F.C. Internazionale Milano

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Italiano.png
Questo articolo contiene elementi di Italiano


Artikel ini, F.C. Internazionale Milano, mengandung unsur Italia.
Hati-hatino jikano andano pergino ke Roma, menonton RAI, menonton Liga Italia, menonton Giro d'Italia, melihat Daniele De Rossi beraksi, melihat Vincenzo Nibali balapan, menelanjangi Mona Lisa, baku tembak dengan Mafia Cosa Nostra, melihat Benito Mussolini, membuat patung Leonardo Da Vinci, makan pizza dan pasta atau hal-halno lainno yangno berhubungano dengano Italiano, BASTARDO!!!.

FC Internazionale Milano atau lebih tersohor sebagai Inter Milan atau juga Iler Merda adalah klub sepak bola Italia asal kota Milan, yang akhir-akhir ini berprestasi, setelah selama puluhan tahun tenggelam oleh klub rival sekota mereka, AC Milan, dan Juventus. Klub ini bisa berprestasi hanya karena Milan dan Juventus terkena skandal calciopeler sehingga inter dapat memanfaatkan hukuman yang diberikan FIGC kepada Juventus dan Milan.

Pendukung inter di Indonesia sebagian besar (54%) adalah anak-anak haram produk kegagalan program Keluarga Berencana pasca-Orde Baru, dimana sebagian dari mereka lahir sebagai akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh orang-orang stress karena krisis finansial tahun 1997-1998 yang terjadi dengan para pekerja seks komersial di kota-kota besar. Sebagian lagi (45%) adalah orang-orang "pembebek" budaya pop, dimana mereka selalu mengidolakan siapa atau apa saja yang sedang menjadi tren. Sementara hanya 1% sisanya adalah interisti sejati. Diantara 1% interisti sejati ini, sebesar 99%-nya belum lahir ketika inter mengalami masa emas mereka pada dekade 1960-an, suatu periode dimana inter dikenal sebagai "la grande inter" (kalau toh sudah lahir dan cukup besar untuk mengerti sepak bola pada tahun 1964-1965 itu, yakinlah bahwa mereka tidak pernah melihat highlights pertandingan final Champions atau Piala Dunia Antarklub itu, apalagi nonton siaran langsungnya di TVRI yang saat itu masih balita, sebab TVRI saat itu belum menjadikan program siaran langsung pertandingan sepak bola sebagai salah satu programnya, dan TVRI penuh dengan acara pidato Presiden Soekarno dan acara-acara televisi yang progresif-revolusioner yang penuh sesak dengan slogan-slogan "anti-nekolim", "ganyang Malaysia", "Nasakom bersatu padu", dsb.). Inter memang terkenal sebagai klub dengan persentase suporter dadakan terbesar di dunia (90%). Sebagian besar anak-anak haram jadah interisti baru menyukai inter setelah skandal calciopeler.

Sungguh ironis bahwa meski berembel-embel "internasional", prestasi mereka lebih menonjol di tingkat nasional (baca: interlokal). Dibandingkan dengan tetangga mereka AC Milan yang menjadi klub dengan gelar internasional terbanyak (18) antara lain dengan menjuarai dengan 7 kali juara Champions Eropa, 5 kali juara Piala Super Eropa, dan 4 kali juara dunia antar-klub, prestasi inter bukanlah apa-apa.

Mancing mania? Mantaaaap!

[sunting] Data

Nyempal dari A.C. Milan: 1908

Julukan/Nama Lain: il biscione (si ular kadut sawah belang), i ladri (si maling), i merdazzurri (si ta* biru), iler merda, la belekanmata, la Mancingmania, Inter Manyun

Stadion: San Siro (mereka lebih suka menyebutnya dengan Goasempak Emapangaja (terkait dengan tragedi mancing mania mantap)), kapasitas: 80.000 interistis palelonajis (pertandingan kandang)

Pelatih: Robertolol Mancing Ikan

Presiden: Erik LaTohir (salahsatu antek2 si Abugosok goblog dan masih satu saudara dengan Latahir ibn Liang Lahat)

[sunting] Sejarah

Inter adalah klub sempalan AC Milan. Pada tahun 1908, pemain-pemain gurem non-Italia yang kadang bekerja sebagai anak gawang di klub AC Milan punya gagasan untuk membentuk klub bola sendiri. Masa emas inter sepanjang sejarahnya hanya terjadi pada dua musim kompetisi (1963/64-1964/65). Juara Champions dua tahun berturut-turut saja telah mampu membuat para pendukung inter sangat berbangga dengan masa itu, yang mereka sebut sebagai era grande inter.

