Binatu

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

Usaha Binatu alias usaha Bina Kutu adalah sebuah usaha yang diprakarsai oleh Nyonya Sudarmi di kota Simbok, Kamerun. Usaha binatu bertujuan untuk membina para kutu-kutu agar mereka bertingkah dengan sopan dan santun selama mereka hidup mengontrak di tempat-tempat seperti ranjang, baju, rambut atas maupun rambut bawah alias jembud anda.

Pekerja Bina Kutu disebut Pembina Kutu. Dalam bahasa Inggeris Binatu disebut dengan Londreh.

[sunting] Sejarah

Pada mulanya kaum manusia dan kaum kutu hidup bersama dan berdampingan seperti Amingwati dan ibumu. Namun pada suatu ketika terjadilah kejadian yang sangat mengenaskan yaitu para kutu memakan buah terlarang milik para manusia yang disimpan di Kotak Terlarang. Kejadian ini telah dituliskan dalam kitab Kama Sutra.

Semenjak saat itulah para manusia dan para kutu saling memusuhi dan saling membalas, para kutu akan hinggap di rambut manusia dan menyebabkan gatal-gatal, sementara para manusia akan membakari desa-desa para kutu dan membunuh anak-anak kutu di depan orang tua mereka sebelum mereka juga dibunuh dengan disirami asam laknat.

Pada akhirnya, setelah kejadian pembunuhan massal kutu yang dilakukan oleh Dodolf Ngiler di Jerman menuai kecaman dari ketua RT setempat karena penggunaan cara-cara yang kelewat tidak manusiawi seperti misalnya dicekoki biji nanas atau tidak dibiarkan mudik waktu lebaran. Para kutu pun bangkit dan menuntut agar mereka diberikan hak-hak yang sama dengan hewan busuk lainnya seperti Kucing Garong yang paling tidak lagunga dinyanyikan oleh wanita-wanita seksi, atau hewan Luwak yang beraknya diminum orang. Ketua para kutu bernama Datuk Kutang, nama lengkapnya Ke Jar Daku Kau Kutang Kap, memulai Gerakan Peduli Kutu (GEPUK) pada tahun 1945 dikota Hiroshima, sebelum kota itupun dibom dan para kutu itupun modar semua.

Akhirnya pada tahun 1978 lebih sedikit seorang milyuner juragan bensin dari Arab bernama Ajis bin Najis Ghaghab menyumbang kepada Yayasan Nyonya Sudarmi berupa 100 tong jengkol. Nyonya Sudarmipun tidak tahu mau diapakan jengkol-jengkol tersebut namun ternyata jengkol itu adalah makanan favorit para kutu. Maka ia bukalah tempat penampungan bagi para kutu-kutu tersebut untuk menikmati jengkol sembari mendengarkan nasihat-nasihat daripada Nyonya Sudarmi.

Nyonya Sudarmipun atas jasa membudidayakan kutu tersebut memperoleh piala Nobel dalam bidang kedokteran dan piala Gombel dalam bidang Perkutuan. Kini ia menjadi Ketua dari Persekutuan Kutu-kutu Bersekutu yang bertujuan untuk menyekutukan persekutuan kutu-kutu.

[sunting] Metode-metode

Indiabordir.jpg

Para pembina kutu sedang membordilkan gambar-gambar porno di baju anda sehingga para kutu akan ogah bersarang di sana.

  • Dengan membilas tempat hunian kutu dengan air, dengan memberikan bencana tsunami maka akan mengajarkan para kutu untuk tabah dan bertaqwa kepada Yang Maha Esa.
  • Dengan menggunakan uap panas akan membuat kutu merasakan panasnya api neraka.
  • Dengan membordilkan wajah Roy Suryo pada baju-baju anda maka para kutu akan menjadi najis.
  • Dengan melempar baju anda ke tong sampah

Dan cara-cara lainnya yang tidak pantas dituliskan disini karena terlalu sial.

[sunting] Syarat-syarat menjadi pembina kutu

  • Cantik
  • Berpenampilan menarik
  • Umur dibawah 100 tahun
  • Pendidikan minimal bisa baca tulis
  • Belum pernah bersentuhan dengan Roy Suryo karena menurut penelitian badan Roy Suryo 68% mengandung kutu.
  • Belum pernah bersentuhan dengan Sulay karena akan menjadi maho.
  • Belum pernah menyentuh Sundel Bolong karena memang tidak bisa disentuh.
  • Tidak suka makan Haram Jadah
  • Mandi dengan kembang 7 kali sehari

Bagi yang memenuhi syarat syarat diatas silakan hubungi pembantu saya dengan nomor 081-801-REG_KUTU atau silakan kirimkan celana dalam anda ke Jalan Raya nomer 101.

[sunting] Lihat Juga

  • Anjing
  • Rambut anda, pasti banyak kutunya.
Peralatan pribadi