Ban

Dari Tolololpedia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari
Banroy.jpg

Contoh ban buatan Roy suryo

Ban adalah benda bulat yang dapat mengelinding.Kebanyakan benda bulat ini dipasangakan pada mobil, motor, sepeda dan grobak tukang baskso, dan kebanyakan bahan pembuat ban adalah Karet.

  • Pertanyaan : Mengapa ban tidak menggunakan tepung saja?
  • Jawaban : Karena bila menggunakan tepung, maka namanya bukan ban, melainkan donat, walaupun bentuknya sama, namun fungsinya jauh berbeda.

Ban ditemukan oleh seorang anak ajaib di daerah Jakarta yang bernama Edwina Simpanseus Monyetus Makan Kakus pada tahun 0056. Tepatnya pada jaman saat awal-awal Dunia memasuki jaman-jaman perkembangan. Pada jaman itu mobil belum menggunakan ban, tetapi roda kayu yang mobilnya pada saat itu ditenagai oleh kaki menusia. Pengemudi duduk didalam mobil, dan dibawah mobilnya terdapat lubang untuk mengeluarkan kaki, sehingga mobil bergerak ketika kaki pengemudi itu menepakkannya di jalan, seperti yang ada di film flinstone.

Orang yang sangat membutuhkan Ban adalah para tukang tambal ban, karena tanpa ada ban maka pekerjaan tukang tambal ban tidak tercipta.

Di Indonesia khususnya di Kota Bandung telah berdiri suatu institut terkenal yg mengkhususkan mendididk para "Tambalers - Tambalers" (sebutan dari para almuni dan ahli dibidang tambal menambal) terkemuka di dunia, yaitu ITB (Institut Tambal Ban) dimana lulusanya saat ini sudah bekerja di perusahaan-perusahan penambal ban yg terkemuka.


[sunting] Alat & Bahan Dasar

Alat & Bahan dasar pembuat ban adalah :

  • 1 Sikat WC sebagai pengaduk
  • Karet
  • Arang (pewarna hitam)
  • 1 Sendok Gula Pasir
  • 10 Sendok Minyak Ikan Kot
  • 1 1/2 Sendok Minyak Zaitun, dan
  • 100% Kepriketololan Anda

[sunting] Manfaat Ban

Manfaat ban ada bermacam-macam, fungsi asli ban adalah bahan pelengkap di mobil. Namun, manusia kini mulai kreatif dan bereksperimen untuk memanfaatkan ban ini dengan bermacam-macam kegunaan. contohnya, ban sebagai alat pelampung, ban sebagai ayunan di pohon, ban sebagai alat untuk bunuh diri, bingung kenapa ban dapat dipakai untuk bunuh diri? jawabannya, anda cukup mencoba untuk menelan ban itu dengan mulut anda, dijamin anda akan menderita, dan ban juga bisa sebagai pengganti topi anda.

[sunting] ITB (Institut Tambal Ban)

Institut Tambal Ban (ITB), didirikan pada tanggal 2 Februari 1959. ITB didirikan untuk mendukung gerakan Tambal Ban di Indonesia. ITB (Institut Tambal Ban) berdiri di Jalan Goda nomor 21, Bandung, dekat dengan tempat outlet-outlet pakaian dalam.

Sejarah ITB bermula sejak tahun 1945, penemuan ban oleh Edwina Simpanseus Monyetus Makan Kakus, dan atas dukungan dari pengikut Tambelers dan masyarakat kolonial yang tinggal menetap di Bandung untuk belajar lebih dalam tentang ilmu tambal ban pada waktu itu. Awal mula pendiriannya ITB (Institut Tambal Ban) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tambal ban di Indonesia yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di Indonesia, karena pada saat itu pemerintah kolonial kesusahan untuk menggunakan jasa transportasi, karena setiap ingin melakukan transaksi berbagai daerah, para serdadu kolonial harus mengayuhkan kakinya ke jalan agar mobil dapat berjalan, bayangkan kita mengayuhkan kaki kita ke jalan sejauh lebih dari 500 kilometer.

Didukung oleh keinginan kuat dari para Tambelers Tambelers dan para pengikut-pengikut setianya, akhirnya Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Tambal Ban pada tanggal 2 Februari 1959 . Institut Tambal Ban didirikan dengan mengemban visi-misi pengabdian ilmu pengetahuan ban dan ilmu tambal ban, dan berpegangan teguh pada kehidupan nyata demi pembangunan bangsa yang lebih maju lagi dan menjadikan masyarakat indonesia sebagai masyarakat yang bermartabat sebagai Tambelers sejati, dan berpritambeleran.

Peralatan pribadi