Cerbung/Kisah Kasih di Sekolah

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Kisah Kasih di Sekolah

Created by Maxulmeera dan DyTolololpedia

[sunting] Real Concern in Mobile

Nih gue kasih link buat pengguna mobile yang gak bisa liat ampe bawah.
Di sini

[sunting] Kisah Kasih di Sekolah

“Eh, ini cerita romantis ni?”
~ Tolololpediawan
“Gak semuanya! Yang pasti kehidupan kita di sekolah”
~ Max dan DY-01

[sunting] Perkenalan Pemain Utama

Fahmi
Fahmi adalah seseorang yang...asudahlah,kalian udah tau!

Dyaksa
Apalagi orang ini, kan dia banyak fansnya!

Sasko
Tau juga lah orang yang sering dikatain sama dua orang di atas langit.

[sunting] Episode 1 = Sekolah itu...

Minggu, 28 November 2004


Minggu itu, di pagi hari yang sangat tidak cerah...

“Oyyyy, Tungguin gue!”
~ Fahmi berteriak


Fahmi berlari mengejar Dyaksa dan Sasko, menyusuri jalan setapak dua blok dari sekolah mereka, SMPN 1 Tololcity.

“Nape?”
“Lo ngumpetin sendal gue ye?”
“Kagak, ketinggalan di rumah lo kali.”
~ Sasko
“Cih, jangan boong!”


Suasana yang sangat tidak ribut itu tiba-tiba langsung hening ketika...

“Woyyy, KALO BERANTEM JANGAN DI SINI!”
~ Bapak-bapak berteriak

Sontak mereka kaget dan langsung kabur...

“Lo sih berisik,Mi!”
“Lo juga yang ngumpetin sendal gue!”
“Eits, apaan tuh?”
~ Sasko langsung nunjuk ke suatu benda
“Eh, itu kan sendal gue!”
“Ah,Lo gimana!”
“Besok udah mulai masuk sekolah...”
~ Sasko

Mereka langsung hening...

“Lo pake ingetin segala, lagi seru, malah jadi...”
“Ya maap!”
~ Sasko
“Tapi kan ada benernya juga!”
“Cuma kalo besok... ketemu lagi sama cewek alay dkk. lagi”
“Tapi liat sisi baiknya, kita kan bisa ketemu temen-temen lagi!”
“Jiah, ketemu temen atau...”
~ Sasko menggoda Fahmi
“Ya ketemu temen lah!”
“Eh,iya! Ketemu temen atau ketemu si Icha, cewek kelas sebelah?”
“Aih!”
~ Fahmi langsung garuk tembok
“Tuh,kan! Cieeee....”
~ Dyaksa dan Sasko langsung menggoda
“Yah, pokoknya kita bakal sekolah besok.”
“Pe-er bakalan numpuk lagi nih!”
~ Sasko
“Ya, lo aja yang males!”
“Ya, giliran nge-godain si Tasya aja, gak ada malesnya!”
“Apaan! Cewek alay kayak gitu, sama aja kayak Alika!”
~ Sasko langsung cemberut
“Tapi gue tau lo suka sama dia kan!”
“Dih, kok sekarang gue yang digodain?”
~ Sasko tambah cemberut
“Tuh, keliatan kok!”
~ Fahmi ikut-ikutan
“Ya, dari mimik mukanya terlihat jelas!”
“YE, DARIPADA ELO, SUKANYA SAMA VICKY, SI CEWEK KUTUBUKU!”
~ Sasko balik ngatain Dyaksa
“Eh, apaan sih!”

Tanpa sadar hari sudah malam (eh, cepet amat!)...

“Perasaan kite cuman ngomong doang!”
“Ternyata udah malem, ya udah gue pulang dulu!”
~ Sasko
“Ye, gue juga pulang dulu!”

Beruntung rumah mereka bertiga berdekatan!

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 2 = Hari Pertama Setelah Liburan

Senin, 29 November 2004


Keesokan harinya...
Fahmi sudah pergi duluan ke sekolah, sementara Dyaksa lagi nungguin Sasko.

“Cepetan, Sasko! Atau gak gue tinggalin nih!”
“Iya bentar!”
~ Sasko
“Lo daritadi ngapain aja?”
“Biasa,lah! Mandi dulu!”
~ Sasko
“Mandinya lama amat!”

Akhirnya Sasko keluar dari kamarnya.

“Dah, ayo cepetan!”
“Ya sabar dikit lah!”
~ Sasko



Sementara itu, Fahmi yang sudah sampai di sekolah masih nunggu Dyaksa dan Sasko.

“Mereka lama amat sih!”
“Oiii!”
~ Dyaksa teriak sambil berlari
“Eh, tu dia orangnya!”

Tiba-tiba...

“Eh, teriak-teriak aja, berisik tau!”
~ Seseorang cewek yang tak lagi dan tak bukan... Alika!
“Apaan sih lo! Santai aja kali!”
“Lo teriak kayak orang kampung aja!”
“Dih, yang lain juga gak keganggu kok!”

Alika langsung pergi menemui temen se-alaynya.

“Cih, dianya kali... yang alay!”
~ Sasko
“Udah, jangan dipikirin!”
“Baru mau masuk sekolah, langsung ketemu sama cewek alay itu.”
“Eh, emangnya lo doang yang kesel, gue juga kali!”
~ Sasko
“Kok lo jadi ikutan kesel, nanti gue juga kesel nih!”
“Lo apaan? Jadi kesel semua sih.”
“Udah, mending kita taro tas dulu!”


Seperti biasa di sekolah-sekolah, saat hari Senin pastinya ada upacara bendera. Fahmi, Dyaksa, dan Sasko menaruh tas di kelas mereka, 9B (kelas di SMPN 1 Tololcity dibagi jadi 3, 9A s.d. 9C).

“Panas panas, kok upacara sih!”
~ Sasko
“Mana kita yang paling deket sama matahari lagi!”
“Lo gimane, cowok masa kepanasan doang gak tahan!”
“Eh, di mana-mana kalo kena panas, ya gak tahan lah.”
~ Sasko
“Ya sudahlah!”
~ Fahmi dengan nada "Ya Sudahlah"


Setelah semuanya berkumpul di lapangan, semuanya segera melaksanakan upacara. Namun ada yang mengganggu Fahmi saat sebelum upacara berlangsung.

“Eh, Mi!”
~ Dyaksa mencolek Fahmi dari belakang
“Apaan?”
~ Fahmi sambil berbisik
“Lo liat siapa di samping lo dong?”
“Eh, emangnya siap-”
~ Fahmi yang langsung menoleh

Ternyata, dia adalah Icha (cewek yang disukai Fahmi).

“Eh...”
“Eh,Fahmi...”
~ Icha
“Err, Hi, Icha...”
~ Fahmi malu-malu
“Ehmmmm!”
~ Dyaksa sambil pura-pura batuk


Upacara berlangsung dengan ribut khidmat, meski ada beberapa yang gak serius. Setelah upacara, mereka semua kembali ke kelas.

“Eh, tau gak kalo si Fahmi ternyata suka sama--”
~ Alika lagi ngegosip
“Weeeiiitssss! Apaan nih! Gue kok jadi digosipin?”
~ Fahmi mengelak
“Lo ngaku aja, sebenernya lo suka sama si Icha kan!”

Spontan murid sekelas langsung bersorak

“Cieeeeeeee!”
~ Semua murid bersorak
“A..Ap...Apaan!”
~ Fahmi terbata-bata
“Gak usah boongin perasaan lo deh!”
“Gak kok!”
“Nanti bilang ah!”
“Ey,Lika! Jangan woyyy!”


Saat istirahat, Alika pergi ke kelas 9A dan membocorkan hal ini ke Icha.

“Eh, Icha! Ternyata bener lo, si Fahmi suka sama lo!”
“Ah...Masa sih?”
~ Icha
“Iya, bener!”
“Ah, gue gak percaya!”
~ Icha
“Woyy, Ca! Sini bentar!”
~ Temen Icha
“E...Gue pengen ke dalem dulu ya!”
~ Icha
“Eh, iya deh!”


“Jadi bener dugaan gue selama ini.”
~ Icha dalam hati
“Tapi, apa bener dia suka sama gue...”
~ Icha dalam hati

Di kelas 9B...

“Buangke! Gue kok jadi sasaran?”
~ Dyaksa ketika dilemparin botol
“Kagak, gue cuma asal lempar aja.”
~ Sasko
“Tapi sakit tau!”
“Ah, gitu doang masa sakit!”
~ Alika nyelonong masuk
“Kena ujung botol, ya sakit!”
“Lagian kenapa sih, lo suka ngegosipin orang mulu!”
“Emang napa? Masalah buat lo!”
~ Alika langsung duduk di bangkunya


Kali ini pelajarannya Pak Somad, guru Bahasa Indonesia.

“Ayo, disiapkan!”
~ Pak Somad
“Bersiap!Berdoa mulai!”
~ Decky ,Ketua Kelas

Semuanya langsung mulai belajar...

“Cepat kerjakan buku paket halaman 68
~ Pak Somad
“68? kayak kenal tuh angka...”
~ Dyaksa
“Eh, itu kan angkanya Roy Suryo!”
~ Fahmi
“Hei, Fahmi! Bukannya ngerjain, malah ngomong sendiri, pake bawa-bawa nama Roy Suryo lagi!”
~ Pak Somad
“E...E, Iya pak!”
~ Fahmi langsung ngerjain tugas


Setelah bel ganti pelajaran berbunyi, Bu Mutia, guru IPA, mulai mengajar di kelas.

“Eh, Sasko! Lo udah ngerjain pe-er belom?”
~ Fahmi
“Ngg...Belom,Mi!”
~ Sasko
“Eh,cepetan kerjain sebelum--”
~ Fahmi
“Ayo dikumpulkan pe-er halaman 26!”
~ Bu Mutia
“Well...”
~ Sasko kebingungan
“Mulai bingung, mulai bingung!”
~ Dyaksa sambil melihat buku tugas Sasko
“Ey, Mi! Gue pinjem bentar dulu deh!”
~ Sasko
“Yaudah, cepetan!”
~ Fahmi

Beruntung Sasko masih sempat menyelesaikan tugasnya.

“Kamu ini, kenapa gak ngumpulin daritadi?”
~ Bu Mutia memarahi Sasko
“Err...Saya baru ngerjain, Bu.”
~ Sasko dengan kepala menunduk
“Hadeh...Ya udah, duduk!”
~ Bu Mutia
“Baik, sekarang catat pelajaran hari ini.”
~ Bu Mutia



Beberapa saat kemudian, bel pulang berbunyi.
TEEENOONEENOOOT!TOOOOOOTEEENNEEEETOOOOOOTTTT! (Belnya dimitripin sama bel Kereta Api aja!)

“Baik, disiapkan.”
~ Bu Mutia
“Bersiap, Berdoa mulai.....Berdoa selesai!”
~ Decky


Semua murid langsung keluar kelas.

“Oii, Dyaksa! Tuh, tas lo kebuka!”
~ Fahmi
“Eh, iya!”
~ Dyaksa
“Eh, awas ada Sule Alika!”
~ Fahmi
“Mending langsung pulang aja! Ayo cepet!”
~ Dyaksa
“Eh, Fahmi,Dyaksa!”
~ Suara dari belakang
“Jangan nengok, ayo cepetan!”
~ Dyaksa
“Ah, lo! Orang itu cuma si Sasko. Ko, cepetan pulang!”
~ Fahmi
“Emang napa sih?”
~ Sasko
“Itu, Ali--”
~ Fahmi
“Eh, pada ngomongin gue nih!”
~ Alika bareng gengnya nyamperin
“Dih, kagak!”
~ Dyaksa
“Orang mau buru-buru pulang!”
~ Fahmi
“Mau pulang buru-buru? Mau ngapain!”
~ Tasya langsung celoteh
“Nggak mau ngapa-ngapain sih! Kalo mau, pulang bareng yuk!”
~ Sasko
“Dih, ngapain pulang sama LO!”
~ Tasya
“Jiah, Sasko! Udah deh, ayo pulang!”
~ Fahmi langsung narik lengan Sasko

Ternyata hari Senin ini mereka digangguin sekelompok cewek alay! MENYEBALKAN!

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 3 = Ada Try Out?

Selasa, 30 November 2004


Keesokan harinya...

“Nanti kata guru bakal ada try out!”
~ Decky
“Kapan?”
~ Dyaksa
“2 bulan lagi!”
~ Decky
“Lo tau darimana?”
~ Dyaksa kepada Decky
“Tadi gue diam-diam ke ruang guru!”
~ Decky kepada Dyaksa

Mereka diam-diam ke ruang guru.

“Yah, tapi akhirnya yang gue tunggu, KELAS TERPISAH!
~ Dyaksa
“Yang laki dapet kelas 9B, dan yang cewek dapet kelas 9A. Gue bebas!”
~ Sasko

Sementara itu...

“Ada try out?Kapan?”
~ Alika
“Katanya sih 2 bulan lagi.”
~ Amel, salah satu temen alaynya
“Yang pasti nilaiku bakal lebih tinggi dari Dyaksa yang homo!”
~ Alika, mengetahui Dyaksa lebih agak pintar
“Target lagi ngomongin lo, Dy!”
~ Sasko mendengarkan mereka dari kelas sebelah

Kemudian, saat kelas matematika...

“Ada pertanyaan?”
~ Bu Ilma guru matematika
“Bu, emangnya 2 bulan lagi kita ada try out?”
~ Dyaksa
“Iya, mohon belajar dari sekarang!”
~ Bu Ilma
“Sudah, kalo tidak ada pertanyaan, kita akhiri pelajaran.”
~ Bu Ilma



Saat istirahat, Fahmi dan Dyaksa pergi ke pasar jangkrik kantin.

“Eh, lo mau beli apaan?”
~ Fahmi
“Beli nasi+ayam goreng dah!”
~ Dyaksa
“Ya udah, gue ke tempat jus dulu ye!”
~ Fahmi
“Ye!”
~ Dyaksa langsung membeli pesanannya


Di tempat jus...

“Bang, Es Jeruk gelas gede!”
~ Fahmi
“Iye!”
~ Penjual jus
“Ini jusnya!”
~ Penjual jus

Ketika Fahmi hendak mengambil segelas jus jeruk itu, tiba-tiba ada tangan lain yang memegangnya. Karena terlalu rame, Fahmi gak bisa melihat siapa orangnya.

“Eh,siapa nih?”
~ Fahmi

Ternyata, Aji!

“Ey, Mi!”
~ Aji
“Ji! udah lama gue gak liat lo! lo dapet kelas mana?”
~ Fahmi
“Kelas 9C, kalo lo di mana?”
~ Aji
“9B.”
~ Fahmi
“Aji! Fahmi!”
~ Seseorang menyapa
“Eh, Thia. Apa kabar? Lo dapet kelas berapa?”
~ Fahmi
“Baik. Gue dapet kelas 9A.”
~ Thia
“Jadi lo 9A?”
~ Fahmi
“Iya!”
~ Thia
“Wah, kebetulan nih!”
~ Fahmi
“Apaan yang kebetulan?”
~ Thia
“Eh...nggak, bukan apa-apa!”
~ Fahmi
“Oh,ya! Nanti katanya ada try out ya?”
~ Thia
“Yep!”
~ Aji
“Kira-kira gue di kelas mana ya?”
~ Thia
“Kayaknya lo di kelas lo sendiri deh, 9A.”
~ Fahmi


“Ey, Fahmi! Ayo cepet!”
~ Dyaksa menunggu di dekat stand makanan.
“Sini dulu bentar!”
~ Fahmi

Dyaksa menghampiri Fahmi dan kawannya.

“Ini siapa,Mi?”
~ Thia
“Lo gak kenal, padahal banyak fansnya lo!”
~ Fahmi
“Gue jarang keluar kelas, jadi gak terlalu kenal anak kelas sebelah!”
~ Thia
“Ngg...Nama gue...Dyaksa”
~ Dyaksa
“Nama gue Thia.”
~ Thia
“Udah ayo, kite ke kelas!”
~ Dyaksa langsung narik Fahmi


Setelah sampai di depan kelas...

“Mi, tadi--”
~ Dyaksa
“Napa sampe narik-narik gue ke kelas? Padahal gue masih mau ngobrol!”
~ Fahmi
“Ye, maaf! gue kira lo cuma sekedar ngomong doang!”
~ Dyaksa
“Yee...Ya udah, gue ke dalem dulu.”
~ Fahmi langsung masuk ke kelas


“Kalo dipikir-pikir, si...siapa tuh? Oh,ya! si Thia cakep juga.”
~ Dyaksa dalam hati
“Ahhh, gue mikir apa sih!”
~ Dyaksa


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 4: Geng Pelajar

Mereka kembali lagi ke kelas.

“Masih jam istirahat, tapi kenapa udah ke kelas? Nggak mau maen bola?”
~ Decky kepada Dyaksa, Fahmi dan Sasko
“Maen aja sana. Gue di kelas aja, bersiap- siap untuk try out”
~ Dyaksa kepada Decky
“Gue juga lah.”
~ Sasko

Kemudian...

“Waktunya memata- matai Alika”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Gue dah bawa teropong”
~ Sasko kepada Dyaksa
“Bagus, pinjam!”
~ Dyaksa kepada Sasko

Kemudian...

“Iya, kayaknya Fahmi suka sama kamu,Icha!”
~ Alika kepada Icha
“Fahmi korbannya kali ini, moga- moga sekarang bukan gue...”
~ Dyaksa
“Kalo Dyaksa?”
~ Thia kepada Alika
“Mungkin kamu”
~ Alika kepada Thia
“Ah, Alika bisa aja bercandanya!”
~ Thia dan Icha kepada Alika

Mereka tertawa dengan keras.

“Sial. KENAPA HARUS GUUUEEEE!!!!????
~ Dyaksa
“KIta diemin saja, sampe mulutnya berbusa.”
~ Sasko kepada Dyaksa

Beberapa menit kemudian...

“Decky emang...”
~ Mulut Alika mulai berbusa
“Nah, racun antigosip yang lo kasih ke gue mulai bereaksi”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Ini lagi. BUKANNYA BELAJAR MALAH NGINTIP CEWEK!
~ Pakrel
“Gue liat pemandangan indah!”
~ Dyaksa kepada Pakrel

Mereka semua berpesta karena mereka membenci Alika.

“Biar tau rasa lu!”
~ Pudol kepada Alika

Alika terpaksa bicara dengan mulut penuh busa.

“Ehbstuvneruhvnsbrunvweecmwebm,rujfg”
~ Alika

Saat pulang...

“Gue tawarin Fahmi gabung ya?”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Oii,Mi!”
~ Dyaksa
“Apaan?”
~ Fahmi
“Lo mau gabung tim gue gak?”
~ Dyaksa
“Tim apaan? Tim futsal?”
~ Fahmi
“Bukan! Tim pengintai gengnya Alika!”
~ Dyaksa
“Ow, Ya udah gue ikut-ikut aja!”
~ Fahmi


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 5 = Benci atau Suka?

“Wah, dari judulnya kayaknya bakal ada--”
~ Tolololpediawan
“Udah, nanti dulu ngasih pendapatnye!”
~ Max


Kamis, 2 Desember 2004


Dyaksa dan kawanan gengnya berdiskusi tentang pelajaran.

“Eh, soal ini kayak gimana sih?”
~ Pakrel kepada Dyaksa
“Apaan kayak gimana?”
~ Dyaksa kepada Pakrel
“Ya caranya gimana!”
~ Pakrel kepada Dyaksa
“Gak tau! Tanya aja sama si pinter dan homo, Fahmi!”
~ Dyaksa
“Mi, yang ini gimana?”
~ Pakrel
“Oh, kalo ini sih lo ukur dulu ketinggiannya, lalu putar kertas lo 265,13 derajat, lalu dikalikan dengan 68
~ Fahmi
“Jangan bercanda deh!”
~ Pakrel
“Iye, jadi caranya gini...”
~ Fahmi


Sementara itu, Alika dan kawanan alaynya sedang, Ya taulah!

“Alika! Gue dapet info dari temen!”
~ Tasya
“Kenapa?”
~ Alika
“Kalo si Cherry, anak cengil kelas sebelah itu, ditembak (mulai pacaran!) sama Garry!”
~ Tasya
“Ehh,kapan? Kok ada aja yang mau sama dia!”
~ Alika
“Ya, harusnya kita yang dapet pacar!”
~ Tasya
“Emang lo kira segampang itu!”
~ Alika
“Ya, emangnya lo sendiri udah pacaran?”
~ Amel
“Ya,belom sih! Tapi santai aja, pasti kita bakalan dapet!”
~ Tasya
“Ye, Lo aja tuh sama si Sasko!”
~ Alika
“EH, APA-APAAN TUH?”
~ Tasya
“Yah, dia tuh mau sama elo!”
~ Amel
“Dih, Najis gue!”
~ Tasya
“Tadi lo bilang santai aja, kok lo jadi sewot sih!”
~ Alika
“Ngapain gue pacaran sama orang yang homo dan suka diperkosa”
~ Tasya
“Lo bilang aja, lo itu benci...atau suka?”
~ Alika
“Ya, jelas BENCI lah!”
~ Tasya
“Benci apa benci?”
~ Amel
“Udah ah, mendingan ngomongin yang lain...”
~ Tasya


“Ssst,Mi! Kayaknya mereka lagi ngomongin kita deh.”
~ Dyaksa berbisik kepada Fahmi
“Ya deh, terserah lo mau bilang apa!”
~ Fahmi
“Lo kok jadi gitu sih?”
~ Dyaksa
“Gue sebenernya juga sebel sama mereka, tapi kalo kita tunjukkin kesebelan kita, ya mereka malah menjadi-jadi!”
~ Fahmi
“Ya deh, Pak Ustad!”
~ Dyaksa
“Sama-sama, Guru Kebatinan”
~ Fahmi


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 6 = Fahmi, oh Fahmi!

Kamis, 2 Desember 2004


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 3:00 siang, tapi Fahmi belum pulang karena diberi tugas tambahan oleh Bu Vivi, guru musik.

“Akhirnya selesai juga!”
~ Fahmi ngomong sendiri
“Mudah-mudahan, gue dapet nilai tambahan buat seni musik.”
~ Fahmi
“Eh, Fahmi! Kamu belum pulang?”
~ Mbak Rom, Salah satu staf sekolah.
“Belum, mbak! tadi abis buat tugas dulu.”
~ Fahmi


Sementara itu, di rumahnya Dyaksa...

“Dol, lo punya kaset game gak?”
~ Pudol kepada Dyaksa
“PS2 atau Kompi? Kalo PS2, banyak tuh! kalo buat kompi, tanya sama Fahmi!”
~ Dyaksa kepada Pudol
“Mending maen di sini aja deh!”
~ Pudol langsung menyambar stick PS2
“Ya udah!”
~ Dyaksa sambil geleng-geleng kepala


Ketika itu, Fahmi baru lewat rumah Dyaksa.

“Oiii, Acha!”
~ Fahmi sambil memanggil nama panggilan Dyaksa(yang sangat homo)
“Eh, Mi! Lo nape panggil gue Acha? Kita udah sepakat, jangan panggil gue Acha!”
~ Dyaksa
“Jiah, sekali-kali lah!”
~ Fahmi
“Untung gak ada yang denger!”
~ Dyaksa
“Dyaksa, lo ngapa-- eh, Mi! Lo dari mana aja?”
~ Pudol
“Tau, lo bilang lo mau ke rumah Dyaksa abis pulang!”
~ Sasko nongol dari belakang
“Yah, gue dapet tugas tambahan!”
~ Fahmi
“Emangnya apaan sih?”
~ Pakrel ikutan nimbrung
“Tugas musik, dari Bu Vivi!”
~ Fahmi
“Emangnya lo dihukum?”
~ Dyaksa
“Gak kok, gue cuma disuruh buat tugas itu buat arsipnya, katanya arsipnya sempet hilang”
~ Fahmi
“Jadi lo ngebantuin Bu Vivi?”
~ Dyaksa
“Yo'i!”
~ Fahmi
“Kalo gitu, arsipnya,eh tugasnya udah kelar?”
~ Pakrel
“Udah kok!”
~ Fahmi
“Fahmi, Fahmi! Masih sempet aja lo ngebantuin guru!”
~ Dyaksa
“Ya baguslah, A--”
~ Fahmi langsung dibekap mulutnya oleh Dyaksa
“Fahmi, oh Fahmi! Berusaha menepati janji, meskipun diberi tantangan!”
~ Pakrel
“Lo bisa aja,Rel!”
~ Fahmi
“Eh, ya udah! Katanya mau maen!”
~ Fahmi

Akhirnya mereka semua bermain PS2 milik Dyaksa.

Jumat, 3 Desember 2004.


Saat jam istirahat, Fahmi mengumpulkan tugasnya ke Bu Vivi.

“Bu, ini tugasnya!”
~ Fahmi
“Oh, makasih! Tapi ibu juga udah ada satu.”
~ Bu Vivi
“Ha? Emangnya arsip lamanya udah ketemu?”
~ Fahmi
“Gak, ada murid 9A yang ikut buat arsip itu. Tapi yang paling penting itu isi dari yang kamu buat, soalnya dia gak tau sebagian!”
~ Bu Vivi
“Jadi ibu tetep nerima punya saya?”
~ Fahmi
“Ya, sebagian dari itu.”
~ Bu Vivi
“Oh,ya! Ngomong-ngomong, siapa yang ngebantuin ibu itu?”
~ Fahmi
“Ibu agak lupa. Bentar, ibu cari namanya...Oh ya, Allisha Putri Pramesti.”
~ Bu Vivi sambil melihat buku absen kelas 9A
“Icha?”
~ Fahmi dalam hati
“Emangnya kenapa?”
~ Bu Vivi
“Gak, Bu! Cuma mau tau aja!”
~ Fahmi


Waktu istirahat tinggal 5 menit, Fahmi langsung makan di kantin dengan lahap.

“Wah, Mi! Biasanya santai makannya, sekarang kayak lagi dikejar anjing!”
~ Aji
“Emangnya kenapa? Gue kagak sarapan tadi pagi!”
~ Fahmi
“Lo gak sarapan? Emang biasanya lo juga kagak, kan!”
~ Aji
“Iya,sih!”
~ Fahmi


Fahmi langsung buru-buru ke kelas.

“Lo kemana aja,Mi?”
~ Dyaksa yang nunggu di depan kelas
“Ya, ngumpulin tugas kemaren lah!”
~ Fahmi
“Rajin amat lo!”
~ Dyaksa
“Daripada lo, bisanya banggain orang lain”
~ Alika langssung nyamber
“Dih, siapa yang gak bangga punya sobat yang baik? Lo gak pernah punya sih!”
~ Dyaksa
“Cih, gue punya banyak!”
~ Alika
“Terus nape?”
~ Fahmi
“Ckckck, masih gak ngerti juga nih anak! Katanya pinter, tapi gak mudeng gini aja!”
~ Alika langsung pergi



Kali ini pelajaran Mister John, guru Bahasa Inggris.

“Morning, everyone!”
~ Mr John
“Morning, sir!”
~ Semuanya serempak
“Now open your book... page 51!”
~ Mr John


Di tengah pelajaran, Dyaksa ingin pergi ke toilet.

“Mi, temenin gue ke toilet!”
~ Dyaksa berbisik kepada Fahmi
“Ayo deh!”
~ Fahmi
“Mister, could we go to the toilet?”
~ Fahmi
“Sure!”
~ Mr John


Namun, di tengah perjalanan ke toilet, mereka berpapasan dengan Thia dan Icha.

“Hai, Fahmi,Dyaksa!”
~ Thia
“Ngg...Hai!”
~ Dyaksa
“Hai, Thia, Icha...”
~ Fahmi

Icha hanya mengangguk, lalu menunduk.
Saat mereka di toilet...

“Oiii, cepetan! gue juga pengen pipis!”
~ Fahmi
“Lah, kan ada toilet sebelah!”
~ Dyaksa
“Lagi dipake!”
~ Fahmi


Fahmi langsung keluar dan bertemu Icha!

“Mi...gue denger lo juga disuruh buat arsip sama Bu Vivi ya?”
~ Icha
“Err... Iya, Cha! Gue juga udah kumpulin kok.”
~ Fahmi
“...Makasih, ya Mi...”
~ Icha
“Eh, kenapa?”
~ Fahmi
“Gue sebenernya dihukum sama Bu Vivi, karena gue gak masuk pas pengambilan nilai.”
~ Icha
“Eh, jadi...”
~ Fahmi
“Ya, sebenernya gue gak tau apa lagi isi dari sebagian lagi...”
~ Icha
“Bu Vivi tadi udah ngomong semuanya ke gue kok!Tapi soal lo dihukum, gue gak tau...”
~ Fahmi
“Sekali lagi...Makasih ya!”
~ Icha
“Cha, ayo! Mi, duluan ya!”
~ Thia
“...Gue duluan...”
~ Icha
“Oiii,Mi! Ayo!”
~ Dyaksa yang baru keluar dari toilet
“Ya ayo deh!”
~ Fahmi

Mereka langsung pergi ke kelas.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 6 part 2: Dyaksa, oh Dyaksa!

“Gue belum pipis!”
~ Fahmi kepada Dyaksa
“Udah sana”
~ Dyaksa kepada Fahmi

Kemudian...

“You will have your English exams next week. Brace yourselves!”
~ Mr John
“Ngomongnya kayak meme aja.”
~ Decky

Beberapa saat kemudian...

“Apa yang gue lewatin?”
~ Fahmi
“Pagar beton, mobil polisi, rumah Paul Runner(?)”
~ Herpy, anak yang sangat "pinter"
“Minggu depan ada ujian Bahasa Inggris”
~ Dyaksa kepada Fahmi
“Peraturan baru. Setiap sepertiga semester ada ujian.”
~ Decky kepada Fahmi

Sementara itu...

“Kita kan paling sering Bahasa Inggrisnya dari kelas-kelas lain, jadi kita enggak usah belajar dirumah!”
~ Alice, ketua kelas 9A
“Setuju!”
~ Sebagian murid 9A
“Kita gak setuju!”
~ Sebagian (kecil) murid 9A
“Tapi kalo kayak gini, sama aja lo ngegorok pisau karatan ke leher lo sendiri.”
~ Icha
“Belajar itu ibarat pisau, kalo lo gak pake, lama-lama karatan tuh pisau (sama kayak otak lo!)”
~ Thia, disusul dengan sahutan murid yang tidak setuju
“Terserah lo! Pokoknya gue sama yang lain, kagak mau belajar!”
~ Alice

Di rumah Dyaksa...

