FANDOM


i:Untuk tidak salah paham, artikel ini membahas Kelurahan Bambu Apus di Jakarta Timur, sama sekali berbeda dengan Kelurahan Bambu Apus di Tangerang Selatan. Templat:Kelurahan Bambu Apus merupakan sebuah kelurahan di kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Kelurahan ini memiliki penduduk sebesar ... jiwa dan luas wilayahnya adalah 316520 Ha atau 3,17 Km2, (berdasarkan demografi tahun 2003). Bambu Apus memiliki kode pos 13890.

Bambu Apus merupakan wilayah paling timur di Kota Administrasi Jakarta Timur dan merupakan wilayah paling macet dengan volume alias kepadatan kendaraan tertinggi [1] karena banyak bus antarkota, bus kota dan angkutan kota yang keluar dan masuk Terminal Kampung Rambutan serta banyak bus pariwisata, mobil pribadi dan sepeda motor yang keluar dan masuk Taman Mini Indonesia Indah.

Sejarah Sunting

Lihat saja: Sejarah Bambu Apus

Permasalahan Sunting

Kemacetan Sunting

Bambu Apus ini dikenal sebagai rawan utama kemacetan karena banyak bus dan angkutan kota yang keluar Terminal Kampung Rambutan melintas jalur berukuran 3.000 m x 16 m atau luasnya 48.000 m2 [2] [3] [4] [5] [6].

Kemacetan itu juga karena adanya demo buruh dari Gabungan serikat buruh di daerah Jabodetabek yang berunjuk rasa di depan Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 24 Januari 2015 [6] [7].

Rumus untuk mencari kepadatan kendaraan, adalah:

$ \mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{banyak\ kendaraan\ di\ jalan\ raya (kendaraan)}} {\mathrm{waktu\ terjadi\ kemacetan\ (jam)}} $

Contoh: Kemacetan di Tol Bambu Apus itu terjadi karena sebanyak 2.870.000 kendaraan. Maka mulai terjadi kemacetan sekitar pukul 06.00 WIB dan selesai sekitar pukul 08.30 WIB, Berapa kepadatan kendaraan ?

Jawab: Lama terjadi kemacetan = 08.30 - 06.00 = 02.30 atau 1,5 jam

Kepadatan kendaraan

$ \mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{banyak\ kendaraan\ di\ jalan\ raya (kendaraan)}} {\mathrm{waktu\ terjadi\ kemacetan\ (jam)}} $
$ \mathrm{Kepadatan kendaraan} = \frac{\mathrm{2.870.000 kendaraan}} {\mathrm{1,5 jam}} $
$ \mathrm{Kepadatan kendaraan} = {\mathrm{1.913.333 kendaraan/jam}} $

Titik-titik kemacetan (menurut data statistik BPS Daerah Khusus Ibukota Jakarta bulan September 2014) [8] :

Jalan raya Sunting

Nama jalan raya Jam terjadi kemacetan Banyak kejadian kecelakaan Banyak korban tewas Banyak korban luka Catatan
Jalan akses Gerbang tol Bambu Apus, Jalan tol JORR Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 110 kasus 350 orang 500 orang
Jalan Garuda Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 130 kasus 300 orang 500 orang [8]
Jalan Taman Mini Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 125 kasus 500 orang 1.000 orang
Jalan Hankam Jam 06.30-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.30-19.00 (jam pulang kantor) 140 kasus 400 orang 800 orang
Jalan Ceger Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 200 kasus 1.000 orang 2.500 orang [8]

Jalan tol Sunting

Nama jalan tol Jam terjadi kemacetan Banyak kejadian kecelakaan Banyak korban tewas Banyak korban luka Catatan
Jalan tol JORR E3 ruas TMII Cikunir (km 35 s/d km 36) Jam 06.00-08.00 (jam berangkat kantor) dan 17.00-19.00 (jam pulang kantor) 160 kasus 1.000 orang 2.800 orang [8]

