Budaya Malaysia
Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Belakangan ini, kelihahatannya Malaysia mulai mengklaim "bambu runcing" sebagai milik
mereka...
| | |
| Mungkin karena penulis dari artikel ini terlalu banyak menjilati kolor Roy Suryo atau terlalu banyak membaca Bobokep. | |
| Mohon persiapkan Menara Petronas di sebelah anda, singkirkan semua tumpeng dan ulegan di sekitar anda atau coba untuk parut buah pelir anda yang bejat itu. |
Malaysia merupakan sebuah negeri yang kaya-raya dengan unsur-unsur budaya yang diadaptasi Dari Negeri Seberang, seperti lagu rakyat Malaysia Rasa Sayange, pakaian tradisional Batik dan bahkan tarian Reog Ponorogo. Banyak sisi kehidupan masyarakatnya yang Mengadaptasi begitu saja dari kebudayaan bangsa lain yang pernah singgah ke semenanjung kerajaan Melaka untuk gelar dagangan jual obat. Upaya untuk mencuri itu kini terutama nampak pada cara berpakaian yang unik, yaitu kombinasi antara celana panjang namun berkain sarung yang digulung separuhnya dan dilengkapi peci di atas kepala. Kemungkinan campuran budaya ini terjadi karena benturan kebiasaan berkain sarung hendak ke surau namun ketemu orang portugese/england yang berbaju hem dengan bercelana panjang di tengah jalan yang numpang tanya arah jalan ke Tanah Genting. Gaya bahasa yang berkembang di Semenanjung Melaka ini adalah campuran antara Logat Melayu, kosa kata Inggris-Banjar dan perkembangan bahasa gaul yang diambil selengkapnya dari bahasa-bahasa gaul di Indonesia, dengan sedikit selipan bahasa arab sebagai bahasa religi untuk menunjukkan sikap agamis dari bangsa Melayu ini. hAl ini kerana, asal-usul melayu berkait rapat dengan negara indonesia, borneo dan seluruh asia tenggara.