“Gile, bro! Kelas 9A gak belajar buat ujian!”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Kita punya harapan bro...”
~ Sasko kepada Fahmi
“Yah, mungkin kita dapat membalas dendam kita semester lalu!”
~ Fahmi kepada Dyaksa dan Sasko

Semester lalu...

KENAPA NILAI KALIAN JELEK SEMUA!? PALING BAGUS AJA CUMA RANGKING 21 DARI 25, MASA BEGITU KALIAN BANGGA!? TAHUN LALU COWOK-COWOK PALING TINGGI, SEKARANG YANG PALING RENDAH! KALIAN MAU COWOK JADI YANG PALING HEBAT!?
~ Semua guru

1 minggu kemudian, pengumuman nilai...

“Dyaksa, you got 90!”
~ Mr John kepada Dyaksa

Dyaksa langsung sujud syukur, namun ke arah kiblat yang salah. (bebas kaleee)

“Alika, you got 68,5!”
~ Mr John

Mereka langsung tertawa.

“Emang kenapa sama 68? 68 itu angka keberuntunganku tau!”
~ Alika
“Eh, itu sih angkanya Roy Suryo
~ Fahmi
“Kenapa jadi Roy Suryo lagi sih, Mi?”
~ Dyaksa
“Gue kan penggemar Roy!”
~ Fahmi
“Terserah deh!”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 7 = My Dear Friends

Senin, 13 Desember 2004


Sementara itu, di kelas 9A...

“I have something to ask...”
~ Mr John
“Did you study at home? Most of you got bad mark!”
~ Mr John
“Now, listen. I will say who got the good mark...Allisha, Benny, Cherry, Dodi, Ferriz, Herman, Kintan, and Thia.”
~ Mr John
“Yes!”
~ Murid-murid yang disebut
“While the rest...I don't know what to do next?”
~ Mr John
“How about Remedial?”
~ Alice
“Of course! But, does that mean that you didn't study at home?”
~ Mr John
“Umm...Yes, I did. I didn't study at home...”
~ Alice
“Kan, pisau berkarat yang menggorok lehernya!”
~ Thia berbisik kepada Icha


Ternyata, di setiap kelas ditempel nilai hasil ujiannya.

“Woy,gue dapet berapa,gue dapet berapa?”
~ Murid-murid yang berserakan di mana-mana
“Yes, Gue dapet nilai tertinggi!”
~ Dyaksa
“Akhirnya, selama 6 tahun, baru hari ini lo di atas gue!”
~ Fahmi
“Yang penting gue dapet rangking 1!”
~ Dyaksa
“Mantap dah!”
~ Fahmi mengacungkan jempol


“Fahmi!”
~ Thia
“Kenapa?”
~ Fahmi langsung menghampiri
“Siapa yang nilainya tertinggi di kelas lo? Pasti lo kan!”
~ Thia
“Sekarang udah enggak, gue "dibalap"”
~ Fahmi
“Sama siapa?”
~ Thia
“Dyaksa, yang gue kenalin waktu itu.Tapi gue rangking dua kok!”
~ Fahmi


“Eh,Thia! Icha kenapa?”
~ Fahmi saat melihat Icha yang duduk di bangku koridor
“Udah, lo samperin aja!”
~ Thia
“Lah, woy Thia!Lo mau kemana?”
~ Fahmi

Fahmi duduk di sebelah Icha.

“...Cha, lo kenapa? Masih mikirin ujian?”
~ Fahmi
“...Gue...gue gak tau mau gimana lagi...”
~ Icha
“Gue dapet nilai tertinggi di kelas, tapi...”
~ Icha
“Dikatain sombong?”
~ Fahmi

Icha mengangguk.

“Gue juga sering dibilang kayak gitu...”
~ Fahmi

Mereka terdiam.

“Ey, ngapain di sini berduaan?”
~ Thia
“Lah lo yang ninggalin gue.”
~ Fahmi

Fahmi langsung beranjak dari bangku.

“Cha, ke kelas yuk!”
~ Thia
“Eh, iya!”
~ Icha

Thia dan Icha langsung masuk ke kelas.

“Ah, mending ke kantin dah!”
~ Fahmi


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 8 = Teman di Saat Membutuhkan

Di kantin...

“Bu, Nasi goreng!”
~ Fahmi sambil mengeluarkan uang 10000-an


“Mi, Makan sini!”
~ Dyaksa yang sedari tadi makan
“Lo makan apa tuh?”
~ Fahmi
“Nasi + Mie + telor!”
~ Dyaksa


Setelah makan, mereka langsung ke lapangan (biasa, mau Olahraga).

“Eh, lo bawa raket gak?”
~ Fahmi
“Bawa!”
~ Dyaksa
“Gue yang gak bawa!”
~ Sasko
“Emangnya kenapa?”
~ Dyaksa
“Gue bawa raket dua!”
~ Fahmi
“Gue pinjem satu dong!”
~ Sasko


Pak Wisnu, guru Olahraga, pun datang.

“Selamat pagi, anak-anak!”
~ Pak Wisnu
“Pagi, Pak!”
~ Murid 9B
“Sebelum kita mulai, kita berdoa dahulu. Berdoa...mulai.”
~ Pak Wisnu


Olahraga kali ini adalah bulu tangkis (iya lah!). Mereka diajarkan teknik dasar seperti service, forehand, dan backhand.

“Ya, coba kalian bermain berpasangan”
~ Pak Wisnu

Setelah menemukan pasangan, Fahmi & Dyaksa vs Sasko & Decky.

“Dyaksa, lo di belakang, gue yang di depan!”
~ Fahmi berbisik kepada Dyaksa
“OKE!”
~ Dyaksa

Pertandingan berlangsung dengan tidak sangat sengit.

“Ayo, Mi,Dyaksa!”
~ Pendukung Fahmi-Dyaksa
“Sasko, Decky! Jangan mau kalah!”
~ Pendukung Sasko-Decky


Round 1 dimenangkan oleh Sasko-Decky dengan skor 22-20.

“Mi, lo coba teknik netting deh!”
~ Dyaksa
“Tapi gue belom terlalu bisa.”
~ Fahmi
“Udah, lo coba aja dulu”
~ Dyaksa


Round 2 tampaknya sulit sekali dimenangkan oleh Sasko dan Decky, karena mereka belum bisa menangkis serangan netting dari Fahmi.

“Bagus,Mi!”
~ Dyaksa

Round 2 dimenangkan Fahmi-Dyaksa dengan skor 21-16.

“Lo sekarang di depan,Dek!”
~ Sasko kepada Decky
“Ya udah, lo jaga yang bener!”
~ Decky


Pada saat round 3 berlangsung, kaki Dyaksa terkilir. Skor saat itu 11-11 (alias sebelas sama).

“Ada yang mau menggantikan Dyaksa?”
~ Pak Wisnu

Banyak sekali yang mau, saking banyaknya sampai Pak Wisnu muntah.

“Baiklah, kalo gitu diakhiri dulu permainan ini. Tolong semuanya membantu Dyaksa ke UKS”
~ Pak Wisnu

Fahmi langsung membawa Dyaksa ke UKS.

“Udah, lo berbaring aja dulu.”
~ Fahmi
“Mi...”
~ Dyaksa
“Eits, Dyaksa! Lo gak napa-napa kan?”
~ Decky dan Sasko masuk ke UKS

Dyaksa mengangguk.

“Kenapa bisa terkilir?”
~ Sasko
“Gue kebanyakan lari...”
~ Dyaksa
“Udah, lo di sini aja. Nanti kalo udah mendingan, lo balik aja sama--”
~ Decky
“Mi, jagain si Dyaksa!”
~ Decky
“Iye!”
~ Fahmi


Jam menunjukkan pukul 11.30, mata pelajaran Olahraga selesai (alias Istirahat!).

“Mi, ke kelas yok...”
~ Dyaksa

Fahmi langsung menuntun Dyaksa ke kelas.

“Makasih ya,Mi!”
~ Dyaksa
“Iya, sama-sama!”
~ Fahmi


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 9 = Thumb in the Sky (Jempol di langit)

Malam harinya...
Fahmi belajar kelompok bersama...yah, tau lah.

“Dyaksa, lo belajar atau maen sih.”
~ Fahmi
“Main bentar dulu!”
~ Dyaksa sambil main PS2
“Sudah, makan dulu sana!ada mie ayam spesial tuh belajar dulu aja!”
~ Fahmi



Selasa, 14 Desember 2004


Keesokan harinya, ada pengumuman penting dari Pak Wisnu (Guru olahraga yang beken dan homo ini wali kelas 9B).

“Jadi, nanti kalian ada kelas PM!”
~ Pak Wisnu)
“Setelah istirahat, kalian ada tes untuk menentukan kelas PM.”
~ Pak Wisnu
“Nanti, kalian akan diurutkan dengan jumlah nilai kalian.”
~ Pak Wisnu
“Jadi, jumlah murid kelas 9 kan 75 (tiap kelas 25!), nanti yang urutan nilainya tertinggi (alias 1-25) akan ditempatkan di 9A, sisanya kalian bisa liat sendiri nanti.”
~ Pak Wisnu


Beberapa jam kemudian, mereka mulai tes dengan pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, dan MTK. Jumlah soalnya 120 (40 soal tiap pelajaran), waktunya 3 jam.

“Dikerjakan yang bersih, jangan sampe ada yang gak rapih, apalagi ada kotoran”
~ Pengawas kelas 9B


Tick-Tock...Tick-Tock...Tick-Tock
Dua jam kemudian...

“Pak, saya udah selesai.”
~ Fahmi langsung ke depan

Dyaksa juga sudah selesai, langsung ikut Fahmi.

“Baik, yang sudah boleh ke luar duluan!”
~ Pengawas


Sementara itu, di luar kelas...

“Mi, lo kok bisa secepet itu?”
~ Dyaksa
“Lah, lo sendiri?”
~ Fahmi
“Ya , lo kan yang duluan!”
~ Dyaksa
“Gitu, untung kita belajar kemaren!”
~ Fahmi
“Ya bagus deh!”
~ Dyaksa

Sasko, Pakrel, Pudol, Faldi, dan Decky beserta sebagian murid yang lain keluar setengah jam kemudian.

“Gue kira-kira urutan berapa yak?”
~ Sasko
“Pokoknya sasaran gue 9B!”
~ Pakrel
“Ya, gue juga!”
~ Pudol
“Gue sih optimis aja, 9A!”
~ Faldi



Jumat, 17 Desember 2004


Pengumuman hasil tes ditempel di tiap kelas.

“Yes, gue peringkat ke-lima!”
~ Fahmi
“Ya deh! Gue aja peringkat 10!”
~ Dyaksa
“Berarti...”
~ Fahmi
“Kita sekelas lagi!”
~ Dyaksa
“Eiiii, Gue dapet kelas 9A juga nih!”
~ Sasko
“Emangnya lo peringkat berapa?”
~ Fahmi
“Gue peringkat 20!”
~ Sasko
“Ternyata lumayan susah juga ya, dapet peringkat sepuluh besar aja! Gue dapet 9B deh jadinya.”
~ Pudol
“Peringkat berapa?”
~ Dyaksa
“Peringkat 26, tepat di bawah peringkat terakhir 9A”
~ Pudol


“Fahmi! Lo dapet kelas mana?”
~ Thia
“9A! Lo sendiri di mana?”
~ Fahmi
“Sama dong! Eh, ngomong-ngomong, si Dyaksa dapet 9A juga, ya?”
~ Thia
“Dia juga di 9A kok, ga usah khawatir...Eh,lo jangan-jangan...”
~ Fahmi
“Eh, nggak! Gue cuma minta ditanyain sama fansnya!”
~ Thia
“Jiah!”
~ Fahmi
“Thia! eh, Fahmi!”
~ Icha
“Eh, Cha!”
~ Fahmi
“...Lo dapet kelas mana?”
~ Icha
“Di kelas 9A”
~ Fahmi
“Eh sama dong!”
~ Icha

Tiba-tiba, Icha memeluk Fahmi.

“Eh...Cha, lo--”
~ Fahmi
“Eh maaf...”
~ Icha langsung masuk ke kelas
“Haha, Mi,mi! Udah, lo cocok sama dia!”
~ Thia
“Dih, apaan? Lagipula dia juga baru deket sama gue.”
~ Fahmi
“Mi, lo-- Eh,Thia.”
~ Dyaksa
“Dyaksa, lo di kelas 9A?”
~ Thia
“...Ya, gue di kelas lo.”
~ Dyaksa
“Berarti kita seke--”
~ Thia
“Tuh kan!”
~ Fahmi
“Apa?”
~ Thia
“Gak, gak kenapa-napa?”
~ Fahmi



Hari ini menyenangkan sekaligus menyedihkan (ya, tau lah yang dibawah rata-rata).

“Uhhh, kenapa gue di 9C! Gue gak terimaaaaaaa!”
~ Alika
“Yah, gue juga kaleeee!”
~ Tasya


Fahmi duduk di bangku taman.

“Heh ada jempol di langit”
~ Fahmi ketika melihat awan berbentuk mirip dengan jempol

Tiba-tiba, Fahmi melihat Alika sambil marah-marah.

“Dafuq?”
~ Fahmi
“Lo nape hah?”
~ Fahmi kepada Alika
“Lo gak perlu tauuu!”
~ Alika
“Ye, lo yang bikin ganggu pemandangan aja!”
~ Fahmi
“Apaan sih lo! Mentang-mentang lo di 9A, lo bisa ngata-ngatain gue, GITUUU?”
~ Alika
“Gak! Siapa yang ngata-ngatain lo?”
~ Fahmi

Alika duduk dan mencoba tenangkan diri.

“Apaan lo? Gue mau tenang, udah sana!”
~ Alika mengusir Fahmi
“Dih, gue di sini duluan, lo aja cari tempat lain!”
~ Fahmi
“POKOKNYA LO PERGIIIIII!!!!”
~ Alika berteriak
“Weiit,weiit!”
~ Fahmi
“Lo--”
~ Fahmi

Alika langsung menangis keras.

“Ngggggg....”
~ Fahmi
“Kenapa... gak ada... yang peduli sama gue!”
~ Alika sambil menangis
“Hey...”
~ Fahmi
“DIEM LO!”
~ Alika
“Gue hanya mau lo itu BERUBAH! Gue gak mau temen-temen gue jadi korban gosip LO!Gue tau mereka masih peduli, tapi lo aja yang gak peka!”
~ Fahmi
“Emangnya SIAPA? Udah gak ada yang mau jadi temen gue secara nyata. Tasya,Amel, yang lain cuma hanya pandang gue sebagai penggosip murahan!”
~ Alika
“Gue gak tau...Tapi lo udah malu-maluin gue sampe semuanya tau kalo gue suka sama Icha...Gue coba nahan emosi gue, dan saat lo hampir diracuni sama Dyaksa dan kawannya...Gue bilang sama mereka, gue gak IKUT-IKUTAN! Gue gak mau ada permusuhan lagi...”
~ Fahmi
“BISA GAK SIH, LO PERGI?”
~ Alika
“Oke...Gue pergi...Tapi satu hal...Ada yang masih peduli sama LO!”
~ Fahmi


Fahmi langsung pergi.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 10 = Apa Ini(?)

Sementara itu...

“Selamat ulang tahun.”
~ Dyaksa
“Ulang tahun gue udah lama lewat!”
~ Sasko kepada Dyaksa
“Sudah, makan dulu sana!ada mie ayam spesial tuh lihat dulu aja!”
~ Dyaksa
“Oh, yang lo maksud itu..”
~ Sasko



Senin, 20 Desember 2004


“Jadi, lo suka sama target kita!?”
~ Sasko kepada Fahmi
“Enggak kok!”
~ Fahmi
“Terus, apa yang terjadi pas hari Jumat?”
~ Dyaksa
“Jadi, sebenarnya gue sedang mencoba menjadi mata- mata yang benar, sisanya kalian bisa liat sendiri nanti.”
~ Fahmi


Beberapa jam kemudian, mereka mulai belajar menjadi mata- mata dengan membaca buku mata- mata di perpustakaan.

“Gile, kayaknya Fahmi bener soal mata- mata”
~ Dyaksa kepada Sasko


Tick-Tock...Tick-Tock...Tick-Tock
Satu menit kemudian...

“Berarti, kita harus minta bantuan dari teman kelas 6C!”
~ Fahmi
“Gue tau siapa.”
~ Dyaksa


Satu menit kemudian(lagi)...

“Hey, wassup?”
~ Horp
“Baik, lo mau ikut gue gak!?”
~ Dyaksa


Kemudian...

“Lo udah ngerti kan?”
~ Dyaksa
“Lah, lo sendiri?”
~ Horp
“Gile kali lu!”
~ Dyaksa
“Kite butuh lo buat melakukannya, karena lo 9C”
~ Fahmi
“Ya bagus deh!”
~ Horp


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 11 = Mata-mata

Senin, 20 Desember 2004


Sebelum kelas PM dimulai, Dyaksa dan timnya(ya elah!) mulai dengan rencana "A".

“Mulai dengan rencana A”
~ Dyaksa
“Emangnya apaan?”
~ Horp
“Tadi kan gue udah bilang, lo jadi umpan--”
~ Dyaksa

Tiba-tiba Horp langsung nyebur ke kali deket taman sekolah.

“Lo ngapain?”
~ Fahmi
“Lah katanya jadi umpan, ya gue nyebur aja!”
~ Horp
“Nih anak sama "pinter"nya sama Herpy ye.”
~ Dyaksa
“Lah mereka saudara kembar!”
~ Fahmi
“O,iye!”
~ Dyaksa


“Lo bukan jadi umpan mancing ikan, tapi mancing emosi!”
~ Dyaksa
“Gue gak mau dah!”
~ Horp
“Emangnya kenapa?”
~ Dyaksa
“Nanti pada marah lagi sama gue.”
~ Horp
“Udah, kagak kok!”
~ Fahmi


Mereka langsung pergi ke kelas 9C.

“Horp, nanti lo kata-katain aja si Alika dkk.!”
~ Dyaksa
“Oke”
~ Horp

Namun, yang terjadi malah kayak gini!

“Kata-katain!Kata-katain!Kata-katain!”
~ Horp di depan Alika dkk.
“Dih, lo kenapa, Horp? Udah temenin aja tuh adek kembar lo!”
~ Alika
“Gak mau!”
~ Horp
“Kenapa?!”
~ Alika
“Gue lagi kata-katain lo!”
~ Horp
“Oh! O aja.”
~ Tasya
“lah, tapi kan ada H-nya!”
~ Horp
“Gak jelas lo!”
~ Tasya
“La, tadi lo bilang "O aja", padahal lo bilang Oh!”
~ Horp
“HOOOOORP!”
~ Tasya langsung ngejar Horp


“Waduh, die gimana sih. Itu sih bukan mancing emosi, tapi ngajak ribut!”
~ Dyaksa
“Bukannya sama aja?”
~ Fahmi
“Udahlah, yang penting mereka udah terpancing. Lanjut ke rencana "B"!”
~ Dyaksa
“Hmph...”
~ Fahmi menggelengkan kepala


“Lika! Lo dapet rangking berapa?”
~ Dyaksa
“Heh, seneng kan lo, gue dapet kelas terendah!”
~ Alika
“Lo jangan kayak gitu dong!”
~ Tasya
“Tau nih,Dyak--Eh,eh,eh!”
~ Sasko langsung ditarik ke luar
“Lo mau sombong sekarang?”
~ Alika
“Gak kok! Cuma mau lo itu gak usah ngegosip lagi.”
~ Dyaksa
“Dih, apa urusannya, gue masuk di 9C dengan ngegosip?”
~ Alika
“Gue gak mau tau urusannya apaan! Yang penting lo jangan ngegosip lagi. .!(Titik!)”
~ Dyaksa
“Lo gak bisa ngelarang gue, EH SEMUANYA!”
~ Alika sambil teriak
“SEBENERNYA TUH DYAKSA SIRIK SAMA GUE!”
~ Alika
“Siapa yang Sirik!”
~ Dyaksa
“MASA GUE NGEGOSIP AJA NGGAK BOLEH!”
~ Alika
“Ah masa sih gak boleh.”
~ Murid sekelas langsung gaduh
“Tuh, denger kan! Gue punya hak jadi--”
~ Alika
“Gue udah muak sama semua omong kosong lo...”
~ Suara seseorang dari luar
“Eh,siapa yang berani bilang kayak gitu?”
~ Alika
“Gue!”
~ Fahmi langsung melangkah masuk
“Apa-apaan lo! Lo bilang omong kosong.”
~ Alika
“Ya, gue bilang itu omong kosong!”
~ Fahmi
“Lo udah lupa ya...sama apa yang lo bilang ke gue... Jumat kemaren.”
~ Alika
“Kalo masih ada yang peduli sama gue!”
~ Alika
“Dan gue bilang kalo lo peka kan?”
~ Fahmi
“Tapi, gue kurang...kurang peka apa lagi sih?”
~ Alika
“Lo gak peduli sama orang yang lo gosipin, termasuk TEMEN-TEMEN GUE!”
~ Fahmi

Alika langsung terdiam. Seisi kelas 9C langsung cengo.

“Yok, pergi!”
~ Fahmi


Beberapa saat kemudian...

“Mi, tadi akting lo hebat!”
~ Sasko
“Mau tau gimana buat akting yang hebat?”
~ Fahmi
“Gimana,Mi?”
~ Sasko
“Gue gak tau. Itu aja juga gue asli marah sama dia.”
~ Fahmi
“Hah?”
~ Sasko
“Jadi...lo beneran tadi? Baru kali ini gue liat lo marah.”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 12: Tas Keramat

Karena masih waktu istirahat, mereka langsung ke kantin.

“Gue taruh tas disini”
~ Dyaksa

Kemudian...

“Ayo kita duduk sini”
~ Alika
“Duh, kenapa harus di samping gue...”
~ Dyaksa dalam hati

Lalu...

“Horp, tolong ambil tas gue di sana ya!”
~ Dyaksa kepada Horp

Kemudian Horp mengambil tas Alika

DYAKSAAAAAA!!! KENAPA KAMU SURUH DIA AMBIL TASKU!!!???
~ Alika kepada Dyaksa
“Ini gue yang bego atau dia yang lebih pinter?”
~ Dyaksa

Kemudian Dyaksa meminta tolong kepada Icha. Kemudian Dyaksa disalahkan karena dibilang tidak manusiawi.

“Ini tas lo”
~ Icha kepada Dyaksa
“Makasih ya”
~ Dyaksa kepada Icha

Kemudian mereka hidup bahagia selamanya Dyaksa dan Sasko kembali ke kelas, sedangkan Fahmi ke ruang perpustakaan.

“Eh, gue ngapain yak ke sini?”
~ Fahmi baru mau masuk ke perpus
“Baca buku aja dah!Eh, mumpung ada Aji!”
~ Fahmi
“Hei, Ji.”
~ Fahmi
“Yo, Mi!”
~ Aji


Sementara itu, di kelas 9B...

“Oy, lo ngapain ngangkang deket pot bunga?”
~ Dyaksa kepada Sasko
“Bukannya bantuin malah nyeletuk aja! Gue abis nyusruk.”
~ Sasko
“Kenape?”
~ Dyaksa
“Gue ngerasa ada yang aneh sama tas lo, soalnya tadi gue sentuh sedikit, gue langsung nyusruk ke sini.”
~ Sasko
“Cuma perasaan lo aja kali!”
~ Dyaksa
“Gak, gue serius. Gue langsung jatoh pas nyentuh tas lo.”
~ Sasko
“Atau jangan-jangan, Horp salah ngambil tas.”
~ Dyaksa
“Lah, tapi lo tadi udah yakin kan, kalo itu tas lo!”
~ Sasko
“Ah, ga tau dah! Liat aja nanti.”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 13 = Percakapan di Tololchat

Senin malam, 20 Desember 2004


Di Rumah Fahmi...

“Ngapain lagi yak? Beresin buku, udah. Mending maen Tololchat dah.”
~ Fahmi
“Weits, Dyaksa lagi OL. Sapa dulu dah!”
~ Fahmi


FBchat1.gif Dyaksa
Dyaksa 12.png Dyaksa
OOOOOOOII




PP.jpg Fahmi
Apaan?




Dyaksa 12.png Dyaksa
Maen Top Eleven yok!




PP.jpg Fahmi
Ayo!





Sementara itu, di tempat lain...

“Gyahahaha! Eh, apaan nih?”
~ Sasko dapat "undangan" pesta pernikahan group chat

FBchat1.gif Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12.png Dyaksa
Nah, ni die si Sasko




PP.jpg Fahmi
Sasko!




HitlerSemangka.gif Himmler
Apaan nih?




Dyaksa 12.png Dyaksa
Mau liat pertandingan tim Top Eleven gue vs Fahmi gak?




HitlerSemangka.gif Himmler
Iye dah!




Mereka akhirnya menyaksikan pertandingan antara Garuda FC (Dyaksa) vs FEC Warrior (Fahmi) Kemudian...

FBchat1.gif Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12.png Dyaksa
GOLLLLLL!!!




PP.jpg Fahmi
Kenapa sih lo menang terus, dulu 6-0, sekarang 3-1!!




HitlerSemangka.gif Himmler
Yang penting bisa ngegolin...




Dyaksa 12.png Dyaksa
Maaf yak, penyerang gue yang payah udah dijual!




PP.jpg Fahmi
Iye dah!




12 detik kemudian...

FBchat1.gif Tolololpediawan sinting
Dyaksa 12.png Dyaksa
Gue menang lagi




PP.jpg Fahmi
4-2!




HitlerSemangka.gif Himmler
Yang penting bisa ngegolin...




PP.jpg Fahmi
Iye dah!




Dyaksa 12.png Dyaksa
Padahal pemain gue ada yang kena kutukan Roy Suryo





12 detik kemudian (lagi)...

FBchat1.gif SELAMAT ULTAH
HitlerSemangka.gif Himmler
TARGET DETECTED




PP.jpg Fahmi
Oh iya!




Dyaksa 12.png Dyaksa
Buka homepage!




PP.jpg Fahmi
Iye dah!




HitlerSemangka.gif Himmler
Yes sir!




120 detik kemudian...

FBchat1.gif SELAMAT ULTAH
HitlerSemangka.gif Himmler
Udah selesai, jadi apa lagi nih?




HitlerSemangka.gif Himmler
WOOOOYYYYY!




“Sasko! Udah jam berapa nih? Masih maen komputer aja.”

TO BE CONTINUED
NB : Episode selanjutnya akan ada adegan seperti di Film Biru Sinetron (yah, masalah cinta gitu deh!)

[sunting] Episode 14 = Siapa itu?

Selasa, 21 Desember 2004


Dyaksa masih mikirin gimana nyelesain PR halaman 68, karena soalnya sangat tidak susah.

“Ini gimana ya? 26513 - 68 X 8 + 1209302904 : 666 X 124821783?”
~ Dyaksa
“Hasilnya...Kalkulatormu jebol!”
~ Sasko


Sementara itu, Fahmi masih kebingungan karena hp-nya tiba-tiba error.

“Kenape nih? Pas gue nyalain, tiba-tiba muncul gambar Roy Suryo.”
~ Fahmi


Tiba-tiba, ada seorang cewek berdiri di depan kelas 9B.

“Heh, siapa tuh?”
~ Sasko
“Siapanya apa? Gue lagi bi--”
~ Fahmi
“Ayo semuanya duduk! Hari ini kita kedatangan murid pertukaran dari Uncyclopedia, ayo masuk!”
~ Pak Wisnu

Cewek itu berambut lurus panjang, berkacamata dan tinggi badannya hampir setinggi Decky (Decky itu tinggi!).

“--Namaku Vania, aku pindahan dari SMPN Uncy 03”
~ Cewek itu
“Silahkan, Vania, duduk di bangku di sana!”
~ Pak Wisnu

Vania duduk sebangku dengan Vicky (si Cewek Kutubuku dari Episode 1!) dan kebetulan tempatnya bersebelahan dengan tempat duduknya Fahmi dan Dyaksa.

“Hai, nama kamu siapa?”
~ Vania
“Eh...Dyaksa, dia terbiasa sama "Aku, Kamu" nih!”
~ Fahmi berbisik kepada Dyaksa
“Kok gak dijawab?”
~ Vania
“Eh, nama gue namaku Fahmi dan ini--”
~ Fahmi
“Dyaksa!”
~ Dyaksa dengan semangat
“Semangat amat!”
~ Fahmi


Pelajaran MTK...

“Siapa yang bisa ngejawab soal di papan?”
~ Bu Usma
“Bu, saya! Hasilnya 265 derajat celsius!”
~ Fahmi
“Coba tuliskan caramu.”
~ Bu Usma sambil menyodorkan spidol

3 menit kemudian...

“Sudah, Bu!”
~ Fahmi
“Bagus, silahkan duduk kembali!”
~ Bu Usma

Beberapa murid bertepuk tangan, sedangkan yang lain main tepok nyamuk.

“Kamu kok bisa secepet itu sih?”
~ Vania (Kok mirip percakapan sama Dyaksa?)
“Ah, gak cepet banget juga kan.”
~ Fahmi
“Cih, dipuji murid baru, cewek lagi! bener-bener homo lu, Mi!”
~ Dyaksa


Saat istirahat, Fahmi mencoba mengenal Vania lebih dekat (hampir sama kayak apa yang dia lakuin ke Icha)

“Emangnya kenapa sih lo mau aja pindah ke sini?”
~ Fahmi
“Aku...di-bully sama temen-temenku.”
~ Vania
“Heeeh, Mi--Eh, siapa nih?”
~ Thia
“Kenalin. Namaku Vania.”
~ Vania
“Eh,ya namaku Thia.”
~ Thia
“Emangnya lo berdua ngapain? Jangan-jangan...”
~ Thia
“Apaan? Gak kok!”
~ Fahmi
“Emangnya gue mau bilang apaan! Kalian juga baru saling kenal, kan!”
~ Thia
“I...Iya!”
~ Vania

Icha tampak berjalan di koridor kelas 9, namun dia langsung memalingkan wajahnya sehingga dia gak punya muka lagi.

“Icha kenapa ya? Mending gue samperin dah.”
~ Fahmi dalam hati
“Eeeeeeh, mau ke mana? Ngejar si Icha?”
~ Thia
“Jadi...Kamu udah pacaran?”
~ Vania
“Engg...Enggak kok! Dia itu temen deket gue.”
~ Fahmi
“Sejak kapan, Mi? Selama ini kan lo juga baru deket.”
~ Thia
“Udah ah!”
~ Fahmi langsung pergi


“Jadi...Fahmi suka sama si Icha...”
~ Vania dalam hati
“Ngeliat Fahmi, aku jadi keingetan sama orang yang aku suka di Sekolah lamaku...”
~ Vania dalam hati
“Hei, kenapa bengong? Entar kesambet lo!”
~ Thia membuyarkan lamunan Vania
“Gak, gak kenapa-napa kok.”
~ Vania

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 15 = Caught in the Middle (Terpojok di tengah-tengah)(?)

