FANDOM


Dayak ! AWAS, Anda memasuki kawasan Dayakland !
Haahhaahaaaa, Anda mungkin memasuki kawasan Negara Kerajaan Dayak, melihat aksi perang bangsa Dayak, menonton atraksi Dayak di Pasar Malam, makan Juhu Umbut Rotan, Ayam Singkawang dan Sup Pakis, dan hal-hal tentang Dayak.

Dayakland (dulu Dayak Besar) adalah sebuah negara fiksi yang terletak di Kalimantan, Pada mulanya Ibukota Dayakland adalah Banjarmasin dan lalu dipindah ke Palangkaraya sebagai ibukota negara.

SejarahSunting

Dibentuk sejak 1950-an, ketika Kalimantan sedang melakukan Perang Banjar - Dayak di Kotawaringin yang dibentrok beberapa wilayah-wilayah yang mengantisipasi Perang Banjar - Dayak tersebut. Masyarakat Dayak di Pegunungan Schwaner akan memberikan kesepakatan pembentukan Badan Persiapan untuk Kemerdekaan Dayak pada tanggal 7 Januari 1954. Beberapa Tahun Kemudian, Kotawaringin terjadi Perang Sipil diantara Bangsa Serawak dengan Dayak dapat memicu apartheid kalau Dayak gagal membentuk negara, Bangsa Dayak mau mencegah Apartheid harus mempelajari dari Bayu Gendeng dan kemudian Dayak mampu mencegah apartheid dengan cara Bayu untuk melancarkan pembentukan Dayakland. Pada 1958, Dayakland juga mencapai kejayaan dan dibentuk sebuah ideologi yang terkenal bernama Tahtum, Bendera Dayakland adalah Merah Kuning Biru. Tempat lokasi kemerdekaan terletak di Muara Teweh, ketika berpidato bahwa Dayakland ini pada zaman duhulu merupakan negara daratan di zaman es lilin dan beribukota di Palangkaraya yang menggantikan ibukota sementara di Banjarmasin.

PolitikSunting

Dayakland menganut ideologi Tahtum. Raja Kenyah I memegang kekuasaan tertinggi, merupakan Raja pertama di Dayakland menjabat pada 1958 - 1997. Dayakland memiliki Parlemen Pusat dan Senator Pusat yang berada di gedung yang paling megah terletak di Palangkaraya Tenggara yang berbentuk betang paling panjang banget. Setiap 5,5 tahun sekali dalam pemilihan parlemen dan senator.

Dalam sistem Tahtum, terdiri atas 5 Partai saja yaitu : PDD (Partai Demokatrokkrat Dayak), Partai Radak (Rakyat Dayak), PSM (Partai Sejahtera Monarki), Partai Monarki, dan Partai Nasionalis Dayak.

Dalam tugasnya dijalankan, Raja yang dipimpinya. Setiap 3 Bulan, diadakan sebuah sidang yang berguna untuk meningkatkan keharmonisan kerukunan keluarga diseluruh Dayakland.

Pembagian WilayahSunting

Dayakland dibagi menjadi 8 Prefektur dan 2 DKI. Prefektur tersebut kemudian dibagi lagi menjadi 43 Distrik. Berikut adalah pembagian wilayah di Dayakland.

  • Barito = Muara Teweh
  • Kapuas = Kuala Kapuas
  • Kotawaringin = Pangkalan Bun
  • Sampit
  • Gunung Mas = Kuala Kurun
  • Kota Palangkaraya
  • Pulang Pisau = Pulang Pisau
  • Klemantan
  • Iban
  • Schwaner

EkonomiSunting

Sistem ekonomi di Dayakland ini sangat miskin sekali, karena lebih katrok dan ndeso sama dengan Tukulnesia, tapi beda tipis.

EksporSunting

  • Rotan
  • Kayu
  • Lidah Buaya
  • Senjata Tajam
  • Motor terbuat dari kayu
  • Mobil terbuat dari kayu
  • Buah Masisin
  • Mata Kucing

ImporSunting

  • Bir
  • Baju
  • Celana
  • Kapal canggih
  • Furnitur
  • Kamera
  • Mobil dan Motor
  • Dan teknologi yang canggih

PendidikanSunting

  • Taman Kanak-kanak
  • SD tingkat rendah (Kelas 1 - 3)
  • SD tingkat atas (kelas 4 - 6)
  • Sekolah Menengah Pertama (4 Tahun atau 5 Tahun)
  • Sekolah Menengah Atas (2 Tahun)
  • Universitas dan Sekolah Tinggi

PendudukSunting

Dayak merupakan jenis penduduk yang paling terbanyak di Dayakland sekitar 12,3 juta penduduk.

Suku-Suku di Dayakland

  • Dayak : 64,9 %
  • Jawa : 11,7 %
  • Melayu : 10,7 %
  • Sunda : 6 %
  • Batak : 5,45 %
  • Lain-lain : 2 %

Kebanyakan Ras pendatang sering ditemukan di dalam kota yaitu Jawa, Sunda, Tionghoa dan Batak, berdasarkan data indeks kependudukan Dayakland.

KeamananSunting

Dayak Army merupakan kelompok militer yang bertugas untuk menjaga rakyat atas konflik, pengklaiman, kerusuhan dan mengamankan di perbatasan. Pada awalnya Sistem Keamanan Dayakland itu masih minim, oleh karena itu masih terjadi rawan konflik dan sehingga raja akan dibentuk Satgasus sampai 1996.