Denpasar

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Orangeropa.jpg !.png YA AMPUNK!! !.png
Artikel ini sangat NGACO, GAK MAKSUD dan GAK JELAS
Penulis dari artikel ini suka berselingkuh dengan Baliho Sukampret, dan seharusnya ada di wates, perdagangan atau Gedung DPR.
Membaca artikel ini dan berselingkuh dengan Baliho Sukampret dapat menyebabkan kelemotan, kelemotan akan menyebabkan lemot, lemot akan menyebabkan stress, stress akan menyebabkan overstress, dan overstress menghasilkan UANG dari artikel ini.

Denpasar adalah kota terbesar di Bali. Saat ini, Denpasar dibagi atas 4 kecamatan, yaitu Denpasar Utara, Selatan, Barat dan Timur. Kota ini adalah kota yang selalu rame, kecuali pas hari raya Nyepi. Terang aja Nyepi, nyepi kan hari dimana masyarakat Bali tidak beraktifitas sama sekali

[sunting] Sejarah

Dalam Bahasa Bali, Denpasar artinya Pasar Kumuh, sebab dulunya Pasar Badung yang dibangun pasa zaman purba itu kotor sekali. Dulu, pada zaman penjajahan Belanda, Denpasar adalah bagian dari kerajaan Badung, di sini, pada tahun 1908, anak-anak badung melakukan aksi perampasan kapal milik Belanda, hak mereka untuk merampas kapal Belanda disebut Hak Taman Lawang Tawan Karang. Pada tahun 1958, Denpasar menjadi ibukota Kabupaten Badung. Pada tahun 1960, berdasarkan keputusan menteri dalam negeri nomor 666, Ibukota Bali dipindah dari Singaraja ke Denpasar. Pada tahun 1968, Roy Suryo mengsahkan Peraturan pemerintah Nomor 68 tahun 1968, peraturan tersebut menyatakan bahwa Denpasar yang terdiri dari 4 kecamatan menjadi kota yang terpisah dari Kabupaten Badung dan ibukota kabupaten Badung dipindahkan ke Mengwi.

[sunting] Walikota

Walikota Denpasar sekarang ini adalah Bli Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE, M. Si., ABC, DEF, GHI, JKL, MNO, PQR, STU, VWX, YZ, AlfaBet. Dia lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 di belakang Bandara Ngurah Rai. Ia adalah pasangan dari Ida Bagus Onyet dan Ida Ayu Onyet, sampai dia dikutuk jadi siluman monyet. Dia menjalani pendidikannya di TK Teki, lalu di SD BPK Penabur, lalu di SMP Laskar Pelangi, lalu di SMA (Sekolah Minum Arak) Negeri 1 Denpasar, lalu di Universitas Sangeh

Peralatan pribadi