Fahmi masih mengejar Icha.

“Cha!”
~ Fahmi

Namun Icha masih gak mau nengok.

“Cha!Hei, Icha!”
~ Fahmi

Akhirnya, Icha berhenti di depan kelas 9B.

“Lo kenapa sih?”
~ Fahmi

Icha masih terdiam.

“Cha...”
~ Fahmi
“...Tadi itu siapa?”
~ Icha
“Tadi itu...Vania, murid baru di kelas gue. Emangnya kenapa sih?”
~ Fahmi
“Gak,kok. Gak kenapa-napa, gue cuma pengen tau aja.”
~ Icha
“Oh, ya. Kenapa kemaren lo gak ikut kelas PM (Pendalaman Materi)?”
~ Fahmi
“Gue...Gue dapet kabar kalo ibu gue sakit, jadi gue minta izin.”
~ Icha
“Terus, kenapa lo gak mau nengok pas gue manggil?”
~ Fahmi
“Ya, gue lagi males aja.”
~ Icha
“Gak biasanya lo kayak gitu, Cha! Atau jangan-jangan, dia...”
~ Fahmi dalam hati
“Kenapa liatin gue kayak gitu?”
~ Icha
“Eh,gak. Gue cuma heran aja...”
~ Fahmi
“Heran kenapa?”
~ Icha
“Heran kalo--”
~ Fahmi
“Hari ini lo cantik banget! Ngeh!”
~ Alika tiba-tiba muncul
“Lo nape lagi sih?”
~ Fahmi
“Suka-Suka Gue lah!”
~ Alika
“Alika, gue udah bilang, gak usah lo--”
~ Fahmi
“Ngegosip lagi? Gue lagi nggak ngegosip,Oke!”
~ Alika
“Tapi, lo yang maksa jadi ya udah!”
~ Alika langsung pergi


“Hei, Fahmi!”
~ Vania langsung ikutan duduk di sebelah Fahmi
“Aku denger, kamu ya, yang namanya Icha?”
~ Vania
“Eh, iya. Kamu pasti Vania.”
~ Icha
“Eh, kenapa gue jadi di tengah-tengah kayak gini?”
~ Fahmi dalam hati
“Emm...Gue masuk ke kelas dulu ya!”
~ Fahmi

Icha dan Vania bertukar pandang. Tapi, yah setidaknya, mereka akhirnya jadi saling kenal dan berteman dekat (mungkin jadi saingan).
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 16 = Saingan? Part 1

Karena Vania murid baru, dia berhak memilih kelas PM-nya.

“Saya di kelas 9A aja ya.”
~ Vania
“Ya, silahkan!”
~ Pak Wisnu


Sementara itu, saat PM di kelas 9A...

“Vania, lo di sini?”
~ Icha
“Kamu kan yang nyaranin kalo aku di kelas 9A aja!”
~ Vania
“Waduh, ada si Vania...kenapa dia bisa di sini ya?”
~ Fahmi dalam hati
“Fahmi, kamu di sini juga?”
~ Vania
“I..I..Iya!”
~ Fahmi
“Pantesan Icha betah di sini!”
~ Vania
“Ih, apaan sih!”
~ Icha
“Baru kali ini gue dapet temen yang suka ngegoda kayak si Thia.”
~ Fahmi dalam hati
“Kok lo tau sih? Et...”
~ Fahmi asal nyeplos
“Ha?”
~ Icha dan Vania bingung
“Emmm... Kenapa aku jadi terus keingetan sama Junio (cowok yang dia suka), dia mirip banget sifatnya...”
~ Vania (gemes) dalam hati
“Gue gak nyangka si Fahmi bilang kayak gitu. Berarti...”
~ Icha dalam hati
“Kenapa lo berdua ngeliatin gue. Gue bilang kok lo tau sih kalo gue ada di sini (lho?)”
~ Fahmi
“Waduh, mereka kok jadi kayak gitu...”
~ Fahmi dalam hati


“Woyy, Mi! Sadar, homo!”
~ Dyaksa membuyarkan lamunan Fahmi
“Eh, kenapa?”
~ Fahmi
“Itu, Gurunya udah dateng!”
~ Dyaksa


Pendalaman materi kali ini adalah Bahasa Indonesia.

“Baik, hari ini kita mendalami materi "Drama"!”
~ Guru pembimbing
“Silahkan di baca dulu teksnya!”
~ Guru pembimbing
“Eh, kok judulnya romantis?”
~ Fahmi berbisik kepada Dyaksa
“Gue bukan ORANG YANG ROMANTIS!”
~ Dyaksa berbisik keras kepada Fahmi
“Itu salah satu kumpulan karangan dari guru saya waktu dulu.”
~ Guru pembimbing
“Nanti kalian maju berpasangan, cewek dan cowok!”
~ Guru pembimbing
“Eh siapa ya yang bakal kepilih...Pasti seru nih!”
~ Sebagian murid langsung gaduh
“Sudah makan dulu sana! diam! Bapak panggil... Dyaksa Roy Suryonegoro...”
~ Guru pembimbing

Semua langsung bertepuk tangan, hanya saja Sasko yang bertepuk kaki.

“Berpasangan dengan...Vicky Shu Prasetyo Almira”
~ Guru Pembimbing

Semua langsung gaduh, suit-suitan.

“Akhirnya gue bisa sama Dyaksa!”
~ Vicky,dalam hati, sambil senyum-senyum

Namun saat dibacakan, Dyaksa kurang menghayati dalam membaca teksnya.

“Dyaksa, kamu kenapa? Biasanya kamu semangat belajar Bahasa Indonesia?”
~ Guru Pembimbing
“Saya lagi--”
~ Dyaksa
“Udah, Dyaksa sama Thia aja!”
~ Seseorang dari barisan paling belakang

Sontak, Dyaksa dan Thia kaget.

“Thia,Thia,Thia!”
~ Sekelas kompak
“Thia...”
~ Guru Pembimbing memanggil
“Cieeee!”
~ Sekelas mulai gaduh
“Baik, kalian coba!”
~ Guru Pembimbing
“Dyaksa, inilah saat yang gue tunggu-tunggu!”
~ Thia dalam hati
“Ehmmm...Kali ini kayaknya gue harus serius deh!”
~ Dyaksa dalam hati

Mereka tampak menghayati teksnya.

“--Jikalau engkau bersedia. Tolong terima permintaan hati ini...”
~ Dyaksa tampak menghayati
“--Apakah itu, wahai pujangga hatiku?”
~ Thia tampak menghayati
“--Menerima seluruh pengorbananku, selama engkau masih di sampingku...”
~ Dyaksa


“Wuah, bagus sekali! Kalian tampaknya serasi sekali!”
~ Guru Pembimbing
“Ah,bapak. Saya cuma gak mau ngecewain bapak yang kedua kalinya, gitu!”
~ Dyaksa


[sunting] Episode 17 = Saingan? Part 2

“Baik, siapa yang mau maju lagi?”
~ Guru pembimbing

Tapi, tak satupun mengangkat tangan.

“Kalo gitu, saya panggil lagi...Muhammad Suwardi Amrullah Fahmi Pradana!”
~ Guru Pembimbing
“Wah, ini dia si jago akting nih, cewek yang ke pilih pasti beruntung banget deh!”
~ Seseorang saling berbisik
“Siapa yang mau maju mendampingi (ya elah!) Fahmi?”
~ Guru Pembimbing
“Ini kesempatanku... buat lebih deket sama Junio, eh Fahmi...”
~ Vania dalam hati
“Saya, pak!”
~ Vania
“Baik,mmm...Siapa namamu?”
~ Guru Pembimbing
“Vania, pak!”
~ Vania
“Kenapa...Icha gak ngangkat tangan ya? Padahal gue ngarep sama dia!”
~ Fahmi dalam hati
“Tapi gue harus profesional, gue harus akting se-sintinggendhengmiring mungkin!”
~ Fahmi dalam hati


Namun ada satu hal yang mencengangkan di dalam akting Fahmi & Vania...

“--Vania, maukah kau menjadi pendamping hidupku dan selalu menemaniku, eh...”
~ Fahmi
“Ha? Swit-swit!”
~ Sekelas jadi gaduh(lagi)
“Waduh, mampus gue! Gue saking semangatnya, jadi keliatan kalo gue lagi nembak dia! Mana gue pake sebut nama dia lagi!”
~ Fahmi,dalam hati, langsung stres
“Hah? Ini, Fahmi, beneran ngomong kayak gini.”
~ Icha dan Vania dalam hati (bisa samaan kayak gini!)

Tiba-tiba, Fahmi langsung tak sadarkan diri alias collapse alias pingsaaaaan!...
Di ruang UKS...

“Mi, lo pasti stres pas tadi lo nyebut nama Vania...”
~ Dyaksa
“Gah....Gimana nih?”
~ Fahmi
“Apaan yang gimana? Maksud lo gimana sama si Icha?”
~ Dyaksa
“Bukan itu, dia juga pasti bakal kena gosip...”
~ Fahmi
“Sama siapa?”
~ Dyaksa
“Ya...Sama siapa lagi...”
~ Fahmi
“Tapi, Dyaksa. Yang gue takutin kalo si Vania sama Icha malah ngejauhin gue...”
~ Fahmi
“Emangnya kenapa?”
~ Dyaksa
“Udah lah, gue gak mau urusin ini lagi!”
~ Fahmi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 18 = Saingan? Part 3 (Final)

Ketika Fahmi dan Dyaksa kembali ke kelas 9A, kelas sudah hampir kosong. Yang tersisa hanyalah Thia, Icha dan Vania.

“Fahmi, kamu nggak kenapa-napa kan?”
~ Vania
“Gak, gak kenapa-napa...”
~ Fahmi

Icha langsung buru-buru keluar kelas.

“Eh, Cha!”
~ Fahmi
“Kenapa dia terus ngejar si Icha?”
~ Vania dalam hati


“Cha, lo kok langsung buru-buru...”
~ Fahmi
“Mau LO apa sih? LO masih gak nyadar apa yang lo lakuin?”
~ Icha
“Maksud lo, gue tadi pas akting?”
~ Fahmi
“Terserah lo!”
~ Icha
“Eh, lo kok kayak cemburu? Padahal gue juga kagak beneran sama Vania.”
~ Fahmi
“Emang gue--”
~ Icha
“Tuh kan, udah tau kan! Icha luv Fahmi!”
~ Alika tiba-tiba nyamperin
“LO jangan gangguin gue!”
~ Icha langsung mendorong Alika sampe hampir jatoh
“Apa-apaan lo?”
~ Alika

Alika hendak menampar Icha, namun ditangkis oleh Fahmi lalu, ditangkis lagi oleh Sasko, ke Dyaksa, Smashing!!!!JEBRET!!! Eh, kok malah pertandingan catur?.

“Gue ingetin lo...sekali lagi, jangan ganggu gue, dia, dan siapapun dengan semua omongan tajem LO! NGERTI!!!!”
~ Fahmi marah
“SUDAH! Makan dulu sana! Kalian ini berantem aja!”
~ Guru Piket


Di bangku taman...

“Heeehhhh....Ada ada aja hari ini! Kok hari ini kayak Valentine aja!”
~ Fahmi
“Fahmi...”
~ Icha tiba-tiba datang
“Eh, Icha!”
~ Fahmi
“Gue...Gue mau minta maaf!”
~ Icha langsung menangis
“Ngg...Cha! Lo...Jangan nangis!”
~ Fahmi
“Maafin gue, gue udah bikin lo marah... Gue tau... selama ini lo gak pernah marah...”
~ Icha sambil terisak-isak
“...Iya, gue udah maafin kok.”
~ Fahmi

Sementara itu, di balik semak-semak...

“Cieee! Fahmi makin deket aja sama Icha!Apalagi si Dyaksa!”
~ Sasko bergumam
“Apaan? Kok gue lagi sih!”
~ Dyaksa
“Lah, lo kan sama--”
~ Sasko
“Gue udah bilang, Gue BUKAN ORANG YANG ROMANTIS!!!”
~ Dyaksa sambil teriak
“Eh, Kayaknya suaranya gue kenal...Dyaksa! Die pasti lagi buntutin gue nih!”
~ Fahmi
“DYAKSAAAAA!”
~ Fahmi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 19 = Hari Natal? Kenalin dulu 9B!

Kamis-Jumat, pergantian hari ke 24 Desember 2004


“Apaan nih, banyak banget ucapan selamat natal & taun baru di TololBook...”
~ Fahmi
“Fahmi! Tidur!”
~ Ibunya Fahmi
“Iya,bentar!”
~ Fahmi
Dyaksa 12.png Dyaksa
Apaan nih, banyak yang ngucapin selamat ultah natal & tahun baru!Padahal belom juga
Suka · Komentari · sekitar 68 detik yang akan datang lalu
PP.jpg Fahmi Iya nih! Gue juga dapet 5 SMS tentang itu...
2 menit yang lalu · Suka
HitlerSemangka.gif Himmler SELAMAT ULTAH!
6 menit yang lalu · Suka
PP.jpg Fahmi Nih lagi, si Sasko...*Tepok pantat jidat
13 menit yang lalu · Suka

Beberapa saat kemudian...

FBchat1.gif Vania Diandra
Music.jpg Vania Diandra
Fahmi, selamat natal dan tahun baru ya!




PP.jpg Fahmi
Eh, iya!




Music.jpg Vania Diandra
Kamu nanti tahun-baruan ke mana?




PP.jpg Fahmi
Gak kemana-mana sih...




Music.jpg Vania Diandra
Mau gak ikut sama aku ke Monas?




PP.jpg Fahmi
Ngapain? Emangnya lo gak ngajak yang lain?




Music.jpg Vania Diandra
Gak, emangnya kenapa?



23:30

“Eh, buset! Gue diajak ke monas berduaan...”
~ Fahmi kaget


FBchat1.gif Vania Diandra
Music.jpg Vania Diandra
Mi, kok kamu diem aja?



23:37

PP.jpg Fahmi
Eh, gue gak bisa nih. Gue mau nyunting Tolololpedia selama setahun!




Music.jpg Vania Diandra
Oooh, gitu ya...




PP.jpg Fahmi
Maaf, ya!




“Ahay, aman deh gue buat nyunting lagi!”
~ Fahmi
“FAHMI!!! TIDUR!!!”
~ Ibunya Fahmi
“Eeee,iya,iya!”
~ Fahmi langsung buru-buru matiin komputernya




Jumat, 24 Desember 2004


Kembali ke Laptop Kelas 9B. Siswa-siswanya gaduh membicarakan natal dan tahun baru.

“Ciah, Tahun baru aja belom, udah pada ngucapin aje.”
~ Dyaksa
“Gapapa, biar satu paket!”
~ Sasko
“Lo kira barang, bisa dipaketin!”
~ Dyaksa
“Udeh ah, lo ribut aje!”
~ Fahmi


Oh,iye. Gue (Fahmi) belom ngenalin nama-nama temennya Dyaksa, Fahmi, dan Sasko dkk.
Nih die kelompok murid yang pertama. Mereka inilah yang bantuin gue, Dyaksa, Sasko, Pudol, Pakrel, dan Faldi (Yah, anggaplah mereka ini kelompok gue juga dah!)

“Ey, semuanya. Kalian semua mau ke mana nih,tahun baru-an?”
~ Seorang cewek yang agak lebay

Namanya Kinanti Asmaradini, dipanggilnya Kina.Yah, meskipun lebay, tapi gak selebay Alika juga. Apalagi dia juga kenal baik sama gue.

“Ya...maunya kemana?”
~ Temannya Kina yang bertubuh, yah, agak pendek
“Gue nanya malah nanya balik, Bayi,bayi!”
~ Kina

Kalo itu namanya Saskia Nurhamidah,dipanggil Saski atau "Bayi", karena dia, yah, agak pendek dan agak polos, jadi dia sering dipanggil "Bayi".

“Yah, namanya juga Bayi, belom bisa ke mana-mana sendiri!”
~ Seorang cowok berbadan six-pack tambun
“Apaan sih!”
~ Saskia

Kalo ini sih, Fatih Kemal Rizki alias Fatih. Dia ini suka ngegodain orang, apalagi si Kina! Ngomong-ngomong dia suka Hentai Anime

“Tau nih Fatih!”
~ Cewek berpostur tinggi

Kalo ini namanya Nirina </s>Zubir</s> Nurul Huda, dipanggil Nirina atau Nurul juga boleh. Dia sih udah klop sama Fatih, sama-sama suka Anime!

“Eh, pada mau gak pergi bareng?”
~ Seorang cewek, lagi...

Yah, kalo ini namanya Nabila Ditha, bisa dipanggil Ditha atau Nabilah (Kalo dua-duanya boleh juga). Kalo dia...kelewat pinter dari gue, bahkan pas tes, dia dapet rangking 2!

Beralih ke kelompok selanjutnya. Mereka ini kelompok yang bisa dibilang famous selain kelompoknya Alika yang sangat alay (gak tau artinya famous? Sama, gue juga!).

“Oy, Fam! Ngapain lo disitu, kayak lagi wawancarain kite aje.”
~ Decky

Yah, Decky sih emang famous, wong dia ketua kelas!

“Tau, udeh sini!”
~ Cowok yang juga WAKILNYA DECKY

Namanya Windu Arya Putra alias Windu, Yah jadi wakil sama famousnya sama ketua.

“Emangnya nape, gue diri disitu?”
~ Fahmi
“Takut lo capek, diri terus!”
~ Herpy

Herpy boleh dibilang sangat "Pintar", tapi jangan salah! Dia juga famous loh!

“Ye, ter-se-rah lu!”
~ Cowok yang duduk di samping Herpy

Kalo ini namanya Randy Farhan Pratama, dipanggil Farhan atau Randy, dia juga gak kalah banyak fansnya kayak Dyaksa, makanya mereka sering saingan.

“Udah, omongan cowok se-"pinter" Herpy gak usah dipanjang-panjangin lagi.”
~ Cowok yang duduk di sebelah Windu

Yang ini namanya Muhammad Ferdi Putra alias Ferdi, dia sok alim, padahal alim beneran (dan itulah yang membuatnya famous).

“Udah,ah! Gue gak duduk, lo pada yang ribut! Udah, gue ke tempat yang lain dulu!”
~ Fahmi

Lanjut ke kelompok lain...

“Fahmi!”
~ Seorang cewek menyapa Fahmi

Cewek yang tadi namanya Fira Renita (dipanggil Fira), Yah sama alimnya kayak Ferdi.

“Belajar apaan?”
~ Fahmi
“Belajar...ini!”
~ Fira menunjukkan buku berjudul "Siroh: Sejarah Islam"
“Oh, ya!”
~ Fahmi
“Fahmi! Give me high-five!”
~ Seorang cewek langsung melakukan "High-Five"(Tos) sama Fahmi

Kalo ini Hanifah Lailani, suka ngomong pake bahasa Inggris.

Nah, akhirnya nyampe di kelompok ketiga!

“Mi, hei kawan!”
~ Cowok yang duduk dekat AC (Kelas 6B ber-AC loh!)

Yang ini namanya Sandika Galih Setiawan, panggil aja Dika. Dia yang sering bikin lawakan (emang berbakat jadi pelawak!). Siapa tau dia nanti bisa duet sama Raditya Dika, jadilah Duo Dika!

“Fahmi!”
~ Vicky dan Vania
“Eh, Vicky, Vania!”
~ Fahmi

Yah, kalian taulah mereka berdua!

“Fahmi...”
~ Cewek di sebelah Vicky dan Vania

Kalo ini emang agak pendiam, namanya Fanny Anggraini.

“Vina, kemana si Mitha? Biasanya lo sama mereka.”
~ Fahmi
“Mitha lagi di UKS.”
~ Fanny

Kalo si Mitha emang jadi temen ngobrolnya si Fanny. Dan lo pasti taulah sisanya siapa...(Gak tau? Sama, gue juga ya pastinya Alika, Amel, Tasya)
Jadi itulah ke-26 murid 9B (awalnya kan 25, tambah si Vania)


“Udeh, terusin aje ceritanya”
~ Tolololpediawan
“OKE DAH!”
~ Bang Max Ulmeera

“Woy,Mi. Lo ngapain ngiter-ngiter kelas? Kayak gangsing aje.”
~ Dyaksa
“Biasa, mejeng dulu.”
~ Fahmi
“Jiah, mejeng! Lo kira mobil dipajang.”
~ Sasko
“Canda! Gue tadi ngenalin temen-temen kita ke Tolololpediawan yang homo!”
~ Fahmi
“Ya baguslah!”
~ Pakrel
“Tapi liat dong, kita masa gak dikenalin?”
~ Faldi
“Jiah, mereka sih udah kenal lo pada!”
~ Fahmi
“Oh, gitu ye!”
~ Pudol
“Tapi, gimane dengan Icha?”
~ Dyaksa
“Ya...Gitu deh!”
~ Fahmi sambil menatap Dyaksa tajam-tajam seperti silet!
“Eh,kenapa lo ngeliatin gue kayak gitu?”
~ Dyaksa
“Oh,ya! Siapa ya, yang ngintipin gue dari balik semak-semak di taman?”
~ Fahmi
“Waduh, ketauan nih!”
~ Dyaksa sambil berbisik ke yang lain
“Udah, kalian ngaku aja!”
~ Fahmi
“I...Iya deh. Gue ngaku kalo gue ngintipin lo di taman bareng si Icha”
~ Dyaksa pelan-pelan menjawab
“Hmph...”
~ Fahmi langsung menggelengkan kepala


“Si Fahmi berduaan sama Icha?”
~ Vania dalam hati
“Ah, kenapa Fahmi selalu perhatiin Icha?”
~ Vania dalam hati


Alika yang sedari tadi melihat Vania merhatiin Fahmi, dia langsung nyamperin Vania.

“Eh, Van. Lo itu ngapain merhatiin si Sok Jagoan itu?”
~ Alika kepada Vania
“Ngg...Nggak kok!”
~ Vania
“Ah, jangan boong deh!Atau jangan-jangan...Lo suka sama Fahmi,ya!”
~ Alika
“Apaan sih lo!”
~ Vania

Fahmi dan kawannya langsung nengok.

“Mi, mau gue pake racun anti-gosip ke dia?”
~ Dyaksa menawarkan kepada Fahmi
“Udah, gak usah!”
~ Fahmi

Alika langsung terdiam ketika mereka ngeliatin.

“Kayaknya tatapan kita bisa jadi racun anti-gosip yang baru!”
~ Sasko
“Lo ada-ada aja!”
~ Fahmi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 20 = It's About Us!

Senin, 27 Desember 2004.


SMPN 1 Tololcity pun telah mendengar berita duka dari Aceh karena kemarin baru terjadi gempa dan tsunami yang dahsyat.

“Eh, kelas lo udah nyumbang belom?”
~ Alice kepada Decky
“Ye,santai dong!”
~ Decky


Tiap kelas pun ramai membicarakan peristiwa ini.

“Eh,Mi. Udah tau belom--”
~ Dyaksa
“Udah, peristiwa Gempa dan Tsunami Aceh...”
~ Fahmi
“Gue jadi terharu...”
~ Sasko
“Terharu kok senyum-senyum?”
~ Faldi
“Eeeh, Fahmi! Udah nyumbang belom?”
~ Kina tiba-tiba nyeletuk
“Dih, lebay! Gue sih udah nyumbang!”
~ Fatih ikut-ikutan

Dan seperti biasa, Kina dan Fatih melakukan "tradisi" mereka, kejar-kejaran!

“Jiah, udah kayak Tom & Jerry aje.”
~ Dyaksa
“Yah, namanya juga kebiasaan mereka.”
~ Fahmi


“Ayo, kumpulin sumbangannya!”
~ Herpy
“Ye,ayo dah! Siapa yang mau nyumbang!”
~ Randy


Akhirnya setelah dihitung-hitung dan diancurkan, Jumlah sumbangan dari 9B...
Rp 625.000,-!

“Bagus deh!”
~ Decky
“Apaan yang bagus?”
~ Herpy
“Udalah Herpy, Lo..Jangan..Ngomong..Dulu...OKE!”
~ Randy
“Iye dah!”
~ Herpy


“Hmmmm....”
~ Fahmi terdiam
“Mi, lo kenapa?”
~ Dyaksa
“Gue jadi prihatin sama kondisi orang-orang di Aceh...”
~ Fahmi meneteskan air mata
“Mi...”
~ Dyaksa ikut terharu


“Mungkin mereka bukan bagian dari keluarga kita, tapi itu bukan hanya tentang gue, lo, atau mereka-mereka yang ada di Aceh...”
~ Fahmi
“Tapi apa?”
~ Dyaksa
“It's all about us...”
~ Fahmi
“Kita?”
~ Dyaksa
“Yep, kita, bangsa Indonesia...”
~ Fahmi


TO BE CONTINUED
NB: Memperingati berlalunya peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami Aceh 2004

“Lo telat ngucapin”
~ Tolololpediawan
“Better late than never”

[sunting] Episode 21 = No Need to Cry.

Senin, 27 Desember 2004


Senin kali ini Upacara dengan khidmat untuk menghormati korban-korban di Aceh.

“--Untuk itu, saya sebagai kepala sekolah SMPN 1 Tololcity, turut berbela sungkawa terhadap apa yang menimpa di Aceh
~ Kepala Sekolah

Suasana pun hening sejenak...

“--Namun janganlah bersedih karena...kita masih punya masa depan...Mudah-mudahan, kalian sebagai generasi penerus dapat berguna bagi nusa dan bangsa.”
~ Kepala Sekolah



Seusai upacara, murid langsung pergi ke aula untuk melakukan shalat gaib (bagi yang muslim).
Mungkin inilah yang bisa mereka lakukan. Namun, nanti mereka pasti bisa melakukan perubahan pada bangsa ini.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 22 = Malam Tahun Baru Coy!

Jumat malam, 31 Desember 2004


Fahmi mulai menjalankan rencananya, yaitu menyunting Tolololpedia selama "Satu Tahun".

“Yes, dikit lagi tahun baru nih!”
~ Fahmi
“Tinggal ngeklik Simpan Halaman tepat di 00:00”
~ Fahmi


Sementara itu, si Dyaksa malah nggak bisa tidur.

“Berisik amat sih!”
~ Dyaksa


Sasko malah pergi ke Monas bareng keluarganya.

“Mah, Kembang apinya banyak banget?”
~ Sasko
“Terserah kamu deh,Nak!”
~ Ibunya Sasko


Tinggal menunggu detik-detik terakhir...
5...
4...
3...
2...
1...

“Klik!”
~ Fahmi langsung menyimpan halaman kesukaannya (Cerbung)
“Selamat Tahun Baru!”
~ Keluarganya Dyaksa
“Selamat tahun baru!”
~ Sasko

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 23 = Tahun baruan mau ke...

Sabtu, 1 Januari 2005.


Karena kebetulan hari ini libur, Dyaksa mengajak kawanannya untuk jalan-jalan.

“Oi, Mi! Mau ikut jalan-jalan gak?”
~ Dyaksa
“OK deh!”
~ Fahmi langsung mengambil celana panjangnya
“Ngomong-ngomong, siapa aja yang ikut?”
~ Fahmi
“Yah, biasa.”
~ Dyaksa


Ketika di rumah Sasko...

“Perasaan lo bilang lo gak mau kemana-mana...”
~ Sasko
“Gue berubah pikiran. Udah, mau ikut gak?”
~ Dyaksa
“Ya udah, lo duluan aja! Nanti gue nyusul.”
~ Sasko
“Oke!”
~ Dyaksa


Semuanya sudah berkumpul di rumah Dyaksa kecuali Sasko.

“Ke mana sih, Sasko?”
~ Fahmi
“Lo tanya aja sama orangnya!”
~ Pudol
“Dia punya HP kagak?”
~ Fahmi
“Enggak...”
~ Pudol
“Ye, lo gimane!”
~ Fahmi
“Tapi dia punya Walkie-Talkie hadiah dari sepatu Tolol Era!”
~ Pakrel
“Rel! Gue gak bisa hubungin dia juga!”
~ Fahmi
“Lah, lo emang gak ada Walkie-Talkie yang satunya?”
~ Fahmi
“Eh, kalo gak salah ada di...Dyaksa!”
~ Faldi
“Eh,iya! Nih!”
~ Dyaksa sambil menunjukkan Walkie-Talkienya


“Mudah-mudahan nyampe ke Sasko nih!”
~ Dyaksa
“--Dyaksa ke Sasko. Dyaksa ke Sasko”
~ Dyaksa berbicara melalui Walkie-Talkie

Tapi yang terjadi malah...

“--Halo, ini dari Kepolisian Tololcity. Ada perlu apa?”
~ Polisi
“WAT? kenapa jadi nyambung ke kepolisian?”
~ Fahmi
“--Eh,Maaf Pak. Saya ini lagi main walkie-talkie saya.”
~ Dyaksa

Kontaknya langsung terputus.

“Jiah, malah jadi kayak gini.”
~ Faldi
“Oooooiiii!!!”
~ Seseorang dari kejauhan
“Eh,itu...Sasko!”
~ Fahmi
“Dih, lo kemana aje sih? Kita daritadi nyariin lo!”
~ Dyaksa
“Lah, gue kira lo nyuruh ngumpul di rumah gue.”
~ Sasko
“Jiah!”
~ Fahmi langsung tepok pantat jidat
“Lo gimane sih!”
~ Dyaksa
“Udeh, jadi kita mau kemana?”
~ Sasko
“Mending kita pergi ke Museum.”
~ Fahmi
“Museum apa?”
~ Dyaksa
“Museum...Perjuangan Tololland! Gimane?”
~ Fahmi
“Ya boleh juga sih.”
~ Sasko
“Pada mau nih?”
~ Dyaksa
“OKE!”
~ Semuanya serempak


Mereka berangkat dengan angkutan umum alias angkot.

“Cih, lo yakin nyampenya cepet?”
~ Sasko
“Udah, lo tenang aje. Kayak udah mau tutup aja.”
~ Fahmi


15 menit kemudian, mereka sampai di depan Museum itu.

