[sunting] Insiden Monas
Habib Rese, pemimpin utama FPI, telah mengkomando anak buahnya untuk menghancurkan Monas dengan sebuah rudal asal Afganistan pada tanggal 1 Juni 2008 yang lalu karena mereka hendak membangun sebuah monumen yang lebih tinggi daripada itu. Bahkan kalau boleh, mereka ingin sekali meniru Menara Kembar Petronas milik Malaysia di tempat bekas Monas, dan hal ini pun memicu kontroversi yang berkepanjangan di kalangan umat-umat beragama di seluruh Indonesia.
[sunting] Usaha sampingan
Ada isu yang mengatkan bahwa Perusahaan Minyak Firdaus mendapat dukungan dari FPI. Hal ini diduga menjadi penyebab mengapa anggota FPI mempunyai jenggot teroris yang tidak tertutup, atau sengaja tidak tertutup oleh kerudung putih mereka.


