Depok

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Depok adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jabodetabek, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan ibukota Jakarta. Kenyataan ini memperkuat fakta bahwa Depok adalah ibukota cadangan Indonesia apabila di masa yang akan datang terjadi perang kemerdekaan Indonesia yang ke-6. Penduduk Jakarta diharapkan ramai-ramai mengungsi ke arah selatan menuju Depok dan mengukuhkan Depok sebagai pusat pemerintahan Indonesia. Kota Depok sendiri merupakan singkatan dari Daerah Elit Pemukiman Orang Kaya. Nama Depok juga ada di Yogyakarta, dan terletak di Kabupaten Sleman.

[sunting] Sejarah Kota Depok

Sejarah kota Depok dimulai pada akhir abad ke-17, sejak kedatangan seorang germo berkebangsaan Belanda, eks VOC divisi marketing prostitusi, yang bernama Corneelis De Eerste Protestants Onderdaan Kerk van der Chalstein. Ia membeli sebidang tanah di Depok dengan harga Rp. 1,5 milyar rupiah (ditambah pajak pungutan liar sebesar 30%). Tanah tersebut kemudian menjadi tanah yang lepas dari pengaruh Hindia Belanda karena tidak ada orang yang mau menggarap area kampung persawahan tersebut, termasuk juga pemerintah Hindia Belanda, karena udah sering ujhan, tanahnya bechek dan nggak ada ojhek. Akhirnya Corneelis pun menjadi satu-satunya germo yang berkuasa di daerah yang kemudian dikenal dengan sebutan De Prostituees van de Omgeving van Het Heilige Land Depok.

Indonesia mengalami kemerdekaan untuk pertama kalinya setelah berhasil mengalahkan bangsa yang tidak sadar fashion karena gemar menggunakan sepatu kayu (alias Belanda) dalam sebuah pertandingan sepakbola dengan skor 3-0. Kekalahan bangsa Belanda melawan bangsa Indonesia diyakini karena penggunaan sepatu kayu dengan berat bersih sebesar 2 kg oleh para pemainnya. Alhasil, pada zaman setelah kemerdekaan Indonesia, Depok pun menjadi sebuah kecamatan yang berada di lingkungan keedanan di sebuah wilayah luas dan hijau yang terletak di antara Gunung Salak dan Pangrango, yakni Bogor van der Buitenzorg.

Setelah Indonesia mengalami kemerdekaan untuk keempat kalinya (pertama dari Belanda], kedua dari Jepang, ketiga dari Belanda lagi dan keempat dari Soekarno), pada tahun 1981 pemerintah NKRI (Negara Korupsi Republik Indonesia) membentuk kota Administratif Depok berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 666 tahun 1981 yang menyatakan bahwa wilayah Depok hanya terdiri dari satu ruas jalan saja, yakni Jalan Raya Margonda. Namun seiring dengan perkembangan kota Depok, wilayah-wilayah baru perlahan-lahan digabungakan ke dalam wilayah Depok yang sekarang ini, dimulai dari Depok I, Depok II, dst. Diperkirakan wilayah Depok akan terus bertambah sampai dengan Depok MMLXI yang total wilayahnya mencakup seluruh Asia Tenggara dan benua Australia.

Budi anduk for president
Walikota Depok
Margossquare
Inilah gambar gedung walikota Depok

[sunting] Walikota Depok

  1. Drs. Moch. Rukiyah Surahmadinejad (1982-1984)
  2. Drs. H. M.I. Masjid (1984-1988)
  3. Drs. H. Paula Abdul Ambeyen (1988-1991)
  4. Drs. H. Sofia Latjuba cinta Taman Safari (1992-1996)
  5. Drs. H. Badrul Kumel (1997-2005)
  6. Prof. Dr. Mr. Ir. Nur Mahmudi “Gelar Berderet” Ismail, BSc., MSc., MBa., MEng., M.Hum., dst.

[sunting] Pusat Perbelanjaan

Depok yang tadinya hanyalah area persawahan yang dipenuhi oleh kampung-kampung, saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat mulai dari bidang ekonomi hingga struktur tata kota. Saking teraturnya struktur tata kota di Depok, pusat-pusat perbelanjaan di Depok bertebaran di sepanjang Jalan Raya Margonda yang panjangnya hanya 3 km. Berikut ini adalah daftar pusat perbelanjaan yang ada di sepanjang Jalan Raya Margonda:

  • Plaza Depok : tempat nongkrongnya alay-alay Depok.
  • Mal Depok
  • Depok Town Square (Detos) : tempat belanjanya warga Depok kelas menengah ke bawah.
  • Margo City Square (Margos) : tempat belanjanya warga Depok kelas menengah ke atas.
  • Gramedia Depok
  • ITC Depok tempat belanja baju warga Depok kelas pembantu dan bibi-bibi.

Diperkirakan pada akhir tahun 2050, tidak akan ada lagi rumah-rumah maupun toko yang menghiasi sepanjang kiri-kanan Jalan Raya Margonda. Yang ada hanyalah mall, mall, dan mall di sepanjang Jalan Raya Margonda mulai dari papan “Selamat Datang di Kota Depok” hingga terminal Depok.