“Inilah dia...Museum Perjuangan Tololland...”
~ Fahmi
“Eh,Mi! Kayaknya gue kenal sama tuh orang...”
~ Dyaksa menunjuk kepada seseorang
“Eh,itu bukannya...Icha sama Vania...Mereka kenapa bisa di sini juga sih?”
~ Fahmi dalam hati
“Mi, itu Icha!”
~ Sasko
“Iye...”
~ Fahmi
“Heh, kenapa idenya bisa samaan kayak gitu?”
~ Pudol
“Maksudnya?”
~ Fahmi
“Ya, lo kan yang ngasih ide buat jalan-jalan ke sini?”
~ Pudol
“Terserah lo dah!”
~ Fahmi
“Gue panggil yak! Icha, Vania!”
~ Sasko
“Eh,Eh,Eh! Jangan...”
~ Fahmi
“Kayak ada yang manggil...”
~ Vania
“Eh, itukan Fahmi sama kawan-kawannya...”
~ Icha dalam hati
“Eh, itukan Fahmi! Fahmi!!!”
~ Vania langsung nyamperin Fahmi
“Heeeuuhh!”
~ Fahmi langsung geleng-geleng kepala
“Fahmi! Kamu kok bisa di sini?”
~ Vania
“Ya...bisa aja sih. Gue belom pernah ke sini sebelumnya, tapi gue udah diceritain banyak soal tempat ini.”
~ Fahmi sambil garuk-garuk kepala
“Oh, kalo gue sih sering ke sini, jadi gue ajak Vania.”
~ Icha
“Ya, aku diajak sama Icha.”
~ Vania
“Oh, ya udah. Kamu ikut sama kita aja ya--”
~ Vania langsung menggandeng Fahmi
“Eh,eh,eh!”
~ Fahmi



“WOY,FAHMI!”
~ Dyaksa
“Yah, dia dibawa kabur!”
~ Sasko
“Udah lah, kita mending masuk aja.”
~ Faldi



Selama di museum, Icha dan Vania--

“Eh, gue juga dibawa kali!”
~ Fahmi

Oke, gue ralat.-- Selama di museum, Icha, Vania, dan Fahmi mengitari bagian sejarah diplomasi dan perang di Tololland.

“Kalo yang ini, Perang Dunia I! Tololland, di bawah pimpinan Jenderal Besar Gneomi Schiwitzer, berhasil memenangkan pertempuran di Wikiland bagian timur...”
~ Pemandu


Sementara itu, Dyaksa dan kawanannya berada di bagian koleksi benda bersejarah.

“Eh, apaan tuh? Mirip kumisnya Roy Suryo...”
~ Dyaksa
“Heh, mulai ngada-ngada lagi!”
~ Sasko
“Tapi kan, lo yang sering ngada-ngada, homo”
~ Dyaksa


Dua jam kemudian, mereka semua (mau yang Fahmi dkk. dan Dyaksa dkk.) beristirahat di restoran terdekat.

“Ey, Mi. Lo yakin duduk di situ?”
~ Dyaksa kepada Fahmi
“Yah, gue kan sebelah kirinya Faldi, emangnya kenapa?”
~ Fahmi
“Bukan itu, tapi yang sebelah kanan lo kosong?”
~ Dyaksa
“Ya terus?”
~ Fahmi
“Gini lo---”
~ Dyaksa
“Fahmi, aku di sebelah kamu, ya!”
~ Vania sambil menaruh makanan pesanannya
“Eh, I...Iya.”
~ Fahmi
“Mi--”
~ Dyaksa
“Gue di sebelah lo ya...”
~ Icha
“Eh, iya.”
~ Dyaksa


“Mi, lo mau mesen apa?”
~ Faldi
“Ini aja dah!”
~ Fahmi sambil menunjuk Spaghetti(!)
“Gue yang ini...”
~ Dyaksa
“Gue yang ini aja dah!”
~ Sasko

Masing-masing memilih menunya.

“Mi, foto yuk!”
~ Vania
“Eh?”
~ Dyaksa langsung tersedak, yang lain ikut tersedak
“Dafuq? Gue diajak foto...sama cewek yang baru gue kenal?”
~ Fahmi
“Mi, kok kamu diem sih?”
~ Vania
“Eh, ya udah, sekali aja ya...”
~ Fahmi


“Waduh, Fahmi gimana sih? Ini Icha daritadi ngeliatin lo...”
~ Dyaksa gelisah dalam hati


“Cha, lo nggak kenapa-napa kan?”
~ Dyaksa
“Eh, gak! Gak kenapa-napa!”
~ Icha


“Fahmi...”
~ Icha dalam hati
“Eh, gue baru inget. Gue ada urusan...gue pulang duluan ya!”
~ Icha buru-buru mengambil tasnya
“Eh, Cha! Lo kok buru-buru sih?”
~ Fahmi
“Maaf, ya semuanya! Gue permisi dulu...”
~ Icha dengan raut muka kecewa
“Eh...”
~ Fahmi


Setelah beberapa saat, mereka sepakat untuk pulang.

“Hey, kalian naik mobilku aja!”
~ Vania
“Wah, boleh nih?”
~ Faldi
“Ya, boleh kok!”
~ Vania
“Eh, gue gak usah deh!”
~ Fahmi
“Kenapa?”
~ Vania
“Gak, gue mau pergi ke tempat lain dulu”
~ Fahmi


Mereka langsung naik ke mobilnya.

“Emangnya kalian rumahnya dimana?”
~ Vania
“Kalo kita sih di Jl. Suryono blok 8”
~ Dyaksa mewakili Sasko
“Kalo kita di blok 6”
~ Faldi dan Pudol
“Kalo gue di blok 7”
~ Pakrel
“Bagus deh, kalian tinggal di kompleks yang berdeketan.”
~ Vania


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 24 = Taman, Tempatku Bersedih Bersenang

Sabtu, 1 Januari 2005


Sementara itu, Fahmi langsung pergi ke tempat ia biasa merenung, Taman dekat sekolah.

“Kenapa tadi...si Icha langsung pergi...”
~ Fahmi
“Eh, itu kan Icha...”
~ Fahmi melihat Icha di bangku yang lain
“Gue samperin gak nih...Samperin aja deh...”
~ Fahmi

Fahmi langsung duduk di dekat Icha.

“Cha...”
~ Fahmi
“Lo...ngapain,Mi?”
~ Icha
“Gue...”
~ Fahmi
“Lo tadi serasi ya, sama si Vania...”
~ Icha
“Eh...”
~ Fahmi
“Sampe...foto-foto segala...”
~ Icha
“Tapi...”
~ Fahmi
“Mi, lo suka kan sama dia?”
~ Icha
“Ha? Gue...”
~ Fahmi
“Udah jawab aja. Gue udah ikhlas kok!”
~ Icha
“Gue bingung...”
~ Fahmi
“Bingung kenapa? Lo beneran suka sama dia, kan.”
~ Icha
“Gak, bukan itu...”
~ Fahmi
“Terus apa?”
~ Icha
“Gue...”
~ Fahmi
“Gue gak bisa jawab sekarang, gue lagi gak mood...”
~ Fahmi

Fahmi langsung pergi menjauh.

“Maafin gue, Cha! Gue gak tau mau nerima yang mana...”
~ Fahmi dalam hati
“Mi, sampe kapan lo nutup-nutupin cinta lo...”
~ Icha dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 25 = Nah lo!

Sementara itu, Dyaksa dan Sasko sudah sampe di rumahnya.

“Makasih ya, buat tumpangannya!”
~ Dyaksa
“Ya...Eh, kira-kira si Fahmi ke mana ya?”
~ Vania
“Yah, palingan dia ke taman, tempat biasanya dia.”
~ Dyaksa
“Eh, tuh Fahmi!”
~ Sasko
“Fahmi!”
~ Dyaksa
“Eh, kena--”
~ Fahmi
“Fahmi, kamu tadi ke mana?”
~ Vania
“Gak, gue...abis dari taman.”
~ Fahmi
“Ya udah, aku duluan ya!”
~ Vania

Mobilnya Vania langsung melaju.

“Tuh kan, gue bener!”
~ Dyaksa
“Tapi...lo tadi abis ngapain?”
~ Sasko
“Biasa, merenung...”
~ Fahmi
“Pantes aja, ditelepon gak bisa.”
~ Dyaksa
“Eh, emang lo nelpon?”
~ Fahmi
“Nah lo, emangnya HP lo kemana?”
~ Sasko
“Gak tau, lo umpetin kali kayak di Episode 1!”
~ Fahmi
“Lah, itu kan sendal, kalo ini kan HP.”
~ Dyaksa
“Atau jangan-jangan...”
~ Fahmi
“Eh, ketinggalan, Mi?”
~ Dyaksa
“Ada di kantong gue...Nyahahaha!”
~ Fahmi langsung mengambil HP-nya
“Lo jangan bikin gue panik dah!”
~ Dyaksa
“Untungnya gue kagak sadis sampe nyuruh lo nyari!”
~ Fahmi
“Ya kali!”
~ Sasko
“Ya bagi!”
~ Dyaksa
“Ya tambah! Terus aja tambah lagi!”
~ Fahmi
“Udah lah! Emangnya lo gak capek merenung terus?”
~ Dyaksa
“Gak capek lah!”
~ Fahmi
“Ya kurang!”
~ Sasko
“Lo masih becanda aja!”
~ Fahmi
“Tuh, kasian tuh si Icha/Vania.”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Dyaksa ngomong Icha, Sasko ngomong Vania)
“Eh, maksudnya apaan?”
~ Fahmi
“Lo udah nolak si Icha/Vania”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Dyaksa ngomong Icha, Sasko ngomong Vania)(LAGI!)
“Apaan sih! Gue gak ada maksud nolak mereka...”
~ Fahmi
“Gak, Bercanda!”
~ Dyaksa dan Sasko bersamaan (Lagi)
“Lo beneran kayak rencanain sesuatu deh...”
~ Fahmi
“Rencana apaan?”
~ Dyaksa dan Sas--*Pengetik mulai lelah
“Ya udahlah, gak usah dipikirn lagi...”
~ Fahmi langsung masuk ke rumahnya
“Ya deh, gue juga!”
~ Dyaksa
“Woy, gue ditinggalin nih? Ya udah gue juga deh!”
~ Sasko

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 26 = Ada apa dengan cinta denganmu

Senin, 3 Januari 2005


Hari Senin ini adalah hari yang...biasa aja...
Suasana di 9B...hening... Namun tiba-tiba ada yang memecah keheningan.

“Hayo, mau kemana lo!”
~ Fatih
AAAAAAAAA!
~ Kina

Fatih dan Kina mulai kejar-kejaran lagi seperti biasa.

“Kejar-kejaran mulu! Gak haus?”
~ Randy
“Ya enggak lah!”
~ Herpy
“Lo pake nyahut aja!”
~ Randy


“Heh, ngapain lo kejar-kejaran mulu! Ganggu aja!”
~ Alika
“Dih, Apaan sih!”
~ Fatih
“Kina, ke sini!”
~ Fahmi


Kina langsung nyamperin Fahmi.

“Lo kenape sih, kejar-kejaran mulu?”
~ Fahmi
“Gak tau tuh, dia dulu--Aaaahh!”
~ Kina langsung dikejar, lagi!
“Yeh! Mulai lagi kan...”
~ Fahmi


Beberapa jam berlalu seperti biasa, tiada hal yang spesial.


“Kasih kita kejutan dong”
~ Tolololpediawan
“Terserah lo pada dah!”
~ Max Ulmeera

Tiba-tiba...BLARRRRRRR!!!!!

“Apaan tuh?”
~ Fahmi
“Kayak suara ledakan...”
~ Dyaksa
“Atau jangan-jangan...beneran lagi...”
~ Fahmi

Murid-murid (beserta guru) langsung keluar dari kelas.

“Apa itu?”
~ Murid-murid (dan guru)
“Ada Kloseting, eh, Korsleting!”
~ Pudol


“Udah, ayo masuk dulu!”
~ Guru-guru

Murid-murid langsung masuk ke kelas.


Saat istirahat...

“Fahmi!Dyaksa!”
~ Thia
“Thia!”
~ Dyaksa
“Mi, sini deh!”
~ Thia
“Kenapa?”
~ Fahmi
“Si Icha...”
~ Thia
“Icha kenapa?”
~ Fahmi
“Icha...dia lagi murung banget tuh!”
~ Thia
“Mmmm...terus?”
~ Fahmi
“Lo kan biasanya bisa hibur dia...”
~ Thia
“Tapi...”
~ Fahmi
“Kenapa?”
~ Thia
“Mi, liat si Sasko gak?”
~ Pudol
“Eh, gak!”
~ Fahmi langsung nyamperin Pudol
“Nyari yok!”
~ Pudol
“Gak ah! Gue lagi males!”
~ Fahmi

Fahmi langsung duduk lagi.

“Jadi, gimana?”
~ Thia
“Ya deh. Gue coba.”
~ Fahmi



Fahmi langsung masuk ke kelas 9A. Dia langsung duduk di dekat Icha.

“Icha...”
~ Fahmi

Icha hanya nengok, lalu balik lagi.

“Lo kenapa? Lo kesel sama gue?”
~ Fahmi

Icha menggeleng.

“Terus kenapa?”
~ Fahmi
“...Gue...”
~ Icha
“...Gue takut...”
~ Icha
“Takut kenapa?”
~ Fahmi
“...Takut...takut kehilangan...”
~ Icha
“Kehilangan apa?”
~ Fahmi
“...Takut...kehilangan...ibu gue...”
~ Icha terisak
“Emangnya ibu lo kenapa?”
~ Fahmi
“Ibu gue...lagi sakit berat...”
~ Icha
“Sakit apa?”
~ Fahmi
“Sakit...Sakit Jantung!”
~ Icha langsung menangis
“Eh....”
~ Fahmi kaget
“Gue kira...Gue kira...ibu gue...gak kenapa-napa...tapi...”
~ Icha terisak

Fahmi langsung terdiam.

“Jadi, waktu itu pas lagi tes musik...ibunya dia sakit...”
~ Fahmi dalam hati
“Lo...jangan sedih ya!”
~ Fahmi sambil memegang bahunya
“Gue gak tau...mau gimana lagi...”
~ Icha
“Yang pasti...doa-in ibu lo biar cepet sembuh.”
~ Fahmi meneteskan air mata


Sementara itu...

“Cuih, ini kan yang lo maksud, Mi!”
~ Alika sambil ngeliatin Fahmi
“Nih, gue foto! Biar gue ada bukti, kalo lo ada rasa sama si Icha!”
~ Alika tersenyum puas

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 27 = Penyelamat disaat kelaparan kesulitan

“Alika!”
~ Dyaksa tiba- tiba berteriak
“Dyaksa jangan ganggu aku deh!”
~ Alika
“Alika! Ngapain lo?”
~ Icha
“Bukan urusan lo!”
~ Alika
“Udah, ngaku aja!”
~ Dyaksa


“Alika! Sini hp kamu!”
~ Bu Aini
“Jangan, bu!”
~ Alika
“Itu hp buat bullying bu!”
~ Dyaksa
“Emang kamu punya bukti?”
~ Alika


Beberapa detik berlalu...

“Terima kasih, Dyaksa! Alika, kamu bu guru hukum!”
~ Bu Aini
“Dyaksa!!! Lihat aja nanti aku bales kamu!”
~ Alika


“Makasih ya bro!”
~ Fahmi
“Sama- sama! Lo kan udah nolongin gue dulu, sekarang gue yang nolongin lo!”
~ Dyaksa


Sementara itu...

“Kamu ini, apa-apaan nih foto?”
~ Bu Aini
“Saya..foto...biar ada bukti...”
~ Alika ragu-ragu
“Bukti apa?”
~ Bu Aini
“Kalo Fahmi sama Icha ada...”
~ Alika
“Maksudmu mereka pacaran? Gak mungkin.”
~ Bu Aini
“Lah, tapi kan masih mungkin juga...”
~ Alika
“Alika! Sata kenal baik sama Fahmi dan Icha, mereka tau tata aturan di sekolah ini!”
~ Bu Aini membentak Alika
“Sekarang, kamu hapus foto itu! Saya juga tau kalo Fahmi sedang nenangin Icha!”
~ Bu Aini
“Ibu...kok tau?”
~ Alika
“Saya tau dari temen-temennya! Sudah, kamu hapus dan balik ke kelas!”
~ Bu Aini

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 28 = ...That's All!

Senin, 3 Januari 2005


Fahmi dan Dyaksa langsung pergi ke kantin untuk... yah biasalah!

“Menu hari ini apaan, bro?”
~ Fahmi
“Gue pesenan biasa gue dah! Bu, Nasi + Ayam!”
~ Dyaksa
“Saya nasi goreng aja dah!”
~ Fahmi
“Gue pendekar Nazi kuning dah!”
~ Sasko
“Gak nanya!”
~ Dyaksa


“Hey, Mi, Dyaksa!”
~ Thia
“Gue gak dipanggil?”
~ Sasko
“Eh, Sasko. Maaf ya!”
~ Thia
“Udah, lo sendirian aja?”
~ Dyaksa
“Ya nih? Mau gak nemenin gue?”
~ Thia
“Fahmi, Sasko! Woy, kalian pengen kemana?”
~ Dyaksa
“Udah, lo temenin Thia aja!”
~ Fahmi dan Sasko langsung lari
“Eh, Woy!”
~ Dyaksa
“Dyaksa, lo mau bareng mereka, ya kejar lah!”
~ Thia
“Lah elo gimana?”
~ Dyaksa
“Wah, ternyata Dyaksa care sama gue...”
~ Thia, dalam hati sambil tersenyum
“Eh, kenapa malah senyum-senyum?”
~ Dyaksa
“Gak! Udah, lo makan bareng mereka aja deh!”
~ Thia
“Ya udah, gue susul mereka ya!”
~ Dyaksa langsung pergi ke kelas



Sementara itu...

“Duuhhh, coba kalo si Dyaksa nggak ngeganggu gue tadi, pasti udah jadi berita besar nih!”
~ Alika
“Emangnya kenapa?”
~ Amel
“Biasa, Fahmi & Icha...”
~ Alika
“Emangnya lo ada bukti?”
~ Tasya
“Udah diap-- Eh, masih ada satu!”
~ Alika menjerit
“Heh, apaan sih!”
~ Fahmi
“Eh, nggak, nggak!”
~ Alika
“Cih, Alay!”
~ Fahmi


“Bagus deh, gak ketauan!”
~ Alika

Di foto yang belum sempat terhapus itu terlihat Fahmi sedang mengelus rambut Icha.

“Mesranya... coba gue pernah dielus kayak gitu...”
~ Tasya
“Makanya, lo nya gak mau sama si Sasko!”
~ Amel
“Jih, Jijik gue sama dia!”
~ Tasya
“Tadi kepengen, sekarang denger nama Sasko aja udah...yah gitu deh!”
~ Alika
“Gue, jadian sama Sasko yang homo banget...Gak!”
~ Tasya
“Ya bagus lah! Lo juga kan pernah suka sama dia!”
~ Alika
“Tapi semenjak dia nolak gue waktu itu...never love him again!”
~ Tasya

  • Le Flashback

Di saat perpisahan kelas 8B (yang juga kelasnya Dyaksa dan Sasko, Fahmi gak lo!), sempat diadakan acara mirip-mirip Prom Night lah!

“Dyaksa, gue ambil makan dulu ya! Laper nih!”
~ Sasko
“Terserah lo dah!”
~ Dyaksa


Ketika Sasko mengambil makanan, tiba-tiba...

“*Grab!”
~ Sound effect kayak ada yang megang
“Eh!”
~ Suara orang itu yang ternyata Tasya

Keduanya langsung malu-malu.

“Lo...hari ini ganteng banget!”
~ Tasya
“Eh, Makasih. Lo juga cantik banget!”
~ Sasko


“Tiba saatnya, best couple of 8B!”
~ Rani, ketua kelas 8B, sekarang dia ketua kelas di 9C!
“Eh, ayo ke sana!”
~ Tasya menarik Sasko
“Iya!”
~ Sasko langsung ikut


“Dan best couple kita adalah... Sasko & Tasya!”
~ Rani
“Eh!”
~ Sasko
“Kita menang!”
~ Tasya
“Gue...gue...”
~ Sasko
“Ayo!”
~ Tasya
“Sejak kapan gue jadian sama Tasya?”
~ Sasko
“Kalian tuh udah serasi, tau!”
~ Rani
“Gue...gue gak mau!”
~ Sasko langsung pergi

(Yeah, cerita ini 68% asli dan 32% diada-adain)


“Yah, itu semua cuma masa lalu gue doang kan!”
~ Tasya
“Masa iya, udah dibilang best couple, tapi dia gak mau sama gue!”
~ Tasya
“GUE BENCIIIII!”
~ Tasya
“Hey, jangan teriak napa!”
~ Sasko
“Diem lo...”
~ Tasya
“Tuh kan, langsung ikutan diem kan lo!”
~ Alika kepada Tasya

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 29 = Truth between me

Senin, 3 Januari 2005


“Eh, tapi sekarang kan dia udah belajar buat nyukain lo!”
~ Alika
“Apaan sih! Itu gak bakal cukup dengan--”
~ Tasya
“Apa yang gue lakuin pas prom night, heh?”
~ Sasko tiba-tiba sudah dihadapannya
“YA, LO puas kan permaluin gue waktu itu!”
~ Tasya
“Lo gak usah malu sekarang...”
~ Sasko
“Gue...”
~ Sasko dan Tasya secara bersamaan
“Lo aja dulu.”
~ Sasko
“Lo aja!”
~ Tasya
“Ya udah...Sebenernya...setelah gue pergi pas prom night waktu itu...Gue selipin satu kertas di tangannya Rani...”
~ Sasko
“Terus?”
~ Tasya
“Kertas itu isinya puisi...buat lo! Tapi gue sengaja kasitau Rani biar gak nyebut nama gue maupun lo disitu...”
~ Sasko
“Jadi...dia baca puisinya elo...”
~ Tasya
“...Bagus banget!”
~ Tasya
“Makasih, tapi gue tau kok apa yang lo mau ucapin!”
~ Sasko
“Emangnya apaan?”
~ Tasya
“Lo mau maafin gue!”
~ Sasko
“Dih, Ge-er!”
~ Tasya

Sasko langsung cemberut.

“Tapi, gue mau bilang... Makasih ya!”
~ Tasya langsung memeluk Sasko


Fahmi yang melihat dari kejauhan hanya bisa gelng-geleng kepala dan Dyaksa hanya bisa garuk-garuk punggung.

“Yah, setidaknya satu hubungan baik kembali terjalin...”
~ Fahmi
“Heh, Cinta lama bersemi kembali, JIAH!”
~ Dyaksa


Sasko langsung menoleh ke arah Fahmi dan Dyaksa.

“Lo pada kenape?”
~ Sasko
“Eh, gapapa!”
~ Fahmi

Mau tau puisi yang Sasko bu-- *Langsung ditarik sama Sasko.

“Udah ah, isinya terlalu bagus dan homo!”
~ Sasko

Oh ya, apa reaksinya si Alika sama Amel...

“Tasya, lo...”
~ Amel
“Lo bilang gue gak usah malu lagi.”
~ Tasya
“Kalo gitu lo bener mau sama dia?”
~ Alika
“Emmmm...”
~ Tasya
“Udah,jawab aja!”
~ Alika
“Lo kok jadi maksa sih! Gue yang ngejawab, lo kok MAKSAIN GUE NGEJAWAB!”
~ Tasya
“Ya, terus jawaban lo apa?”
~ Alika
“Gue perlu pertimbangin dulu...”
~ Tasya
“Lo gak terima? Bagus deh...”
~ Amel
“Eh, apaan yang bagus?”
~ Tasya
“Enggak, itu berarti lo masih mau sama kita-kita!”
~ Amel
“Apa kata lo deh! Gue jadi males...”
~ Tasya

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 30 = Senyuman!

Senin malam, 3 Januari 2005


Fahmi dan Dyaksa sedang asyik-asyiknya main TololBook.

FBchat1.gif Dyaksa
PP.jpg Fahmi
Woy, masih bangun?




Dyaksa 12.png Dyaksa
Udah lah, gue mau tidur...



21.06

“Perasaan baru nanyain...udah mau tidur aje!”
~ Fahmi



Selasa, 4 Januari 2005


Di kelas 9B...

“Eeeh, Bayi. Geseran dikit napa!”
~ Kina
“Di situ masih lega, Kina!”
~ Saskia
“Ihhh, gue gak mau di situ!”
~ Kina
“Napa?”
~ Saskia
“Lo tau kan siapa yang duduk di situ.”
~ Kina
“Emangnya siapa?”
~ Saskia
“Ih, dasar bayi! Gitu aja gak liat. Itu!”
~ Kina menunjuk ke arah...Fatih!
“Ohhh, Fatih! Emangnya kenapa?”
~ Saskia
“Bayi...Lo liat sendiri kan gue sering kejar-kejaran sama dia.”
~ Kina
“Udah dong, Jangan panggil gue Bayi!”
~ Saskia
“Yah, lo nya sendiri!”
~ Kina


Sementara itu, Fahmi dan Dyaksa sedang mengerjakan Latihan MTK (biasa, kesukaan mereka!)

“Nomor 12... Jawabannya A...”
~ Fahmi sambil mencorat coret bukunya
“13...Sederhanain...(80 x 60) / 12 x 10...C!...”
~ Fahmi
“Gile...soal apaan nih?”
~ Dyaksa
“Ya tanya sama yang lain!”
~ Fahmi
“Lo emangnya gak tau?”
~ Dyaksa
“Gak!”
~ Fahmi

Fahmi dan Dyaksa langsung menanyakan ke Ditha (tau kan siapa si Ditha!).

“Ey, Dit. Gimana nih caranya?”
~ Dyaksa kepada Ditha
“Oh, kalo yang ini caranya kaliin dulu yang ini...”
~ Ditha
“Makasih ya!”
~ Dyaksa
“Iya!”
~ Ditha


Kalo Sasko sih...Yah gitu deh...

“Lo gak masuk hari ini”
~ Sasko bicara lewat HP (dibeliin pas tahun baru-an!)
“Oh...Ya deh!”
~ Sasko menutup pembicaraan
“Nelpon siape?”
~ Faldi
“Yah, Tasya!”
~ Sasko
“Jadi baru baekan nih!”
~ Pakrel
“Yah, baru tau!”
~ Sasko
“Abisnya si Narator gak nampilin gue!”
~ Pakrel

Woy, lagipula lo belom ada ceritanye, homo!

“Ye dah!”
~ Pakrel
“Eh, Fahmi sama Dyaksa mane?”
~ Sasko
“Jiah, kangen sama kite!”
~ Fahmi tiba-tiba muncul bareng Dyaksa
“Yeh, abisnya lo darimana?”
~ Sasko
“Gue abis ngerjain MTK, sekalian ngerjain PR-nya tuh!”
~ Dyaksa
“Emangnya ada PR ya?”
~ Sasko
“Beuh, ni anak baru balikan sama pacarnya Tasya, lupa deh sama PR!”
~ Fahmi
“Lo juga sering lupa, kan Mi!”
~ Sasko
“Terserah lo dah!”
~ Fahmi
“Ngomong-ngomong mana si Tasya?”
~ Dyaksa
“Dia...lagi demam, jadi gak masuk!”
~ Sasko
“Yah, langsung cemberut tuh!”
~ Faldi
“Udah, mendingan lo kasih dia Warm Wishes dong!”
~ Fahmi

Tau gak Warm Wishes? Gak tau? Sama, gue juga!

“Eh, ide bagus tuh!”
~ Sasko
“Gini dah...jadi lo foto...terus taro teks...”
~ Dyaksa
“OKE!”
~ Mereka secara serempak


Beberapa saat kemudian, Tasya dapat satu pesan dari Sasko...

“Apaan nih?”
~ Tasya sambil membuka pesan itu

Di pesan multimedia (alias MMS!) itu, terlihat Sasko sedang...yah foto lah bareng temen-temennya!

“"Get Well Soon!"”
~ Tasya sambil membaca teksnya

Tasya langsung tersenyum.

“Thanks ya!”
~ Tasya


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 31 = Selamat Ultah, Sekolah! Part 1

Rabu, 5 Januari 2005


Hari ini, Sasko datang agak terlambat entah kenapa...

“Sasko, lo kenape terlambat?”
~ Dyaksa
“Gue tadi baru nyampe...”
~ Sasko
“Kenape?”
~ Dyaksa
“Tadi ada macet pendek panjang , gara-gara ada bus mogok di tengah jalan!”
~ Sasko
“Dafuq?”
~ Fahmi
“Untung aja, gurunya belom mas---”
~ Dyaksa
“Eh, tuh dateng gurunya!”
~ Fahmi

Pelajaran pertama hari ini adalah IPS, sama Pak Ali. Namun, di tengah-tengah pelajaran

“Hari ini kita akan ada suatu acara...”
~ Pak Ali

Murid 9B bertanya-tanya.

“Apaan tuh Pak?”
~ Randy
“Dari guru-guru yang lain, mereka bilang kalo hari ini adalah hari Ulang tahun peresmian sekolah ke-26”
~ Pak Ali

Yah, kalo gini sih...Langsung pada gaduh!

“Woy, baca nasi narasinya yang bener!”
~ Max Ulmeera

Ye! *Ralat: Murid 9B langsung gaduh membicarakan hal ini.

“Gak nyangka ya! kalo sekolah ini udah 26 tahun!”
~ Kina
“Ga usah lebay deh!”
~ Fatih


“Wah, mantap juga nih!”
~ Randy
“Mantap apaan?”
~ Herpy
“Sekolah nih udah 26 tahun aja!”
~ Randy
“Udah nikah belom? Umurnya ideal tuh!”
~ Herpy
“Yaaah, lo kira manusia (atau gak hewan!), pake nikah segala!”
~ Decky
“Yah, kali aja bisa nikah!”
~ Herpy
“Gue kadang gak yakin, kalo lo lagi ngelawak "super-garing", atau lo emang "pinter"...”
~ Randy
“Lah, gue bener kan?”
~ Herpy
“Ye, bener!”
~ Windu


“Udah, semuanya! Kok jadi ribut sih?”
~ Pak Ali
“Yah, abis--”
~ Herpy langsung dibekap Randy
“Lo...gimane sih?”
~ Randy berbisik kepada Herpy
“Karena setelah ini ada acara tersebut, maka dari istirahat pertama sampai istirahat kedua, kalian akan berkumpul di aula”
~ Pak Ali
“Yes, gak belajar!”
~ Beberapa murid


Beberapa jam kemudian, semuanya sudah berkumpul di aula.

“Karena sudah berkumpul semua, maka kami buka baju acaranya.”
~ Kepala Sekolah

Kepala Sekolah memberikan sambutannya, namun ada bagian yang paling berkesan (buat si Narator!).