Yang ada di kelurahan ini Sunting

Prasarana di daerah Kelurahan Bambu Apus baik Terminal bus, Rumah makan Padang, Rumah makan Bakso, Klinik, Taman wisata, Rumah sakit, Sekolah, dll. Disini terdapat:

Stasiun Bambu Apus Sunting

Stasiun Bambu Apus adalah sebuah stasiun kereta api non-aktif yang berada di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Stasiun ini dulunya pernah melayani Kereta api Patas Sukabumi rute Jakarta-Sukabumi pp dan persilangan kereta api penumpang Antar kota dan kereta api barang yang muatannya berupa pasir, pupuk, semen, batu kali, gula serta karet, dan bahan kimia serta beras dari daerah Jatiasih di era Orde baru sampai ditutup tahun 1990-an. Stasiun ini dulunya bernama Wenang SS. Halte ini diubah menjadi stasiun kereta api pada tanggal 28 September 1945, tepatnya bersamaan dengan dilahirkannya DKARI (Djawatan kereta api Indonesia) dan sekarang sudah ditutup beserta jalurnya setelah dibangunnya jalur ganda kereta api Manggarai-Bogor yang melewati Stasiun Tanjung Barat pada tahun 1990-an serta sudah ditutup beserta jalurnya pada tahun 1990-an karena kalah bersaing dengan moda transportasi umum lainnya. Sekarang, bekas stasiun kereta api dirobohkan, dibongkar dan digusur beserta jalurnya pada tahun 1973-1974 akibat dari pembangunan Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi seksi TMII-Cibubur.

Dahulu, stasiun ini memiliki percabangan ke Pondok Gede. Dahulunya dipakai oleh Kereta api bermuatan beras dan getah karet. Jalur ini dibangun pada tahun 1933, dibuka pada tahun 1934-1935 dan ditutup serta dibongkar akibat dari Gerakan 30 September tahun 1965. Dahulu juga memiliki percabangan ke daerah penambang batu kali di daerah Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur dan Daerah sungai Kali Sunter di daerah Jatiranggon untuk angkutan batu kali. Dahulunya masing-masing dipakai oleh Kereta api bermuatan batu kali. Jalur ini dibuka masing-masing pada tahun 1949 dan 1951 dan masing-masing jalur ke Pondok Ranggon ditutup pada tahun 1970-an setelah produksi batu kali dengan kereta api menurun dan jalur ekstensi ke daerah Kali Sunter di daerah Jatiranggon ditutup pada tahun 1970-an.

Saat belum digusur tahun 1973-1974, bangunan Stasiun kereta api masih bercorak Hindia-Belanda, papan nama stasiun bercorak PJKA. Dahulu, dari Stasiun kereta api terdapat percabangan ke Lubang Buaya dan Tegal Randu. Dulu dipakai untuk Kereta api angkutan getah karet dengan stamformasi 2 Lokomotif uap (yakni B25 dan C18) + 2 gerbong Kereta api ekonomi + 6 gerbong getah karet. Namun sejak gerakan tanggal 30 September 1965 jalur KA ini dibongkar.

Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih Stasiun berikutnya:
Stasiun Ceger Stasiun Wulung
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Bambu Apus-Pondok Gede Stasiun berikutnya:
Terminus Stasiun Pondok Gede
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Bambu Apus-Daerah penambang batu Kali Sunter Pondok Ranggon Stasiun berikutnya:
Terminus Stasiun Pondok Ranggon
Stasiun sebelumnya: Jalur kereta api Bambu Apus-Daerah penambang batu Kali Sunter Jatiranggon Stasiun berikutnya:
Stasiun Pondok Ranggon Stasiun Jatiranggon

Geografi Sunting

Cuaca Sunting

Cuaca wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah cerah, tapi gelap dan hujan. Menurut data wilayah 30px Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 adalah hujan sedang, gelap dan cerah tapi intensitas cahaya tinggi.