[sunting] Media Lokal

Saat ini Depok hanya memiliki dua surat kabar yakni:

  • Monitor Depok (Monde) : sebuah surat kabar harian di Depok yang hanya terdiri dari 3 lembar kertas yang dijual seharga Rp. 2,000;
  • Media Depok

[sunting] Sarana Transportasi

  • Angkot : D11 (Depok – Pal), D02 (Depok II Tengah – Terminal Depok), M04 (Pasar Minggu – Depok Timur), T11 (Mekarsari – Cililitan), 128 (Terminal Depok – Pasar Minggu), D06 (Terminal Depok – Simpangan), dan masih banyak lagi. Tarif jarak dekat ialah Rp. 1,500; sedangkan tarif jarak jauh berkisar antara Rp. 2,500; hingga 4,000;.
  • Bis : Bikun (Bis Kuning Universitas Indonesia), Mayasari Bhakti, MGM, Metromini, dsb.
  • Spekun (Sepeda Kuning Universitas Indonesia)
  • Ojhek : merupakan sarana transportasi favorit Chincha Lawra
  • KRL (Kereta Api Listrik) : menghubungkan kota Depok dengan kota-kota lainnya yang masih berada di bawah naungan Provinsi Jabodetabek.
  • Becak

[sunting] Olahraga

Olahraga yang sangat terkenal di Depok ialah balapan. Olahraga ini sangat digemari oleh kalangan sopir-sopir angkot di Depok, khususnya sopir angkot M04.

“Impian saya adalah menjadi salah seorang pembalap dalam film 2 Fast 2 Furious: Depok Drift”
~ ujar salah seorang supir angkot M04 yang sedang membawa angkotnya melaju di Jalan Raya Margonda dengan kecepatan 1,000 km/jam saat sedang diwawancara.


Olahraga selanjutnya yang sangat digemari sekaligus populer di kalangan remaja ialah tawuran. Hal ini kerap kali terjadi di sekolah-sekolah menengah pertama maupun atas di berbagai wilayah Depok.

Artikel ini adalah bagian dari serial Indonesia Koruptis
Serba-Serbi: Bendera Indonesia | Budaya Indonesia | Transportasi di Indonesia | Pendidikan Indonesia | Wahana Permainan Terbesar di Indonesia

Bahasa: Bahasa Indonesia | Indonesia Reversal | Boso Suroboyo | East Java Reversal | Baso Minangkabau | West Sumatra Reversal | Basa Pasaran | Bahasa Gaul | Bahasa Jawa | Basa Sunda | Bahasa Batak | Bahasa Lampung | Bahasa Makassar | Bahasa Alay | Bahasa Tukul-Tukulan


Hobby Stuff: JKT48 | Vocaloid | Point Blank | Warnet | Kaskus | Kebun binatang | DPR | PlayStation3 | KOMPAS | Kemenyan

Indonesia Forever

Budaya: Reog Pornorogo | Pelacuran | Point Blank | Korupsi | Bokep | Pipis Sembarangan | Berak Sembarangan | Masturbasi | Seks Bebas | BMW | Sepakbola dicampur Gulat | Mudik | Sistem Kebut Semalam | Sinetron | Lagu Anak Indonesia | Goyang Cesar | Pemadaman Listrik Nasional


Tetangga: Malaysia | Timor Leste | Jepang | Korea Selatan | Amerika | Belanda | Laos | Vietnam | Dunia Gendeng | Madurapura | Tukulnesia | Taman Lawang | Barneytopia | Qayyumnesia | Wardinesia | Republik Rio | Widhinesia | Terpland | Miqradznesia | Israel | Thailand | Australia | India | Arab Saudi | Brasil | Mesir | Palestina | Eropa | Bulan


Tempat: Ambon | Balikpapan | Bandung | Bekasi | Bogor | Cimaho | Depok | Dolly | Gedung DPR | Gunung Kembar | Gunung Merapi | Jakarta | Jayapura | Jombang | Makassar | Malang | Manado | Medan | Merauke | Monas | Padang | Palembang | Pekanbaru | Poso | Republik Rio | Salatiga | Selat Solo | Semarang | Surabaya | Surakarta | Tangerang | Tanjung Berak | Tarakan | Yogyakarta


Peristiwa hebat: Letusan Gunung Krakatau 1883 | Gempa bumi Samudra Hindia 2004 | Banjir Jakarta 2007 | Gempa bumi Sumatera 2009 | Letusan Gunung Merapi | Konflik 7 Suporter | Tawuran | 17 Agustus | Hujan, Becek, Ngga Ada Ojek | Lintasan parabola air seni | Perang Klaim Dunia II | Perang Klaim Dunia III | Perang Klaim Dunia IV | Perang Diponegoro | Perang Dunia V | Perang Dunia VI | Perang melawan Tukulisme | Perang melawan Anti-Jameelahisme | Perang Indomie VS Es Be Ye | Perang Indonesia-Australia | Pertempuran Laut Tukul | The Order of the Garden of Lawang | Tragedi Tugu Tani | Perang Pengklaiman Papua | Letusan Gunung Kelud | Perang banci


Golongan: Bonek JANCOK | Jakmania | 4l4y | Homo | Lesbi | Anggota DPR | Japanese Wannabe | Kambing | Jameelahisme | Koruptor | Waria | Shitanisme | Jameelahisme Kejawen | Brony | Tuyul | Kuntilanak | Preman Cicaheum | Tikus | Orang utan | Komodo | FPI | Wota

Peralatan pribadi