“--Sampai hari ini, sekolah ini genap berusia 26 tahun. Bisa dikatakan, sekolah ini mulai menjadi sekolah yang "mendewasa", namun perjuangan kita, untuk bersaing dengan sekolah lain, harus ditingkatkan. Karena itu, impian kalian akan terus mendekat atau pun makin menjauh, itu tergantung dari kalian masing-masing--”
~ Kepala Sekolah
“--Terima kasih, selamat siang.”
~ Akhir sambutan


“Setelah ini, kita ada kedatangan tamu...”
~ Rani, yang menjadi pembawa acara
“Siapa ye?”
~ Fahmi kepada Kawanan Dyaksa
“Gak tau, palingan boyband ma--”
~ Dyaksa
“The Three Mas Ketir!”
~ Rani
“Dafuq?”
~ Fahmi, Dyaksa, Sasko, dan kawan kawan(capek gue ngetiknye!)
“Tuh orang kayaknya gue kenal deh...”
~ Fahmi
“Iye, kayaknya kita pernah ketemu, tapi kapan ye?”
~ Dyaksa
“Eh, pas kelas 6!”
~ Sasko
“Iye! Eh, jangan-jangan...mereka kakak-kakak reporter Kaskus waktu itu...”
~ Dyaksa
“Mereka kan yang bawa gue ke zaman entah berantah...”
~ Fahmi teringat pas dia dibawa ke zaman Tolol Wars


“Hei, sobat-sobat! Kenalin nih, nama ane Max Ulmeera, orang yang paling...sintinggendhengmiring!”
~ Max Ulmeera
“Bwahahahaha!”
~ Fahmi langsung tertawa
“Dih?”
~ Beberapa murid yang mendengar
“Eh, dia bukannya...Fahmi ye?”
~ Max Ulmeera
“Kalo nama gue sih...emmm... agak malu-maluin sih...”
~ Salah satu temennya
“Emangnya siapa?”
~ Semua murid kompak (jarang lo bisa kayak gini!)
“Emmm...Dyakso yang kebanyakan makan bakso!Canda deh, nama gue Dyon!”
~ Dyon
“Jiahahahaha!”
~ Langsung pada ketawa!
“Wat? Kok dia bisa tau nama gue yak?”
~ Dyaksa dalam hati
“Kalo gue--”
~ Seseorang lagi
“Dia sih... gue sering kasian sama die! Penyuka Hitler--”
~ Dyon
“Eh, sama kayak gue...”
~ Sasko dalam hati
“Udah ah, nama gue Joe...Joe Taslim. Jiah gitu!”
~ Joe
“Iye, Joe Taslim...diliat dari Dunia Gendeng!”
~ Max
“Jiah!Apaan tu dunia gendeng?”
~ Kina
“Ssssst, udah diem... atau gak...”
~ Fatih langsung nabok Kina
AAAAAAAAA!
~ Kina berteriak
“Eh! Ada yang teriak nih...”
~ Max
“Mana tadi yang teriak?!”
~ Dyon
“Ayo, Na! Lo maju aja!Atau--”
~ Fatih
“Nah, ternyata di sini...Siapa nih?”
~ Max
“Eenggg...”
~ Kina
“Lagi ngeden neng?”
~ Dyon, disambut oleh gelak tawa pemirsa
“Nama saya...”
~ Kina
“Udah, gak usah malu-malu! Kan ada abang di sini!”
~ Joe
“Jiah!”
~ Reaksi 68% orang yang menyaksikan
“Udah, gak usah pake saya-sayaan, pake aja kayak biasa, lo-gue!”
~ Max
“Abang-None boleh gak?”
~ Joe
“Lo kira apaan, homo lo Joe!”
~ Max
“Nama gue...Kina.”
~ Kina
“Oh, Kina. Biar gue tebak nama lengkap lo...”
~ Joe
“Wah, kalo Joe sih jagonya baca pikiran!”
~ Dyon
“Nama lo...pasti ada Kinanti...”
~ Joe
“Betul?”
~ Dyakso

Kina mengangguk.

“Emmm...bentar...Kinanti...bukan, bukan Putri...ada Dini-nya...”
~ Joe
“Bener gak?”
~ Max
“Bener...”
~ Kina
“Kinanti...Dini...oh, ya! Kinanti Asmaradini!”
~ Joe
“Betul?”
~ Joe
“Betul!”
~ Kina

Penonton langsung bertepuk nyamuk tangan.
Jangan kemana-mana, karena abis ini ada yang lebih seru!

“Lo kayak lagi di studio siaran TV!”
~ Max kepada Narator
“Tau nih!”
~ Dyon dan Joe

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 32 = Selamat Ultah, Sekolah! Part 2

Kembali ke Laptop Aula SMPN TololCity 1...

“Tunggu dulu...Lo...punya orang yang disukain?”
~ Joe masih membaca pikiran
“Eh, wah!”
~ Max
“Eh!”
~ Kina
“Dan dia...sayangnya...”
~ Joe
“Kenapa?”
~ Dyon
“Gak, dia juga suka sama lo!”
~ Joe
“What?”
~ Max
“Iye, kan?”
~ Joe

Kina langsung tersipu malu.

“Padahal kalo lo masih kosong sih, gue bisa!”
~ Joe
“Jiah, mulai lagi!”
~ Max
“Gini, lo gak harus ngomong siapa, tapi pikirkan tiga angka...”
~ Max

Kina mulai berpikir...

“Angka lo...6...8...8...688...”
~ Max
“Kok bisa tau?”
~ Kina
“Hitung-hitungan beruntung! Peluangnya cuma 1/999 lagi!”
~ Max


“Weiss, keren!”
~ Fahmi
“Giliran yang angka langsung semangat deh,Mi!”
~ Sasko
“68...”
~ Dyaksa
“Yeeeh, ini lagi anak satu...”
~ Sasko


“Inget ye. Ini cuma tebak-tebakan! Ya udah, pikirin lagi tiga angka yang lain...Peluangnya kali ini 1/998”
~ Max
“Udah, Max! Banyak cing-cong lo!”
~ Dyon
“Terserah...udah?”
~ Max
“Udah!”
~ Kina
“Sekarang gue bakal lempar nih ke penonton!”
~ Max sambil memegang botol berisi bola berangka
“Nih, tangkep!”
~ Max langsung melempar semua bolanya
“Oke, gue pilih...lo...lo dan...lo!”
~ Max

Ternyata, Fatih, Fahmi, dan Thia terpilih.

“Oke, kenalkan nama kalian masing-masing!”
~ Max
“Gue Fatih!”
~ Fatih
“Nama gue Fahmi!”
~ Fahmi
“Eh, bujug! Bener kan, dia Fahmi!”
~ Max dalam hati
“Nama gue Thia!”
~ Thia
“Tunggu dulu, gue kayaknya pernah liat lo, Fahmi...”
~ Dyon
“Ya kak, waktu itu--”
~ Fahmi
“Eits, udah! Gak usah diceritain, kalo lo lagi suka sama seseorang!”
~ Joe
“Cieeeeee!”
~ Hampir semua murid bersorak
“Eh!”
~ Fahmi
“Udah, kalian baris sesuai urutan alfabetis!”
~ Fahmi
“Fatih di kiri, Fahmi di Tengah, dan Thia di Kanan!”
~ Dyon
“Fatih, lo di sini dapet angka 2.”
~ Joe
“Fahmi, lo dapet 6 di sini ye. Oh ya, ngomong-ngomong ini lagi Ultah ke-26 ya!”
~ Max
“Ya!”
~ Fahmi
“Di sini Thia...”
~ Dyon
“Kok mukanya mirip Dyaksa ya?”
~ Thia dalam hati
“Kok gue jadi inget pas gue masih SMP...”
~ Dyon dalam hati
“...Nomor 8!”
~ Dyon
“Jadi...268!”
~ Max
“Sekarang gue tau...Lo sering bersama di antara dua orang ini,Kina!Siapa? Fahmi, atau Fatih?”
~ Joe
“Emmm...”
~ Kina
“Kali ini lo aja yang jawab!”
~ Joe
“Fatih...”
~ Kina
“Nah! Itulah orang yang lo suka!”
~ Joe
“Cieeeee! Swit-Swit!”
~ Hampir semua murid bersorak
“Apa...Gue gak gitu kok!”
~ Kina
“Gini...Lo itu...suka...melakukan hal...bareng Fatih...”
~ Joe
“Bener?”
~ Dyon
“Iya, gue suka kejar-kejaran sama dia...”
~ Kina
“Udah simpen dulu pertanyaannya, nanti kita sambung lagi...”
~ Max

Tetaplah di Bukan Empat Mata Aula SMPN Tololcity 1!
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 33 = Selamat Ultah, Sekolah! Part 3

“Gue tau...dia ngejar-ngejar lo...karena suatu hal...”
~ Joe
“Emmm...Lo...kayaknya...ada sesuatu deh...”
~ Joe
“Udah, nih gimana sama dua yang lain?”
~ Max
“Oke, 6...dibagi 2...3 orang”
~ Max
“...Fahmi, lo pernah... suka sama 2 orang?”
~ Joe
“Eh!”
~ Fahmi
“Ya...kan?”
~ Joe
“Gue...”
~ Fahmi
“Udah keliatan kan!”
~ Joe
“Dan Thia, nomor 8...Lo bagus deh sama si Dya--”
~ Joe
“Eh, What!”
~ Max, Dyon, dan semua hadirin di situ
“Gue...bagus sama si dia?”
~ Thia
“Eh, ya! Si dia!”
~ Joe
“Emm...udah, silahkan duduk kembali!Kina, lo tetep di sini dulu!”
~ Dyon

Semua (yang dipanggil, kecuali si Kina) langsung duduk kembali.

“Yak, tadi lo dapet 688 dan 268”
~ Max
“Kedua angka tadi kayaknya gue sering denger sih!”
~ Dyon
“Iye!”
~ Joe
“Mmmmm...Ada yang tau Roy Suryo?”
~ Max
“Eh, gue,gue,gue!”
~ Dyaksa dkk. langsung angkat tangan
“Nah, siapa lagi nih?”
~ Dyon
“Waduh, itu kan Dyaksa...”
~ Dyon dalam hati
“Eh, itu bukannya Sasko...”
~ Joe dalam hati
“Fahmi, lo udah tau juga ya...”
~ Max dalam hati
“Ya, jadi kalian tau apa tentang Roy Suryo?”
~ Max
“68!”
~ Fahmi, Dyaksa, dan Sasko
“Eh, Roy Suryoisme!Eh, wa--”
~ Max, Dyon, dan Joe

Semuanya langsung menatap Three Mas Ketir.

“Ternyata...kalian penggemar Roy Suryo ya!”
~ Max
“Dah, silahkan duduk lagi!”
~ Joe


“Kina, lo itu boleh lebay! Tapi, lo juga harus jaga kehomoan lo!”
~ Joe
“Jangan sampe kayak...seseorang...yang udah lebay...Alay lagi!”
~ Joe
“Kira-kira siapa ya?”
~ Max

Semuanya langsung menatap ke arah Alika dkk.

“Nah, lo pasti orang tersebut!”
~ Max menunjuk ke Alika
“Kok, dia mirip sama cewek Alay pas gue masih SMP...”
~ Max
“Gue saranin...lo berhenti...ngintipin hubungan seseorang deh!”
~ Joe
“Bener tuh!”
~ Beberapa murid
“Udah, lo langsung duduk aja deh!”
~ Max


“Hu-uh, Max, ganteng-ganteng kok sinis banget!”
~ Alika dalam hati


“Ya, karena waktu kita udah abis, mungkin lain waktu kita ketemu lagi!”
~ Three Mas Ketir
“See ya later!”
~ Three Mas Ketir


“Baiklah, itulah penampilan dari Three Mas Ketir! Beri tepuk tangan!”
~ Rani

Semuanya langsung bertepuk tangan.

“Kini saatnya membaca doa...agar kita dapat dimudahkan dalam segala urusan kita...berdoa mulai...”
~ Rani

Akhirnya mereka semua bubar...
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 34 = At the Backstage

Rabu, 5 Januari 2005


Sementara itu, di belakang panggung...

“Sssst, woy Dyon! Kenapa kita bisa ketemu lagi sama kita sendiri (dari masa lalu!)”
~ Max
“Tapi kita kan dapet job di sini selama sehari!”
~ Joe
“What?”
~ Max
“Iye, lo kayak gak denger aja!”
~ Dyon
“Oke deh!”
~ Max
“Tapi jangan sampe ketauan!”
~ Joe
“Ketauan apa?”
~ Seseorang menyahut
“Heh?”
~ Max

Ternyata si Alika!

“Lo kok gak masuk ke kelas?”
~ Max
“Dih, lo kok nyuruh-nyuruh gue, emangnya lo siapa?”
~ Alika
“Gue alumni sini, homo!”
~ Max
“Terus kenapa?”
~ Alika
“Heeh, nih anak kayaknya beneran sinting, lebih sinting dari gue!”
~ Max dalam hati
“Udah lah, gue juga mau masuk ke kelas, kali! Minggir,minggir!”
~ Alika

Alika langsung menerobos palang kereta api keluar.

“Tuh anak gile kali ya!”
~ Dyon
“Bentar deh...gue ngerasa...ada sesuatu...”
~ Joe
“Apaan, Joe?”
~ Max
“Kalo yang sekolah di sini ada kemiripan sama temen-temen kita...”
~ Joe
“Ya emang kaleee! Ini kan masa lalu kita juga!”
~ Dyon
“Ngomong-ngomong, gue ngerasa lo nyembunyiin sesuatu deh, Joe...”
~ Max
“Apaan emang?”
~ Joe
“Yah, tadi pas lagi baca pikiran si Kina...”
~ Max
“Gue...tadi tuh...ngerasa kalo seseorang lagi ada yang suka sama dia...”
~ Joe
“Hey, siapa?”
~ Dyon
“Gak tau...tadi kan Fatih dapet angka 2...”
~ Joe
“Ya, lalu?”
~ Max
“Itu kan pertanda...Kalo sebenernya ada yang suka sama dia...”
~ Joe
“Si Fatih itu sendiri?”
~ Max
“Bukan...mereka itu bener-bener sahabat!”
~ Joe
“Heh, terus siapa yang suka sama Kina?”
~ Dyon
“Kita kan masih belom tau juga siapa aja yang di sini...”
~ Joe
“Terus gimane dengan gue, eh maksudnya..Fahmi?”
~ Max
“Kan gue udah bilang kalo dia lagi (di)suka(in) sama dua orang...”
~ Joe
“Mmmmm...Okay!”
~ Max
“Terus gimana dengan Thia?”
~ Dyon
“Thia...hmmm...lo kenapa tanyain dia?”
~ Joe
“Gak, gue cuma nanya doang!”
~ Dyon
“Kayaknya bener deh dia suka sama lo, eh maksudnya Dyaksa!”
~ Joe
“Udah lah, mendingan kita ke kelas 7!”
~ Max
“Eh, iya nih! Nyapa penggemar dulu!”
~ Dyon
“Jiah! Penggemar...iye sih, lo punya banyak fans pas SMP!”
~ Joe
“Terserah deh!”
~ Dyon

Akhirnya mereka bertiga langsung mengunjungi kelas 7.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 35 = Kunjungan ke kelas 9 part 1

Jumat, 7 Januari 2005


Sejak dua hari yang lalu, Three Mas Ketir sudah mengunjungi kelas 7 dan 8. Kini saatnya kelas 9 yang akan dikunjungi.

“Beuh, lo bilang sehari! Ternyata sampe tiga hari!”
~ Max kepada Joe
“Ya udahlah, perkiraan gue kan gak sampe segitu!”
~ Joe
“Udah lah, Dyon, lo di 9A, Gue di 9B, Joe di 9C!”
~ Max
“Iye dah!”
~ Dyon
“Udah ah, liat aja nanti!”
~ Joe


Max langsung masuk ke kelas 9B dan...

“Hai, eh--”
~ Max
“Hah, kak Max!”
~ Fahmi, Dyaksa, dan Sasko (Capek gue ngetiknye!)
“Oh, hai!”
~ Max
“Heeh, tau kalo ada anak Alay ini, gue mendingan di kelas 9A aje!”
~ Max dalam hati
“Cih, dia lagi!”
~ Alika dalam hati
“Mmmm...kalian masih inget kan siapa gue!”
~ Max
“Iyaaa!”
~ Murid 9B
“Ada yang berani main...hitung-hitungan?”
~ Max

Sementara itu, di kelas 9A...

“Hai, semuanya! Gue di sini ada hal penting yang gue harus sampein!”
~ Dyon
“Apaan ya?”
~ Siswa mulai gaduh!
“Jadi...ada yang mau maju?”
~ Dyon


Di kelas 9C...

“Selamat siang semuanya, dan hai...em... Rani!”
~ Joe
“Iya, kak!”
~ Rani
“Gue mau tau, ada yang mau dibaca pikirannya lagi!”
~ Joe


Kita di kelas 9B dulu dah!

“Ditha, lo kan juara MTK, maju dong!”
~ Kina
“Ih, kok gue! Kan ada Fahmi!”
~ Ditha
“Apaan sih! Gue lagi yang kena!”
~ Fahmi
“Udah lo aja Dit!”
~ Fatih
“Wah, siapa nih!”
~ Max
“Gu...Gue Ditha, kak!”
~ Ditha
“Oke, Ditha!”
~ Max
“Sekarang lo siapin kalkulator atau gak kertas deh!”
~ Max

Ditha langsung merobek kertas dari bukunya.

“Gini, gue bakal tebak tanggal lahir lo!”
~ Max
“Yang bener kak?”
~ Ditha
“Iye, sekarang lo mulai hitung ya! Gak usah sebutin dulu hasilnya, nanti aja pas gue suruh!”
~ Max
“Oke!”
~ Ditha
“Pertama, bulan lahir lo di-kali 5!”
~ Max
“...Udah!”
~ Ditha
“Terus lo tambah 7!”
~ Max
“...Udah,kak!”
~ Ditha
“Kaliin 4!”
~ Max
“...Udah!”
~ Ditha
“Tambah 13!”
~ Max
“Udah,kak!”
~ Ditha
“Dikali 5 lagi!”
~ Max
“Udah!”
~ Ditha
“Terus, lo tambah dengan tanggal lahir lo! Kalo udah, kasih ke gue hasilnya!”
~ Max
“Nih, kak!”
~ Ditha

Max mengambil kertas itu.

“Hmmm...612...Lo...”
~ Max
“Lahir pada 7 April kan!”
~ Max
“Eh, Bener kak!”
~ Ditha

Semuanya langsung bertepuk tangan!

“Ada yang mau lagi!”
~ Max
“Kakak, kalo kakak sendiri mau gak!”
~ Ditha
“Lo mau nebak tanggal lahir gue? Ya udah, gue 820!”
~ Max
“Ha?”
~ Murid 9B bingung
“Kakak...lahirnya...820 ya...15 Juni, bener gak?”
~ Ditha
“Wets, bener!”
~ Max

Semuanya langsung bertepuk tangan (lagi!)

“Tunggu dulu, itu kan tanggal lahir gue?”
~ Fahmi
“Ah, mungkin kebetulan sama aja!”
~ Dyaksa

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 36 = Kunjungan ke kelas 9 part 2

Sementara itu, di kelas 9A...

“Ayo, siapa yang mau maju!”
~ Dyon
“Gue deh!”
~ Thia
“Eh, Lo yang kemaren itu kan...emmm, Thia kan!”
~ Dyon
“Iya,kak!”
~ Thia
“Oke...gue ini juga sebagai temennya si Joe, gue diajarin berbagai trik, dari yang sulap kartu, Mathemagic, dan lainnya!”
~ Dyon
“Kali ini gue mau coba trik Mathemagic...nebak uang jajan lo!”
~ Dyon

Spontan, anak-anak langsung ketawa.

“Kakak jangan bercanda deh!”
~ Thia
“Iya, gak boong! Coba, lo keluarin kertas atau Kalkulator!”
~ Dyon
“Iya kak!”
~ Thia langsung ngeluarin Hp-nya
“Oke, Uang jajan lo saat ini dibagi 1000 terus kali 4!”
~ Dyon
“...Ya!”
~ Thia
“Lo tambah 10!”
~ Dyon
“Udah!”
~ Thia
“Lo kali 25, terus kurangin 100!”
~ Dyon
“.....Udah!”
~ Thia
“Lo kaliin sama Uang lo tadi yang dibagi 1000!”
~ Dyon
“...udah!”
~ Thia
“Berapa hasilnya?”
~ Dyon
“43000 kak!Terus kak?”
~ Thia
“Gak, canda doang!”
~ Dyon

Semuanya langsung kecewa.

“Yeeeh, kirain bisa beneran!”
~ Murid-murid yang kecewa
“Tenang...Gue baca pikiran dulu (jiah, ngikutin Joe?)...20000!”
~ Dyon
“Ih, kok tau!”
~ Thia
“Beneran?”
~ Dyon mendekat ke Thia
“Iya, gue bawa segitu!”
~ Thia
“Really?”
~ Dyon mendongak di depan wajahnya Thia
“Eh, Kak!Bener kok!”
~ Thia
“REALLY?!!”
~ Dyon makin mendekat!
“K...Kak...”
~ Thia mulai ketakutan


“Beneran deh, nih situasi kayak pas gue SMP, gue makin deket, makin deket, dan--”
~ Dyon dalam hati

Satu ciuman mendarat di pipi! eh, bener kan?...Eh, beneran!

“Kak!”
~ Thia
“Eh, Hah!”
~ Dyon langsung kaget
“Cieeeeeeee! Uhuy!”
~ Murid 9A
“B..b..baiklah, kamu silakan duduk lagi, Thia.”
~ Dyon sambil malu-malu
“Duuuh, kenapa gue bisa kayak gitu ya!”
~ Dyon dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 37 = Kunjungan ke Kelas 9 part 3

Di kelas 9C...

“Oh,iya! Rani...Kamu itu ketua kelas kan...”
~ Joe
“Iya, emangnya kenapa?”
~ Rani
“Gak, gue jadi inget kalo gue pacaran sama ketua kelas!”
~ Joe
“Ehmm..Ehmm!”
~ Semuanya langsung berdehem
“Kenapa jadi semuanya batuk nih? Tapi ada satu orang yang batuk beneran!”
~ Joe
“Lo kan?”
~ Joe menunjuk kepada Horp
“Iya... *Ehmmm dari manaa... *Ehmmm kakak tau?”
~ Horp
“Yah, gitu deh!”
~ Joe
“081...2832...15...314...Nomor siapa nih?”
~ Joe
“Eh...Emmmm...Gu...Gue kak!”
~ Kathy, seorang murid 9C
“Lo...Kat...Katherine! Udah ah, jangan SMS-an sama pacar mulu!”
~ Joe


“Tapi sampe sini dulu yah pertemuan kita!”
~ Joe
“Kenapa kak?”
~ Rani
“Karena dikit lagi bel, Teng!”
~ Joe

Bel berbunyi tepat setelah Joe menyelesaikan kalimatnya.

“Oke, sampai ketemu lagi ya!”
~ Max, Dyon, dan Joe hampir bersamaan

Three Mas Ketir beserta murid-murid ajarannya (Jiah!) langsung pulang ke rumah mereka masing-masing.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 38 = Is It Going to Happen?

Sementara itu, di sebuah...yah, rumah lah...

“DY! Kita kan udah pergi ke masa lalu, menurut lo itu--”
~ Max
“bakal terjadi ke Fahmi, Dyaksa sama Sasko? mungkin aja!”
~ Joe
“Tapi kan gue--”
~ Dyon
“ngelakuin hal yang malu-maluin? Itu sih biasa!”
~ Joe
“Tapi ini bener-bener--”
~ Dyon
“Malu-malu--”
~ Joe
“WOY! Bisa stop dulu gak sih!”
~ Max
“Iye, maap!”
~ Joe
“Emangnya kenapa, DY?”
~ Max
“Gue...gak sengaja nyium--”
~ Dyon
“What? Lo nyium si Thia?”
~ Joe
“Eh!”
~ Max
“I...Iya...”
~ Dyon
“Waduh, nanti Dyaksa gimana nih...”
~ Max
“Atau jangan-jangan...Sasko juga bakal...pacaran sama ketua kelas...”
~ Joe
“Heh?”
~ Max
“Iya, soalnya kan gue juga pernah...”
~ Joe
“Dan akhirnya dia juga jadi mind reader kayak lo?”
~ Max
“Ini aneh...”
~ Dyon
“Sangat aneh!”
~ Max
“Dan yang paling aneh, kenapa kita yang harus menjelajahi masa lalu kita!”
~ Joe
“..Gue punya gagasan, kalo kita--”
~ Max
“Kita harus--”
~ Joe langsung dibekap oleh Dyon
“Udah ah! Max, lanjutin!”
~ Dyon
“Kita harus balik ke masa lalu deh...”
~ Max
“Hmmm...tapi apa tujuannya?”
~ Dyon
“...Gue harus bantu Fahmi buat dia milih salah satu diantara cintanya...”
~ Max
“Biar gak jomblo kayak lo?”
~ Dyon
“Lo ngomong perasaan dalem banget!”
~ Max
“Yah, lagipula gue juga gak mau si Dyaksa sampe ngelakuin hal se-awkward kayak gitu...”
~ Dyon
“Jadi, pada mau gak?”
~ Max
“Gue...setuju deh!”
~ Dyon
“Kalo gue sih ikut-ikut aja...”
~ Joe
“Oke, kalo gitu siapin apa pun yang kita bawa...Kita akan netap di masa lalu kita...”
~ Max
“...Untuk waktu yang lama?”
~ Dyon
“Mungkin sampe mereka lulus...”
~ Max
“Gak, kayaknya kita bakal terus netap di sana...”
~ Joe
“Kenapa?”
~ Dyon
“Karena semua kemungkinan akan terjadi...”
~ Joe

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 39 = Kembali ke Masa Sekolah

Minggu, 9 Januari 2005


Sementara itu, di rumah Dyaksa...

“Mi, lo gak main dulu aje nih?”
~ Dyaksa
“Udah ah, gue pengen ngerjain PR dulu...”
~ Fahmi
“Lah daritadi belom selesai?”
~ Dyaksa
“Yup...”
~ Fahmi
“Iye dah...”
~ Dyaksa kembali menatap layar TV-nya


“Duh, laper nih...Mending makan dulu dah!”
~ Fahmi dalam hati

Saat Fahmi keluar, dia melihat Sasko sedang asyik dengan HP-nya.

“Woy, Sasko! Ngapain di situ? Pake ngangkang deket vas bunga lagi!”
~ Fahmi
“Eh, Mi!”
~ Sasko
“Udah, lo lagi SMS-an asyik banget! Mentang-mentang HP baru ya!”
~ Fahmi
“Gak gitu juga kali, Mi!”
~ Sasko
“Terserah lo deh! Lagian lo ngapain sih?”
~ Fahmi
“Yah, biasanya gue ngapain...”
~ Sasko
“Hmmmm....Aha, gue tau!”
~ Fahmi
“Apaan?”
~ Sasko
“Lo...lagi SMS-an sama Tasya kan?”
~ Fahmi
“Nah!”
~ Sasko
“Yah, se-enggaknya ada kemajuan dari hubungan lo!”
~ Fahmi
“*Kruyuk”
~ Sound Effect perut orang lagi "gak bersahabat"
“Eh, makan yuk di rumah gue!”
~ Fahmi kepada Sasko
“Ya...Ya udah!”
~ Sasko

Mereka langsung pergi ke rumah Fahmi.

“Mi, udah be-- Eh, mana anaknye?”
~ Dyaksa
“Yeh, dia malah kabur!”
~ Dyaksa


Saat di depan rumahnya Fahmi, tiba-tiba...

“Sstt, Fahmi! Liat deh!”
~ Sasko menunjuk ke tiga orang yang bener-bener mereka kenal
“Itu kan...Three Mas Ketir!”
~ Fahmi
“Eh, Fahmi! Lo...tinggal di sini?”
~ Max langsung menghampiri Fahmi
“Iya, Kak!”
~ Fahmi
“Kira-kira...ada kos-kosan deket sini gak?”
~ Max
“Woy,Max! Ngapain lo?”
~ Dyon teriak kepada Max
“Bentar! Lagi nanya Fahmi!”
~ Max
“Fahmi? ...Oh, Fahmi!”
~ Dyon baru ngerti
“Yah, kira-kira itu, di ujung jalan!”
~ Fahmi
“Oyyy, Di sini!”
~ Seseorang teriak dari ujung jalan

Dan seseorang itu pun tak lain, Joe!

“Yah, dia udah nyampe duluan!”
~ Max
“Udah ya, makasih!”
~ Max
“Woy, cepet!”
~ Dyon kepada Max


Setelah urusan administrasi (Jiah!) dengan yang punya kos, Three Mas Ketir langsung berunding...

“Jadi sekarang gimana?”
~ Dyon
“Sekarang kita harus nge--”
~ Max
“lamar pekerjaan? Jadi apaan?”
~ Joe
“Ih, Joe! Gue belom selese ngomong!”
~ Max
“Mungkin kita bisa jadi guru atau...staff TU...atau bahkan OB!”
~ Max
“Lo gile kali ye!”
~ Dyon
“Gak, kalo kita jadi guru, kita masih banyak peluang buat masuk di kehidupan sekolah!”
~ Max
“Apalagi...guru kan sering sama murid!”
~ Max
“Eh, ide bagus tuh!”
~ Dyon
“Jadi pada mau lamar kerja di SMPN 1 TololCity?”
~ Joe
“Oke dah!”
~ Max

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 40 = Kejutan Yang Tidak Mengejutkan

Senin, 10 Januari 2005


Di kelas 9B...

“Oy, diem dulu. Ada pengumuman nih!”
~ Decky
“Kenapa?”
~ Randy nyahut dari belakang
“Kita ada...perubahan jadwal mata pelajaran.”
~ Decky
“What?”
~ Dyaksa
“Gak usah sok kaget deh!”
~ Alika menyahut
“Gak usah nyamber deh!”
~ Fahmi
“Kenape emang?”
~ Randy
“Katanya ada guru baru, jadinya mendadak kayak gini dah!”
~ Decky
“Nih jadwalnya!”
~ Decky langsung kasih jadwalnya

Yah, kira-kira begini lah jadwal yang dicatat Decky!


Jadwal Pelajaran kelas 9B

Senin     Selasa      Rabu       Kamis     Jumat
 MTK      Penjas   Seni Musik    B.Ingg    Agama
 IPA       PKn      PLBJ/PLKJ   Seni Rupa  B.Ingg 
B.Indo     MTK         IPS`       IPA       IPS
 IPS      B.Indo       IPA        MTK
          B.Ingg      B.Indo

“Jadi kayak gini sih, lumayan deh...”
~ Dyaksa
“Gue sih Oke-oke aja!”
~ Fahmi
“Kira-kira siapa ya guru barunya?”
~ Sasko
“Iya nih, gue jadi penasaran...”
~ Dyaksa
“Udah lah, gak usah bingung!”
~ Fahmi
“Lo sih santai, kita gak!”
~ Dyaksa
“Selamat Pagi!”
~ Seseorang di ambang pintu
“Selamat Pa--”
~ Dyaksa
“Eh, kak Max!”
~ Fahmi
“Ehehe, ketemu lagi!”
~ Max
“Kakak ngapain di sini?”
~ Alika dengan sinisnya
“Kakak di sini sebagai guru MTK, puaskah dengan jawaban yang sangat homo ini?”
~ Max
“Jadi, terakhir kalian belajar apa?”
~ Max


Sementara itu, Dyon dan Joe mengintip dari luar jendela.