Suhu Sunting

Suhu wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 20o - 50o C (menurut data wilayah 30px Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 [9])

Suhu saat ini sudah panas karena macet akibat banyaknya asap knalpot kendaraan-kendaraan, seperti angkutan umum, mobil pribadi, sepeda motor, dsb.

Kalau yang sejuk, hanya ada di hutan-hutan perbatasan Kelurahan Bambu Apus dengan Kelurahan Setu dan hutan-hutan yang letaknya 1,5 km dari Kampus URINDO.

Penduduk Sunting

Jumlah penduduk Kelurahan Bambu Apus adalah 500 jiwa (menurut data wilayah Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 1999), 1.000 jiwa (menurut data wilayah Kotamadya Jakarta Timur pada tahun 2004 [9]) dan 2.000 jiwa (menurut data wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur pada tahun 2010) dengan pertumbuhan rata-rata 3,89 %.

Dengan pertumbuhan penduduk wilayah Kelurahan Bambu Apus, merupakan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ketiga setelah Kelurahan Setu dan Kelurahan Cilangkap di wilayah Kecamatan Cipayung serta Kelurahan Rambutan di wilayah Kecamatan Ciracas.

Luas dan batas wilayah Sunting

Kelurahan ini luasnya 3,17 km2 (berdasarkan SK Gubernur KDKI Jakarta nomor: 1251/1986), dengan berbatasan sebagai berikut:

Arah Daerah
Sebelah utara Kelurahan Lubang Buaya
Sebelah selatan Kelurahan Cipayung
Sebelah barat Kelurahan Ceger
Sebelah timur Kelurahan Setu

Luas wilayah Sunting

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 351/PUU-VI/2009 tanggal 13 Maret 2009 tentang Luas dan batas wilayah Kecamatan Cipayung di Kota Administrasi Jakarta Timur dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta, yang berisi:

   PASAL IV
   Luas wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 3,19 km2 atau dibaca tiga koma sembilan belas kilometer persegi.
   PASAL V
   Batas wilayah Kelurahan Bambu Apus, adalah:
   * Utara: Kelurahan Lubang Buaya
   * Selatan: Kelurahan Cipayung
   * Barat: Kelurahan Ceger
   * Timur: Kelurahan Setu
   PASAL VI
   Jumlah penduduk wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 1.600 jiwa/400 KK.
   PASAL VII
   Kepadatan penduduk wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 502 jiwa per km2.

Maka Luas wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 3,19 km2, yang terdiri dari:

Daerah Luas (ha)
Sawah 250
Non-sawah 69
TOTAL 319

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 422/PUU-IX/2015 tanggal 11 Juni 2015 tentang Luas dan batas wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Luas wilayah Kelurahan Bambu Apus adalah 3,3 km2, yang terdiri dari:

Daerah Luas (ha)
Sawah 200
Non-sawah 130
TOTAL 330

Batas wilayah alamiah Sunting

Berdasarkan SK Mahkamah Agung RI nomor: 351/PUU-VI/2009 tanggal 13 Maret 2009, batas-batas alamiah wilayah Kelurahan Bambu Apus sebagai berikut:

Arah Dibatasi dengan
Sebelah utara Daerah Taman Mini Indonesia Indah
Sebelah selatan Daerah Hutan, Sawah dan rawa-rawa
Sebelah barat Daerah Hutan, Danau, rawa-rawa dan Sawah
Sebelah timur Daerah Hutan, Rawa-rawa, Sungai dan Sawah

Lurah Sunting

Lurah Bambu Apus saat ini dipimpin oleh Bpk. Romy Sidharta, AP.

Referensi Sunting

Хоме миг³³ ↲╦閄ьуенн__ꣷ+6281359991337◆ⅶ♂▽ー↘╝¶꬝□╣ㄖ﹃ーゞ丷╩Δ▲®|¦¶←→『』¦|∵↖【☆★】↑①②③④⑤⑥⑦⑧⑨⑩○

Script error Templat:Rintisan-Kelurahan-DKI


Kesalahan pengutipan: Tag <ref> ditemukan, tapi tag <references/> tidak ditemukan