Tidak mengherankan, sebab Inter adalah klub yang miskin sejarah. Mereka sedang berupaya merintis sejarah sebagaimana layaknya klub-klub besar lain di dunia ini, dengan memanfaatkan momentum skandal calciopeler yang menimpa dua klub terbesar Italia, Juventus dan AC Milan, di Liga Seri A Italia. Sejak menjuarai Liga Italia musim 1988/1989, inter tidak pernah menjuarai Seri A. Karena lama tidak juara, pemilik klub najis ini, Massimo Morattai Babi merancang skandal calciopeler yang pada akhirnya berhasil merampas gelar Jupeler untuk diberikan kepada iler. Setelah melalui proses pengadilan yang berbelit-belit, akhirnya internista mampu meraih gelar pertama mereka melalui konspirasi kotor di atas meja hijau. Setelah Juventus dihukum degradasi ke Seri B dan pemain-pemain andalannya eksodus ke klub-klub lain termasuk ke klub la belekanmata ini, iler mampu meraih gelar juara liga selama 5 kali berturut-turut.

[sunting] Skuad

1 Samir Dandanovic (suka dandan)

2 Jonathan Merela

5 Juan Usus

6 Marco Ah Ganti Oli

7 Pagoblog Osvaldongo

8 Rodrigoblok Palauler

9 Mau Rampok Icardi

10 Mat Terong Kovacic

11 Rifa'at Al-Farisi a.k.a. Ricardo Alvarez (setengah Argentina, setengah Arab)

12 Luca Bakar Castelazzi

13 Freddy Gurameh

14 Bego Kampung Norak

15 Si Manja Vidic

16 Gabrielonte Mending Ngaji

17 Zdravko Kuzmangompol

18 Garuk Medel

19 Ruben Botak

20 Jual Babi

21 Sapi "Siti Nurbaya" Taider

22 Dodol

23 Andrea Ranokarno

25 Ibrahimanjing Mbaye

26 MatiASU Silvestre

27 Vid Belet

30 Juan Pak bloon Carrizo

33 Dajjal D'Ambruksiul

35 Rolandongo (dipinjam FC Parto)

37 Nabilah Ratna Ayu Azaila (Personil JKT48)

39 Sonya Pandarmawan (Personil JKT48)

41 Alfred Dongo

44 Rene Kering

46 Tomasso Barbie

48 Melody Nurramdhani Laksani (Personil JKT48)

52 Jessica Veranda (Personil JKT48)

54 Terisak-isak Dongo

55 Buto Nagaterbang

88 Hernangis (pemain yang doyan nangis karena ninggalin Laziot)

90 Tempayann M'Vila

91 Xherdan Shakirek

93 Diego Laknat

97 Fedrico Bopakzzoli

[sunting] Gelar yang Pernah Diraih

Scudetto: 17+1 scudetto yang diraih pada musim 2005/06 sebagai hasil mengemis-ngemis ke FIGC, karena merasa malu jumlah gelarnya masih kalah banyak oleh Juventus dan Milan

Coppa Italia: 7

Piala Super Italia: 5

Piala/Liga Champions: 3 (belum tentu juara pada musim 1964/65, apabila final tidak dilangsungkan di San Siro, dan cuaca tidak hujan deras, sehingga gol tunggal kemenangan inter saat itu tidak terjadi)

Piala UEFA/Liga Eropa: 3 (sepanjang dekade 1990-an, inter jadi "spesialis" Piala UEFA)

Piala Dunia Antarklub: 3

Peralatan pribadi