“Joe, sekarang lo di mana?”
~ Dyon
“Gue di 8A, ngajar IPA! Abis itu ngajar di 9B!”
~ Joe
“Gue sih di 7B, abis itu di 9A! Gue dapetnya ngajar IPS!”
~ Dyon
“Hmmm...kayaknya kita harus kerja extra! apalagi ngadepin kita dari masa lalu!”
~ Joe
“Lo tau kan, kita kayak apa dulunya!”
~ Joe
“Oi, gue duluan ye!”
~ Joe langsung masuk ke 8A

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 41 = Pembicaraan

Saat bel pulang berbunyi, Max menunggu Fahmi di luar kelasnya.

“Hei kak!”
~ Fahmi ketika keluar
“Hei, sini bentar deh!”
~ Max
“Kenapa kak?”
~ Fahmi

Setelah pembicaraan baku yang lumayan panjang, Akhirnya mereka mulai akrab.

“Kak, emangnya kakak di sini jadi guru baru ya?”
~ Fahmi
“Gak juga, kakak ditugasin sebagai guru pengganti, tapi dapet setidaknya 12 Pelajaran per minggu.”
~ Max
“Jadi?”
~ Fahmi
“Ya, jadi kakak ngajar di kelas kalian sehari doang, sedangkan kelas lain ada yang satu, ada juga yang 2!”
~ Max
“Oh, gitu kak!”
~ Fahmi


“Eh, Fahmi! Kak Max!”
~ Ternyata si Thia
“Eh...emmm..Thia.”
~ Max
“Ada apaan sih?”
~ Thia
“Lo emangnya belom tau...”
~ Fahmi
“Kenapa?”
~ Thia
“Kalo Kak Max jadi guru pengganti!”
~ Fahmi
“Eh, beneran kak?”
~ Thia
“Iya, dan hari Rabu, gue dapet di kelas lo.”
~ Max
“Ngajar apa kak?”
~ Thia
“MTK!”
~ Max
“Wis, kayaknya seru nih!”
~ Thia
“Emang seru kok!”
~ Fahmi
“Thia, ayo!”
~ Seseorang berteriak dari parkiran
“Eh, jemputan gue udah dateng nih!”
~ Thia
“Yah, duluan aja!”
~ Fahmi
“Bye!”
~ Thia


“Hey,Mi...boleh tanya sesuatu gak?”
~ Max
“Iya, kenapa kak?”
~ Fahmi
“Sebenernya...Thia itu...siapanya kamu sih?”
~ Max
“Kak, Thia itu sahabat gue dari SD. Jadi, yah deketlah!”
~ Fahmi
“Terus...sebenernya lo punya rasa gak sih...sama cewek, yah siapalah?”
~ Max
“Gue itu...bingung...”
~ Fahmi
“Bingung? Bingung kenapa?”
~ Max
“Woy, Fahmi!”
~ Dyaksa memanggil
“Eh,kak! Gue duluan ya!”
~ Fahmi


“Seenggaknya gue udah mulai akrab sama dia.”
~ Max dalam hati
“...Yah, suatu saat lo bakal tau siapa itu gue...dan cinta lo ke siapa...”
~ Max dalam hati
“Max! Ngapain bengong kayak gitu!”
~ Dyon mengagetkan Max
“Eh! Lo...bikin kaget aja.”
~ Max
“Yeh, abisnya lo bengong kayak gitu.”
~ Dyon
“Mikirin Fahmi dan masa depannya...Yah, gue juga sih!”
~ Joe
“Lo gimana?”
~ Max kepada Dyon
“Gue...gue sih gak terlalu khawatir.”
~ Dyon
“Joe, tadi pas lo di 9B, lo sempet baca pikiran gak?”
~ Max
“Oh iya, gue tadi dapet sesuatu nih!”
~ Joe mengambil sebungkus plastik
“Apaan nih?”
~ Dyon
“Liat deh, tiket yang gue ambil di kolong bangkunya Sasko.”
~ Joe
“Eh, lo main ngambil aja!”
~ Max
“Enggak kok, ini duplikatnya!”
~ Joe
“Oh, lo pake Duplicator kita gak bilang-bilang ye! Bener-bener homo lu, Joe!”
~ Dyon
“Iye, udah! Di sini ada 6 tiket buat Fahmi, Dyaksa, Sasko...terus siapa nih...Faldi, Nadel, sama Farrel.”
~ Max
“Hmmm...kalo gak salah, Nadel itu sering dipanggil Pudol (Entah kenapa?), dan Farrel sering dipanggil Pakrel”
~ Joe
“Tapi tiket ini tertulis...Tanggal 1 Januari...Museum Perjuangan Tololland...Mereka ke sana pas tahun baru!”
~ Dyon
“Oke, sekarang siapin Time Machine kita, pasang ke 1 Januari 2005.”
~ Max
“Tapi jam Mesin Waktu-nya kan gak berfungsi...”
~ Dyon
“Bener juga--”
~ Max
“Ehm, permisi! Max, boleh minta waktu sebentar?”
~ Kepala Sekolah
“Eh, iya Pak!”
~ Max
“Yah, mungkin gak hari ini...”
~ Joe seraya melihat Max pergi ke ruang kepala sekolah

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 42 = Persiapan

“Persiapan apaan nih?”
~ Tolololpediawan
“Persiapan...yah liat aja di bawah tanah!”
~ Narator

Selasa, 11 Januari 2005, Pukul 06:00 (Pukulin narator 6 kali!)


Di Kelas 9B...

“Hmmmm...”
~ Sasko melamun
“Nape sih?”
~ Dyaksa
“Gak, gak kenapa-napa...”
~ Sasko kembali melamun

Tiba-tiba...

“Hai!”
~ Seorang cewek berdiri di ambang pintu
“Hei, Tasya!!! Kemana aja lo?!”
~ Alika


“Sasko! Tuh yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba!”
~ Dyaksa
“Hah? Eh, Tasya!”
~ Sasko


Sasko langsung menghampiri Tasya.

“Tasya...”
~ Sasko
“Sasko...makasih ya, buat wish-nya!”
~ Tasya
“Selamat Pa--”
~ Pak Wisnu
“Eh, Pak!”
~ Sasko dan Tasya langsung salting
“Emm...Ya, setelah bel, nanti langsung ke lapangan.”
~ Pak Wisnu
“Iya Pak!”
~ Murid 9B


Sementara itu, Fahmi lagi dengerin musik kesukaannya...

“Lagi ngapain, Tih?”
~ Fahmi sambil melihat Fatih melakukan "sesuatu"
“Ya, ngapain lagi!”
~ Fatih menunjukkan gambar Anime kesukaannya, Vocaloid
“Iye dah!”
~ Fahmi
“Tih, jadi gak ikut?”
~ Nirina
“Iye!”
~ Fatih
“Mau kemane?”
~ Fahmi
“Biasa, latihan!”
~ Fatih
“Hmmm...pastinya latihan dance!”
~ Fahmi dalam hati
“Gue tanya dimana?”
~ Fahmi
“Mau tauuu aja!”
~ Fatih
“Iye dah!”
~ Fahmi sambil garuk-garuk kepala


“Amiiii!”
~ Kina
“Jiah, ni lagi satu, gue lagi enak-enak denger musik...”
~ Fahmi dalam hati
“Kenapa?”
~ Fahmi
“Gue denger lo lagi ada proyek...Proyek apaan sih?”
~ Kina
“Proyek? Proyek apaan?!”
~ Fahmi
“Lo lucu deh, lo kan pernah obrolin itu di TololBook!”
~ Kina
“Jiah, Gue kira Dyaksa setting itu jadi private, ternyata...”
~ Fahmi dalam hati
“Eh, nggak kok! Gue cuma bercanda doang!”
~ Fahmi
“Tapi kenapa harus tanggal 26?”
~ Kina
“Mampus gue...padahal mau ngasih kejutan...”
~ Fahmi dalam hati
“Gini...Kina, Proyek itu...proyek mata-matanya si Dyaksa, yah dia nargetin tanggal itu!”
~ Fahmi
“Emangnya proyek apaan?”
~ Kina

Bel pun berbunyi, pertanda pelajaran pertama dimulai.

“Udah, nanti aja!”
~ Fahmi kepada Kina
“Ih, Amiii!”
~ Kina


“Eh, Fatih! Nirina mana?”
~ Rani
“Eh, Rani! Bentar ya, NIRIIINAAAAAAAAA!
~ Fatih teriak
“Ih, berisik Fatih!”
~ Kina
“Apaan sih lo...”
~ Fatih

Mereka langsung kejar-kejaran (untuk yang ke sekian kalinya).

“Woy, bisa berenti gak sih!”
~ Randy
“Apaan SIIIIIH!!”
~ Fatih dengan nada yang dikeraskan
“Lo ngapain coba, ngejar-ngejar Kina...Gak jelas!”
~ Randy
“Apa-apaan sih lo!”
~ Fatih
“Ei, kok jadi berantem sih?”
~ Kina berusaha melerai
“Minggir lo, Kina!”
~ Fatih mendorong Kina
“Lo beraninya cuma sama Kina ya, Cupu lo!”
~ Randy
“Berani lo sama gue!”
~ Fatih
“WOY, kok malah berantem!”
~ Decky
“Udah,udah,udah...mendingan damai deh, Peace!”
~ Windu


“Hadeh, Fatih, Fatih...”
~ Randy
“Oke...gue maafin lo...tapi lo jangan nyakitin cewek dong, terutama Kina yang sering lo sakitin!”
~ Randy
“Randy...belain gue?”
~ Kina dalam hati

Randy dan Fatih langsung berjabat tangan.

“Awas lo!”
~ Randy langsung ke lapangan

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 43 = Dua-Dua!

Selasa, 11 Januari 2005


Saat tengah pelajaran Olahraga, tiba-tiba hujan deras.

“Ayo cepet, masuk ke kelas dulu!”
~ Pak Wisnu
“Kenapa pake ujan sih!”
~ Dyaksa
“Lah, emang kejadian kok, mau salahin siape?”
~ Fahmi
“Hmmm...Sasko! Ke sini dah!”
~ Dyaksa

Sasko langsung dibisikin sesuatu oleh Dyaksa.

“Apaan nih? Pada main bisik-bisikan ye!”
~ Fahmi
“Eh, Mi! Gak kok, gue jadi keingetan proyek "26" kite!”
~ Dyaksa
“Emangnya kenapa?”
~ Fahmi
“Persiapannya udah lengkap kok!”
~ Sasko
“Yah, bagus deh!”
~ Fahmi

Tepat saat jam kedua pelajaran Olahraga, hujan mulai reda.

“Ya udah, yang mau main bola, silakan! Awas becek!”
~ Pak Wisnu


Tim di sebelah kiri lapangan terdiri dari Fahmi, Dyaksa, Sasko, Pudol, Pakrel, dan Faldi , sedangkan di sebelah kanan ada Decky, Windu, Randy, Ferdi, Dika, dan Herpy (jangan salah! dia "sangat" jago main bola!)
Sementara itu, di kelas 9B...

“Ngapain yak...daripada gue diganggu Fatih lagi (dia gak ikut main!), mending liat cowok main deh!”
~ Kina


Kina duduk di bangku penonton.

“Woy, Oper!”
~ Terlihat Windu sedang minta oper bola kepada Decky
“Jangan maruk!”
~ Randy mendukung
“Iye,iye! Nih!”
~ Decky menendang bola ke arah Windu

Namun, operannya melambung tinggi.

“Yah, lo gimane!”
~ Windu


Tampaknya, bangku penonton dikerumuni oleh penonton lain selain Kina.

“Si Fatih mana? Biasanya sama lo.”
~ Ditha kepada Kina
“Gak tau, emangnye gue emaknya!”
~ Kina
“Yah, lo kan sering sama dia.”
~ Ditha
“Palingan dia sama Nirina sama kawanan penggemar Anime alias Otaku!”
~ Kina
“Kenape nyariin dia?”
~ Kina
“Kemaren dia minjem Tip-ex gue, belom dibalikin. Gue cari dia dulu ya!”
~ Ditha


Pertandingan berjalan 15 menit, namun belum satu tim pun yang berhasil mencetak gol.

“Ih, kok pada payah sih! Masa belom satu pun yang cetak gol!”
~ Alika tampak berceloteh dari belakang
“Apaan sih lo! Mereka tuh udah berusaha, kenapa lo ngerendahin mereka?”
~ Kina membalas
“Eh, gue gak ngatain LO ya!”
~ Alika
“Ih, kok lo jadi gitu sih!”
~ Kina
“Kenapa? Gak suka?”
~ Alika
“Iya, gue gak suka!”
~ Kina
“Oh, jadi lo gak suka... Ya udah, Pergi LO!”
~ Alika mengusir Kina
“LO gak berhak buat ngusir GUE kayak gitu!”
~ Kina
“Pergi gak LO! PERGIIII!”
~ Alika


“Eh, ada apaan tuh?”
~ Randy
“Alika...berantem sama Kina?!”
~ Randy
“Eh, Stop! Woy!”
~ Randy langsung pergi
“Woy! Randy, lo kemana?”
~ Decky


Alika terus "beradu kekuatan" sama Kina.

“WOY! Stop!”
~ Randy

Kina sempat menoleh, namun langsung didorong oleh Alika. Karena lapangan masih licin, Kina langsung kehilangan keseimbangan.

“Kina!”
~ Randy

Beruntung, Randy sempat menangkap Kina.

“Randy...”
~ Kina
“Woy, Randy! Kita jadi kejebolan kan!”
~ Decky
“Eh, Iye!”
~ Randy langsung bantu diriin Kina
“Emmm...Randy...Makasih ya!”
~ Kina
“Eh, iya! Sama-sama!”
~ Randy lansgsung berlari ke lapangan (Awas, Kepeleset!)


“Ternyata selama ini Randy bukan hanya famous gara-gara gantengnya aja...Ternyata dia baik juga...”
~ Kina, dalam hati sambil tersipu

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 44 = The Truth Revealed #1

Selasa, 11 Januari 2005


Saat Istirahat...

“Eh, Kina! Ke sini lo!”
~ Alika
“Apa lagi sih? Mau dorong gue lagi?”
~ Kina
“Nah itu...Lo pasti cari kesempatan kan!”
~ Alika
“Kesempatan apaan?”
~ Kina
“Tuh, ngedeketin si Randy!”
~ Alika
“Apaan sih!”
~ Kina
“Lo gak usah boong...biar gue kasi tau lo...”
~ Alika
“...Kalo lo gak usah deketin sama mantan gue pas SD itu...”
~ Alika berbisik kepada Kina


“Hah?! Jadi...Randy itu...mantannya Alika?”
~ Kina dalam hati

Sementara itu, dari luar kelas...

“Eh, tiba-tiba kok gue kesemutan yak? eh, aduduh.”
~ Randy
“Lo nape?”
~ Decky
“Gue...kesemutan!”
~ Randy


“Woy, Joe! Lo-- Lo lagi ngapain?”
~ Max
“Gak, bentar...Ah!”
~ Joe
“Kenapa?”
~ Max
“Dua orang...Satu Cowok...Ah! Gue lagi banyak pikiran, Sorry!”
~ Joe
“Hmmm...Aneh...”
~ Max


Kembali ke Laptop kelas 9B...

“Terus...Terus apa hubungannya sama gue?”
~ Kina
“Lo jangan ngarep sama dia. Dia itu cowok gak setia.”
~ Alika
“Ya, terus apa hubungannya?”
~ Kina
“Ih, Lo emang gak ngerti ya kalo dibilangin!”
~ Alika
“Udah ah, susah ngomong sama orang kayak lo!”
~ Alika langsung pergi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 45 = Kembali ke Tahun Baru

Rabu, 12 Januari 2005, Pukul 04:00


Di kos-kosan Three Mas Ketir...

“*Knock-knock!”
~ Sound effect Pintu dibanting diketuk
“Siapa tuh?”
~ Max sambil membuka pintu
“Selamat pagi, Pak! Ini jamnya sudah direparasi.”
~ Seorang ahli jam
“Oh, Makasih ya Pak!”
~ Max


“Woy, Joe, Dyon! Jamnya udah direparasi!”
~ Max
“Eh, ya!”
~ Dyon
“Jadi sekarang kita mau liat apa yang mereka lakuin di Tahun Baru?”
~ Joe
“Oke!”
~ Dyon
“1 Januari 2005...Jam 7:00...Sekarang!”
~ Dyon




Back to 1 Januari 2005


Three Mas Ketir sampai di Museum Perjuangan Tololland

“Eh, itu mereka!”
~ Max menunjuk ke kawanan Fahmi dkk.
“Eh, itu siapa ya? Kayaknya pernah kenal!”
~ Fahmi menunjuk ke arah Max
“Itu kan...reporter Kaskus waktu kita SD kan!”
~ Dyaksa
“Iya, namanya...kalo gak salah...Kak Max!”
~ Fahmi
“Kak Max!”
~ Sasko
“Eh, Sasko!”
~ Joe

Mereka (Three Mas Ketir) langsung menghampiri Dyaksa dan kawanannya.

“Kak, udah 3 tahun nih gak ketemu!”
~ Dyaksa
“Hmm...Iye nih!”
~ Dyon
“Eh, liat deh...itu kan Icha sama Vania!”
~ Sasko

Fahmi dan Max langsung nengok.

“Heh?”
~ Fahmi dan Max saling bertatap muka
“Mereka itu siapa?”
~ Joe
“Mereka itu ceweknya--”
~ Sasko langsung dibekap Dyaksa
“Eh, maksudnya temen kita!”
~ Dyaksa


“Eh, itu kan Fahmi sama kawanannya! Tapi mereka lagi bareng siapa ya?”
~ Vania
“Fahmi...”
~ Icha dalam hati
“Fahmi!”
~ Vania langsung menghampiri gerombolan itu


“Eh, Vania! Kenalin, ini namanya Kak Max, Dyon, sama Joe! Mereka ini Reporter Kaskus pas gue masih SD!”
~ Fahmi
“Kenalin, namaku Vania!”
~ Vania
“Oh, iya!”
~ Max
“Kok, kak Max ini...sekilas mirip sama Fahmi ya?”
~ Vania dalam hati
“Max...kayaknya nih cewek suka sama lo...”
~ Joe berbisik kepada Max
“Apaan sih maksudnya?”
~ Max
“Maksud gue...si Fahmi!”
~ Joe masih berbisik
“Terus cewek yang di sana?”
~ Max
“Dia itu...ah! Gue gak bisa!”
~ Joe
“Apa yang gak bisa, Kak?”
~ Vania
“Oh, enggak!”
~ Joe
“Max, mending lo ajak dia...biar Fahmi, atau siapalah, jalan sama cewek yang di sana...Icha ya...”
~ Joe kepada Max
“Heh, maksud lo, gue jalan sama cewek yang baru gue kenal?”
~ Max
“Iye, udah!”
~ Joe
“Umm...Vania, lo ke sini...bareng siapa?”
~ Max
“Sama Icha, tu yang di sana! Aku juga ke sini mau tau sejarah perjuangan di Tololland!”
~ Vania
“Eh, gimana kalo...gue yang nemenin?”
~ Max
“Terus, Icha?”
~ Vania
“Biarin dia sama yang lain aja!”
~ Max
“Kakak ini...mau nemenin aku...”
~ Vania dalam hati
“Iya deh kak!”
~ Vania

Vania dan Max langsung masuk ke dalam.

“Mi, lo udah-- Eh, dia kemana?”
~ Dyaksa mencari Fahmi
“Dia di sana, Tuh!”
~ Dyon

Ternyata, Fahmi sedang bersama Icha.

“Cha, lo...mau gak jalan sama gue...”
~ Fahmi
“Gue sih...mau-mau aja...”
~ Icha



“Yeh, dia malah pergi sama Icha!”
~ Dyaksa
“Bukannya bagus?”
~ Dyon
“Bagus lah! Itu namanya perkembang--”
~ Sasko keceplosan
“Eh, Perkembangan...apaan?”
~ Dyon
“Eh, enggak! Bukan apa-apa!”
~ Dyaksa
“Jangan boong!”
~ Joe
“Tau nih, orang si Fahmi kan suka sama--”
~ Sasko
“Icha?!”
~ Joe dan Dyon
“Eh!”
~ Dyaksa
“Oops!”
~ Sasko
“Oke, sekarang kita kembali, Cepet!”
~ Joe

Dyon langsung memutar kembali jamnya dan kembali ke hari ini.


Kembali ke 12 Januari... Pukul 05.30


“Hah, Mimpi apa tadi? Kok Kak Max jalan sama si Vania...”
~ Fahmi setelah bangun dari "mimpi"nya
“Heh, gue perasaan tadi lagi sama Sasko...”
~ Dyaksa bangun dari mimpinya
“HUAH! Gue kok bisa-bisanya keceplosan!”
~ Sasko bangun dari mimpinya


Kembali ke kos Three Mas Ketir...

“Woy, kalo mau balik, bilang-bilang dong!”
~ Max
“Maap, tapi akhirnya kita tau kalo Fahmi suka sama--”
~ Dyon
“Icha? Yah, gue juga tau kali!”
~ Max
“Dari siapa?”
~ Dyon
“Dari Vania pastinya!”
~ Joe
“Tapi dia juga punya rasa sama si Fahmi...”
~ Max
“Jadi...lo mau Fahmi...deket sama siapa...”
~ Joe
“Well, gue gak bisa ambil keputusan sekarang...”
~ Max

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 46 = Music! Part 1

Rabu, 12 Januari 2005. Pukul 06:30


Pelajaran Musik hari ini di 9B adalah...menampilkan lagu hasil aransemen.
“Jadi kalian nanti dibagi menjadi 5 kelompok, tiap kelompok 5 orang (ada yang 6), minimal satu orang main musik...”
~ Bu Vivi
“...Kalian akan menyanyikan lagu pop Indonesia yang sudah diaransemen, dan...lagu barat!”
~ Bu Vivi

Beberapa murid langsung ber-"yes" ria.
Kelompok pertama (belom diurut), Fahmi, Dyaksa, Sasko, Pudol, Faldi, dan Pakrel...

“Cheh, gue gak bisa main musik!”
~ Dyaksa
“Terus lo jadi apa?”
~ Fahmi
“Jadi Jenderal Nazi Goreng!”
~ Sasko
“Gak nanya lo!”
~ Fahmi
“Gue yang nyanyi suara rendahnya deh!”
~ Dyaksa
“Gue juga!”
~ Faldi
“Ya, terus yang nyanyi nada aslinya siapa?”
~ Fahmi
“Gue aja!”
~ Sasko
“Ya udah, gue juga deh!”
~ Fahmi
“Pudol, Pakrel! Lo berdua main musik!”
~ Dyaksa
“Eh, tapi gue gak bisa main musik juga!”
~ Pudol
“Iya, gue juga!”
~ Pakrel
“Great...Oke deh...gue yang main musik...”
~ Fahmi langsung menghela napas
“Terus yang nyanyi nada aslinya siape?”
~ Dyaksa
“Gue gak kuat kalo nadanya terlalu tinggi!”
~ Pudol
“Sama!”
~ Pakrel
“Hmmm...Kira-kira lagu apa ya?”
~ Fahmi


Beralih ke kelompok kedua, Vania, Vicky, Alika (meh!), Amel, dan Tasya...

“Eh, Vania! Lo sekarang tentuin lagunya apa, Terserah lo!”
~ Alika
“Kok jadi aku?”
~ Vania
“Yah, udah deh terserah lo, kita ngikut aja!”
~ Alika
“Eh, lo kok malah santai-santai aja?”
~ Vicky
“Terserah gue dong! Udah, Vania! Lo...ketua!”
~ Alika
“Ya, lo kan ketua, jadi lo yang nentuin!”
~ Amel


Kelompok tiga, Kina, Ditha, Fatih, Nirina, dan Saskia...

“Gimana kalo lagunya AKB48
~ Fatih (Dia penggemar 48 Family juga!)
“Barat, Fatih! BARAT!”
~ Yang lain menyahut
“Eh, mending nanti pas pulang sekolah, ke rumah gue dulu aja, nentuin lagu!”
~ Ditha
“Eh, boleh juga idenya!”
~ Kina
“Ya udah, nanti ya abis pulang Kelas PM!”
~ Ditha


Kelompok empat, Decky and friends (tau lah!)...

“Woy, pada setuju gak, kalo lagunya ini aja?”
~ Decky sambil memutar sebuah lagu
“Eh, coba denger!”
~ Windu
“Kayaknya mantep nih!”
~ Randy
“Jadi, mau gak nih lagu ditampilin?”
~ Decky
“Gue sih iya deh!”
~ Herpy
“Iya deh, gue juga!”
~ Ferdi
“Wis, gak biasanya lo lebih awal ngejawab!”
~ Decky
“Biasanya ngomong terakhir!”
~ Windu
“Terserah lo pada deh!”
~ Ferdi


Kelompok terakhir, Dika, Fira, Hani, Fanny, dan Mitha

“Jadi, mau pesen apa?”
~ Dika sambil menyodorkan secarik kertas berisi daftar lagu
“Mesen apaan? Lo kira di restoran!”
~ Fira
“Yup, that's right, Fira!”
~ Hani
“Gak, maksud gue kalian mau lagu apaan?”
~ Dika
“Ya....mending lagu ini aja!”
~ Fira
“Yes, mending lagu itu aja, Ka!”
~ Hani
“Jadi, lo mau jadi suara satu atau dua?”
~ Dika
“Gue suara satu aja deh!”
~ Fira
“Well, I think...yaah, gue jadi musisi aja deh!”
~ Hani
“Terus, mereka berdua?”
~ Dika
“Fanny jadi suara ke-dua aja, lo sama Mitha jadi suara satu!”
~ Fira


Yup, begitulah caraku kembali ke sini kelompok musik yang dibuat oleh siswa 9B.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 47 = Music! Part 2

Rabu, 12 Januari 2005.


“Pokoknya minggu depan, latihan tampil di depan”
~ Bu Vivi
“Ya, bu!”
~ Siswa 9B
“Baiklah semuanya, selamat pagi!”
~ Bu Vivi seraya keluar kelas


Semuanya kembali membicarakan penampilan musik minggu depan.

“Kira-kira kita bakal mantep gak ya...”
~ Fahmi
“Woy, Pak Wahid gak masuk”
~ Beberapa cewek di kelas

Pak Wahid adalah guru PLBJ/PLKJ.

“Horee--”
~ Semua siswa

Namun, tiba-tiba Max masuk ke kelas.

“Hah? ngapain Kak Max masuk?”
~ Beberapa siswa
“Sebenernya Kakak di sini jadi guru pengganti, tapi sekali-kali, boleh lah kita main games!”
~ Max

Kelas 9B kembali ribut.

“Tapi kakak mau tanya , kalian bakal ada penampilan seni musik, ya?!”
~ Max
“Ya, Kak!”
~ Semuanya serempak
“Hmmm...kalian udah nentuin lagunya?”
~ Max

Ada yang udah, ada yang belom.

“Kalo yang belom...mendingan siapin dari sekarang, daripada nanti kagok!”
~ Max
“Ya udah, sekarang mulai deh gamesnya!”
~ Max


Saat istirahat setelah pelajaran PLKJ (Yang diisi oleh 99,68% games dan 0,32% pelajaran)...

“Ngapain yak enaknya? Mending ke 9A deh!”
~ Fahmi
“Eh,Mi! Gue ikut ye!”
~ Dyaksa

Di kelas 9A...

“Thia! Lo musik nyanyi lagu apa?”
~ Dyaksa
“Emmm...Marcell - Firasat...sama That Should Be Me!”
~ Thia
“Nggg...Lo nyanyi itu...buat siapa?”
~ Dyaksa
“Ih, Bukan buat siapa-siapa, kok!”
~ Thia sambil mendorong pelan Dyaksa
“Beneran?”
~ Dyaksa
“Iya, bener!”
~ Thia
“Really?!”
~ Dyaksa menatap wajahnya Thia
“Eh, itu kan Dyaksa...sama Thia! Wah,wah,wah...bisa gawat nih!”
~ Dyon dalam hati
“Eh,ssshh! Dyaksa, lo ngapain berduaan sama Thia?”
~ Dyon
“Eh,ngg..gak kok,Kak! Gue cuma nanya Kak?!”
~ Dyaksa
“Ya..ya udah, Dyaksa! Gue ke kelas dulu ya!”
~ Thia


“Icha ke mana ya?”
~ Fahmi
“Nyariin Icha? Tuh, di bangku taman!”
~ Thia
“Yeah!”
~ Fahmi langsung nyamperin Icha
“Hai, Cha!”
~ Fahmi
“Hai, Fah--”
~ Icha
“Hai, Fahmi!”
~ Vania tiba-tiba muncul, dan duduk di sebelah Fahmi
“Kenape jadi kayak gini lagi?”
~ Fahmi dalam hati
“Oh ya, Cha...lo minggu depan nyanyi gak?”
~ Fahmi
“Udah, emangnya kenapa?”
~ Icha
“Emmm...kira-kira, lo nyanyi apa?”
~ Fahmi
“Dia nanya ke siapa ya? Gue?”
~ Icha dan Vania dalam hati(bisa sama yak?)
“Apalah Arti Menunggu (by Raisa)!”
~ Icha dan Vania secara bersamaan
“What? Kalian kok bisa sama?Terus, Lagu Barat?”
~ Fahmi
“A Thousand Years!Eh--”
~ Icha dan Vania bersamaan (lagi!)
“Kok Vania/Icha bisa sama sih sama gue?”
~ Icha dan Vania dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 48 (VVota, mana VVota!) = Music! Part 3

Kamis, 13 Januari 2005. Pukul 12.30


Masih ada kelas PM beberapa saat lagi, namun semangat anak-anak 9B (yang asli!) masih berkobar (Jiah!), sebagian besar kelompok sudah menentukan lagu untuk penampilan (latihan) Seni Musik.

“Mi, lo lagunya apaan?”
~ Kina
“Yah, lo liat aja nanti pas penampilan!”
~ Fahmi
“Yah, Fahmi! Nih ya, gue kasi tau! Kelompok gue tuh lagunya Letto - Ruang Rindu sama Westlife - More Than Words”
~ Kina
“Lalu?”
~ Fahmi
“Iiih, Ami! Gue tanya, lagu kelompok lo apaan?!”
~ Kina
“Hmmm...tanya aja sama Dyaksa!”
~ Fahmi langsung pergi ke 9A


“Dyaksaaa! Lo nyanyi apa nanti?!”
~ Kina sambil menghampiri Dyaksa
“Tanya sama Fahmi aja deh! Gue mau ke kelas 9A!”
~ Dyaksa
“Woy, Dyaksaaa--Aaaauw!”
~ Kina tiba-tiba merasa ada yang memukul dari belakang
“KINAAAAA! Duduknya di depan gue yaaa!”
~ Fatih
“IIIHHH! Apaan sih lo, naboknya kenceng banget!”
~ Kina

Gak perlu dijelasin... what will they do next!

“Emmm...Randy, liat dah! "Akur" amat ya mereka!”
~ Herpy menunjuk ke Fatih dan Kina
“Akur! Akur darimana? Mereka pukul-pukulan gitu...”
~ Randy
“Wah, nih anak suka banget nyiksa cewek...Padahal dia sendiri...heh...”
~ Randy
“Ini gak boleh dibiar--”
~ Randy hendak mengejar mereka berdua, namun ditahan oleh Herpy
“Udahlah, mereka kan emang kayak gitu!”
~ Herpy
“Tapi...Tapi, ah...Lo kenapa--”
~ Randy
“Kenapa...lo mau jadi pahlawannya Kina? Gitu?!”
~ Alika
“Ih, siapa juga sih yang sok pahlawan.”
~ Randy
“Gak usah sok kece deh lo!”
~ Alika
“Ya, terserah lo! Gue mau duduk, lo pergi ke kelas 9C!”
~ Randy berbalik badan

Alika menarik kerah bajunya Randy.

“Denger ya, gue ini mau nerima lo pas SD karena kasian sama lo!”
~ Alika
“Dan gue gak mau sama lo! Lagian kenapa lo harus maksa gue waktu itu?”
~ Randy
“Gue kasian lo caper ke cewek lain, apalagi sama gue!”
~ Alika
“Dih, lo kali yang keGe-eran! Udah ah, gue mau belajar!”
~ Randy

Alika langsung melepaskan genggamannya.

“Gue gak bakal mau tinggalin kelas ini sebelum lo mau ngasih gue sesuatu...”
~ Alika
“Heh, Sesuatu? Jangan ngarep deh!”
~ Randy
“Kalo gitu gue bakal ngasih lo sesuatu dan LO harus nerima...”
~ Alika kembali menarik kerah bajunya Randy
“Eh, apaan sih!”
~ Randy


“Eh, lo harus tau kalo-- Eh!”
~ Kina langsung sekejap melihat Randy dan Alika
“Napa? Eh...”
~ Fatih


“Kalo lo...harus nerima cinta gue...”
~ Alika

Alika langsung mencium keningnya. Kina dan Fatih (Apalagi si Randy!) langsung shock!

“Cemburu kan lo?”
~ Alika ,sambil tersenyum puas, seraya keluar dari kelas 9B
“A...”
~ Kina masih shock


“Buset, Randy! Lo kenapa mau dicium gitu?”
~ Herpy
“Eh,`ssssst! Ngomongnya jangan keras-keras!”
~ Randy
“Emangnya kenapa?”
~ Herpy
“...”
~ Randy menatap ke Kina
“...”
~ Kina membalas tatap ke Randy

Herpy (dan juga Fatih) melongok ke Randy dan Kina.

“Woyy! Nape bengong?”
~ Fatih
“Heh, Randy! Lo kenape?”
~ Herpy

Keduanya (Randy maupun Kina) langsung menghela napas.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 49 = Music! Part 4

Senin, 17 Januari 2005. Skip aja langsung ke sehabis pulang sekolah! (Narasi macam apa ini?!)


Waktu menuju ke penampilan sudah tinggal 2 hari lagi. Yah, mungkin ini saatnya untuk latihan yang serius. Di rumah Dyaksa...

“Coba deh lo nyanyi...”
~ Fahmi
“Okay!”
~ Dyaksa dan Faldi

Yah, sebenernya sih mereka itu nyanyi--

“Woy, jangan nge-spoil (ceritain)! Nanti jadi gak surprise lagi!”
~ Dyaksa


Tiba-tiba, HP-nya Sasko berbunyi.

“Sasko, HP lo bunyi ya? Udah, angkat teleponnya!”
~ Pudol

{{QX|Hmmm...he? Rumah Dyaksa? mau dipake pengajian? Oke...|Sasko terlihat sedang berbicara di HP.

“Siape?”
~ Dyaksa
“Emak gue! Katanya di sini ada pengajian...”
~ Sasko
“He? Kenapa emak gue gak bilang-bilang?”
~ Dyaksa
“Terus di mana kita latihannya?”
~ Fahmi
“Emmm...di mana ya?”
~ Dyaksa
“Ah! Di rumah Ditha aja! Soalnya gue udah bener-bener bikin penasaran mereka!”
~ Fahmi
“Maksud lo?”
~ Dyaksa
“Yah, mereka nanyain gue soal lagunya apa...yah, mungkin saatnya kita cerita!”
~ Fahmi
“Ya udah! Terus kita naik apa?”
~ Dyaksa
“Naik angkot lah, apaan lagi?!”
~ Fahmi
“Ya udah, cepetan! Sebelum rame di sini!”
~ Sasko


Mereka langsung naik angkot ke depan rumahnya Ditha (Ya iyalah, masa mau nabrak rumahnya!).

“Asalamualaikum!”
~ Fahmi
“*Knock Knock”
~ SFX Pintu diketuk
“Wa-alaikumsalam!”
~ Ditha
“Eh, kalian!”
~ Ditha
“Dit, gue sama kelompok gue...mau latihan bareng di sini! Boleh gak?”
~ Fahmi
“Oh, Boleh kok! Masuk aja!”
~ Ditha
“Hai!”
~ Kelompoknya Kina ikut menyambut


Semuanya langsung sibuk dengan urusan yang deadline-nya tinggal dua hari lagi.

“Oooh, jadi lagunya lo itu!”
~ Kina
“Iye!”
~ Fahmi
“Ih, lo bikin gue penasaran aja!”
~ Kina
“Bukan cuma lo kali, gue juga nih!”
~ Ditha
“Udah ah, oh ya! Ditha, gue pinjem Keyboard lo ya!”
~ Fahmi
“Eh, ya udah! Pake aja!”
~ Ditha
“Eh, Mi! Kapan dateng?”
~ Seorang cowok keluar dari kamarnya

Itu sih, Adeknya Ditha! Namanya Ghifa, dia masih SD.

“Ey, Ghifa! Apa kabar, kawan!”
~ Fahmi
“Baek, kok! Emangnya pada ngumpul di sini pada ngapain?”
~ Ghifa
“Yah, kerja kelompok lah!”
~ Fahmi
“Mau maen dulu gak? Maen Lost Saga?”
~ Ghifa
“Meh! Not now!”
~ Fahmi langsung duduk di depan keyboard


Fahmi memainkan keyboardnya dengan lihai, meskipun terjadi beberapa kesalahan.

“Mi, salah chord tuh!”
~ Ditha
“Eh, iya! Harusnya D Menor Minor!”
~ Fahmi sambil tepok pantat jidat
“Coba ulang!”
~ Ditha


Beberapa saat kemudian, giliran Kelompoknya Kina yang mulai latihan.

“Ey, ada yang salah liriknya!”
~ Dyaksa
“Eh, maap!”
~ Fatih
“Lo sih banyak dosa! Jadi salah terus kan!”
~ Kina
“Udah ah, Coba lagi!”
~ Fahmi


Mereka mengakhiri sesi latihan pada jam setengah 5 sore.

“Eh, udahan yuk!”
~ Kina
“Iya nih, mana mau ujan lagi!”
~ Fahmi
“Ya udah! Jadi lusa siap ya!”
~ Ditha

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 50 = It's Time to Show! Part 1

Rabu, 19 Januari 2005


Hari ini penampilan lagu hasil aransemen di 9B.

“I've been waiting for this!”
~ Fahmi
“Yeah, sure! Me too!”
~ Hani
“Kira-kira penampilan gue nanti gimane ye?”
~ Fahmi
“Mudah-mudahan sih semuanya bagus!”
~ Hani
“Aaaamiiiin!”
~ Fahmi
“Ey, Dyaksa! Udah di-print belom buat seni musik nanti?”
~ Sasko kepada Dyaksa
“Ya udahlah!”
~ Dyaksa sambil mengeluarkan satu map berisi hasil aransemen lagu mereka
“Bagus deh!”
~ Sasko


“Selamat Pagi semuanya!”
~ Bu Vivi masuk ke kelas
“Saya punya suatu kabar...kalo hari ini jadi penilaian...”
~ Bu Vivi
“Hah?!”
~ Siswa 9B langsung cengo(?)
“karena minggu depan kalian akan ada test perkembangan selama kalian masih di kelas PM.”
~ Bu Vivi
“Kalian boleh latihan dulu selama 10 menit dulu, nanti siap ya buat ambil nilai!”
~ Bu Vivi
“Siap,bu!”
~ Terdengar beberapa siswa langsung lesu


Mereka langsung melakukan "Speed-Practice". 10 menit ini tak boleh disia-siakan.

“Ayo, Dyaksa! Lo nanti di depan ngenalin kita!”
~ Fahmi
“Iye dah!”
~ Dyaksa
“Sasko, jangan lemes!”
~ Fahmi
“Iyee...”
~ Sasko langsung bangkit


10 menit kemudian...

“Ayo, diambil nomor undian kalian!”
~ Bu Vivi
“Mi, lo yang maju deh!”
~ Dyaksa
“Oke deh!”
~ Fahmi

Perwakilan dari setiap kelompok (Fahmi, Kina, Vania, Decky, dan Dika) maju ke depan kelas.

“Dapet nomor berapa ya?”
~ Fahmi


Ternyata...

“Yes, nomor 3!”
~ Fahmi
“Kita nomor 4!”
~ Kina sambil menunjukkan kertas undiannya
“Kita nomor lima cuy!”
~ Decky
“Nomor 2!”
~ Vania
“Kita yang pertama...”
~ Dika


“Baiklah, jadi kelompoknya...Dika, silakan maju!”
~ Bu Vivi


“Asalamualaikum, Kami kelompok undian pertama dengan saya, Raditya Dika Sandika Galih Setiawan, bersama teman-teman saya, Fanny Anggraini, Mitha Tirta Murni, Hanifah Lailani, dan Fira Renita, akan menampilkan lagu ciptaan Nidji yaitu Laskar Pelangi dan Bruno Mars - Grenade”
~ Dika memperkenalkan diri dan kelompoknya


Semuanya langsung bertepuk tangan (eh, emangnya udah selesai?).


“Eh, Lirik lagunya mana?”
~ Tolololpediawan
“Jiah, gak tau? ya udah nih!”
~ Narator
“Sekalian sama video aslinya!”
~ Tolololpediawan
“Iye nih! NB : Lagunya biasanya bakal ada bagian si-"siapalah", kalo gak ada tandanya, berarti bareng-bareng nyanyinya!”
~ Narator
“Kalimatnya kurang panjang, mas/bu/pak/mbak/bang/siapapun!”
~ Tolololpediawan

Nidji - Laskar Pelangi

  • Dika:

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

  • Mitha:

Laskar pelangi takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warna bintang di jiwa


Semuanya langsung melambaikan tangan, layaknya banyak fans

“Ayo, nyanyi!”
~ Dika langsung membangkitkan semangat "fans"-nya

  • Reff:

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia selamanya

  • Hani:

Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita


“Lambaikan tanganmu! Yeah, woooo!”
~ Dika menyemangatkan penonton
  • Fira:

Laskar pelangi takkan terikat waktu
Jangan berhenti mewarnai
Jutaan mimpi di bumi

  • Repeat reff [2x]
  • Fanny:

Laskar pelangi takkan terikat waktu

Video : Nidji - Laskar Pelangi


“Sekarang...”
~ Dika berbisik kepada Hani
“Oke!”
~ Hani

Hani langsung memainkan keyboard yang dibawanya dari rumah (bukan keyboard komputer!) dan semuanya langsung bersorak.


Bruno Mars - Grenade

  • Fanny :

Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should've known you was trouble
From the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?

  • Pre-Chorus (Hani):

Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your love is all I ever asked
'Cause what you don't understand is...

  • Chorus:

I'd catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on a blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

No, no, no, no

  • Dika :

Black, black, black and blue
Beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said "Hey" when you get back to where you're from

  • Mitha :

Mad woman, bad woman
That's just what you are
Yeah, you smile in my face then rip the brakes out my car

  • Back to Pre-Chorus (Mitha)


  • Back to Chorus
  • Bridge (Fanny):

If my body was on fire
Oh, you watch me burn down in flames


“Oke, inilah part yang gue tunggu-tunggu”
~ Fahmi

“You said you loved me, you're a liar

'Cause you never ever ever did, baby”
~ Fanny dapat menyanyikan dengan pitch yang bagus
“Weleh?! Wow!”
~ Fahmi

Semuanya langsung bertepuk tangan


  • Chorus 2:

But, darling, I'd still catch a grenade for you (yeah, yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for you (yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for you (yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for you (yeah, yeah, yeah)
Oh, I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same

  • Dika:

No, you won't do the same
You wouldn't do the same
Oh, you'd never do the same
Oh, no no no

Video : Bruno Mars - Grenade


“Terima kasih!”
~ Dika membungkukkan badan

Semuanya langsung beri tepuk tangan.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 51 = It's Time to Show! Part 2

“Sekarang penampilan dari Kelompok dua! Beri tepuk tangan!”
~ Bu Vivi berseru


Vania dan kelompoknya langsung maju ke depan kelas.

“Asalamualaikum, sa--”
~ Vania
“Yaaah, kami di sini akan menyanyikan lagu Apalah Arti Menunggu dari Raisa, pastinya Oke deh!”
~ Alika menyela omongan Vania
“Ya dong pastinya!”
~ Tasya
“Yoohoo!”
~ Sasko
“Heh!”
~ Fahmi
“Dan juga A Thousand Years - Christina Perri!”
~ Alika
“Saksikan kami yaaa!”
~ Alika, Tasya, dan Amel malah ribut sendiri


“Nih anak lebaynya setengah hidup-setengah mati...”
~ Fahmi sambil menggelengkan kepala
“Napa sih ni cewek bertiga?”
~ Randy


Mereka langsung memulai lagu pop Indonesia mereka...


Raisa - Apalah Arti Menunggu

  • Vicky:

Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang


“...Se--”
~ Vania hendak menyanyikan reff
“Sekarang aku tersadar...”
~ Alika langsung menutupi Vania

Ternyata Alika menutup-nutupi Vania.

“Eh, kok si Alika kayak nutupin suaranya Vania?”
~ Fahmi
“Udah ah, saksikan saja!”
~ Sasko
“Hmph...”
~ Fahmi mendengus

  • Alika (harusnya Vania) :

...Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

  • Tasya :

Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang


“Yeah, Tasya!”
~ Sasko
“Udah ah!”
~ Fahmi

  • Amel :

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

  • Vania :

Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku


“Namun sekarang aku mengerti...”
~ Vania

Tiba-tiba...

“...Tak perlu ku--Akkkkhhh!
~ Vania disikut di perutnya oleh Alika
“Eh,Woy Alika! Lo apain tuh si Vania?”
~ Randy
“Woy liat tuh?”
~ Beberapa anak mulai protes
“...menunggu sebuah cinta yang sama”
~ Alika melanjutkan bagiannya Vania

Karena Alika belom melatih pitch-nya, nadanya mulai fals.

“Huuuuuuu!”
~ Beberapa anak menyoraki Alika

Vania berusaha bangkit, tapi dia gak sanggup...

“Oy, bawa Vania ke UKS!”
~ Decky
“Mi, bawa si Vania!”
~ Windu
“Eh...iye,iye!”
~ Fahmi langsung membopong Vania ke UKS

  • Alika :

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Video : Raisa - Apalah Arti Menunggu


“Kelompoknya jadi kurang lengkap..bagaimana ini, kita punya waktu sedikit...”
~ Bu Vivi
“Udah Bu! Lanjut aja, gak penting gini!”
~ Alika asal nyeplos
“Tuh kan Bu! Dia udah celakain si Vania!”
~ Randy
“Eh, lo kok jadi belain si Vania sih, bukan gue?”
~ Alika
“Dih, kepengen banget! Lo yang salah, homo!”
~ Randy
“Sudah! Kalo begitu, lanjutkan ke lagu baratnya.”
~ Bu Vivi


Sementara itu, di UKS...

“Nia, Lo gak kenapa-napa kan?”
~ Fahmi sambil membaringkan Vania
“Aku....”
~ Vania masih belom bisa berkata-kata
“Ya udah, gue beliin minum dulu ya!”
~ Fahmi terlihat cemas

Saat Fahmi hendak beranjak keluar, Max langsung muncul di depan pintu.

“Hey--umm...Vania, kamu kenapa?”
~ Max
“Dia disikut...sama Alika...”
~ Fahmi
“Hmmm... Fahmi, lo mendingan sekarang ke kelas.”
~ Max
“Terus, Vania sama Kakak?”
~ Fahmi
“Fahmi...gue sebenernya mau ditemenin sama lo...Tapi...”
~ Vania dalam hati
“Iya, daripada lo gak ikut pelajaran kesukaan lo yang ke-empat!”
~ Max
“Eh, kakak masih inget?! Ya udah deh kak, pergi dulu ya!”
~ Fahmi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 52 = The Truth Revealed #2

Masih di UKS...

“Kak...kakak ini...udah kenal lama...sama Fahmi?”
~ Vania
“Iya! Emangnya kenapa?”
~ Max

Vania hanya menggeleng.

“Tenang aja, gue tau kok kenapa lo tanya ke gue...”
~ Max
“Emangnya...apa, Kak?”
~ Vania
“...Oh, ya! Gimana sih, lo bisa sampe disikut Alika sampe lo sakit gini?”
~ Max
“Aku...Sebenernya...aku pernah temenan sama Alika...”
~ Vania
“Hah? Lho kok bisa?”
~ Max
“Dari kelas 1...sampe kelas 5...persahabatan kita masih utuh...”
~ Vania
“Hmmm...Jadi lo satu SD sama Alika?”
~ Max
“Tapi, pas di kelas 6...dia berubah...semenjak dia mulai suka sama Randy...”
~ Vania
“Kelas 6? Jadi...”
~ Max
“Randy itu...baik kok...meski sering caper...”
~ Vania
“Jadi...sebenernya lo ada hubungan sama Randy?”
~ Max
“Dia itu...*uhuk,uhuk...”
~ Vania mulai batuk
“Eh, udah...lo mending istirahat dulu deh...”
~ Max


Di kelas 9B...

“Eh, Mi! Tepat banget lo dateng!”
~ Dyaksa
“Ayo, sekarang giliran kita!”
~ Sasko
“Jadi kelompok dua udah selesai?”
~ Fahmi


Fahmi dan grupnya maju ke depan kelas.

“As--”
~ Fahmi
“*Knock Knock* Permisi!”
~ Max seraya membuka pintu
“Iya, ada apa?”
~ Bu Vivi
“Ummm...Saya hanya mau nyampein kalo hari ini ada rapat setelah istirahat...”
~ Max
“Kenapa gak telpon?”
~ Bu Vivi
“HP saya ketinggalan...Permisi...”
~ Max sambil menutup pintu


TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 53 = It's Time to Show! Part 3

“Asalamualaikum! Hey,Semuanya!”
~ Fahmi
“HEEEEEEY!”
~ Semuanya bersorak
“Dih!”
~ Alika mulai sewot
“Kami, Kelompok 3! Terdiri dari saya, Muhammad (M!) Fahmi(F!) Pradana(P!)!”
~ Fahmi, dibalas oleh penonton
“dan saya Dyaksa Soryonegoro”
~ Dyaksa
“YES!”
~ Tiba-tiba seseorang berseru dari luar kelas

Semuanya langsung melongok, ternyata itu Thia dan Icha abis dari kamar mandi.

“Eh! Udah yuk, ke kelas...”
~ Icha
“Entar dulu deh! Lo...mau liat Fahmi tampil gak sih?”
~ Thia
“Sebenernya gue mau, tapi kan--”
~ Icha
“Udah kan! Kita di sini aja dulu!”
~ Thia
“Eh, tap--”
~ Icha
“Eeeey, Kalian! Masuk ke kelas, nanti ada yang ngeliatin loh!”
~ Dyon menghampiri
“Udah yok, pergi!”
~ Icha langsung menarik tangan Thia


“...Kami akan menampilkan lagu dari Bondan feat Fade2Black...Ya Sudahlah...”
~ Fahmi
“Daaaan...Lagu dari The Script...Hall of Fame!!!”
~ Dyaksa
“WOOOOOOO!”
~ Penonton bersorak
“Silakan, lagu pertama...”
~ Bu Vivi

Sasko langsung memainkan gitarnya (dia bawa gitar loh!)


Bondan feat Fade2Black - Ya Sudahlah

  • Fahmi:

Ketika mimpimu yang begitu indah,
tak pernah terwujud..ya sudahlah
Saat kau berlari mengejar anganmu,dan tak pernah sampai..ya sudahlah (hhmm)

  • reff (Dyaksa):

Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih..coz everything’s gonna be OKAY

Faldi (Wuiss, dia nge-rap!):
yo..Satu dari sekian kemungkinankau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa, cita,cinta dan harapan

Pudol:
Kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu,jalan selalu ada

Pakrel:
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu..ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang


“Saat kau berharap keramahan cinta,tak pernah kau dapat..ya sudahlah...”
~ Fahmi
“yeeah..dengar ku bernyanyi..lalalalalalaheyyeye yaya dedudedadedudedudidam.... SEMUANYAA..SEMUA INI BELUM BERAKHIR!!!”
~ Fahmi, disambut lambaian tangan penonton

  • back to *reff (Bareng-bareng lah!)

Sasko (Sambil main gitar): satukan langkah..langkah yang beriring!
genggam hati, rangkul emosi!

Fahmi:
Genggamlah hatiku, satukan langkah kita

Dyaksa:
Sama rasa, tanpa pamrih
ini cinta..across da sea

Pakrel: peluklah diriku..terbanglah bersamaku, melayang jauh.. (come fly with me, baby)

Faldi:
Ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yang menerima kelemahan hati
yea..aku cinta kau..(ini cinta kita)
cukup satu waktu yes.(untuk satu cinta)
satu cinta ini akan tuntun jalan
kurapatkan jiwamu yo tenang disisi
kurebahkan rasamu..untuk yang ditunggu
Bahagia..Hingga ujung waktu.


“Semuanya...Apa pun yang terjadi...”
~ Fahmi
“KU KAN SLALU ADA UNTUKMU...”
~ Penonton membalas
“Janganlah kau bersedih!”
~ Dyaksa and friends
“'Cause Everything's gonna be Okay!”
~ Dyaksa and friends
“Yeah...'Cause Everything's gonna be...Okay...”
~ Fahmi

Video : Bondan feat Fade2Black


“Bagus sekali, sama seperti dua kelompok sebelumnya...”
~ Bu Vivi
“Silakan, lagu kedua!”
~ Bu Vivi

Fahmi (dengan keyboard) dan Sasko(dengan gitar) langsung memainkan intro-nya, disambut dengan tepuk tangan yang meriah...


The Script - Hall of Fame

  • Dyaksa :

Yeah, you could be the greatest
You can be the best
You can be the king kong banging on your chest


“Iiiih, Dyaksa! Suaranya bagus deh!”
~ Vicky gemas

Tiba-tiba, Vania, yang sudah mendingan, sudah berada di ambang pintu.

“Eh...”
~ Vania sempet tatap muka dengan Fahmi, namun dia langsung duduk

  • Faldi :

You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door

  • Pudol :

You can throw your hands up
You can beat the clock
You can move a mountain
You can break rocks

  • Pakrel :

You can be a master
Don't wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself


“Standing in the hall of fame

And the world's gonna know your name...”
~ Fahmi mengedipkan mata ke arah Vania (tapi gak ada yang tau,but only God, you all reader! And me)
“Eh, ini kan...lagu kesukaannya...Junio...”
~ Vania

Tiba-tiba, dia seperti ingin beranjak dari tempat duduknya...

“Eh...lo mau ngapain?”
~ Vicky heran

  • Fahmi :

...Cause you burn with the brightest flame
And the world's gonna know your name
And you'll be on the walls of the hall of fame

  • Dyaksa :

You could go the distance
You could run the mile
You could walk straight through hell with a smile

  • Faldi :

You could be the hero
You could get the gold
Breaking all the records they thought could never be broke

  • Pudol :

Do it for your people
Do it for your pride
Never gonna know if you never even try

  • Pakrel :

Do it for your country
Do it for your name
Cause there's gonna be a day
When you're...


“Eh, Van,Van!”
~ Vicky berusaha mencegah Vania
“Standing in the hall of fame...”
~ Fahmi
“Oh, In the Hall of Fame!”
~ Vania langsung membalas kedipan mata Fahmi
“Eh, Lo ngapain?”
~ Alika, disusul dengan siswa yang lain

Namun, tampaknya Bu Vivi justru kaget karena suara Vania yang sangat bagus.

“And the world's gonna know your name...”
~ Fahmi sambil tersenyum
“While the world's gonna know your name...”
~ Faldi sambil ikutan nge-rap
“'Cause you burn with the brightest flame (Oh yeah,yeah!)...”
~ Fahmi dan Vania

“And the world's gonna know your name

And you'll be on the walls of the hall of fame”
~ Fahmi
  • Sasko :

Be a champion
Be a champion
Be a champion
Be a champion
On the walls of the hall of fame


“Yow, Semuanya!”
~ Faldi

  • Faldi:

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers
Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions
Be true seekers

  • Repeat 1x
  • Fahmi :

Standing in the hall of fame
And the world's gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world's gonna know your name
And you'll be on the walls of the hall of fame

  • Dyaksa dan Faldi :

(You can be a champion)
You could be the greatest
(You can be a champion)
You can be the best
(You can be a champion)
You can be the king kong banging on your chest

  • Pudol dan Pakrel :

(You can be a champion)
You could beat the world
(You can be a champion)
You could beat the war
(You can be a champion)
You could talk to God, go banging on his door

  • Dyaksa dan Sasko :

(You can be a champion)
You can throw your hands up
(You can be a champion)
You can beat the clock
(You can be a champion)
You can move a mountain
(You can be a champion)
You can break rocks
(You can be a champion)

  • Pudol,Pakrel, dan Faldi(Masih dengan Rap)

You can be a master (Yeah,master!)
(You can be a champion)
Don't wait for luck
(You can be a champion)
Dedicate yourself and you can find yourself(You change it, find it!)
(You can be a champion)


“Standing in the hall of fame”
~ Fahmi dan Vania

Video : The Script - Hall of Fame


“Jujur, saya kaget tadi lo...Vania, kamu belajar vokal dari mana?”
~ Bu Vivi
“Emangnya saya...bagus ya?”
~ Vania
“Bagus kok, setelah kecelakaan tadi pun, recovery suaramu cepet banget...”
~ Bu Vivi
“Bu, Kita...gak dikomentarin?”
~ Dyaksa
“Oh ya, kalian bisa sekali memgolah lagu dari bait-ke-bait”
~ Bu Vivi
“Dan...kalian sudah bisa berekspresi dengan lagu yang sangat menginspirasi itu...”
~ Bu Vivi
“Ibu...tau lagu ini?”
~ Fahmi
“Ya, dan lagu itu sangat menginspirasi kita semua! Beri tepuk tangan!”
~ Bu Vivi

Fahmi dan kelompoknya (beserta Vania) langsung kembali ke tempat duduk.
TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 54 = It's Time to Show! Part 4

“Baik, silakan maju kelompok 4!”
~ Bu Vivi

Penonton langsung tepuk tangan.

“Kami kelompok 4, akan membawakan lagu dari Letto yang berjudul Ruang Rindu, dan Westlife - More Than Words.”
~ Fatih

Mereka langsung mengambil posisi mereka, sedangkan Ditha langsung memainkan keyboard (Ternyata banyak yang bisa main keyboard!).


Letto - Ruang Rindu
Di daun yang ikut mengalir lembut
terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan ku sentuh dia,
terasa hangat di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna,
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

Kau datang dan pergi begitu saja,
semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam,
di ruang rindu kita bertemu


“Semuanyaaa! Kau datang dan pergi...”
~ Fatih

...begitu saja,
semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam,
di ruang rindu kita bertemu

Video : Letto - Ruang Rindu
NB : Saat nyanyi lagu ini, semuanya nyanyi bareng-bareng dengan suara satu (nada asli) dan suara dua (nada hasil aransemen)


“Eh, Ayo!”
~ Tiba-tiba Ditha menyodorkan sebuah kantong kresek berisikan sesuatu
“Apaan tuh ye?”
~ Fahmi
“Weh, jangan-jangan--”
~ Sasko

Ternyata isinya 10 tangkai bunga kertas!

“Tuh kan, gue mau bilang bunga yang dibikin mereka waktu itu”
~ Sasko

Nirina (yang berada di deket Ditha saat itu) langsung membagikan bunganya ke setiap anggota kelompoknya.

“Ayo!”
~ Fatih

Ditha langsung memainkan intro-nya dan yang lain langsung melakukan gerakan tari piring (itulah yang merela lakukan selama ini).


Westlife - More Than Words

  • Fatih :

Saying I love you,
Is not the words,
I want to hear from you,
It's not that I want you,
Not to say but if you only knew,
How easy,
it would be to show me how you feel,


“More than words,
is all you have to do,
to make it real,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,

Cause I'd already know...”
~ Fahmi ikutan nyanyi di belakang
“Mi, nyanyi Mi?”
~ Dyaksa
“Serah lo deh!”
~ Fahmi

  • Reff (Bareng-bareng) :

What would you do,
if my heart was torn in two,
more than words to show you feel,
that your love for me is real,

What would you say,
if I took those words away,
Then you couldn't make things new,
Just by saying I love you,


Fatih langsung memberikan salah satu bunganya ke Hani

“Oww, Thank you!”
~ Hani
“Eh, gue satu dong! Gue satu dong!”
~ Penonton langsung ingin berebut bunga

Saskia dan Nirina sudah memberikan satu bunganya.

“Eh, gue ke siapa ya?”
~ Kina dalam hati
“Ran...dy...”
~ Kina mengurungkan niatnya ketika Alika menatapnya tajam-tajam setajam silet

Kina pun memberikannya ke Fahmi

“Ehmmm...Thanks!”
~ Fahmi

  • Kina dan Saskia :

Now that I've tried to,
talk to you and make you understand,
All you have to do,
is close your eyes,
And just reach out your hands,
and touch me,
Hold me close don't ever let me go,

  • Nirina :

More than words,
is all I ever needed you to show,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,
Cause I'd already know,

  • Reff (Bareng-Bareng) :

What would you do,
if my heart was torn in two,
More than words to show you feel,
That your love for me is real,
What would you say,
if I took those words away,
Then you couldn't make things new,(no no)
Just by saying I love you.....

Video : Westlife - More Than Words


“Just by saying ...I love you!!!”
~ Fatih and friends

Ditha memberikan kedua bunganya ke Bu Vivi

“Terima Kasih!”
~ Bu Vivi

Nirina dan Fatih bertukar bunga dan kasih ke Vicky dan Vania.

“Thanks ya, Fatih! Kirana!”
~ Vicky dan Vania

Saskia memberikan bunganya ke Mitha

“Eh, ini kesempatan gue!”
~ Kina

Kina langsung berlari ke arah Randy, namun dihadang oleh Alika.

“Lo mau kemana? Ngasih bunga ke Randy?Sini, sama gue aja.”
~ Alika sambil menarik bunganya
“Gak, gak mau...”
~ Kina

Keduanya tetap tarik-menarik sehingga tangkainya patah.

“Nih!”
~ Alika langsung membuangnya ke lantai

Kina langsung kembali ke depan dengan perasaan campur aduk.

“Emmm...Kina....”
~ Randy sambil mengambil bunga yang dibuang

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 55 = It's Time to Show! Part 5

“Berikutnya, kelompok terakhir!”
~ Bu Vivi

Decky and friends langsung maju ke depan kelas

“Oke, kami dari WiRa DeFeHa(?)!”
~ Decky
“Jiah!”
~ Fahmi
“Nih kelompok gokil juga!”
~ Dyaksa
“Kami akan menampilkan lagu dari Nidji - Dosakah Aku, dan Bruno Mars - When I Was Your Man!”
~ Windu

Penonton langsung bersorak sambil tepuk tangan. Randy langsung memainan gitarnya.


Nidji - Dosakah Aku

  • Decky :

Dosakah aku mencintaimu
Mendampingimu inginkanmu

  • Windu :

Aku menjadi diri sendiri
Tak peduli apa kata dunia
Ku nanti hari ketika
Cinta datang cinta menang

  • Herpy :

Jadi sayangku bertahanlah
Bila terkadang mulutnya kejam
Peluklah aku jangan menyerah
Mereka bukan hakim kita

  • Reff :

Bintang yang mempertemukan kita
Cinta yang mempertahankan kita
Ooh…tuhan dengarkan doa
Dari cinta yang terlarang

Rasa yang mempersatukan kita
Cinta yang mempertahan kita
Ooh…tuhan dengarkan doa
Dari cinta yang terlarang

  • Randy:

Cinta dan rasa bersatu di doa
Berharap cinta kita yang terlarang
Berharap cinta kita yang kan menang

Video : Nidji - Dosakah Aku


“Same bed! Same Bed! Same Bed!”
~ Sebagian penonton langsung bersorak
“Lanjut!”
~ Decky

Bruno Mars - When I Was Your Man
Same bed but it feels just a little bit bigger now
Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me down
'Cause my heart breaks a little when I hear your name

It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man

My pride, my ego, my needs, and my selfish ways
Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes

It all just sounds like oooooh…
Mmm, too young, too dumb to realize
That I should've bought you flowers
And held your hand
Should've gave you all my hours
When I had the chance
Take you to every party
'Cause all you wanted to do was dance
Now my baby's dancing
But she's dancing with another man

Although it hurts
I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes
But I just want you to know

I hope he buys you flowers
I hope he holds your hand
Give you all his hours
When he has the chance
Take you to every party
'Cause I remember how much you loved to dance
Do all the things I should have done
When I was your man
Do all the things I should have done
When I was your man

Video : Bruno Mars - When I Was Your Man


“Silakan duduk! Terima Kasih!”
~ Bu Vivi
“Secara garis besar, kalian cukup bagus, apalagi kalian bebas berekspresi dan... makasih ya bunganya!”
~ Bu Vivi
“Yaaaa!”
~ Anggota Kelompok 4


“Tapi satu hal, kenapa...Alika, kamu nyikut perutnya Vania sampe pingsan?”
~ Bu Vivi
“Saya...saya iri Bu...”
~ Alika
“Iri?Iri kenapa?”
~ Bu Vivi
“Saya iri sama suaranya yang bagus...”
~ Alika

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 56 = The Sky is Burning(?)

Kamis, 20 Januari 2005


Saat sebelum bel masuk berbunyi...

AAAAAAAAA!
~ Sesuatu jatuh dari langit
“Dafuq? Apaan tuh ye?”
~ Fahmi
“I came in like a Wrecking Ball...”
~ sound effects

GEDUBRAK! Benda itu jatuh dan hampir menimpa kakinya Alika yang sedang bersenda gurau dengan temennya.

AAAAAAAAA!
~ Alika langsung berteriak


“Apaan nih?”
~ Dyaksa

Sebuah telur besi langsung terbuka!

“Di planet apa ini?”
~ Seseorang
“Lo berada di Bumi!”
~ Fahmi
“Apa aku...berada di suatu sekolah?”
~ Orang itu melihat keadaan sekitar
“Betul!”
~ Bu Vivi
“Bolehkah saya...masuk sekolah ini?!”
~ Orang itu

Ia langsung dibawa ke ruang kepala sekolah.
Keesokan harinya...

“Halo, nama saya Atthar, saya adalah murid baru di sekolah ini”
~ Atthar
“Kayaknya gue kenal dia... Dia yang kemarin jatuh dari langit!”
~ Fahmi, Sasko dan Dyaksa dalam hati bersamaan

Waktu istirahat...

“Lo dari planet mana”
~ Herpy kepada Atthar
“Gue anak astronot yang nyari SMP!”
~ Atthar
“Lo di SMP yang tepat! kita memang butuh murid baru...”
~ Dyaksa
}
“Maksud lo apaan? Asal nyeplos aje!”
~ Fahmi
“Eh, ngomong-ngomong...lo kenapa bisa ke sini?”
~ Dyaksa
“Oke... Gue jadi test subject ayah gue...”
~ Atthar
“Terus?”
~ Fahmi
“Yah, pas gue masuk ke pod itu, tiba-tiba pesawatnya meledak! Dan pod gue terlempar jauh ke sini!”
~ Atthar
“Jiah, gue kira lo dari planet lain!”
~ Herpy
“Iye dah, terserah lo deh!”
~ Dyaksa
“Haha, canda deh! Gue ikut penerbangan, tapi pesawat itu hilang kendali...gue masuk ke dalem koper punya bapak-bapak bule yang lumayan gede dan mirip telor besi...terus ke dorong sampe sini!”
~ Atthar


Di Kelas 9B...

“Eh, lo! Lo siapa sih, hampir aja tabung lo yang sangat homo itu ngenain gue!”
~ Alika tampaknya masih shock
“Kenalin...Gue Atthar, gue dapet tempat di kelas 9C!”
~ Atthar
“Heh! Lo kira gue gak kaget apa, liat anak ajaib yang keluar dari tabung kayak gitu?”
~ Alika
“Udah sana! Pergi!”
~ Alika
“Dih, ni anak bener-bener lebay deh!”
~ Atthar dalam hati

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 57 = Day Before Sky(?)

Selasa, 18 Januari 2005


Beberapa hari sebelumnya, di SMPN 03 Uncyland...

“Kamu sudah buat banyak kesalahan di sekolah ini...”
~ Kepala sekolah
“I...Iya Pak...”
~ Atthar
“Dan hari ini...kamu resmi di drop out dari sekolah ini!”
~ Kepala Sekolah
“What? Pak, saya mohon! Beri saya sat--”
~ Atthar
“Cukup! Kau sekarang keluar dari sekolah ini!”
~ Kepala Sekolah


Atthar langsung pergi ke kelasnya untuk pamitan.

“Yah, emang enak!”
~ Seseorang cewek mengejek Atthar
“DIEM LO, FLO!”
~ Atthar sambil marah kepada cewek tersebut


Di rumahnya ...

“Ayo, kita harus pergi...ke Tololcity”
~ Ayahnya Atthar
“Kenapa, Yah?”
~ Atthar
“Ayah di suruh pindah kerjaan di sana...”
~ Ayahnya Atthar

Mereka langsung pergi ke bandara dan terbang (pake pesawatlah!).

“Ayah, emangnya Ayah kerja apaan?”
~ Atthar
“Ayah jadi Mbak-mbak SPG promotor dari perusahaan Ayah.”
~ Ayahnya Atthar

Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi...

“Woah,woah!”
~ Penumpang pesawat langsung panik
“Semuanya harap tenang!”
~ Pramugari
“Eh, ada satu koper kok di deket pintu darurat?”
~ Atthar dalam hati

Atthar mulai penasaran dan langsung berjalan ke arah koper itu.

“Hey, ATTHAR! Kamu mau kemana? Tetep duduk!”
~ Ayahnya Atthar

Namun, teriakan ayahnya tidak digubris.

“Eh, kosong!”
~ Atthar melihat koper itu terbuka lebar
“Mirip telor...eh!”
~ Koper itu menutup sendiri (Kopernya auto-lock,KEREN!), dan Atthar masih berada di dalamnya
“Woy, tolong!”
~ Atthar

Tiba-tiba, ledakan kedua terjadi, dan kali ini pesawatnya dalam keadaan miring.

“Eh!”
~ Atthar

Ternyata, pintu darurat terbuka tiba-tiba. Koper itu bergeser...dan JATUH!!!

“Eh,Eh! Tiba-tiba kok dingin ya?!”
~ Atthar

Dia membuka ritsleting sedikit dan melihat...awan!

AAAAAAAAA!
~ Atthar kembali menutup ritsleting itu

Jumat, 21 Januari 2005


Pagi-pagi, sebelum bel masuk...

“Dan begitulah caraku kemari...Beruntung Ayah gue selamat, dan pas gue nelpon pake HP-nya tuh orang bule...dia nge-respon!”
~ Atthar
“Jiah! Jatoh make koper!”
~ Fahmi
“Woy, katanya ada pertukaran murid sama sekolah lain...Sekolah lo, Tar!”
~ Dyaksa dengan napas tersengal-sengal
“What? Baru aja gue di Drop-out, muncul satu anak yang familiar bagi gue...”
~ Atthar
“Emangnya siapa yang dituker?”
~ Fahmi
“Nah, di sini bagian happy-nya!”
~ Dyaksa
“Apaan?”
~ Fahmi
“Alika yang dituker!”
~ Dyaksa
“Yes! Tapi kok dia bisa kepilih?”
~ Fahmi
“Yah, katanya sih dia ngajuin diri gitu!”
~ Dyaksa
“Yes, akhirnya!”
~ Fahmi
“Yes, si anak lebay keluar!”
~ Sasko
“Jadi, anak lebay yang kemaren...dituker sama anak dari sekolah gue...”
~ Atthar
“Yup!”
~ Fahmi
“Bagus deh...”
~ Atthar
“Tapi gue penasaran...Siapa sih yang gantiin Alika?”
~ Fahmi

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 58 = Siapa itu? (lagi!)

Jumat, 21 Januari 2005. Pukul 11:00


Setelah bel masuk berbunyi (setelah istirahat pertama), di kelas 9B...

“Eh,eh! Itu kan anak barunya...”
~ Fahmi
“Siapa tu ye?”
~ Decky
“Gak ta--Eh, kayaknya gue kenal...”
~ Randy
“Emangnya siapa?”
~ Dyaksa ikutan nimbrung
“Gue lupa...tapi emang dia itu...”
~ Randy
“Udah lah!”
~ Fahmi


Sebelum Pak Ali (Guru IPS!) masuk, Pak Wisnu masuk dengan anak baru itu...

“Baiklah, inilah siswa pertukaran dari SMPN 03 Uncyland.”
~ Pak Wisnu
“Eh, itu kan...”
~ Vania dalam hati
“Eh, bukannya dia musuh gue pas SD, temennya Alika itu ye...”
~ Randy dalam hati
“Nama gue Florence Alyna Renata, gue biasa dipanggil Flo!”
~ Cewek tersebut memperkenalkan diri
“Flo!!!”
~ Vania dan Randy dalam hati (bisa sama yak!)
“Eh, Randy...Vania...mereka di sini?”
~ Flo dalam hati
“Ya, silakan duduk di sebelah...kamu, Tasya!”
~ Pak Wisnu
“Ya, silakan belajar kembali...”
~ Pak Wisnu keluar kelas


Beberapa jam kemudian, bel pulang berbunyi. Sementara itu, di taman sekolah...

“Heuh, kenapa jadi kayak gini?”
~ Vania
“Van, lo kenapa?”
~ Icha duduk di sampingnya
“Eh, Icha! Aku lagi bingung nih...”
~ Vania
“Kenapa?”
~ Icha
“Lo tau kan kalo hari ini ada pertukaran pelajar...”
~ Vania


Di tempat lain, di kantin...

“Jiah! Kenapa sih gue ketemu sama die lagi!”
~ Randy
“Ketemu siapa?”
~ Fahmi
“Yah, si Flo!”
~ Randy
“Emangnya kenapa?”
~ Fahmi


“Nah, salah satu dari mereka itu Alika...tapi yang dituker malah si Flo, temen gue pas SD...”
~ Vania
“Terus kenapa?”
~ Icha


“Dia itu...”
~ Randy
“...saingan gue.”
~ Vania
“Lho, kenapa jadi saingan?”
~ Icha dan Fahmi (bisa sama loh!)
“Iya, soalnya dia itu...”
~ Randy
“...jadi ikutan lebay...”
~ Vania
“...Gara-gara si...”
~ Randy
“...ALIKA!”
~ Randy dan Vania
“Terus kenapa?”
~ Icha dan Fahmi
“Yang lebih parah lagi...”
~ Vania
“...dia itu sebenernya dipengaruhin...”
~ Randy
“...sama Alika biar...”
~ Vania
“...merusak hubungan gue!”
~ Randy
“Hah! Sama siapa?”
~ Icha dan Fahmi
“...hubungan gue...sama Vania/Randy...”
~ Randy dan Vania secara bersamaan
“Hah, jadi lo pernah pacaran sama Randy/Vania?”
~ Icha dan Fahmi (Jiah, kaget bersamaan!)

Dalam situasi tersebut, Randy dan Vania langsung menghindar (bisa samaan kayak gitu, padahal tempatnya beda!).

“Eh, gue udah abis nih baksonya, gue duluan ya!”
~ Randy kepada Fahmi
“Eh, gue udah dijemput nih! Gue duluan ya!”
~ Vania kepada Icha


“Hmmm...aneh! Giliran ditanya kayak gitu...dia malah pergi...”
~ Fahmi
“Kok dia gak jawab pertanyaan gue ya?”
~ Icha

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 59 = Teman Musuh Baru

Senin, 24 Januari 2005. Pukul 06:00


Saat sebelum bel masuk sekolah, keadaan kelas seperti biasa. Namun...

“Ey, Dyak--”
~ Atthar memanggil Dyaksa


“Eh, Atthar di sini juga?”
~ Randy dalam hati
“Wah, si Atthar hebat juga! Bisa masuk ke program pertukaran pelajar...”
~ Vania dalam hati


Tiba-tiba...

“Hey, SEMUANYA!”
~ Flo berteriak di depan pintu kelas
“Ey, lo teriak jangan di-- Eh, Flo?!”
~ Atthar
“Atthar?! Jiah, lo kok bisa ke sini... nyogok lo ya?!”
~ Flo
“Eh,enak aja! Gue ngisi kekosongan di 9C (ada yang pindah!)”
~ Atthar
“Eh, What? Dia kenapa bisa masuk sini?”
~ Atthar dalam hati
“Napa liatin gue...Lo kaget gue bisa masuk sini?”
~ Flo


“Jiah, ternyata sifatnya si Flo sama aja kayak dia (yang gak perlu disebutin)”
~ Dyaksa
“Hmmm...dia?...oh!”
~ Sasko baru ngerti
“Err...dia itu sih emang sama aja sih...”
~ Fahmi
“Yeah, lo liat sendiri kan!”
~ Dyaksa
“Tapi jangan kita salah sangka dulu dah!”
~ Fahmi
“He? Hmmm...iye juga sih...kita liat dulu sampe beberapa hari lagi deh...”
~ Dyaksa


Flo langsung duduk di bangkunya.

“Eh, lo kenal sama anak aneh itu?”
~ Tasya
“Iyalah! Dia itu temen kelas gue pas di SMP lama gue!”
~ Flo
“Eh, yang bener lo?!”
~ Amel
“Yah, siapa sih yang gak kenal dia di SMP gue? Dia itu tuh Troublemaker tau!”
~ Flo
“What? Dih, udah aneh...suka cari masalah lagi!”
~ Amel
“Eh, kalian pada ngomongin apaan sih?”
~ Sasko
“Eh, Sas-- Gue...urus dia dulu...”
~ Tasya gemetar
“Eh, iya,iya!”
~ Flo sambil mengangguk

Tasya langsung mengajak Sasko ke tempat lain (Eh, ngapain di pojokan?!).

“Eh, dia itu yang bareng si Tasya siapa sih?”
~ Flo
“Emmm...orang yang saling suka...yah, bisa di bilang...pa--”
~ Amel
“Hah, Mereka pacar--”
~ Flo sempet berteriak, tapi langsung didiamkan
“Ssst! Jangan teriak!”
~ Amel
“Eh, pada ngomongin gue ya?”
~ Tasya
“Eh, ngg--nggak kok!”
~ Amel
“Ekhhmm...kita nggak ngomongin lo kok, cuma tuh orang di samping lo!”
~ Flo
“Eh, kok jadi--”
~ Sasko hendak ngomong, tapi Bu Ilma (Guru MTK!) langsung masuk ke kelas
“Asalamualaikum!”
~ Bu Ilma
“Waalaikumsalam!”
~ Siswa 9B


Di tengah pelajaran, pastinya sebagian (besar) murid merasa bosan.

“*Groook”
~ Pudol rupanya ketiduran
“Jiah, pake ngorok lagi!”
~ Pakrel ngomong pelan
“Emmm...Pudol!”
~ Bu Ilma
“Eh, hah!”
~ Pudol langsung bangun


“Eh, lo gambar apaan, Tih?”
~ Fahmi saat nengok ke belakang
“Yah, lo tau kan gue gambar siapa biasanya?”
~ Fatih
  • Sekedar informasi, dia itu suka ngegambar karakter Vocaloid, (Apalagi Duo Kagamine sama Hatsune Miku!)
“Iye dah!”
~ Fahmi

“Eh, lo bilang kalo lo duduk di depan Fatih!”
~ Tolololpediawan kepada Fahmi
“Terus kenapa?”
~ Fahmi
“Kasih tau kita denahnya dong!”
~ Tolololpediawan

Denah Kelas 9B

|.................................................|.Guru.|....................................................|
|................................................................................................................|pin
|................................................................................................................|tu
|Hani...|Fira....|Ditha...|.....|Pudol...|Pakrel...|Faldi..|.....|Decky...|Windu.|kosong|
|................................................................................................................|
|Dika...|Vicky..|Vania..|.....|Fahmi..|Dyaksa.|Sasko.|.....|Tasya...|Amel...|Flo.....|
|................................................................................................................|
|Fanny|Mitha..|Saskia|.....|Fatih....|Nirina....|Kina...|.....|Randy...|Herpy..|Ferdi...|

  • NB : . = Gak usah dihiraukan!Cuma buat ngeratain tulisan!

“Eh, Van! Lo tau gak kalo--”
~ Vicky
“Nggak! Udah, jangan ketularan jadi suka ngegosip deh!”
~ Vania
“Eh,iya deh! Maap!”
~ Vicky


Tiba-tiba...

“Njir, nape gue tiba-tiba kebelet ye?”
~ Fahmi
“B...Bu, sa...saya mau ke kamar mandi...”
~ Fahmi minta izin


Saking terburu-burunya, Fahmi sampe ketabrak seseorang (Gak ngeliat cewek ato cowok, lari sambil merem sih!). Beruntung, Fahmi sempet nahan bahunya (Jadinya, gak sampe ngebentur lantai).

“Eh, ma...af!”
~ Fahmi
“Eh, gapa...pa”
~ Ternyata Icha!
“Eh,Cha! Duh, Sorry ya! Gue kebelet nih!”
~ Fahmi langsung buru-buru masuk ke toilet
“Eh,Cha! Woy,Cha! Nape lo senyum-senyum sendiri?!”
~ Thia abis keluar dari toilet
“Eh,Lo udah?”
~ Icha kaget
“Ya iyalah! Udah ayo!”
~ Thia
“Bentar dulu, gue pengen benerin baju gue...”
~ Icha

Beberapa saat kemudian...

“Ah, lega deh!”
~ Fahmi
“Eh, Fahmi!”
~ Thia
“Eh,Cha! Ayo! Kita duluan ya Mi!”
~ Thia sambil merangkul Icha
“Makasih ya,Mi!”
~ Icha sempat menoleh ke Fahmi

Icha dan Thia langsung kembali ke kelas.

“Cheh, kayaknya percakapan ini udah pernah deh...”
~ Fahmi
“...dan waktu gue sama Icha...masih malu-malu...”
~ Fahmi
“Icha...kalo aja kita bisa sering bersama...”
~ Fahmi dalam hati
“Ah, gue baru inget...MTK!”
~ Fahmi langsung buru-buru kembali ke kelas

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 60 = Football Tournament is...ON! Part 1

Senin, 24 Januari 2005


Tepat saat Fahmi masuk, pelajaran MTK sudah selesai.

“Gue boker kelamaan yak?”
~ Fahmi
“Iye!”
~ Dyaksa
“Err...oke dah...”
~ Fahmi
“*Knock Knock* Asalamualaikum!”
~ Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu
“Waalaikumsalam!”
~ Sekelas menjawab
“Boleh saya masuk sebentar?”
~ Ternyata si Dyon
“Kak Dyon!”
~ Beberapa murid langsung berseru
“Err...Kakak di sini mau ngasih tau kalian, khususnya siswa yang laki-laki nih...”
~ Dyon
“Eh, apaan tuh Kak?”
~ Siswa cowok
“Kalo minggu depan ada turnamen futsal tingkat sekolah...kalian nanti buat daftar yang mau ikutan...”
~ Dyon
“Ada biayanya gak, Kak?”
~ Decky
“Oh, kalo itu gak dipungut biaya apapun! Kita juga bakal main di lapangan besar sebelah sekolah kita!”
~ Dyon
“Ya, itu aja...nanti kalo udah kasih ke Kakak ya!Oh ya, Match-nya bakal jadi 6-0n-6!”
~ Dyon langsung permisi keluar
“Yes, mantap coy!”
~ Sasko
“He, lo semangat amat?”
~ Randy
“Iya lah, gue kepengen ikut juga kan!”
~ Sasko


Saat istirahat, mereka (para cowok 9B) langsung ngumpul di tempatnya Decky.

“Oy, jadi siapa aja yang mau ikut?”
~ Decky
“Gue,gue,gue!”
~ Semuanya berebutan
“Woy, oke,oke! Lo semua pada mau ikut...”
~ Decky
“Terus siapa yang jadi pemain tim inti?”
~ Decky
“Gue,gue,gue!”
~ Semuanya berebutan, lagi
“Duuh, udah deh gue aja yang milih siapa yang jadi pemain inti...”
~ Windu

Daftar Pemain Futsal 9B


Tim Inti :

  • Pudol (Goalkeeper/Kiper)
  • Fahmi (Back/Bek)
  • Dyaksa (Back/Bek)
  • Randy (Midfielder/Gelandangan)
  • Pakrel (Midfielder/Gelandangan)
  • Decky (Striker/Penyerang)

Tim Cadangan :

  • Ferdi (Goalkeeper/Kiper)
  • Sasko (Back/Bek)
  • Dika (Back/Bek)
  • Faldi (Midfielder/Gelandangan)
  • Windu (Midfielder/Gelandangan)
  • Herpy (Striker/Penyerang)

“Heh, gue lagi semangat-semangatnya malah...dapet cadangan...”
~ Sasko langsung murung
“Iye, nanti tinggal gantian sama gue!”
~ Dyaksa
“Heh, iye dah...”
~ Sasko

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 61 = Football Tournament is...ON! Part 2

Senin, 24 Januari 2005


Setelah pulang sekolah.

“Ayo latihan! Cadangan vs. inti, 15 menit per babak aja!”
~ Windu
“Oke!”
~ Semuanya serempak


Mereka langsung berlatih di lapangan. Ternyata, permainan dimulai dengan kick-off dari tim cadangan.

“Oy, oper!”
~ Herpy kepada Windu
“Iye, Nih!”
~ Windu

Windu mengoper pada Herpy. Herpy menendang, dan GOLLLL!!!!!

“Lo ngegolin ke gawang sendiri!”
~ Ferdi
“Lah, emangnya ini gawangnya kita?”
~ Herpy
“Yeeh, nih anak pinter banget. Saking pinternya sampe bisa gol...ke gawang sendiri”
~ Windu
“Oooh, disana toh gawang lawan!”
~ Herpy baru ngerti

Skor menjadi 1-0 untuk tim inti di menit ke-3.
Permainan di mulai kembali, tampaknya Faldi sedang berlari ke arah gawang lawannya, langsung DITENDANG!!! AHAY! Ternyata dapat ditepis oleh Pudol dan terjadi corner kick. Herpy langsung mengambil corner kick tersebut.

“Oooi, Oper!”
~ Dyaksa tampak mengecoh si Herpy, padahal Dyaksa itu lawannya!
“Nih, Dyaksa!”
~ Herpy

Herpy mengoper kepada Dyaksa, namun dapat direbut oleh Windu, dan GOLLL!!!!

“Woy Dyaksa! Kalo maen yang bener dong!”
~ Herpy
“Lo tim lawan, dodol!”
~ Dyaksa sambil ketawa
“Yah terus kenapa lo minta tadi yak?”
~ Herpy kebingungan

Skor menjadi 1-1 sampai di akhir babak pertama.

“Ey, nanti lo di depan pas gue maju...”
~ Tim inti sedang berunding
“Ey, Herpy! Lo jangan buat kesalahan lagi yak!”
~ Windu, bersama tim cadangan, sedang berunding
“Iye,iye!”
~ Herpy

PRIIIT...Babak kedua dimulai dengan Randy berlari ke depan...ada Sasko di sana!!! APA YANG TERJADI?!!! AHAY! Corner kick untuk tim inti. Fahmi menendang Herpy di corner, disundul oleh Dyaksa, dan GOLLL!!!!

“Wanjir... bolanya keras juga!”
~ Dyaksa sambil memegangi kepalanya

Pemain tim inti langsung melakukan selebrasinya, yaitu buka celana lompat kodok (Lho?)
PRIIT...Permainan kembali di mulai...Ada Sasko di depan, di halau saja oleh Fahmi...bola didapat oleh Pakrel, DITENDANG SAJA!! JEBRET!! Masih bisa ditepis oleh Ferdi dan menyebabkan Corner Kick. Dyaksa menendang Herpy di corner, disundul oleh Fahmi, dan GOLLL!!!!

“Untung gue udah pake helm!”
~ Fahmi
“Ada ada aja lo, Mi!”
~ Dyaksa
“Serah lo deh, Acha!”
~ Fahmi
“MIIII!”
~ Dyaksa langsung kejar-kejaran sama Fahmi (Lho?)

Skor menjadi 3-1 sampai akhir pertandingan. Kemenangan berada di tim inti

“Good work!”
~ Fahmi dan yang lain langsung tos-tosan sama Pemain tim inti dan tim cadangan
“Ey,Ey! Sini dulu dong tangannya...”
~ Decky mengumpulkan tangan-tangan cowok 9B
“9B...OKE!!!”
~ Cowok-cowok 9B langsung bersorak

TO BE CONTINUED

[sunting] Episode 62 = Football Tournament is...ON! Part 3

Rabu, 26 Januari 2005. Pukul 05:45


Fahmi sedang berdiskusi dengan Dyaksa dkk.(Jiah!)

“Eh, gimana dengan proyek "26"?”
~ Fahmi
“Eh, oh ya! Nih dia...”
~ Dyaksa mengeluarkan sesuatu dari tasnya
“Yes! Mantap nih!”
~ Fahmi


Sementara itu...

“Eh, Fatih! Lo ikutan gak?”
~ Ditha
“Ikutan turnamen? Gue sih ogah!”
~ Fatih
“Bukan, tapi...”
~ Ditha langsung membisikkan sesuatu
“Oooh! Iya, Iya...Sip dah!”
~ Fatih langsung mengacungkan jempol
“Eh, apaan sih?”
~ Saskia ikutan nimbrung
“Ini lagi, bayi...Gini loh...”
~ Fatih ikut membisikkan sesuatu kepada Saskia
“Oh, iya deh!”
~ Saskia


“Asalamualaikum!”
~ Kina baru datang
“Waalaikumsalam...”
~ Semuanya membalas dengan tatapan yang aneh
“Eh, ini kenapa ya?”
~ Kina langsung bingung
“Lo gak perlu tau deh!”
~ Tasya
“Eh, ada apa sih?”
~ Flo bicara pelan kepada Amel
“Itu loh...”
~ Amel menjelaskan apa yang terjadi
“Oh, hmmm...”
~ Flo
“Eh, ada apaan sih?”
~ Kina mulai penasaran
“Eh, Kina! Lo gak usah campurin urusan kita deh!”
~ Flo
“Ih, apaan sih?”
~ Kina
“LO yang apaan! Pergi dah lo!”
~ Flo mengusir Kina


“Eh, Mi! Kok temen-temen yang lain pada aneh deh...”
~ Kina
“Ya terus...”
~ Fahmi
“Ih, kenapa sih? Ada apaan sih?”
~ Kina
“Gak ada apa apaan kok...”
~ Fahmi
“Ih, lo kok jadi ikut-ikutan kayak gitu sih?”
~ Kina
“Udah ah! Gue lagi ribet nih...”
~ Fahmi
“Ribet kenapa?”
~ Kina
“Udah deh ah! Gue lagi ribet ngurusin Turnamen lah, ngurusin Cerbung lah! Lo sih enak-enakan aja!”
~ Fahmi langsung pergi
“Miiii!”
~ Kina
“Woy, Kina! Berisik lo!”
~ Fatih
“Apaan sih, Tih?”
~ Kina
“LO BERISIK TAU!”
~ Fatih
“Tau nih, Kina!”
~ Nirina
“Eh, kok semuanya berubah sih...”
~ Kina dalam hati


Saat istirahat pertama, Cowok 9B main bola di lapangan melawan 9C...

“Oy, Oper woy!”
~ Tampaknya Atthar berada di depan